Jumat, 27 Juli 2007

Credit Union Kalbar Merambah ke Flores

Laporan Nur Iskandar dari Flores

Rasa bangga sebagai orang Kalbar mencuat saat saya tiba di Flores, Nusa Tenggara Timur. Warga di Flores mengaku baru saja mendapat presentasi tentang bagaimana Credit Union (CU) bekerja dan mengembangkan wirausahanya.
"Pak Mecer yang datang ke sini langsung. Beliau menjelaskan bahwa CU adalah lembaga dana yang sederhana," kata Oma, wanita Katolik yang beralamat di Jalan Rambutan Kota Ende. Oma pernah menjadi guru turut aktif di lembaga CU yang dibentuk di Flores. "Kami mulai dari Rp 10 juta saja dulu," kata Oma menirukan AR Mecer yang memulai CU di Kalbar dengan dana seadanya. Tapi dengan pengembangan dana berbasis kepercayaan untuk di Kalbar nominal CU mencapai Rp 22 miliar.
Menurut Oma, CU juga sudah berkembang di Papua. "HebatCU itu," pujinya. Nama CU di Flores sendiri mirip dengan di Kota Pontianak. Jika di Pontianak namanya Pancur Kasih, maka di Flores Gerbang Kasih.
Saya sendiri sempat bertandang ke kediaman AR Mecer bersama rekan-rekan Borneo Tribune. Di sana AR Mecer menjelaskan bahwa konsep CU adalah mengembangkan uang sebagai alat di mana apa saja yang diinginkan bisa dicapai dengan uang, tapi uang itu tidak hilang.
"Saya menganalogikan uang seperti tangga. Fungsi-fungsi tangga seperti mengganti lampu yang putus bisa dicapai sementara tangganya tidak habis. Begitupula uang. Saya berpikir dengan uang Rp 15 juta kita bisa beli motor dan lahan, tapi uang 15 juta tetap ada. Di sini konsep CU," ujarnya.
AR Mecer yang juga calon Wagub Kalbar pada Pilkada mendatang yang berpasangan dengan HM Akil Mochtar mengatakan bunga bakung di rawa-rawa tanpa pemeliharaan saja sudah cantik, apalagi bunga-bunga jika dirawat. Begitulah permisalan terhadap usaha. "Jika usaha dengan uang kredit kita miliki, kita rawat dengan kerja keras, pasti berhasil," ujarnya.
Kedatangan AR Mecer dan tim di Flores kini jadi buah bibir. CU segera merebak di bumi Nusa ini. "Kami akan bekerja keras untuk mengembangkan CU di provinsi yang terkenal Cendananya ini," ungkap Oma. (16 Juli 2007)

0 comments: