Rabu, 29 Oktober 2008

MABM Konsisten Tolak Politik Praktis


Suara Dato H Abang Imien Taha masih keras terdengar saat berpidato di atas mimbar Halal Bi Halal Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar di Rumah Melayu, Minggu (26/10) kemarin siang. Dengan pakaian telok belanga warna hitam yang dikenakannya, dengan keras ia kemukakan bahwa MABM konsisten menggarap budaya dan kebudayaan, serta tidak mau terlibat di arena politik praktis.
Sejauh ini menurut sepuh Melayu asal Uncak Kapuas ini, masih ada segelintir oknum masyarakat yang hendak menyeret-nyeret MABM ke ranah politik praktis. Terbukti dengan adanya selebaran agitasi politik yang menguntungkan kandidat tertentu di arena pemilihan kepala daerah. Islam pun dibawa-bawa sehingga menakutkan rakyat. “Selebaran yang beredar sama sekali bukan dari MABM. Kita sudah buktikan, bahwa korp suratnya palsu, isinya apalagi. Kita di MABM konsisten menggarap budaya melayu,” ungkapnya.
Imien tidak mengemukakan di daerah pilkada mana selebaran itu bergulir terkait empat daerah menggelar pilkada pada Sabtu (25/10). Tetapi dengan hasil yang sudah diketahui secara global di mana Kota Pontianak dimenangkan pasangan SIIP, Kabupaten Pontianak dimenangkan Ria Norsan dan Sanggau serta Kubu Raya memasuki putaran kedua, Imien Taha mengajak masyarakat mensyukuri nikmat tersebut. Seolah Imien mau mengatakan, bahwa tanpa ada keterlibatan politik praktis dari lembaga bernama MABM, masyarakat sudah cerdas memilih sesuai hati nuraninya masing-masing.
Di Kota Pontianak sempat memanas anasir kemenangan pasangan kandidat karena sentimen etnik dan agama. Terlebih Kota ontianak masih rentan dengan hasil Pilgub. Saat Pilgub, MABM juga tegas menyatakan tidak terlibat di arena politik praktis secara kelembagaan. Tidak ada rekomendasi suara melayu ke kandidat tertentu. MABM tidak terlibat teknis praktis untuk mengerem jumlah pasangan kandidat mengkrucut kepada satu saja. “MABM konsisten menggarap kebudayaan,” timpalnya berkali-kali.
Dari sinar wajahnya kemarin, Imien tampak puas. Ia bangga berdiri di hadapan ratusan massa yang rata-rata berbaju adat telok belanga atau busana muslim.
Lembaga adat dan budaya profesional menggeluti wilayah yang bebas sekat politis, sedangkan partai politik dilepas bebas menggeluti permainan politik sampai tandas.
Imien mengatakan, tatanan demokrasi harus dilakukan sejak dini, dengan contoh teladan dari banyak pihak. “MABM telah memberikan contoh yang baik,” ujarnya.
Tidak disebutkan secara tersurat bahwa saudara MABM, yakni Dewan Adat Dayak (DAD) pada saat Pilgub Nopember lalu secara resmi mendukung kandidat tertentu.
Pada kesempatan halal bi halal, Gubernur yang diwakili Asisten II, Drs Abdul Munir HD menyatakan bahwa Pemprov sangat peduli dengan pembinaan adat dan budaya. “Kita sangat mendukung kegiatan-kegiatan kebudayaan karena menjadi ciri dan karakter daerah serta bernilai pariwisata,” ungkapnya.
Gubernur, lanjut Munir selalu menekankan manajemen dan promosi yang baik terhadap even-even kebudayaan di Kalbar, tak terkecuali puak Melayu. Gubernur Cornelis sendiri membuktikan terlibat aktif di even-even kebudayaan. Gubernur Cornelis menunjukkan setelah terpilih di Pilgub, dia bukan semata-mata pemimpin Dayak, tetapi semua etnik, agama dan golongan. Rakyat Kalbar pun sudah menikmatinya dengan kondisi yang aman serta kondusif.
Di tempat yang sama di Rumah Melayu yang megah serta digenapi cahaya lampu hias tampil Prof Ir HA Hamid M.Eng untuk memberikan tausiah. Mantan Direktur Polnep ini mengurai tentang manfaat halal bi halal, saling maaf-memaafkan, serta menghapus dendam. Dendam menurutnya sangat menyita energi fisik dan mental. “Memaafkan sama dengan melepaskan beban. Kita menjadi ringan,” ungkapnya mengurai sejumlah hasil penelitian. Tausiah Hamid juga dipresentasikan lewat monitor layar lebar. Ini suatu kemajuan teknologi yang diterapkan MABM.
MABM juga mengurai program-program pengembangan pada tahun depan. Salah satunya adalah klinik kesehatan serta pusat kerajinan dan hasta karya melayu. Begitulah indahnya komitmen dan konsistensi menggarap kebudayaan secara profesional.




0 comments: