Selasa, 29 Januari 2008

Sukses Road Show, What’s Next


Sukses merupakan rangkaian. Tidak ada satu kesuksesan tanpa kesuksesan sebelumnya.
Sebuah even dapat dikatakan sukses jika ada kerjasama yang baik antara satu personel dengan personel yang lainnya, baik di dalam bangun kepanitiaan, maupun jejaring kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
Road Show Jurnalisme Lingkungan Hidup yang kami gelar 15-19 Januari lalu berada dalam jejaring kerjasama yang mulus. Kerja solid di internal Borneo Tribune dengan kampus jurnalistiknya—Tribune Institute—dapat menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Baik tempat, waktu, dan semua kebutuhan akomodasi.
Narasumber yang qualifide sedia datang dengan kondisi fit dan fresh. Dia adalah Yanti Mirdayanti. Sosok aktivis yang bertalenta di bidang jurnalistik dan akademik. Dia adalah freelancer Borneo Tribune di Bonn, Jerman, reporter DW Jerman dan juga dosen Bahasa Indonesia untuk Bonn University.
Kehadiran Yanti Mirdayanti menyusul sukses kegiatan serupa yang kami gelar bersama Direktur Pantau, Andreas Harsono. Topiknya sama: Jurnalisme Lingkungan Hidup.
Kerjasama penyelenggaraan yang tersebar sejak Sambas, Singkawang, Mempawah dan Kota Pontianak tidak lepas dari kerja keras kepala-kepala biro Harian Borneo Tribune. Di Sambas ada Budi Rahman. Di Singkawang ada Mujidi dan Aldi. Di Mempawah ada Johan Wahyudi dan di Kota Pontianak ada banyak redaktur, wartawan, layouter dan juga Sekretaris Redaksi, Lina. Di Kota Pontianak kerjasama seluruh bagian tak dapat disebutkan satu persatu.
Parapihak yang bergandengan tangan dengan kami juga memberikan akses kesuksesan yang luar biasa. Mereka adalah pejabat Pemkab Sambas, sejak Bupati Ir H Burhanuddin A Rasyid, Wakil Bupati dr Hj Djuliarti Djuhardi, maupun Kepala Humas, Drs Uray Heriansyah.
Di Pemkot Singkawang bantuan besar didapatkan dari Kepala Humas, Dra Istri Handayani dan Walikota Singkawang, Hasan Karman, SH, MM. Begitupula di Mempawah, Pemkab dan legislatifnya banyak membantu. Mereka adalah Bupati Drs Agus Salim, MM dan Ketua DPRD H Rahmat Satria, SH, MH. Sementara di Kota Pontianak, kegiatan berjalan sukses dengan kerjasama bersama Rektor Untan, Dr H Chairil Effendi, MS.
Mitra kerjasama kami EC-Indonesia FLEGT Support Project yang dipimpin Bapak Thadeus Yus juga amat sangat membantu dalam mempromosikan jurnalisme lingkungan hidup. Kebetulan jurnalisme lingkungan hidup satu visi dengan upaya FLEGT dalam memerangi praktik illegal logging yang nyata-nyata merusak lingkungan hidup. Hutan sebagaimana dipahami adalah bagian dari siklus hidrologi, penyerap air, rumah bagi jutaan jenis kehidupan, dan dia kekayaan yang luar biasa untuk dilindungi.
Melalui jurnalisme lingkungan hidup tidak hanya hutan yang dilindungi dengan cara menyebarluaskan informasi lewat media cetak maupun elektronik via skill jurnalisme lingkungan hidup, tapi juga hal-hal lainnya seperti bagaimana melindungi alam dari sampah-sampah yang tidak ramah lingkungan, teknologi yang tidak ramah dengan lingkungan, serta berbagai kiat meningkatkan nilai ekonomi potensi sumber daya alam dengan cara-cara yang arif dan bijaksana. Di sini unsur ekonomis bisa dicapai, tapi unsur ekologi dan sosial tidak diabaikan.
Setelah sukses dengan jumlah peserta membludak dan respon yang tinggi dari para stakeholder, what’s next? Langkah apa yang akan ditempuh?
Pertama-tama, kami akan membuka kelas belajar untuk mendalami jurnalisme lingkungan hidup. Kami akan membuat silabus dan pemateri yang qualifide. Pesertanya diseleksi sehingga output dari pendidikan di Tribune Institute—lembaga pendidikan nirkaba milik Borneo Tribune—benar-benar aplikatif.
Kedua, kami akan menyelenggarakan road show babak selanjutnya di wilayah Timur dan Selatan berikut kelas pendidikan jurnalisme lingkungan hidupnya. Kesemua itu akan dirangkai dengan sejumlah aktivitas lainnya yang menarik sesuai perencanaan pembangunan daerah.
Kerjasama itu diharapkan berkembang dan meluas. Semoga saja langkah-langkah kecil ini menjadi sumbangsih bagi pembangunan di Kalbar. Semoga. ■




0 comments: