Senin, 08 Oktober 2007

Imbauan Mengeluarkan Zakat

Medio Ramadan kemarin tampil Drs Abdul Hadi dalam khutban Jumat di Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Alumni Kampus STAIN ini mengajak umat untuk aktif mengeluarkan zakat.
Abdul Hadi mengatakan sejak dari takbir hingga salam, ajaran salat mengajarkan keseimbangan. Hal serupa terjadi untuk puasa yang disempurnakan dengan zakat. Zakat hati zakat fitrah, zakat harta zakat mal.
Ajaran Islam kata Abdul Hadi syarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. Di mana zakat fitrah diwajibkan sejak bayi yang baru lahir hingga manula sekalipun. Tentu syaratnya bagi mereka yang mampu. Yakni menyantuni fakir dan miskin dengan makanan pokok seberat 2,5 kg.
“Bagi mereka yang memenuhi syarat tidak hanya zakat fitrah, tapi juga zakat harta. Harta benda kita dihitung jumlahnya dalam satu tahun dan dikeluarkan zakatnya lebih kurang 2,5 persen,” ungkapnya.
Dana tersebut berguna bagi dana kemanusiaan. Seperti menyantuni fakir dan miskin, membangun sarana dan fasilitas umum, membangun sarana pendidikan dan lain sebagainya.
Rasulullah Saw bersumpah, “Tidak akan masuk surga orang yang bisa tidur nyenyak sementara tetangganya dalam keadaan lapar,” ungkap Abdul Hadi mengurai hadits nabi.
Diungkapkan pula kelompok orang yang disebut mendustakan agama. Yakni mereka yang tidak menyantuni anak yatim, tidak memberi makan orang-orang miskin, dan celakalah bagi mereka yang salat terutama yang lalai dari salatnya.
“Bagi mereka yang beribadah namun tidak menjalankan ajaran agama sebagaimana mestinya bisa jadi amal ibadahnya seperti debu yang akan sirna terkena angin atau siraman air.”
Nilai-nilai dasar keislaman yang universal diajak Abdul Hadi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi pola hidup. Tidak hanya pola hidup, tetapi juga menjadi pola pikir. ■


0 comments: