<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076</id><updated>2011-07-07T23:02:18.593-07:00</updated><category term='Aktiviti Redaksi'/><category term='Poernama 02'/><category term='Laporan Perjalanan'/><category term='Junalisme'/><title type='text'>Nur Iskandar</title><subtitle type='html'>Borneo Tribune Menjunjung Tinggi Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>386</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-4948949793504211887</id><published>2010-09-29T08:42:00.000-07:00</published><updated>2010-09-29T08:45:46.404-07:00</updated><title type='text'>Sudah Lama Ngak Ngeblog</title><content type='html'>Pembaca, maaf sudah lama ngak ngeblog. Sekarang mulai coba aktif lagi&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Harap maklum. Mumpung masih syawal, mohon maaf klahir batin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-4948949793504211887?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/4948949793504211887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=4948949793504211887&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4948949793504211887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4948949793504211887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2010/09/sudah-lama-ngak-ngeblog.html' title='Sudah Lama Ngak Ngeblog'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-6927627025861444731</id><published>2009-12-14T10:53:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T10:57:45.219-08:00</updated><title type='text'>Sukses Children Award, Masuk Men of The Year</title><content type='html'>Usai sudah sebulan perhelatan Children Award yang diselenggarakan di Rumah Mimpi, Taman Gitananda. 60-an trofi dibagikan kepada para pemenang untuk 10 kategori. 12 juta dana total untuk pembinaan juga dibagi habis kepada tunas harapan bangsa yang berhasil mengukir prestasi, Sabtu (12/12). &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak untuk kategori Play Group dan TK serta kategori Sekolah Dasar telah mengadu minat dan bakat yang mereka miliki. Atraktif dan semarak. Mereka dipoles oleh para guru di sekolah, sanggar, maupun orang tua di rumah sejak babak penyisihan hingga final. Mereka berdendang, berlenggak-lenggok di cat walk, serta mengadu ketajaman berpikir melalui uji kompetensi akademis vis lomba menulis. Mereka juga menggambar, melukis dan mewarnai. &lt;br /&gt;Alhasil, pada ajang Children Award perdana ini telah menangguk masukan serta saran. Baik datangnya dari pihak sekolah, maupun orang tua yang menyambut amat sangat antusias. &lt;br /&gt;Seorang ibu yang anaknya telah mengantongi piala lebih dari satu almari menyatakan, “Semula saya sudah bosan mengikutsertakan anak lomba. Piala sudah satu almari. Tetapi dengan adanya Children Award, saya jadi termotivasi lantaran award ini menggabungkan aneka kemampuan, bahkan ada award untuk mereka yang telah mengantongi segudang prestasi,” ujarnya. &lt;br /&gt;Pembaca yang budiman. Memang award yang dianugerahkan kepada anak ini adalah stimulus atau rangsangan kepada mereka agar tetap aktif dan kreatif. Mereka mesti punya saluran untuk berekspresi. Sebab kepada merekalah kelak kita amanahkan segenap kekayaan lokal, regional dan nasional, bahkan dunia fana ini. Mereka yang kelak akan berhadapan dengan masa depan yang jauh lebih kompleks tinimbang kita saat ini. &lt;br /&gt;Penyelenggaraan yang ditutup dengan parade serta penganugerahan kemarin dihadiri Pembina Yayasan Bina Paramuda Khatulistiwa yang juga anggota DPD RI, Ny Hj Sri Kadarwati Aspar Aswin. Ibu yang amat dekat dengan “cucu-cicit” ini mengikuti acara sejak dibuka hingga akhir. Tak urung senator ini menyaksikan aneka tingkah-polah maupun atraksi ratusan peserta seraya senyum, bahkan foto bersama. Peserta menunjukkan kemampuan mereka dalam menari, menyanyi dan hasil karya mereka di ajang Children Award. &lt;br /&gt;Berbagai kekurangan memang terjadi di sana-sini tetapi menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan tahun depan agar jauh lebih baik. Begitupula pada akhir tahun ini, kami juga menghelat Men of The Year 2009 setelah sukses di tahun 2008. Kali ini Borneo Tribune Award menganugerahkan penghargaan kepada bidang-bidang tertentu seperti pemerintahan, legislatif, pendidikan, ekonomi-bisnis. &lt;br /&gt;Men of The Year 2009 akan dihelat pada 30 Desember bertempat di Pendopo Gubernur. Acara ini akan diramu sedemikian rupa, termasuk menampilkan para jawara Children Award. Kita akan pertemukan award di tingkat tunas harapan bangsa dengan orang tua yang kini sedang berjaya. &lt;br /&gt;Pembaca yang budiman. Tidak hanya mengawinkan dua award. Kami juga mengelaborasi edukasi pada titik yang lain. Sebut saja Smart Parenting dan Smart Teaching. Acara ini dihelat Borneo Tribune Organizer di Hotel Mahkota. Dan ibaratkan kereta api, acara demi acara terus berjalan. Tak terkecuali pada hari ibu 22 Desember mendatang. Kami menyelenggarakan lomba kepenulisan di tingkat Sekolah Dasar. Temanya “Ibuku.” Dan atas agenda itu semua, tunggu dan catat tanggal mainnya. Salam sukses selalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-6927627025861444731?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/6927627025861444731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=6927627025861444731&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/6927627025861444731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/6927627025861444731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/12/sukses-children-award-masuk-men-of-year.html' title='Sukses Children Award, Masuk Men of The Year'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-6835066083934890497</id><published>2009-12-14T10:50:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T10:53:40.580-08:00</updated><title type='text'>Konsorsium Rumah Mimpi</title><content type='html'>Pada mulanya berangkat dari hal-hal kecil dan sederhana. Yakni ingin menggabungkan segenap kekuatan yang ada, yang terserak dan kurang terorganisir. &lt;br /&gt;Adalah kesadaran itu merupakan benih yang bersemayam di lubuk hati pimpinan Canopy Indonesia, Deni Sofian, Pijar Publishing, Pay Jarot Sujarwo, Tribune Institute, Dwi Syafriyanti, Alexander Mering dan sejumlah sahabat. Akhirnya, bermula dari saling mengundang antarkegiatan, melahirkan ide kebersamaan. Kesamaan visi, misi dan program aksi “ketemu ruas dengan buku”.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kata “ketemu ruas dengan buku” adalah bahasa yang dipergunakan Pimpinan Yayasan Bina Paramuda Khatulistiwa, Ny Sri Kadarwati HA Aswin. Beliau mengatakan, kehadiran konsorsium untuk pelaksanaan program maupun pemberdayaan kawasan Taman Gitananda bagaikan darah segar di tengah kelesuan yayasan akibat dimakan usia—yang kemudian menyemangati kembali Gitananda—di mana dahulunya “Dunia Anak” pernah berjaya. Tak urung sempat dikunjungi pada Hari Anak Nasional, Kak Seto maupun Menteri Kesehatan. &lt;br /&gt;Sejak ide kebersamaan bergulir untuk mewujudkan konsorsium dalam rangka pelaksanaan program kerja bersama berorientasi pendidikan dalam skala makro maupun mikronya, Canopy Indonesia—lembaga yang piawai dalam dokumentasi film—telah menyelenggarakan ScreenDocs Festival. Telah ditayangkan puluhan film bermutu kelas dunia di Taman Gitananda. Acara unik ini memantik minat masyarakat untuk mulai mengunjungi kembali lokasi nan artistik Gitananda yang berdampingan dengan GOR Pangsuma Pontianak. &lt;br /&gt;Pijar Publishing kemudian menggebrak dengan ide luar biasa. Pay Jarot Sujarwo yang dikenal publik sebagai sastrawan muda berdedikasi tinggi melontarkan ide Rumah Mimpi. Idenya tak sekedar obrolan di warung kopi, tapi terwujud dalam implementasi peluncuran buku, input pemikiran seribuan pelajar untuk memetakan impian mereka serta membubuhkan tanda-tangannya. Ide-ide serta mimpi-mimpi itu dituliskan pada selembar kertas berbentuk daun dan bunga. Daun dan bunga itu digantungkan pada sebuah pohon mimpi. Pohon mimpi itu didokumentasikan menjadi cita-cita. Dimulailah langkah kecil menuju Pontianak Cerdas. &lt;br /&gt;Tribune Institute kemudian menggenapkan kegiatan di akhir tahun ini dengan Childrens Award. Kegiatan meliputi Lomba Mewarnai serta Melukis di kalangan TK dan SD diikuti seratusan sekolah. Dilanjutkan sepekan kemudian dengan Lomba Tarik Suara. Dan kelak akan ditutup dengan Lomba Menulis Kreatif serta Fashion Show. &lt;br /&gt;Sri Kadarwati yang hadir di Rumah Mimpi, Jumat (20/11) lalu tampak senyum sumringah. “Gitananda bergairah kembali,” pujinya didampingi putranya Doni, maupun menantu. Senator ini menyarankan agar konsorsium bekerja intens, rapi, serta tetap menjaga visi-misi edukasi. &lt;br /&gt;Konsorsium semakin lengkap dengan hadirnya World Wide Fund (WWF) dan sanggar tari. Hermayani Putera aktivis WWF pun berani menyatakan mimpinya. “Andai saja lokasi strategis ini bisa menjadi lokasi pembelajaran lingkungan hidup nan asri. Maka tunas harapan bangsa bisa belajar flora dan puspa sekaligus menyelami ilmu dokumenter, kepenulisan, pembelajaran outdoor. Kelak pilot project ini bisa dicontoh oleh daerah-daerah lainnya.” &lt;br /&gt;Mimpi. Segala sesuatunya dimulai dari sebuah mimpi. Semakin jelas mimpi itu, semakin mudah ia diwujudkan. &lt;br /&gt;Sri Kadarwati yang kini anggota DPD RI mengakui pembangunan Gitananda dahulunya juga berawal dari sebuah mimpi. Maka ketemulah ruas dengan buku. Ibarat ruas dan buku sebatang tebu. Ia kelak akan bertunas. Tunas yang manis bergula.&lt;br /&gt;Gitananda sekarang populer sebagai Rumah Mimpi. Rumah ruas dengan buku. Buku yang cerdas. &lt;br /&gt;Publik silahkan bermimpi untuk masa depan generasi tunas harapan bangsa. Semua boleh bermimpi dan berpartisipasi dalam fundrising kebersamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-6835066083934890497?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/6835066083934890497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=6835066083934890497&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/6835066083934890497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/6835066083934890497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/12/konsorsium-rumah-mimpi.html' title='Konsorsium Rumah Mimpi'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-4395713505974615212</id><published>2009-11-14T07:59:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T11:00:07.931-08:00</updated><title type='text'>100 Anak Ikuti Children Award</title><content type='html'>Debut baru dilansir Borneo Tribune selain koran baru Borneo Metro, yakni event Children Award. Children Award ini diselenggarakan oleh Borneo Tribune Organizer yang berada di bawah program kegiatan Tribune Institute. &lt;br /&gt;Kegiatan Children Award mengisi ruang kosong penghargaan terhadap anak selain Borneo Tribune Award yang dianugerahkan kepada kalangan dewasa setiap akhir tahun. Tetapi benang merah antara Children Award dan Borneo Tribune Award tetap sama, yakni edukasi atau pendidikan. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pada debut perdana Children Award yang mengambil tempat di Taman Gitananda atau Rumah Mimpi ini, jumlah pesertanya lebih dari 100 orang. Mereka sudah mengikuti technical meeting (TC) atau pertemuan teknis, Sabtu (14/11) kemarin sore. Di tingkat Play Group/TK terdiri dari tiga cabang kegiatan, masing-masing Lomba Mewarnai berjumlah 35 orang, Lomba Menyanyi berjumlah 16 orang dan untuk sementara Lomba Fashion Show berjumlah 29 orang. Adapun untuk level Sekolah Dasar; Lomba Menggambar berjumlah 41, Lomba Menyanyi berjumlah 12, Lomba Fashion Show berjumlah 9, dan Lomba Menulis berjumlah 8 orang (untuk sementara). Dikatakan sementara karena untuk lomba menyanyi pendaftaran diperpanjang sampai tanggal 21 November 2009 pukul 09.00. Untuk lomba Fashion Show pendaftaran diperpanjang sampai 28 November 2009. Lomba menulis pendaftaran diperpanjang sampai 5 November 2009.&lt;br /&gt;Pelaksanaan Lomba Mewarnai dan Menggambar pada tanggal 15 November 2009 (hari ini, red). Lomba Menyanyi tanggal 22 November, Lomba Fashion Show 29 November, Lomba Menulis 6 Desember, dan Penganugerahan Children Award tanggal 12 Desember.&lt;br /&gt;Untuk mewarnai dan menggambar dari hasil TC, kepada para peserta diharuskan hadir 30 menit sebelum dilaksanakan, pelaksanaan lomba dilangsungkan pada pukul 08.00. Untuk mewarnai peserta disediakan waktu 3 jam, sedangkan menggambar 4 jam. Untuk peralatan semua peserta menggunakan cryon.   Alat bantu yang boleh digunakan untuk sket gambar hanya pensil. &lt;br /&gt;Media mewarnai disediakan panitia di atas kertas A3, sedangkan  untuk menggambar temanya akan disamapaikan pada saat akan dimulainya lomba. Hal ini menurut Zulkifli MS selaku Ketua Dewan Juri adalah demi membebaskan kreativitas dan imajinasi anak. &lt;br /&gt;Untuk lomba menyanyi Play Group dan TK, adalah peserta memilih  satu lagu dari 18 lagu yang disediakan panitia, sedangkan untuk tingkat SD, (kelas 3-usia 6-9)  peserta membawakan satu buah lagu dari 13 lagu yang disediakan panitia, untuk seluruh peserta akan diberikan kesempatan untuk pengambilan nada , yaitu pada tanggal 21 November 2009, pukul 09.00-selesai di Taman Gita Nanda, sekaligus pengambilan nomor undian peserta. &lt;br /&gt;Lagu  untuk Play Group dan TK dinyanyikan oleh peserta sebanyak 2 kali pengulangan. Kritereria penilaian mengacu pada kualitas vokal dan penampilan. &lt;br /&gt;Vini, vidi, vici. Kepada peserta diucapkan selamat berlomba. Kalah dan menang adalah hal yang biasa. Hal yang luar biasa adalah edukasi yang bisa dipetik pada setiap kompetisi, yakni fairplay. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-4395713505974615212?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/4395713505974615212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=4395713505974615212&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4395713505974615212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4395713505974615212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/100-anak-ikuti-childrens-award.html' title='100 Anak Ikuti Children Award'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-1419540427438711388</id><published>2009-11-11T13:09:00.001-08:00</published><updated>2009-11-11T13:14:22.888-08:00</updated><title type='text'>Seruan Damai</title><content type='html'>Ini iklan Seruan Damai yang terbit setelah pertemuan di Mapolda soal solusi SP. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Seruan Damai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulat air karena buluh&lt;br /&gt;Bulat suara karena mufakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengarkan hadirin-hadirat berbicara pada pertemuan makan siang bersama Kapolda Kalbar dilanjutkan Diskusi Tentang Solusi Seruan Pontianak, Rabu (7/10) di Graha Khatulistiwa Mapolda Kalbar bersama 150 tokoh masyarakat, dengan ini kami menyatakan PERMOHONAN MAAF, sekaligus mencabut kata dan kalimat di dalam Seruan Pontianak apabila dinilai terlalu keras, kurang valid, serta proses yang kurang matang. &lt;br /&gt;Semoga dengan peristiwa ini, kita semua warga Kalbar dapat mengambil hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya. Dan semoga silaturahmi yang terwujud dalam pertemuan tersebut dapat merajut perdamaian yang abadi di Kalimantan Barat. &lt;br /&gt;a.n Penggagas Seruan Pontianak&lt;br /&gt;Nur Iskandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-1419540427438711388?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/1419540427438711388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=1419540427438711388&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1419540427438711388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1419540427438711388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/seruan-damai.html' title='Seruan Damai'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-3413603614105753763</id><published>2009-11-11T13:05:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T13:25:11.769-08:00</updated><title type='text'>Iklan Seruan Pontianak</title><content type='html'>Isi Seruan Pontianak lk seperti draft. Berita-beritanya bisa diikuti lewat berbagai media di Kalbar. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-3413603614105753763?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/3413603614105753763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=3413603614105753763&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/3413603614105753763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/3413603614105753763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/iklan-seruan-pontianak.html' title='Iklan Seruan Pontianak'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-4333031907495947053</id><published>2009-11-11T13:01:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T13:03:42.114-08:00</updated><title type='text'>"Maaf!" Solusi Seruan Pontianak</title><content type='html'>Tantra Nur Andi&lt;br /&gt;Borneo Tribune, Pontianak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian solusi terhadap pro dan kontra terbitnya Seruan Pontianak (SP) di tiga media cetak Kalbar, yakni Pontianak Post, Borneo Tribune dan Tribun Pontianak, Senin (28/9) lalu, kemarin mencapai kata sepakat yaitu “permohonan maaf”.&lt;br /&gt;Kesepakatan ini tercapai dalam dialog pencarian solusi SP yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar, di Graha Khatulistiwa, Mapolda, Rabu (7/10) kemarin. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Meski Pontianak diguyur hujan deras. Namun seluruh tokoh masyarakat Kalbar baik tokoh adat maupun tokoh agama, para penggagas SP, LSM, organisasi pemuda di Kalbar, Kerabat Kesultanan Kadriah, para pemimpin redaksi dari media cetak dan elektronik, AJI, PWI serta para wartawan-wartawati yang diundang hadir dalam pertemuan tersebut.&lt;br /&gt;Pertemuan yang didahului dengan makan siang ini berlangsung cukup alot. Berbagai pendapat terbitnya SP disampaikan oleh para tokoh Kalbar. &lt;br /&gt;Dialog yang mulai pukul 13.00 diawali dengan penyampaian sambutan Humas Polda Kalbar, Suhadi, Gubernur Kalbar yang diwakili Asisten I Ignatius Lyong dan Kapolda Kalbar, Brigjend Pol, Erwin TPL Tobing.&lt;br /&gt;Humas Polda Kalbar, Suhadi dalam sambutannya mengatakan pertemuan ini bertujuan untuk mencari kata mufakat terhadap adanya pro dan kontra terhadap terbitnya SP.&lt;br /&gt;“Dialog ini bukan untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah dan bukan untuk menentukan menang dan kalah tapi bersama mencari solusi bersama,“ katanya.  &lt;br /&gt;Suhadi juga meminta media menempatkan fungsinya sebagai penyampai informasi, edukasi dan kontrol sosial. Karena itu, para jurnalis diharapkan dalam membuat berita di media dapat memperhatikan baik buruknya bagi Kalbar.&lt;br /&gt;Asisten I, Ignatius Lyong meminta para tokoh masyarakat Kalbar untuk dapat menyikapi dengan bijak segala persoalan yang timbul di masyarakat.&lt;br /&gt;“Kita di sini kumpul dalam suasana yang sejuk, semoga hati menjadi sejuk,“ ujarnya.&lt;br /&gt;Dituturkannya, kita semua sepakat bahwa damai itu indah, karena itu kuburlah masa lalu yang pernah terjadi. Mari bersama kembali pada yang damai. Hanya dengan damai Kalbar bisa membangun, jika suasana damai, investor akan masuk karena itu damai harus berada di hati kita semua.&lt;br /&gt;“Saya hargai para penggagas SP, di dalam SP memang ada yang baik tapi juga ada hal yang kurang baik. Untuk itu, yang kurang baik harus diperbaiki dan yang berbuat salah mesti dimaafkan. Itulah manusia, semua orang bisa berbuat keliru. Mari kita maafkan yang berbuat salah demi kedamaian di Kalbar,“ tegasnya.  &lt;br /&gt;Sedangkan Kapolda Kalbar, Brigjend Pol, Erwin TPL Tobing dalam sambutannya mengungkapkan kebahagiaannya karena meski hujan deras mengguyur Pontianak tapi tidak menghalangi para undangan hadir dalam dialog ini.&lt;br /&gt;“Suatu kesenangan dan kebahagiaan saya, ramainya yang hadir di sini menunjukkan kita semua ingin damai,“ tuturnya.&lt;br /&gt;Kapolda mengajak selagi masih dalam suasana Idul Fitri, mari saling memaafkan. Dialog yang diawali dengan lagu Indonesia Raya, ini bukan seremoni, tapi kita harus bersatu. Makna hujan hari ini adalah membawa kesejukkan.&lt;br /&gt;“Tuhan punya kehendak, bapak-bapak hadir di sini bukan karena undangan saja tapi ini sudah menjadi kehendak Tuhan,“ ucapnya.&lt;br /&gt;Kapolda mengakui sejak SP terbit 28 September lalu dirinya dikerumuni wartawan yang mempertanyakan seruan pontianak. &lt;br /&gt;“Syukurnya, saya sudah baca pagi-pagi. Saya punya staf, saya suruh monitor dan saya buat langkah-langkah pencegahan,“ katanya.&lt;br /&gt;Setelah timbulnya pro kontra terbitnya SP, Kapolda mengatakan dirinya langsung bersikap mengundang para penggagas SP. Setelah mengundang para penggagas SP ini, kita menggelar pres konfrens. Intinya Kalbar damai tergantung masyarakatnya. Kalau masyarakatnya mau heboh ya pasti heboh tapi kalau tidak ya tidak akan heboh. &lt;br /&gt;Masalah SP ini bukan masalah besar, tapi akan menjadi masalah kecil jika kita tidak membesar-besarkannya.&lt;br /&gt;Ditegaskannya, diskusi ini bukan ajang menghakimi. Tidak ada gunanya jika diskusi selesai tapi masalah tidak selesai. &lt;br /&gt;“Apalagi semua tokoh masyarakat Kalbar ada di sini, masak kita tidak bisa menyelesaikan masalah kecil ini bersama-sama,“ ungkapnya.&lt;br /&gt;Silahkan berkomentar atas terbitnya SP, tapi jangan emosi dan jangan terpancing. &lt;br /&gt;Diungkapkan Kapolda Kalbar SP ini bagus tapi ada reaksi, pastinya ada mis dalam komunikasi. Ada yang tidak pas dalam penyampaiannya, karena itu penggagas harus menerimanya. Mungkin soal perencanaan, waktu dan cara penyampaian SP. &lt;br /&gt;“Saat para penggagas menemui saya, saya bilang ini tokoh-tokoh muda yang potensial di bidangnya. Kata para penggagas SP tujuannya baik bukan menghancurkan. Hanya saja, saya melihat perencanaan kurang matang. Banyak yangt tidak dilibatkan,” ucap Kapolda.&lt;br /&gt;Erwin mengingatkan di Kalbar memang sering terjadi konflik. Konflik terjadi sejak tahun 1967 atau bahkan tahun 1920-an.&lt;br /&gt;Kapolda mengakui SP baginya pribadi adalah proses belajar bagaimana menangani masalah yang terjadi. &lt;br /&gt;“Ini juga menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk menjadi dewasa,“ tegasnya.&lt;br /&gt;Ditegaskan Kapolda jika ada konflik semua akan rusak. Maka nanti cari solusi bersama. Kalau SP dianggap salah ya minta maaf. &lt;br /&gt;“Kita meminta jangan sumbat komunikasi. Jangan ada yang tidak terakomodir rasa keadilannya,” kata Kapolda.&lt;br /&gt;Menutup sambutannya, Kapolda mengingatkan pertemuan ini bukan forum peradilan yang menghakimi. Jangan berkutat pada masalah kontraproduktif. Tapi bagaimana bersama memikirkan Kalbar ke depannya. Bagi yang salah jangan malu mengakui kekurangannya.s&lt;br /&gt;Usai menyampaikan sambutannya, Kapolda Kalbar telah menunjuk Dekan Fakultas FISIP Untan, AB Tandililing sebagai moderator diskusi mencari solusi SP.&lt;br /&gt;Dalam pembukaan dialog, Tandililing menyampaikan sesuai kata Kapolda Kalbar, dan Asisten I Gubernur Kalbar. SP jangan diperpanjang, tapi cari solusinya yang meredam masalah dalam diskusi ini.&lt;br /&gt;Ia mengingatkan mungkin dalam SP ada yang tidak pantas atau respon terlalu reaktif. Mari berbincang-bincang dari hati ke hati jika SP ada masalah apalagi kita di Kalbar adalah satu keluarga besar.&lt;br /&gt;Dikatakannya, damai tercipta karena integrasi. Konflik dan perdamaian itu ibarat dua sisi mata uang. Berbeda dan terjadi bergantian. Damai tidak bisa terus menerus ada begitu juga konflik bukan tidak bisa diselesaikan.&lt;br /&gt;Memulai diskusi, Tandililing memberikan kesempatan para hadirin untuk mengungkapkan pendapatnya. Beberapa orang tunjuk tangan. &lt;br /&gt;Kesempatan pertama diberikan pada Ali Anafia. Ia mengatakan dirinya tidak mengenal para penggagas SP. Ia ingin melihat para penggagas SP. Akhirnya, Tandililing meminta para penggagas SP maju ke depan memperkenalkan diri mereka. Sekitar belasan para penggagas SP akhirnya maju ke depan forum memperkenalkan diri. Mereka diantaranya, Nur Iskandar, Asriyadi Alexander Mering, Budi Rahman dan beberapa lainnya.&lt;br /&gt;Usai memperkenalkan diri, para penggagas duduk kembali dan diskusi dilanjutkan.&lt;br /&gt;Petrus, Presiden Front Pembela Dayak (FPD) menyampaikan SP ini ibarat bunga bau busuk. Penggagas harus mencabutnya, hanya ada dua solusi, hukum adat atau ditangkap.&lt;br /&gt;Sementara itu, Hermanto Djuleng meminta forum menghadirkan Andreas Harsono dan Suwito. Kalau ia tidak hadir nothing to lost, lebih baik bubar karena pertemuan ini tidak ada manfaat. &lt;br /&gt;Mendengar ini, Tandililing menanyakan pada para penggagas mengapa Andreas dan Suwito tidak hadir. Nur Iskandar menjawab, Andreas tidak bisa hadir karena menjadi saksi kunci pengadilan di Jakarta sedangkan Suwito tidak bisa hadir karena istrinya akan melahirkan.&lt;br /&gt;Ketua DAD Kota Pontianak, Yakobus Kumis mendesak cabut seruan Pontianak dan para penggagas minta maaf pada publik bukan pada saya pribadi. Karena SP bukan hanya menyinggung Dayak tapi masyarakat Kalbar. &lt;br /&gt;“Saya tidak ingin Kalbar ini dicap daerah kerusuhan,” tegasnya. &lt;br /&gt;Ia mengungkapkan banyak dari daerah bilang mau turun ke Pontianak untuk menangkap para penggagas SP. Tapi ia meminta agar orang daerah tidak ikut campur, ini urusan masyarakat Kota Pontianak. &lt;br /&gt;Usai Yakobus berbicara, Tandililing mempersilakan tokoh masyarakat Bugis di Kalbar, Burhanuddin Abdullah menyampaikan pendapatnya. &lt;br /&gt;Ia mengungkapkan terbitnya SP ada hikmahnya. Dalam seruan itu ada ajakan. Ia mengaku akibat terbitnya seruan tersebut, dari daerah-daerah telepon pada dirinya. “Kita mau perang dengan siapa pak?“ ujarnya.&lt;br /&gt;Ia meminta Polda Kalbar mengusut tuntas SP demi penegakan hukum. Jika dalam pengusutan tidak ditemukan unsur pidana, maka masalah selesai dan masyarakat pasti setuju. &lt;br /&gt;Ia juga meminta para penggagas menyampaikan permohonan maaf pada publik dan penegakan hukum tetap jalan. &lt;br /&gt;Setelah diskusi berjalan setengah jam. Tandililing meminta kesepakatan bersama para hadirin, sampai pukul berapa diskusi akan dilakukan. Akhirnya disepakati diskusi sampai pukul 14.00.&lt;br /&gt;Pimpinan Redaksi Harian Berkat, Werry Syahrial mengungkapkan ada dua masalah yang akan membuat Kapolda berat, pertama kerja keras menenangkan di luar jurnalistik. Kedua masalah SP ini ada tanda-tandanya perang media. Bahayanya perang media bisa menghancurkan negara.&lt;br /&gt;Apalagi jika media terus melakukan investigasi. Kalau pun media di stop pemberitaannya, Kapolda yang diberatkan. Apalagi kalau ini Kapolda yang memintanya, secara dunia jurnalistik Kapolda bisa disalahkan jika menyetop pemberitaan SP sampai di sini.&lt;br /&gt;Ketua Lembaga Adat Melayu Serantau (LAMS) Kota Pontianak, Syamsul Rizal juga mendesak penggagas minta maaf yang disampaikan kepada pers seperti seperti iklan SP yang sudah dimuat.&lt;br /&gt;“Kita minta besok (hari ini, red) sudah ada permintaan maaf yang dimuat di koran,“ katanya.&lt;br /&gt;Sulaiman yang juga diberi kesempatan untuk berbicara mengatakan dirinya setuju dengan seruan damai. Tapi sayang isinya saja mengungkit-ngungkit luka lama. Lebih baik para penggagas mengakui kekeliruan yang sudah dibuat dan mari kita bersama membuat seruan perdamaian Kalbar.&lt;br /&gt;Sementara itu, Rektor Untan, Chairil Effendy menegaskan nama dirinya yang masuk dalam seruan pontianak karena pada beberapa waktu lalu ia di sms oleh Nur Iskandar tentang adanya seruan pontianak.&lt;br /&gt;“Saya balas sms setuju dan akhirnya nama saya tercantum. Untuk itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya pada masyarakat Kalbar. Saya juga telah memaafkan adik-adik saya para penggagas SP. Jadikan ini proses pembelajaran. Apalagi mereka sudah mengakui kekeliruan mereka,” katanya.&lt;br /&gt;Chairil juga menyatakan Untan sebenarnya siap menggelar seminar perdamaian untuk membangun perdamaian yang abadi di Kalbar. &lt;br /&gt;Ia meminta semua hadirin menjaga Kalbar karena ini daerah kita bersama.&lt;br /&gt;Chairil meminta Polda Kalbar menindaklanjuti proses penyidikan ke Andreas Harsono karena Chairil menganggap Andreas masih bersikap memprovokasi masyarakat Kalbar di blognya.&lt;br /&gt;Herman Ivo, tokoh Dewan Adat Dayak Kalbar mengatakan seruan pontianak bukan seruan damai. Belum ada seruan damai. SP, isinya bukan seruan damai tapi soal lain. Tujuan SP sebenarnya bagus hanya saja datanya diragukan dan ada kata-kata provokatif.&lt;br /&gt;Ia menegaskan kalau para penggagas SP ini gentlement, pasti mereka akan meminta maaf dan mengakui kekeliruan mereka. Para penggagas harus memuat permohonan maaf di media yang sama. Meskipun pemerintah Kalbar sudah bilang maafkan saja tapi kalau nanti terulang kembali bagaimana? Harus ada proses pembelajaran di sini.&lt;br /&gt;Ia juga meminta penggagas yang masih bikin persoalan di belakang agar lebih ditangani dengan tegas oleh Polda Kalbar.&lt;br /&gt;Rafli, Kombespol, Direktur Reserse Polda Kalbar menyampaikan Polda sudah melakukan penyidikan sejak beberapa organisasi masyarakat datang ke Polda Kalbar.&lt;br /&gt;“Sejak itu, kita respon dan kita sudah lakukan penyidikan. Kita panggil empat penggagas SP. Sudah kita dengar klarifikasinya dan sampai saat ini belum ada tindak pidana dalam SP. Ke 77 orang yang namanya tercantum dalam SP akan kita panggil satu persatu,” katanya. &lt;br /&gt;Zulfidar dari Forum Mediasi Kalbar meminta semua pihak untuk bisa memaafkan kekeliruan para penggagas SP. Hari ini adalah mediasi, jika para penggagas SP meminta maaf sudah selesai masalahnya.&lt;br /&gt;Setelah memberikan kesempatan pada semua tokoh. Akhirnya Tandililing mempersilahkan salah seorang penggagas SP, Nur Iskandar untuk berbicara.&lt;br /&gt;Nur Iskandar pun mengatakan penerbitan SP ini sesuai dengan ilmu yang ia miliki. Dirinya melihat beberapa kejadian kriminal murni di Pontianak hampir saja berujung pada konflik komunal.&lt;br /&gt;“Dari dasar inilah, saya bersama para penggagas lainnya membuat draf SP yang tujuannya untuk menyerukan perdamaian. Kalau ada kata-kata yang dianggap terlalu keras dalam SP, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya pada masyarakat Kalbar,“ tutur Nur Iskandar.&lt;br /&gt;Setelah Nur Iskandar menyampaikan permohonan maaf dan bersedia menerbitkan permohonan maaf di koran yang sama. Akhirnya Tandililing menutup diskusi. &lt;br /&gt;Suasana diskusi yang semua sempat tegang akhirnya berubah menjadi haru. Usai meminta maaf, Nur Iskandar disambut salam dan peluk kekeluargaan oleh para tokoh Kalbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-4333031907495947053?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/4333031907495947053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=4333031907495947053&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4333031907495947053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4333031907495947053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/maaf-solusi-seruan-pontianak.html' title='&quot;Maaf!&quot; Solusi Seruan Pontianak'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-2043783800698505999</id><published>2009-11-11T13:00:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T13:01:55.674-08:00</updated><title type='text'>Kapolda Fasilitasi Dialog Seruan Pontianak</title><content type='html'>Riset Zis, Masyarakat Tidak Terlalu Ribut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantra/Hairul&lt;br /&gt;Borneo Tribune, Pontianak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat, pukul 11.00 WIB pagi ini, Rabu (7/10) menggelar dialog menindaklanjuti ‘Seruan Pontianak’ (SP). 150 tokoh masyarakat, termasuk 77 statemenship SP diundang. &lt;br /&gt;Selain mereka yang termasuk penyeru perdamaian sejumlah tokoh dan pengurus organisasi masyarakat, etnis, agama, Kerabat Kesultanan Kadriah, para pemimpin redaksi maupun wartawan-wartawati juga diundang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan ini sendiri untuk menindaklanjuti dan mencari solusi tentang SP agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.&lt;br /&gt;“Rabu (7/10) ini, kita mengundang seluruh tokoh Kalbar mulai dari Dewan Adat Dayak Kalbar, Dewan Adat Dayak Nasional, Majelis Adat Budaya Melayu, Forum Komunikasi Pemuda Melayu sampai Kerabat Kesultanan Kadriah Pontianak,” ungkap Kabid Humas Polda Kalbar, Suhadi SW, Selasa (6/10).&lt;br /&gt;Suhadi menjelaskan pertemuan ini digelar untuk menuntaskan persoalan terbitnya SP yang selama ini menjadi polemik. “Pertemuan sekaligus makan siang yang digelar di Graha Khatulistiwa Kalbar ini bertujuan menindaklanjuti dan mencari solusi tentang Seruan Pontianak agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” ujarnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya SP terbit di tiga media cetak Kalbar, Senin (28/9) di Pontianak Post, Tribun Pontianak dan Borneo Tribune. Ada 9 alinea di dalamnya yang berisi seruan damai, mempelajari sejarah konflik komunal dan tindakan preventif agar tidak jatuh korban lebih besar.&lt;br /&gt;Penampilan iklan 1 halaman dengan disain kartunis mendapat reaksi pro dan kontra sehingga Kapolda didatangi sejumlah tokoh masyarakat. Kapolda kemudian mengundang sejumlah orang yang dinilai sebagai penggagas, Senin (5/10) dan hadirlah belasan orang antara lain Asriyadi Alexander Mering, Agustinus, Abdullah HS, Siddiq, Subro, Syamsuddin, Kristianus Atok, W Suwito, Nur Iskandar, Dwi Syafriyanti, Andreas Harsono. Usai memenuhi undangan yang dilengkapi dengan penelusuran maksud, tujuan dsb, penyeru perdamaian menggelar konferensi pers.&lt;br /&gt;Suhadi menjelaskan dalam pertemuan yang difasilitasi Kapolda diagendakan para penggagas SP memaparkan kembali latar belakang, maksud dan tujuan sampai pada pendanaan terbitnya SP di tiga media lokal Kalbar. Setelah itu, diadakan dialog bersama untuk mencari solusi dari timbulnya pro dan kontra akibat terbitnya SP.&lt;br /&gt;Suhadi berharap, pertemuan ini dapat membawa titik temu penyelesaian masalah terbitnya SP sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut.&lt;br /&gt;Sementara itu, salah seorang penggagas SP, Nur Iskandar menegaskan, ia bersama para penggagas SP lainnya siap menjelaskan sedetil-detilnya maksud dan tujuan terbitnya SP. “Kami akan sampaikan selengkap-lengkapnya mulai dari latar belakang, tujuan dan pendanaan hingga terbitnya SP. Kami juga siap menerima kritik, saran dan masukan dari semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi terbaik menindaklanjuti SP,” tegasnya.&lt;br /&gt;Nur Iskandar juga mengungkapkan para penggagas SP akan hadir dalam dialog tersebut. Selain menjelaskan seluruh hal mengenai terbitnya SP, para penggagas SP juga akan mengajak peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk berdialog menindaklanjuti langkah selanjutnya membangun perdamaian di Kalbar yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SP Hal Biasa&lt;br /&gt;Sementara itu, mantan anggota DPRD Kalbar, Zainuddin Isman, menegaskan sebenarnya dari segi subtansi yang disampaikan, SP merupakan hal biasa dan sudah lama serta sering diungkap di pertemuan ilmiah dan akademis.&lt;br /&gt;Menurut Zis--sapaan akrab Zainuddin Isman, pada seminar terakhir yang diikutinya di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) serta seminar yang digelar oleh Perancis membahas konflik di Indonesia termasuk Ambon, Kalbar dan Kalteng, data dan fakta juga dibahas dan diungkap melebihi isi SP. “Seminar ini dihadiri banyak peneliti. Nah, mengenai data di SP bukan hal yang baru dan SP itu hal yang biasa. Mungkin kondisi masyarakat secara sosiologis saja yang belum pas,“ nilainya.&lt;br /&gt;Zis mengakui, dirinya saat ini sedang mengerjakan penelitian dengan 500 responden namun belum selesai. “Sangat mengejutkan bahwa 52% dari 300 kuisioner yang telah masuk, mereka menyatakan tidak tahu mengenai Seruan Pontianak. Artinya dari  penelitian ilmiah ini, masyarakat tidak terlalu ribut, elit dan aktor sosial yang belum siap. Tidak ada persoalan,“ urai Zis.&lt;br /&gt;Dari SP ini, nilai Zis, ada makna lain yang bisa diambil bahwa perjuangan untuk memahami keberagaman dan multikultur ini masih perlu waktu mengingat elit dan aktor sosial belum siap. “Seruan itu tidak bisa dipidana, tidak ada kata yang mengajak untuk berbuat tidak baik dan hemat saya,ini ajakan untuk kebaikan,“ pungkasnya.&lt;br /&gt;Di tempat terpisah mantan anggota DPRD Kalbar, Syarif Abdullah Alkadrie, menegaskan apa yang disampaikan Seruan Pontianak merupakan apa yang pernah terjadi di Kalbar. “Ini fakta dan secara ilmiah maupun akademis sering dibahas. Kerusuhan ini sejak tahun 1967 dan berulangkali terjadi. Jangan dilihat membuka luka lama tetapi mari memandang ke depan untuk Kalbar yang satu dan utuh. Apa yang disampaikan di SP, sepengetahuan dan tafsir saya maknanya seperti itu,“ ucap Abdullah.&lt;br /&gt;Abdullah mengajak untuk memaknai seruan ini bagaimana membangun Kalbar ke depan dalam bingkai satu dan utuh. “Kita yang hidup di Kalbar ini ke depan harus lebih aman dan damai tanpa pertikaian, memahami keberagaman dan pluralisme. Ke depan tidak ada lagi kasus-kasus kriminal perseorangan diseret-seret dan dipanas-panasi maupun dikait-kaitkan dengan etnis. Kriminal murni tetap kriminal, kita serahkan ke polisi menangani. Pihak keamanan pun harus tegas sehingga tidak merembet ke mana-mana,“ saran Abdullah.&lt;br /&gt;Abdullah menyatakan juga tidak sepaham atas keinginan sejumlah orang yang mendesak untuk mencari aktor atau penggagas SP ini. “Kemarin para penggagasnya sudah memberikan penjelasan ke Polda dan niat mereka baik,  mungkin ada redaksional di SP yang kurang tepat. Dan dalam hal ini mereka juga sudah menyatakan permohonan maaf. Tinggal ke depan bagaimana kita semua bisa bersama hidup lebih rukun membangun Kalbar satu dan utuh,“ imbau Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-2043783800698505999?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/2043783800698505999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=2043783800698505999&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2043783800698505999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2043783800698505999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/kapolda-fasilitasi-dialog-seruan.html' title='Kapolda Fasilitasi Dialog Seruan Pontianak'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5961093277282178150</id><published>2009-11-11T12:58:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T13:00:46.945-08:00</updated><title type='text'>Polda Nyatakan Tidak Ada Unsur Pidana dalam SP</title><content type='html'>Suhadi: Media Jangan Memprovokasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantra Nur Andi&lt;br /&gt;Borneo Tribune, Pontianak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada ditemukan unsur pidana di dalam Seruan Pontianak (SP) karena SP tidak mengajak masyarakat berbuat konflik,” tegas Kabid Humas Polda Kalbar, Suhadi, Senin (5/9).&lt;br /&gt;Penegasan Suhadi ini disampaikan dalam konfrensi pers usai Direktorat Intelkam Polda Kalbar mengundang empat penggagas SP. Suhadi mengatakan hasil kajian dari Dirintelkam Polda Kalbar setelah meminta empat penggagas SP yaitu Andreas Harsono, Nur Iskandar, Suwito dan A. Alexander Mering mengklarifikasi terbitnya Seruan Pontianak.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dijelaskan Suhadi, Dirintelkam mengundang empat penggagas SP ini untuk menanyakan maksud, tujuan, latar belakang sampai siapa yang mendanai hingga terbitnya SP dimaksud.&lt;br /&gt;Keempat penggagas ini dimintai keterangan oleh Dirintelkam Polda Kalbar dari pukul 11.00 hingga 15.00 WIB. Sekitar 20 pertanyaan diajukan Dirintelkam pada empat penggagas SP tersebut. &lt;br /&gt;Tindak lanjut dari pertemuan Senin kemarin, lanjut Suhadi, rencananya Polda Kalbar akan mengundang seluruh tokoh masyarakat mulai dari DAD, MABM, MABT sampai Kesultanan Istana Kadariah Pontianak dan 77 orang yang namanya masuk dalam SP untuk memberikan penjelasan seputar Seruan Pontianak.&lt;br /&gt;Suhadi juga meminta media massa tidak membuat tulisan provokatif yang justru memancing terjadinya konflik.&lt;br /&gt;Sementara itu, empat penggagas SP yaitu Andreas Harsono, Nur Iskandar, Suwito dan A. Alexander Mering setelah dimintai keterangan tujuan dan maksud terbitnya SP oleh Dirintelkam juga menggelar konfrensi pers di ruang Dirintelkam.&lt;br /&gt;Nur Iskandar menjelaskan terbitnya SP berawal dari beberapa kejadian terbaru terutama gangguan Kamtibmas. Atas dasar inilah, para penggagas  SP membuat draf setelah acara buka puasa bersama yang digelar oleh Tribune Institute.&lt;br /&gt;“Lahirnya SP ini bertujuan bagaimana mencegah terjadinya konflik di Kalbar,“ tegasnya.&lt;br /&gt;Saat buka puasa bersama, sudah ada draf SP yang dibuat. Kemudian, ia mengirim sms kepada tokoh-tokoh masyarakat, mengajak mereka ikut menyerukan SP. “Saya minta tokoh-tokoh masyarakat yang saya kirim sms, untuk membaca draf SP di blog saya. Kalau ada kekurangan, saya minta masukan,” tuturnya.&lt;br /&gt;Beberapa tokoh memberikan masukan pada draf tersebut dan langsung menyatakan bersedia bergabung dalam seruan tersebut.&lt;br /&gt;Nur Iskandar juga menegaskan, pernyataan beberapa tokoh yang merasa terkejut dengan isi SP padahal namanya dimasukan dalam SP tidak salah. Karena tokoh-tokoh tersebut memang belum membaca draf SP sebelumnya. Namun setelah ada pertemuan dengan para tokoh yang merasa keberatan tersebut akhirnya para tokoh itu mengerti tujuan Seruan Pontianak.&lt;br /&gt;A. Alexander Mering juga mengungkapkan kata-kata pembantaian dalam seruan pontianak tersebut dimuat karena memang tidak ada kata-kata lain yang bisa mewakili peristiwa terbunuhnya ribuan orang dalam konflik etnis di Kalbar.&lt;br /&gt;“Kalau satu orang yang tewas akibat pertikaian, itu bisa dinamakan pembunuhan tapi jika yang tewas mencapai ribuan orang dalam pertikaian maka sebutan apa yang cocok selain pembantaian,” tegas Mering.&lt;br /&gt;Mering menilai, kondisi damai di Kalbar saat ini sebenarnya belum menemui titik perdamaian abadi. Akar persoalan konflik belum terselesaikan dengan baik.&lt;br /&gt;Sementara itu, Andreas Harsono menegaskan tidak ada yang mendanai secara khusus hingga terbitnya Seruan Pontianak. Tapi dana untuk iklan Seruan Pontianak itu didapat dari patungan para penggagas Seruan Pontianak. &lt;br /&gt;Direktur Yayasan Insan Khatulistiwa (YIK) Kalbar, Nagian Imawan, menyambut baik upaya yang dilakukan Polda Kalbar. Dia melihat undangan terhadap empat pengagas itu sebagai upaya mengakhiri pro kontra terkait SP dimaksud. &lt;br /&gt;Namun Nagian mengingatkan, Polda Kalbar dalam bekerja haruslah profesional dan proporsional, jangan karena tekanan pihak tertentu atau kelompok masyarakat tertentu.&lt;br /&gt;”Demikian juga dengan masyarakt, janganlah berlebihan memandang SP tersebut, bila kurang berkenan masih ada ruang dialog. Dan saya yakin landasan kita jelas yakni akademis,” kata Nagian.&lt;br /&gt;Menurut Nagian, dirinya melihat SP itu tujuannya jelas ingin menuntaskan kejadian-kejadian yang ternah terjadi di Kalbar agar kedepan jangan terulang lagi. ”Memang untuk menuntaskan suatu permasalah, persoalanya harus dibuka dulu agar bisa dicara solusi terbaiknya, dan itulah tataran akademisi selalu membedah persoalan lewat diskusi, lokakarya maupun seminar,” katanya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5961093277282178150?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5961093277282178150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5961093277282178150&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5961093277282178150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5961093277282178150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/polda-nyatakan-tidak-ada-unsur-pidana.html' title='Polda Nyatakan Tidak Ada Unsur Pidana dalam SP'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-640671459582019792</id><published>2009-11-08T09:15:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T09:17:15.779-08:00</updated><title type='text'>Buku Relasi Etnik Terapkan Budaya Hukum</title><content type='html'>Prof Esmi Guru Besar Sosiologi Hukum Undip &lt;br /&gt;Buku Relasi Etnik Terapkan Budaya Hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Iskandar&lt;br /&gt;Borneo Metro, Pontianak&lt;br /&gt;Jatuh ke tangan pakar sosiologi hukum, Prof Dr Esmi Warassih, SH, MS, tiga buku etnisitas karya peneliti utama YPB, Ir Kristianus Atok, M.Si atas sponsor Cordaid mendapatkan pujian. Selain menunjukkan sejarah konflik komunal di Kalbar, juga menggambarkan harapan hidup bersama secara damai. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Buku ini bagus sekali. Saya senang mendapatkan banyak informasi dari buku ini,” kata mantan Rektor Universitas Pekalongan yang kini mengabdikan diri sebagai guru besar di Universitas Diponegoro, Semarang. Prof Esmi mendapatkan 3 buku yang turut disponsori oleh Borneo Tribune, Borneo Metro dan Tribune Institute ini dari tangan Dirut PT Borneo Tribune Press, W Suwito, SH, MH dan Ketua Yayasan Tribune Institute, Dwi Syafriyanti, SH, MH. &lt;br /&gt;Pertemuan dengan Prof Esmi di sela kehadirannya di Pontianak untuk mengajar di program doktoral ilmu hukum di Universitas Tanjungpura, Sabtu (7/11). Undip bekerjasama dengan Untan untuk program strata 3 ilmu hukum. Program ini diikuti sejumlah dosen dan praktisi hukum di Kalbar.&lt;br /&gt;“Buku ini tampilannya bagus, relatif tebal. Sekilas saya lihat isi di dalamnya sudah menerapkan komunikasi hukum dan budaya hukum,” tegas guru besar yang merupakan “anak emas” dari pakar sosiologi hukum Indonesia, Prof Dr Satjipto Rahardjo. &lt;br /&gt;Baik Satjipto Rahardjo maupun Esmi menganut paham sosiologi hukum dengan perspektif bahwa hukum bukan tumpah laksana hujan dari langit. Hukum dibuat oleh manusia untuk mengatur dan mewujudkan tatanan yang tertib dan sejahtera. “Hukum tidak bergerak di ruang hampa yang abstrak, melainkan selalu berada dalam situasi sosial tertentu dalam lingkup manusia-manusia yang hidup,” katanya. &lt;br /&gt;Buku relasi etnis yang akan dilaunching di Amphi Theatre Fakultas Kedokteran Untan (hari ini, red) menampilkan Prof Dr H Chairil Effendy, MS untuk membuka acara. Chairil selama ini dikenal sebagai pakar folk-lore atau sastra lisan. Ia juga sangat mengerti tentang geoetnopolitik relasi etnik di Kalbar. Tampil pula peneliti utama, Ir Kristianus Atok, M.Si alumni S1 dan S2 Untan yang kini tengah menyusun disertasi doktoral du University Kebangsaan Malaysia. &lt;br /&gt;Pada kesempatan launching akan tampil keynote speech peneliti relasi etnik di tingkat SMA se-Kalbar, Dr Amrazi Zakso. Sedangkan pembedah buku menampilkan tokoh muda Madura, aktivis MiSem, Subro, pakar etnik asal STAIN, Dr Hermansyah dan pakar etnik yang terkenal dengan hipotesa 2020-nya, Prof Dr Syarif Ibrahim Alqadrie. Acara akan berlangsung sejak pukul 08.00-13.00. &lt;br /&gt;Prof Esmi menyarankan agar buku-buku dan riset-riset etnis lebih diperbanyak lagi, karena dengan penulisan hasil riset bisa ditumbuhkembangkan kepada banyak hal positif lainnya. Sebutlah daerah Sebangki di Kabupaten Landak yang dihuni warga Dayak dan Madura, namun tidak pernah terjadi konflik komunal. Sebaliknya mereka hidup rukun, kompak, bersatu. “Ini contoh harmonisasi yang baik dan patut dijadikan suri tauladan. Suri tauladan itu merupakan bagian dari budaya hukum yang ditopang oleh sosiologi hukum,” imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-640671459582019792?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/640671459582019792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=640671459582019792&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/640671459582019792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/640671459582019792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/buku-relasi-etnik-terapkan-budaya-hukum.html' title='Buku Relasi Etnik Terapkan Budaya Hukum'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-4470868295326760998</id><published>2009-11-08T09:14:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T09:15:47.277-08:00</updated><title type='text'>Karol Kerja Keras Merintis Karir Politik dari Dasar</title><content type='html'>Nur Iskandar&lt;br /&gt;Borneo Metro, Pontianak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nopember 2007 Karol Margret Natasa baru saja menyelesaikan kuliah kedokterannya. Ia duduk akrab ditemani adiknya Angel di kediaman orang tuanya di Gang Abdul Madjid. Kala itu ayahnya, Drs Cornelis, MH tengah sibuk berkampanye ke daerah-daerah di arena Pilkada Gubernur Kalbar. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kakak adik itu begitu akrab. Angel kala itu sedang hamil tujuh bulan, sedangkan Karol sedang menyiapkan langkah menempuh hidup baru. “Saya belum tertarik dengan pentas politik,” ujarnya seraya mengajak menyeruput teh panas di ruang tamu utama. &lt;br /&gt;Redaktur, reporter dan fotografer Borneo Tribune yang datang meliput Tanto Yakobus, Endang Kusmiyati dan Lukas B Wijanarko selain saya sendiri. “Trah politik tak akan bisa dielakkan. Karol punya aura politik yang bagus,” kata saya. &lt;br /&gt;Karol masih mengelak. Ia tersipu dan sedikit tersedak mendapatkan nujum dadakan di kala senja memerah di ufuk barat Bumi Khatulistiwa waktu itu. &lt;br /&gt;Hari berganti hari, waktu berganti waktu. Drs Cornelis, MH tampil sebagai pemenang di arena Pilkada Gubernur. Kemenangan itu sudah tertera di akhir Nopember disusul pelantikan pada Januari 2008. &lt;br /&gt;Karol yang kerap mendampingi ayahnya sebagai dokter di masa-masa kampanye tersambar energi retorika ayahnya yang singa podium atau macan mimbar. Sengatan energi untuk membawa perubahan dalam dealektika pembangunan nasional telah bertubi-tubi menghantui pikirannya. &lt;br /&gt;Tak pelak, saat Taruna Merah Putih sebagai sayap PDIP dikembangkan ke Kalbar, Karol adalah orang yang tepat. Pinangan Muarar Sirait selaku Ketua Umum TMP Pusat disambut dengan semangat membara oleh Karol. Sejak saat itu resmilah Karol berada di jalur politik PDIP. &lt;br /&gt;Karol punya “inner dynamic” laksana dinamit. Ledakan pertama terlihat saat namanya yang duduk sebagai nomor urut tiga untuk Pemilu Legislatif DPR RI mampu menembus angka bilangan pembagi pemilu. Dia menghimpun suara di atas rata-rata nasional. Dua ratus ribu lebih suara sah hanya untuknya. Ia peringkat satu Kalbar dan bahkan peringkat kedua nasional setelah putra RI 1, Edhie Baskoro Yudhoyono asal Partai Demokrat. &lt;br /&gt;Kemampuan belajar Karol bisa diikuti sejak usianya masih belia. Dia juga hadir di depan mata publik. &lt;br /&gt;Saya menjadi saksi ketika Karol belum bergairah dengan suhu politik, tapi saya juga menjadi saksi bahwa Karol bukanlah anak bawang yang tumbuh di bawah ketiak ayahnya. Karol pekerja keras. &lt;br /&gt;Kesan pertama saya adalah ketika dia menemani ayahnya menerima Borneo Tribune Award, akhir 2008. Dia bicara laksana diplomat di meja bundar di mana ada ayahnya, ibunya, dan Dirut PT Borneo Tribune Press, W Suwito, SH, MH. &lt;br /&gt;Bicara gaya diplomat adalah ketika ayahnya bicara berapi-api di mimbar dengan kerap kali mendapat applaus ratusan hadirin, Karol menterjemahkan kata-kata ayahnya pada majelis meja bundar. “Bapak kalau sudah bicara lupa dengan lelah,” katanya.&lt;br /&gt;Pada even lain, saat Angel melahirkan putranya. Cucu pertama Gubernur Cornelis. Karol berdiri menyambut tamu dengan ramah. Bukan dibuat-buat. “Ini anak bakal banyak dapat suara asal dia mau,” kata saya kepada kawan-kawan yang hadir di Pendopo. Mereka antara lain adalah mahasiswa dan mahasiswi Bonn University, Jerman.&lt;br /&gt;Okelah jika publik menilai putri sulung Cornelis ini punya kans karena ayahnya, tetapi dalam kesaksian saya, saya melihat Karol lepas dari prediksi itu. Dia pekerja keras. &lt;br /&gt;Bukti kerja keras yang tertangkap kru Borneo Tribune adalah saat Pilpres. Dia turun langsung dari TPS ke TPS melakukan monitoring. “Kita harus cek TPS TPS karena di sini kuncinya,” kata Karol. &lt;br /&gt;Karol berjalan sendiri. Dia hanya ditemani seorang sopir. Bajunya merah. Perutnya sedang hamil tua ketika itu. &lt;br /&gt;“Hamil tua masih sempat spot check begini?” kata saya yang juga mobiling dari TPS ke TPS selaku jurnalis. “Ya, kita harus cek. Kita harus kerja keras. Ini panggilan hati nurani,” tuturnya. &lt;br /&gt;Karol sudah melahirkan. Sudah pula dilantik sebagai anggota DPR RI mewakili Kalbar di Senayan. “Saya minta dukungan rakyat Kalbar. Kita harus majukan Kalbar di dalam sistem NKRI,” ujarnya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-4470868295326760998?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/4470868295326760998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=4470868295326760998&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4470868295326760998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4470868295326760998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/karol-kerja-keras-merintis-karir.html' title='Karol Kerja Keras Merintis Karir Politik dari Dasar'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-598374218512662818</id><published>2009-11-08T09:13:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T09:14:21.273-08:00</updated><title type='text'>Tiket Ludes di Under-Limit</title><content type='html'>Nur Iskandar&lt;br /&gt;Borneo Metro, Pontianak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mudah menjual tiket kendati harganya Rp 5.000 dengan tim artis kondang, Kangen Band. Biaya besar harus digelontor demi satu naluri nasionalisme: menggerakkan energi pemuda ke wilayah kerja positif. &lt;br /&gt;Musik dan lagu punya elaborasi positif. Kangen Band bisa jadi teladan, bagaimana konkow-kongkow bisa melahirkan rupiah berkali lipat. Hanya dengan modal nekat, senar gitar, bas dan drum band. Lirik ditambah nada menyebabkan nama jadi tenar, rupiah keras mengalir ke kocek, serta melanglang buana ke berbagai kota nusantara. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Panitia yang tergabung dalam Taruna Merah Putih dipimpin Maskendari mesti kerja keras. Ia memimpin rapat ke rapat. Evaluasi teknis ke teknis. Mulai dari pemasangan spanduk dan baliho, hingga rigger rink. &lt;br /&gt;“Soal tiket, wah payah, masih numpuk,” kata Maskendari saat rapat evaluasi teknis, Kamis malam yang lalu. “Semoga under limit (batas waktu akhir, red) tiket bisa ludes,” doanya. &lt;br /&gt;Doa Maskendari terjawab. Tiket yang disebar di loket-loket tandas. Remaja dan pemuda bersemangat mengikuti ritual Sumpah Pemuda ala TMP. &lt;br /&gt;Lapangan di Stadion Sultan Syarif Abdurrachman Alkadrie sempat diguyur hujan lebat. Tetapi tidak menyurutkan massa membeli tiket. &lt;br /&gt;“Bang, masih ada jual tiket tidak?” tanya Torie dari TMP kepada Redaksi Borneo Tribune. “Ludes Torie, habis,” begitu suara jawaban yang terdengar. “Puji Tuhan,” selanya seraya pamit gembira. &lt;br /&gt;Maskendari merasa lega. Dia melakukan pemeriksaan lapangan. Semuanya paripurna. Band telah check sound sejak siang sampai sore hari. Bendera merah putih telah terpacak dengan gagah di sisi kanan panggung, sedangkan sederet bendera TMP dengan manis menyeimbangi di sisi kiri stage. Adapun pada bagian tengah terpampang back-drop acara dengan dominan warna hitam dan merah. &lt;br /&gt;Panggung dan kelengkapan atributnya tampak megah nan meriah pula di tengah lapangan hijau SSA. Acara yang didapuk dalam rangka menyemangati Hari Sumpah Pemuda ini bakal menyedot tak kurang dari 3.000-an pasang mata. &lt;br /&gt;“Ini hasil kerja keras kawan-kawan TMP dibantu mitra kerja,” kata Andrew Yuen dari TMP. “Kalian silahkan ajukan ide, saya tinggal putuskan,” timpal Karol, Ketua TMP kalbar, anggota DPR RI dengan wajah sumringah. &lt;br /&gt;Pemuda Kalbar di mana saja berada, jika ada ide ya jangan didiamkan begitu saja. Silahkan. Sekali lagi silahkan ke TMP, karena TMP menjadi saluran wadah yang tepat dan cepat. Ingat kata orang bijak, siapa cepat dia dapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-598374218512662818?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/598374218512662818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=598374218512662818&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/598374218512662818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/598374218512662818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/tiket-ludes-di-under-limit.html' title='Tiket Ludes di Under-Limit'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-13357273255065573</id><published>2009-11-08T09:12:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T09:13:02.946-08:00</updated><title type='text'>TMP Garap Grand Design Pemuda</title><content type='html'>Nur Iskandar&lt;br /&gt;Borneo Metro, Pontianak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah cantik yang ditopang tubuh mungil itu nyaris terbenam dipeluk sofa model panda di ruang tamu kediaman pribadi Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, MH di bilangan Gang Pak Madjid, Jalan Danau Sentarum. Putri sulung Gubernur yang duduk sebagai anggota DPR RI dengan nama lengkap dr Karol Margret Natasa pada hari Kamis (29/10) memimpin rapat Taruna Merah Putih (TMP). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Agenda TMP menukik pada episentrum gerakan pemuda yang terukir dalam sejarah Republik Indonesia. Sumpah Pemuda. Sumpah yang diikuti pemuda dari Tanah Air dengan melahirkan gerakan monumental satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Itulah Indonesia. &lt;br /&gt;Indonesia sebagai entitas nasional sempat dijajah Belanda hingga 3,5 abad lamanya karena tidak adanya persatuan dan kesatuan. Kesadaran pemuda yang disumpahkan pada 28 Oktober 1928 melecut semangat kepemimpinan nasional dengan elan vital persatuan dan kesatuan sehingga Indonesia Merdeka pada 17 Agustus 1945, 17 tahun berikutnya. &lt;br /&gt;“Gerakan pemuda kini perlu digemakan. Kita sangat mementingkan gerakan pemuda, karena pemuda hari ini adalah jawaban Bangsa dan Negara kita 5, 10, atau 17 tahun yang akan datang. Sebaliknya, kita prihatin dengan berbagai problem kepemudaan seperti sempitnya lapangan pekjerjaan, kenakalan remaja, narkoba, hingga HIV/AIDS,” ungkap Karol di tengah rapat yang diikuti tak kurang dari 20-an anggota pengurusnya. &lt;br /&gt;Dalam balutan T-shirt sederhana, Karol memimpin rapat dengan tegas dan bernas. “Kita garap grand design pemuda melalui TMP,” timpal dokter umum yang kini masuk dalam sistem tata negara, sebagai legislator Kalbar di DPR RI, Jakarta. &lt;br /&gt;Grand design atau program besar kepemudaan itu tumbuh sebagai semangat nasionalisme yang ditanamkan founding fathers (pendiri bangsa), antara lain Dr Ir Soekarno dan kini ruhnya ditiupkan kembali oleh TMP sebagai sayap PDIP dengan ketuanya, Megawati Soekarno Putri. Karol memimpin TMP di Kalbar duet dengan ayahnya yang tak lain tak bukan Ketua DPD PDIP Kalbar. Maka grand design itu tak terlepas dari grand strategi pembangunan lokal, regional dan nasional. &lt;br /&gt;“Semangat 28 Oktober dengan ikrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa terus kita gelorakan. Salah satu caranya adalah pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya. &lt;br /&gt;Pada tahun lalu, di mana TMP baru dilahirkan, Karol memimpin gerakan bersepeda dengan tempat Taman Alun Kapuas. Ketika itu Karol menekankan pentingnya bagi generasi muda berpikir jauh ke depan menyelamatkan lingkungan dari gas emisi buangan. “Kita perlu menyelamatkan bumi dari gas rumah kaca,” tegasnya. &lt;br /&gt;Sumpah Pemuda tahun ini, Karol memimpin TMP dengan hiburan massal seni-budaya bersama Kangen Band. Lokasi disiapkan di Stadion Sultan Syarif Abdurrachman Alkadrie dan diperkirakan akan disesaki oleh ribuan pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum. &lt;br /&gt;“Hiburan adalah salah satu cara mengumpulkan remaja dan pemuda serta masyarakat umum. Dalam kerumunan massa itu kita sisipkan pesan-pesan semangat nasionalisme kebangsaan dan kepemudaan. Upaya-upaya seperti ini harus terus ada yang memelihara dan menjaga spiritnya karena pemuda adalah inti gerakan pembangunan di mana pun adanya,” kata Karol. &lt;br /&gt;Kalbar menurut Karol harus bisa tampil ke pentas pembangunan nasional. Maka, melalui peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2009, pemuda Kalbar diajak tampil sebagai pioner sesuai dengan minat serta bakat masing-masing secara positif. “TMP menyerap dan membina energi potensial para pemuda Kalbar untuk bisa melesat secara nasional. Kebanggaan pemuda adalah kebanggaan bersama milik bangsa,” gugahnya seraya mengutip pendapat Bung Karno, “Berikan aku 10 pemuda, maka akan aku guncang dunia!”  &lt;br /&gt;Karol ternyata tidak hanya elok dan rupawan wajahnya, tetapi ide dan pemikirannya juga jauh maju ke depan. Tipikal kepemimpinan pemuda yang patut diteladani. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-13357273255065573?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/13357273255065573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=13357273255065573&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/13357273255065573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/13357273255065573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/tmp-garap-grand-design-pemuda.html' title='TMP Garap Grand Design Pemuda'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-8346229553315643473</id><published>2009-11-08T09:09:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T09:11:37.910-08:00</updated><title type='text'>Selamat Datang Borneo Metro</title><content type='html'>W. Suwito, SH, MH&lt;br /&gt;Dirut PT Borneo Tribune Press &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada kata yang indah selain mengucapkan puji serta syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kasih bahwa dalam usia 2,5 tahun PT. Borneo Tribune Press melansir Harian Borneo Tribune, sudah mampu melahirkan koran baru dengan nama Borneo Metro. &lt;br /&gt;Borneo Metro mengambil nama induknya, Borneo Tribune dengan terus mengedepankan kata Borneo. Borneo adalah pulau ketiga terbesar di dunia setelah Green Land di Amerika dan Papua di wilayah Timur Indonesia. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dengan nama Borneo, ada semangat yang sama. Bahwa Borneo tidak hanya besar pulaunya. Tetapi juga harus besar pula medianya. &lt;br /&gt;Sasaran koran induk Harian Borneo Tribune (HBT) adalah menuju koran nasional. Impian menjadi koran nasional ini bukanlah gertak sambal, atau tong kosong nyaring bunyinya, melainkan sudah dikemas sedemikian rupa dengan jejaring media secara regional Kalimantan serta Nasional. &lt;br /&gt;Kita punya jejaring lokal, regional dan nasional bahkan internasional dengan baik. Modal jejaring itu telah membuat HBT tumbuh subur dan besar dengan kapasitas terpasang di 14 kabupaten-kota di Kalbar serta kontributor di sejumlah provinsi di Indonesia maupun sejumlah negara di Asean, Eropa dan Amerika. &lt;br /&gt;Borneo Metro lahir sebagai jawaban atas kegundahan hati publik, bahwa mereka membutuhkan koran populis yang meletakkan dasar-dasarnya dari sisi edukasi atau pendidikan. &lt;br /&gt;Borneo Tribune sebagai koran pendidikan dan koran publik berusaha memberikan jawaban itu. Jika Borneo Tribune “cool” dengan sisi edukatif, maka Borneo Metro masuk wilayah populis seperti hukum dan kriminal, namun soft, lembut, edukatif dari sisi pemberitaan berbeda dengan yang menghujat dan menghakimi, dengan memberikan tempat kepada yang terhakimi.&lt;br /&gt;Borneo Metro disajikan dengan bentuk serupa The Sun atau Koran Tempo. Tata wajahnya di-make up sedemikian rupa sehingga merona dan mempesona. &lt;br /&gt;Edisi perdana Borneo Metro sengaja diambil 1-11 karena menunjukkan angka tripel one. Satu, satu, satu. Angka tahun 2009 menunjukkan angka baik, kembar dan angka tertinggi sembilan. &lt;br /&gt;Filosofi angka ini menjadi sejarah bagi kebangkitan koran daerah untuk menjadi tuan rumah bagi negerinya sendiri. Borneo harus memberikan tempat kepada Koran Borneo untuk tumbuh dan berkembang, sehingga menjadi Koran Publik yang bisa dibaca dan mendapat informasi murah. Apabila memungkinkan gratis bagi semua masyarakat, termasuk masyarakat di daerah pedalaman Borneo yang jauh dan belum tersentuh pembangunan. Janganlah kami  diaborsi sebelum lahir. Janganlah Pendiri dan Pemiliknya dihakimi.  Untuk itu kami mohon doa restu publik di mana saja seantero Bumi Borneo pada khususnya dan pembaca di mana saja pada umumnya. &lt;br /&gt;Media ini kami lansir dengan harga terjangkau. Tetap seribu selamanya.&lt;br /&gt;Akhirnya kami ucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak yang mendukung Borneo Tribune.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-8346229553315643473?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/8346229553315643473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=8346229553315643473&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/8346229553315643473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/8346229553315643473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/selamat-datang-borneo-metro.html' title='Selamat Datang Borneo Metro'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5364607385145155023</id><published>2009-11-08T09:07:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T09:08:55.034-08:00</updated><title type='text'>Seruan Damai yang Seru</title><content type='html'>Oleh Edi v.Petebang, wartawan, aktivis perdamaian&lt;br /&gt;Sore sehabis magrib sekitar tanggal 7 September 2009 saya menerima pesan singkat dari Bung Nur Iskandar, karib saya sejak sama-sama mengelola koran kampus era 90-an yang kini menjabat Pemred Harian Borneo Tribun. Isinya kira-kira demikian "Sabtu, 19 September 2009 sekitar 77 tokoh akan membuat seruan damai. Draftnya silakan baca di blog saya atau blog tribun institute". Esoknya saya membaca bebeberapa kali draft "Seruan Pontianak" tersebut dan memikirkan apa dampaknya di masyarakat. &lt;span class="fullpost"&gt; Kemudian saya kirim usulan/saran terhadap isi draft SP tersebut. Intinya: secara esensi saya setuju; tetapi secara teknis dan kepatutan tidak setuju. Karena itulah saya mengusulkan dua hal: pertama, jangan memasukkan angka-angka dan penyebutan nama etnis; kedua, kata-kata yang dipakai jangan vulgar. "Jika dua usulan saya ini tidak bisa diakomodir, maka saya menolak namanya dimasukkan",pinta saya. Akhirnya nama saya pun tidak ada di SP tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membaca draft SP tersebut saya menduga pasti akan ramai dibicarakan orang. Ramai karena SP ini dimuat satu halaman penuh dan di tiga koran terbesar di Kalbar--sehingga pembacanya banyak. Kalau dimuat di media yang lebih kecil mungkin tidak terlalu ramai. Ramai karena setelah SP ini terbit media massa nasional, lokal dan regional memuat tanggapan pejabat/tokoh soal SP tersebut. Ramai karena kemudian sejumlah elemen organisasi masyarakat, terutama Dayak dan Melayu, proaktif merespon SP ini. Ramai karena kemudian sejumlah orang yang namanya tercantum di SP tersebut membantah telah menyetujuinya. Saya kira itu sebabnya sejumlah orang/tokoh kemudian membantah ini (seperti Dr.Chairil Effendi) karena tidak sempat membuka draft SP di internet. Tetapi karena di SMS seperti yang saya terima, maka setuju saja. Intinya akhirnya SP itu menjadi kontroversi, bahkan cenderung kontra-produktif dengan semangat awalnya, yakini berkontribusi untuk menjaga dan mengisi perdamaian di Kalbar. Seruan ini pun benar-benar seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ditanyai beberapa orang, baik di luar Pontianak, di Pontianak maupun di kampung (Tebas, Singkawang, Nyarumkop, Ngabang, Ketapang, dll). Teman-teman dari daerah bertanya "kok ndak ada angin ndak ada hujan tiba-tiba ada seruan seperti itu? Maksudnya apa? Ini mengungkit luka lama,"telpon seorang teman dari Tebas, Sambas. Seorang teman, kadidat doktor di Cornell University, AS, yang meneliti soal konflik di Kalbar bertanya: "semarah itukah warga di Kalbar? ada apa sebenarnya?,"tanya via surat elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa SP itu menjadi kontroversi? Selama enam tahun terakhir saya, bersama rekan-rekan di credit union dan sejumlah organisasi non pemerintah, keluar masuk kampung di wilayah Kabupaten Sambas, Singkawang, Landak, Bengkayang, Kabupaten/Kota Pontianak. Menurut saya masyarakat kita belum siap untuk menerima informasi seperti yang disampaikan dalam SP tersebut. Di forum ilmiah oke-oke saja bicara vulgar, apa adanya. Tapi di masyarakat akan lain ceritanya. Angka yang disajikan dalam SP tersebut juga tendensius merujuk etnis tertentu. Kalau mau jujur bukankah etnis lain (yang tidak disebut dalam SP itu) juga puluhan, bahkan ratusan yang jadi korban? Kalau memang mau fair,mestinya semuanya dipaparkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SP ini memberikan pelajaran bagi kita semua, termasuk semua orang yang ingin berkontribusi dalam proses perdamaian di Kalbar ini agar lebih sensitive soal isu-isu etnis. Saya mengapresiasi penelitian Zainudin Isman (Zis) yang mengatakan bahwa 52% dari 300 respondennya tidak mengetahui SP tersebut. "Masyarakat tidak terlalu ribut, elit dan aktoir sosial yang belum siap. Tidak ada persoalan," kata Zis, seperti dikutip Borneo Tribun (7/10 hlm.2). Tiga respon saya terhadap studi ini. Pertama, jangan meremehkan yang 48%. Kedua, kalau 52% tidak peduli/tidak ribut, berarti masa depan kedamaian di Kalbar ini terancam. Karena kalau masyarakat sudah tidak peduli lagi dan tidak mau terlibat aktif dalam proses perdamaian, maka merupakan preseden buruk bagi perdamaian Kalbar. Ketiga, kalau memang benar warga akar rumput yang tidak peduli dengan SP itu; pertanyaannya warga yang mana/dimana? Warga Pontianak tentu beda persepsi dan pandangannya (tentang SP) dibanding warga Sambas, Bengkayang, Landak atau daerah yang lain pada masa silam pernah terjadi konflik kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sepakat bahwa damai adalah proses, bukan tujuan akhir. Karena itu semua orang (di Kalbar) harus berbuat, berkontribusi untuk menjaga, memelihara dan mengisi perdamaian di Kalbar dengan apa yang dia punya dan mampu. Konflik adalah kondisi yang sangat buruk dan merugikan semua orang. Sesungguhnya tidak ada yang menang atau kalah jika konflik. Saya sudah mengalami beberapa kali konflik kekerasan di Kalbar ini dan sungguh sangat merugikan. Semua jadi korban, semua sektor kehidupan terkena dampak negatifnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita patut bersyukur dalam satu dasawarsa terakhir ini kesadaran warga untuk tidak meng-etniskan criminal semakin tinggi. Ini terbukti tidak meluasnya konflik-konflik skeala kecil yang terjadi. Kita patut mengapresiasi aparat keamanan yang kini mempunyai sensitivitas etnis yang tinggi sehingga setiap tindak kriminal bernuansa etnis diberi perhatian khusus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SP ini menjadi ramai diperbincangkan warga. Mari kita memakai media untuk secara berkala menyampaikan seruan damai yang benar-benar mendamaikan suasana.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pontianak, 6 Oktober 2009 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5364607385145155023?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5364607385145155023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5364607385145155023&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5364607385145155023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5364607385145155023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/seruan-damai-yang-seru.html' title='Seruan Damai yang Seru'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5301531524822851099</id><published>2009-11-08T09:05:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T09:06:36.893-08:00</updated><title type='text'>SERUAN PONTIANAK VS PERNYATAAN SIKAP  BERSAMA: KEPEDULIAN &amp; KEKECEWAAN</title><content type='html'>Oleh: Syarif Ibrahim Alqadrie&lt;br /&gt;Sejak dalam perjalanan dari Pontianak sampai ke Bandung hingga pelatihan dimulai, telpon genggam (HP) saya selalu berdering yang berbentuk baik pembicaraan maupun SMS. Semua informasi itu berasal dari rekan-rekan saya dari beberapa kota di Jawa, Sumatera, Pontianak dan Singkawang; bahkan dari Copenhagen, Denmark dan Seoul, Korsel; serta diantaranya terdapat seorang anggota keluarga besar Qadriah di Jakarta. Mereka meminta komentar saya tentang ‘Seruan Pontianak’ (SP) yang dianggap “menghebohkan” dan reaksi terhadapnya dalam bentuk ‘Pernyataan Sikap Bersama’ (PSB) yang kemudian mendasari ramainya komentar tentang hal itu di KalBar. Kerabat saya ini meminta saya mendorong terciptanya kondisi tenang (cooling down) agar suasana kondusif di daerah ini dapat tercipta kembali.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Semua keinginan rekan-rekan itu terasa berat untuk dipenuhi, karena saya tidak termasuk orang yang memiliki kompetensi dan berkompetan melakukannya. Namun, karena saya menyenangi keadilan dan perdamaian serta tidak menyukai pemaksaan kehendak, maka saya juga ingin menyumbang pemikiran, walaupun mungkin belum tentu banyak orang menyetujuinya. Selain itu tulisan ini ingin menghargai keinginan rekan-rekan seperjuangan yang ingin mengetahui pendapat saya tentang apa yang sedang terjadi di KalBar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan Pontianak vs Pernyataan Sikap Bersama&lt;br /&gt;Dimulai katanya dengan kepedulian dan keprihatinan tentang kondisi tidak gregetnya upaya mengurangi pelanggaran HAM di KalBar, SP yang ditandatangani oleh 77 tokoh, aktivis LSM dan perdamaian, pemerhati sosial dan akademisi, muncul pada tiga media cetak Pontianak, Senin 28/9 - 2009. Dua hari kemudian  muncul reaksi dalam bentuk PSB yang ditandatangani oleh 11 lembaga dan organisasi Masyarakat Dayak, tidak termasuk Institut Dayakologi Research and Developmetn (IDRD),  termuat dalam Pontianak Post, Rabu, 30/9-2009.&lt;br /&gt;Reaksi terhadap iklan SP yang tertuang lewat PSB merupakan hal yang sangat wajar, beralasan dan tidak berlebihan. Penanda tangan PSB tidak sama sekali menolak seruan yang mengedepankan penegakan hukum dan HAM, bahkan mereka menghargainya. Keberatan itu hanya mengarah pada hal-hal teknis misalnya penggunaan lambang etnis, etika dan informasi data yang belum diklarifikasi kebenarannya. Karena itu, PSB menyesalkan tindakan pengungkapan kembali peristiwa dan luka lama yang merupakan tragedi kemanusiaan yang terjadi tanpa diinginkan oleh siapapun dan berpendapat upaya membuka kembali peristiwa itu hanya akan memancing masalah baru. Para tokoh adat Sambas juga bereaksi spontan terhadap SP tersebut (Equator, 2/10-09:1) yang mereka anggap hanya terbawa oleh isu HAM tanpa melihat perkembangan kondisi di Sambas sehingga SP itu mengganggu tata kehidupan masyarakat di kabupaten itu yang telah mulai kondusif itu. &lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian tidak sedikit kritikan dan komentar miring terhadap SP berhamburan baik di berbagai media cetak, audio dan visual maupun melalui “media” lisan berupa diskusi informal di kantor, dalam perkuliahan maupun dalam percakapan sehari-hari di warung kopi. Oleh karena sebagian besar dari komentar tersebut bernada memvonis dan tidak memberi jalan keluar bagi pemecahan masalah yang kontroversial itu, maka polemik  berkenaan dengan SP versus PSB bertambah panas, sehingga perlu  dicarikan jalan pemecahan yang lebih bersahabat jauh dari rasa dendam dan kebencian. &lt;br /&gt;Jalan ke luar dimaksud dapat dianalogikan sebagai suatu sintesis yaitu upaya mencari jalan tengah dengan mempertemukan dua pendapat yang berhadapan sebagai tesis dalam hal ini SP dan antitesis yaitu PSB. Dengan demikian kehadiran tesis dan antithesis itu tidak sampai memancing polemik yang memperuncing suasana, tapi justru dapat dimanfaatkan sebagai ide-ide baru untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa kita masih peduli terhadap HAM dan di lain fihak kita seharusnya memahami posisi masing-masing dengan tidak begitu saja membuka luka lama.             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar dan Pemahaman. &lt;br /&gt;Saya memang sudah membaca iklan SP dan PSB sebelum berangkat, namun karena kesibukan mempersiapkan bahan pelatihan, saya tidak fokus dengan hal tersebut. Karena itu, saya belum dapat berkomentar apapun apalagi menjelaskan tentang latar belakang timbulnya SP tersebut. Apa yang kita perlukan segera sekarang adalah bukan komentar yang berlebih-lebihan terhadap salah satu fihak dan mengurangi fihak lain, apalagi komentar yang memojokkan dan “mengipas-ngipas” fihak-fihak tertentu. Menurut hemat saya komentar semacam itu tidak bakal menyelesaikan masalah, bahkan sebaliknya akan memperburuk suasana yang sudah mulai tenang selama 8 tahun ini, dan baru kemudian 28/10 ada sedikit hal yang menghebohkan.&lt;br /&gt;Betapa tidak, komentar-komentar terhadap SP sudah mulai meluas dan tidak lagi proporsional (Equator, 30/9-09:1). Ada komentar bernada memperingatkan untuk tidak terperangkap pada kepentingan pribadi (Ptk Post, 1/10-09:1), ada komentar bernada netral agar tidak membesar-besarkan masalah yang tidak perlu diperluas, ada juga yang menganggap para penggagas SP itu sebagai “provokator” yang tidak menyukai kondisi KalBar kondusif lalu menginginkan mereka dan 77 orang penanda tangannya meminta maaf dan diajukan ke pengadilan. Selain itu, adapula yang kurang yakin bahwa  penggagas SP apalagi para penandatangannya dapat dipidana, karena aturan pelanggarannya tidak jelas (Equator, 3/10-09:1). Tidak kurang pula yang mengingatkan secara keras agar “tidak menggali bangkai” para korban pertikaian sebelumnya dengan tidak mengungkapkan tragedi lama. Tak kurang pula yang menganggap penggagas SP dan penanda tangannya “tidak senang” dengan pemegang pemerintahan yang ada di KalBar. Bahkan ada komentar aneh – justru ini  mengkhawatirkan masyarakat demokratis yang cinta damai  dengan akan timbulnya wajah baru dari karakter lama ORBA yang otoriter-- dengan mengaitkan SP sebagai bentuk lain dari “bahaya laten PKI” yang katanya perlu diwaspadai (Ptk Post, 2/10-09: 22).&lt;br /&gt;Karena itu, dalam kondisi hampir tak menentu sepanjang tiga minggu ini, diam menurut saya  adalah emas. Kalaupun komentar diperlukan, ia memerlukan bahwa kedua fihak, pro dan kontra, tidak dikonfrontir atau dipertemukan secara berhadap-hadapan untuk membela diri mati-matian dan menyerang dan memvonis habis-habisan, apalagi sampai diproses di pengadilan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan Pendapat dan Masyarakat Madani.&lt;br /&gt;Sejumlah pengamat netral melihat bahwa perbedaan pendapat sebagai konsekuensi dari hal-hal yang kontroversi sekitar iklan SP dan PSB adalah hal yang wajar dalam masyarakat plural dan demokratis. Perbedaan pendapat adalah salah satu konsekuensi logis dalam berdemokrasi. Berdasarkan management konflik (Simon Fisher, Working With Conflict: Skill and Strategies for Action. NY, USA: Zed Books, 2000:1-16) perbedaan pendapat antara dua orang atau lebih, antara kelompok dan antara negara dalam pengertian akademis disebut konflik dan secara umum belum mengandung kekerasan baik fisik maupun non-fisik atau mental dan sosial. &lt;br /&gt;Karena itu, konflik adalah perbedaan pendapat yang belum sama sekali masuk ke dalam tataran kekerasan. Konflik kekerasan atau kerusuhan (violent conflict) dapat dicegah dengan kemauan dan kemampuan dalam mengelola konflik yaitu menerima, menghargai dan menghormati segala bentuk perbedaan. Biarkan perbedaan pendapat itu menghampiri dan berjalan bersama kita tanpa paksaan agar fihak lain “mengikuti” dan “setuju” dengan apa yang kita mau. Kalau karakter pemaksaan itu terjadi, itu berarti kekerasan telah diambang pintu dan ia telah merobohkan kebijaksanaan dan akal budi. Itulah yang pernah terjadi selama ini di daerah yang kita cintai ini –tentu juga disebabkan oleh faktor lain—selama 4 (empat) priode lingkaran 30 tahunan: 1900-an, 1930-an, 1960-an dan 1990-an (Alqadrie, The Pattern of Violent Conflict in West Kalimantan and its factors. Copenhagen, Denmark: NIAS, 2001). Khususnya pada periode lingkaran ke 3 dan ke 4, 1960-an dan 1990-an, telah terjadi lebih dari 14 kali pertikaian. Tanpa memahami sejarah dan menghormati perbedaan yang ada, peristiwa menyakitkan yang memang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya dikhawatirkan akan terjadi lagi. &lt;br /&gt;Bagaimanapun upaya kita untuk tidak “menyukai” peristiwa yang mencoreng nama kita di dunia internasional yang membuat kita prihatin sebagai bangsa yang berbudi, memang tidak bisa kita lakukan dengan melemparkan realitas sejarah. Walaupun, kesemuanya itu adalah musibah, di luar keinginan kita dan semua fihak memang sudah menderita dan menjadi korban karenanya. Upaya pengingkaran pada realitas sejarah bukanlah keinginan dari hati nurani maupun kearifan kita sebagai putra dari sebuah bangsa yang besar. Masalahnya adalah memang kita masih memerlukan waktu sehingga kita siap untuk menerima realitas sejarah sehingga memudahkan kita diterima dalam masyarakat internasional dan sistem dunia. Penggagas SP tampaknya “tidak sabar” dan “tergesa-gesa.” &lt;br /&gt;Apa yang kita butuhkan sekarang dan yang akan melahirkan serta memperkuat kembali marwah dan kearifan lokal kita adalah perenungan, kesadaran dan pemahaman terhadap posisi kita masing-masing. Bahwa ada satu fihak yang mungkin terdorong dan berkewajiban untuk mengingatkan akan kealpaan kita dan fihak lain mungkin berhak untuk berkeberatan dan menolak sesuatu yang dianggap berlebihan dan mencoreng wajah kita, adalah perbedaan pendapat yang perlu disikapi dengan karakter multikulturalisme dalam pluralisme yang sudah ada sejak masyarakat Madani di Mekah sekitar 1450 tahun yang lalu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide Baru dan Keberanian Moril&lt;br /&gt;Terlepas dari pro dan kotra, SP telah “mengusik” ketenangan kita dengan ungkapannya yang “telanjang” tanpa tedeng aling-aling. Kita dapat mengatakan dengan suara lantang bahwa SP adalah bentuk kelancangan. Begitu beraninya sebuah seruan yang memuat ajakan untuk menegakkan hukum dan HAM di tengah masyarakat dunia –ditunjukkan oleh Negara adi daya dan sekutunya-- yang tidak konsisten dan memiliki standar ganda terhadap keadilan dan penegakan HAM. Bahkan di Indonesia sendiri, konsistensi hukum dan keadilan menjadi barang mewah dan langka. Ini adalah ide besar. Sayang kalau kita potong begitu saja dengan komentar “mematikan,” kita khawatir tidak ada lagi orang yang berani mengungkapkannya. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, beberapa pengamat netral melihat bahwa SP pada dasarnya ‘menyentak’ kesadaran kita dan membuat kita berfikir bahwa apa yang dilakukan oleh penggagas SP tersebut –yang tentu bukan terdiri dari satu atau dua orang saja— dan oleh para penanda tangannya –yang tentu telah mempertimbangkan masak-masak dengan segala resikonya— adalah sebuah ‘terobosan’ dan ‘keberanian moril.’  Terobosan “baru” ini, lanjut pengamat tersebut, seharusnya diberi ganjaran (reward) dan hukuman/sanksi (sanction) yang seimbang antara ide besar yang diungkapkan secara berani sebagai bentuk kerisauan mereka terhadap dunia dengan kelancangan mereka yang telah mengusik kondisi tenang yang mulai tercipta di bumi Khatulistiwa ini.&lt;br /&gt;Mereka yang terlibat dalam SP itu telah menimbulkan kemarahan kita dan polemik berkepanjangan dalam masyarakat. Karena itu, kalaupun ada unsur pelanggaran dan gangguan terhadap  ketentraman umum, kita setuju dengan proses hukum terhadap mereka yang terlibat di dalamnya. Akan tetapi, banyak pengamat optimis bahwa SP itu kemungkinan besar tidak akan sampai menciptakan konflik kekerasan horizontal baru  baik antar etnis maupun antar generasi –seperti dikhawatirkan oleh seorang pengeritik. Bahkan sebaliknya SP itu tampaknya telah memulai era baru dalam mana putra-putra Indonesia yang lahir di  daerah KalBar akan menjadi  insan-insan yang humanis dan multikultural yang peka terhadap perdamaian, keadilan dan HAM. &lt;br /&gt;Mengapa tidak? Penggagas dan penanda tangan SP tersebut tampaknya relatif lengkap terdiri dari berbagai kelompok etnis: seperti Dayak, Melayu, Tionghoa, Bugis, Jawa, Madura,  Banjar, Keturunan Arab (Alawiyyin), Sunda, Batak, Minang, Belanda, Manado, Aceh, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Bali, Ambon dan Gorontalo. Lagi pula, walaupun sebagian besar mereka merupakan generasi muda, namun tampaknya dari segi umur mereka juga sangat bervariasi dan dapat dibagi menjadi dua kelompok umur: di bawah 40 tahun dan di atas 41 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Sosial dan Cakrawala Global &lt;br /&gt;Berdasarkan fakta sosial, budaya dan alamiah ini,  penggagas dan penanda tangan SP terdiri dari unsur lintas antar etnis – bahkan bangsa, budaya, agama dan generasi (inter cross etnic –even citizen, cultural, religious and generation elements). Karena itu, KalBar seharusnya bangga terhadap mereka dan  sangat beruntung dengan lahirnya kekuatan sosial yang mampu tidak saja merangkul semua potensi sosial budaya dan ekonomi di daerah ini yang tadinya terpisah atau tersegmentasi oleh kepentingan politik dan ekonomi sempit jangka pendek, tetapi juga menembus cakrawala global sehingga menjadi kekuatan sosial bersama kekuatan progresif lain di bagian dunia ini untuk mengikis ketidakadilan, dominasi dan pemiskinan yang dilakukan negara industri maju (NIM) terhadap bangsa-bangsa negara sedang berkembang.(NSB).&lt;br /&gt;Para pengamat sosiologi etnis dan sosiologi hukum percaya bahwa apa yang tertera dalam SP tersebut mengenai tuntutan mereka agar pelaku kekerasan sepanjang periode ke 3 dan 4 lingkaran kekerasan 30 tahunan: 1960-an, terutama di kawasan pedalaman dekat (interior valley areas) tahun 1967 dan 1968, serta 1990-an, khususnya di Pesisir Utara tahun 1998 dan 1999, dikategorikan sebagai pelanggaran HAM dan diseret ke pengadilan sebagai kejahatan kemanusiaan. Hal ini belum mungkin dilakukan sekarang karena dua hal: (1) Peristiwa yang terjadi secara beruntun itu merupakan musibah dan tragedi kemanusiaan yang tidak direncanakan sebelumnya; (2) Indonesia, khususnya KalBar, sebagai NSB masih memerlukan waktu cukup lama untuk masuk ke dalam jaringan sistem peradilan HAM apalagi untuk dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan. &lt;br /&gt;Peristiwa pelanggaran seperti itu tidak dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan asal tidak dilakukan secara terorganisir dan terencana atau dilakukan oleh pejabat resmi negara: tentara, polisi dan pejabat pemerintahan seperti pernah dilakukan oleh pejabat, petugas keamanan dan tentara Serbia terhadap rakyat Muslim Bosnia Herzegovina. Munculnya SP itu tampaknya dilandasi oleh dua motif: (1) ingin membuat kejutan (surprised) kepada dunia internasional yang memiliki data akurat dan yang tidak dapat disembunyikan bahwa rakyat KalBar akan siap memasuki sistem peradilan global tentang HAM dan kejahatan kemanusiaan; (2) Ingin mengajak para tokoh, pemuka masyarakat dan pejabat pemerintah daerah ini agar memiliki keberanian dan dukungan moril untuk memperkuat motif pertama. Ini perlu dimiliki mereka agar dunia internasional tahu bahwa mereka tidak terlibat dalam menggerakkan massa.   &lt;br /&gt;Karena itulah, menurut pengamat tersebut SP tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Tampilnya PSB sebagai reaksi dari SP sudah tepat, apalagi setelah itu lembaga masyarakat adat Dayak dan Melayu Sambas tidak lagi menunjukkan kemarahan mereka. Itu berarti bahwa sudah ada pemahaman di antara tokoh masyarakat KalBar tentang pentingnya menunjukkan kepada dunia bahwa rakyat KalBar dan tokoh mereka bukan pelanggar HAM terbesar di dunia. Dua motif tadi dapat dilihat pada mereka yang menandatangani SP tersebut. Mereka bukanlah orang-orang sembarangan. Dari 77 orang tersebut, lima di antaranya bergelar doktor, satu orang professor, dua orang setara dengan pejabat asselon satu, sekitar 50 dari mereka bergelar Master atau Magister Sains, hampir seluruh mereka beregelar sarjana satu, empat orang tokoh agama, dan sebagian besar mereka adalah aktivis perdamaian. Jadi menurut para pengamat, mereka seluruhnya memiliki motif yang jelas demi kebaikan dan peningkatan marwah Indonesia pada umumnya dan KalBar pada khususnya. Hal penting untuk dilakukan adalah mempertemukan para penggagas dan penanadatangan SP (kelompok “tesis”) dan penanda tangan PSB dan fihak lain yang berseberangan dengan SP ( kelompok “antitesis”)..&lt;br /&gt;Besok siang (hari ini pukul 13.00) KAPOLDA KalBar akan mengambil inisiatif mempertemukan kedua kelompok ini (pada saat naskah ini dinaikkan sebagai edisi khusus peristiwa itu sudah terjadi, redaksi). KAPOLDA dengan seluruh jajarannya akan didukung sepenuhnya semua fihak yang netral, termasuk Jaringan Studi Konflik Indonesia (Indonesia Conflict Studi Network/ICSN). POLDA KalBar dan fihak netral dalam kasus ini merupakan kekuatan penyeimbang (kelompok sintesis) yang mempertemukan dua kekuatan utama KalBar yang tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan dalam membangun KalBar. Kita percaya bahwa semua kekuatan sosial di KalBar termasuk Lembaga Adat Dayak dan DAD serta Lembaga adat Melayu Sambas sangat optimis akan keberhasilan KAPOLDA KalBar dalam merangkul semua fihak yang terkait dan mencairkan kondisi KalBar yang sedikit terganggu. Tidak salahnya para penggagas meminta maaf kepada mereka yang telah dirugikan secara moril dengan bersalaman dan berangkulan satu dengan lainnya di hadapan KAPOLDA dan pemuka masyarakat lainnya tanpa rasa dendam. Hal seperti ini perlu dilakukan karena ada hal yang lebih penting lagi dalam membangun KalBar dengan kebersamaan kita. Marilah kita berdoa. (Dosen FISIP UNTAN dan  Direktur Indonesia Conflict Study Network/ICSN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5301531524822851099?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5301531524822851099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5301531524822851099&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5301531524822851099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5301531524822851099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/seruan-pontianak-vs-pernyataan-sikap.html' title='SERUAN PONTIANAK VS PERNYATAAN SIKAP  BERSAMA: KEPEDULIAN &amp; KEKECEWAAN'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5253264982306040695</id><published>2009-11-08T09:04:00.001-08:00</published><updated>2009-11-08T09:04:34.230-08:00</updated><title type='text'>Kronologi Cerita SP Selengkapnya</title><content type='html'>1. Kamis (3/9) malam terjadi kasus kriminalitas murni antara Bie Wong alias Apeng (26) dengan Tri Andika (17) di kawasan Jalan Tanjungraya. Seribuan orang menyemuti TKP dan Apeng serta keluarga dievakuasi. Modus operandi kasus ini mirip Gang 17 yang terjadi November 2007.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;2. Berita dengan judul Gang 17 Jilid II Terjadi di Tanjungraya yang terbit di Borneo Tribune menjadi bahan diskusi Buka Puasa Bersama Lintas Etnis di Tribune Institute menyusul kasus kriminalitas murni yang terjadi di Punggur, juga melibatkan massa. Ada dorongan moril dan intelektuil untuk melakukan tindak pencegahan dini di kemudian hari sekaligus belajar akan sejarah kelabu di masa lampau. &lt;br /&gt;3. Hasil diskusi di Tribune Institute terus berkembang ke dunia maya dalam diskusi sinergi melahirkan draft Seruan Pontianak. Tujuan Seruan Pontianak tentu saja membantu polisi melakukan tindakan preventif agar kasus kriminalitas murni seperti Gang 17 dan Tanjungraya serta Punggur tidak berkembang menjadi komunal. Belajar dari sejarah konflik di Kalbar, nyaris semua konflik besar dimulai dari hal ihwal yang kecil. &lt;br /&gt;4. Draf awal SP dimuat di www.noeriskandar.blogspot.com pada 13 September 2009 dengan pengantar sbb: “Saya menghubungi sejumlah tokoh untuk "Seruan Pontianak". Ini baru draft. Tolong kasi masukan dan dukungan dengan memasukkan nama masing-masing.”&lt;br /&gt;5. Pihak yang dihubungi via telepon, facebook, email dan SMS atau bertemu langsung sebagian besar setuju. Namun ada pula yang menolak. &lt;br /&gt;6. Proses diskusi terus berlangsung, beberapa kata dan kalimat dalam draft diperhalus.&lt;br /&gt;7. Rencana penerbitan di tiga media besar masing-masing 1 halaman penuh pada 19 September gagal karena dananya tidak cukup. Forum Diskusi menyimpulkan, jika iklan layanan masyarakat ini gagal, prosesnya sudah dinilai subur bagi tumbuhnya bibit perdamaian yang multi etnis karena di forum diskusi terdiri dari lintas etnis. Dana dihimpun dari sumbangan sukarela peserta diskusi, atau mereka yang bersimpati akan adanya seruan tindakan preventif.&lt;br /&gt;8. Tiga media massa calon pemuatan iklan SP yakni Borneo Tribune, Tribun Pontianak dan Pontianak Post memberikan diskon harga yang sangat tinggi sehingga dana mencukupi untuk pemasangan iklan. Total dana lk Rp 10.500.000. &lt;br /&gt;9. Disepakati penerbitan iklan pada Senin, 28 September 2009. Pertimbangannya pada hari Senin intensitas pembaca relatif tinggi. Terlebih terhitung hari pertama masuk kantor setelah Idul Fitri. &lt;br /&gt;10. Malam pada saat materi iklan akan naik cetak di tiga media ada sejumlah “tokoh” mengundurkan diri, masing-masing Akil Mochtar, AR Muzammil dan Deni Sofian. Nama Akil dan Muzammil berhasil dihapus di 3 media saat naik cetak, hanya nama Deni yang masih terbit di Pontianak Post. Di malam itu terjadi komunikasi via telepon langsung antara Deni dan Nur Iskandar. Keduanya sudah saling maklum atas persoalan teknis percetakan. Intinya Deni sudah keluar dari list walau namanya tercetak di Pontianak Post. &lt;br /&gt;11. Senin (28/9) Kapolda diwawancarai wartawan soal SP. Kapolda yang sudah membaca isi SP sebelumnya menindaklanjuti dengan teleconference kepada para Kapolres se-Kalbar sebagai langkah antisipasi. Kapolda minta kasus ini ditanggapi dengan arif dan bijaksana. &lt;br /&gt;12. Sejumlah tokoh dikonfrontir wartawan soal namanya masuk di dalam list statemenship. Chairil Effendy, Gusti Suryansyah, Paulus Florus bereaksi. Reaksi ini terus membesar. Lantas muncul pro dan kontra. Nyaris saja niat baik penggagas SP menjadi kontra produktif. Menjadi bumerang.&lt;br /&gt;13. Tokoh DAD, PFKPM, Kerabat Istana Kadriah dll datang menghadap Kapolda. Mereka menilai SP provokatif. Sejumlah media massa lokal kemudian menuding adanya dana internasional, dugaan neo-komunisme, upaya menggulingkan tampuk kepemimpinan daerah, bahkan tudingan provokator. &lt;br /&gt;14. Terjadi pertemuan informal sambil makan malam bersama di Orchardz Hotel difasilitasi Romo Robini Marianto terhadap sejumlah tokoh. Pihak tokoh adat Dayak hadir Thadeus Yus, Yakobus Kumis, Atan Phalil  dan Paulus Florus. Dari pihak penggagas hadir Asriyadi Alexander Mering, Yohanes Supriyadi dan Nur Iskandar. Di forum itu sudah disampaikan beberapa critical point dan permohonan maaf jika di dalam proses SP ada kesalahan dan kekurangan. Romo Robini kemudian mendapatkan amanah untuk membuat draft permohonan maaf. &lt;br /&gt;15. Draft maaf dibahas di Seminari Siantan antara Romo Robini dan Nur Iskandar, namun karena sudah memasuki dini hari, keduanya lelah, draft harus dilanjutkan di pagi hari/sore hari. &lt;br /&gt;16. Sejumlah tokoh antara lain Romo Robini, Utut, Romo William Chang, Kristianus Atok, Paulus Florus, Abdullah HS, Faisal Riza, Nur Iskandar dan Dwi Syafriyanti menindaklanjuti pembahasan draft maaf. Pembahasan deadlock pada beberapa hal krusial karena isi SP dinilai pro dan kontra. Masih debatable. Disimpulkan bahwa 77 statemenship harus berkumpul semua agar ada kekuatan hukum lantaran yang tertera namanya di dalam list bukan atas nama lembaga tetapi orang per orang sedangkan permohonan maaf berasal dari lembaga-lembaga. &lt;br /&gt;17. Nur Iskandar dkk kemudian mengundang pertemuan di Gitananda pada Minggu (4/10) pukul 08.00 sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. Tidak lempar batu sembunyi tangan. Hadir 16 orang. Beberapa menyampaikan pesan lewat SMS. Beberapa menyerahkan sepenuhnya terhadap mufakat para tokoh statemenship. &lt;br /&gt;18. Tiga jam berembug dihasilkan 3 point. Pertama, kedepankan ruh SP. Kedua, lanjutkan pendidikan pluralisme. Ketiga, action plan seminar, workshop, diskusi, bedah buku, launching buku, jambore interfaith dll sebagai menjembatani adanya pro dan kontra. &lt;br /&gt;19. Senin (5/10) empat penggagas diundang Dirintelkam Polda Kalbar di Mapolda. Empat nama yang disorot sebagai aktor intelektual SP masing-masing Andreas Harsono, Asriyadi Alexander Mering, Nur Iskandar dan W Suwito memenuhi undangan tersebut sejak pukul 11.00-18.00 WIB. Empat penggagas didampingi belasan statemenship lainnya. Seusai tanya-jawab di Mapolda dilaksanakan konferensi pers. &lt;br /&gt;20. Kapolda melalui Kabid Humas, Suhadi SW menegaskan, “Belum ditemukan adanya unsur pidana di dalam SP” tetapi aparat terus mengikuti perkembangan kasus SP yang pro-kontra. Dalam konferensi pers wartawan menguliti maksud, tujuan, sumber dana, ihwal maaf dll.&lt;br /&gt;21. Rabu (7/10) Kapolda mengundang seluruh statemenship, ormas, tokoh agama, tokoh adat, LSM, akademisi dll untuk makan siang bersama dilanjutkan dengan upaya mencari solusi Seruan Pontianak. Hadir lk 150 orang tokoh termasuk insan pers cetak maupun elektronik. &lt;br /&gt;22. Kabid Humas di dalam pembukaan meminta pers memberitakan secara objektif tidak memantik provokasi. Kapolda menegaskan forum diskusi ini mencari solusi, bukannya ajang penghakiman untuk mencari siapa yang kalah dan menang. Tampil moderator Dekan FISIP Untan, Prof Dr AB tangdililing, MA.&lt;br /&gt;23. Pada forum diskusi solusi SP disepakati adanya permohonan maaf disampaikan secara lisan dan ditindaklanjuti dengan penerbitan di tiga media massa yang sama seperti sebelumnya, yakni Borneo Tribune, Tribun Pontianak dan Pontianak Post.&lt;br /&gt;24. Kapolda menilai permohonan maaf adalah sikap gentlement karena sejak guru besar sampai tokoh masyarakat sudah menyatakan yang dituntut adalah permohonan maaf. Kapolda juga menegaskan dengan kasus SP, ia belajar banyak bagaimana menyikapi situasi seperti ini secara arif dan bijaksana. Adapun catatan kritis buat Andreas Harsono kapolda akan menanganinya. &lt;br /&gt;25. Kamis (8/10) iklan Seruan Pontianak telah menjadi Seruan Damai berisi permohonan maaf sesuai harapan di dalam diskusi di Mapolda Kalbar. Tribun Pontianak akibat faktor teknis memuat iklannya terlambat sehari. Sebab keterlambatan adalah faktor mis komunikasi, sama sekali bukan karena salah satu pihak mencederai kesepakatan bersama di Mapolda Kalbar. &lt;br /&gt;26. Semua pihak berharap damai selalu bagi Bumi Kalimantan Barat pada khususnya dan NKRI pada umumnya. Mari kita jaga dan rawat secara bersama-sama. Damai harus dimulai dari hati dan pikiran serta tindakan kita masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5253264982306040695?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5253264982306040695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5253264982306040695&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5253264982306040695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5253264982306040695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/kronologi-cerita-sp-selengkapnya.html' title='Kronologi Cerita SP Selengkapnya'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-6978795741481618063</id><published>2009-11-08T09:02:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T09:03:07.633-08:00</updated><title type='text'>Mari Jadikan Kasus SP Sebagai Proses Belajar Bersama</title><content type='html'>Sejak Iklan Seruan Pontianak (SP) terbit di Borneo Tribune, Tribun Pontianak dan Pontianak Post pada Senin (28/9) segera disambut pro dan kontra di tingkat elite maupun grass roots. Pro-kontra ini melahirkan polemik. Polemik yang tidak tertangani dengan baik akan menjadi kontra produktif, bahkan bumerang. Syukurlah Polda dan masyarakat mampu mengatasi berbagai titik kritis dalam kerangka penegakan supremasi hukum dalam tempo yang sesingkat-singkatnya sehingga kita bisa menjadikan kasus ini sebagai proses belajar bersama. Dan semoga segala hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya menebar benih damai ke lubuk hati untuk kemudian memancar ke segala penjuru mata angin nusantara, bahkan segala penjuru dunia. Bahwa orang Kalbar cinta damai. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pada edisi khusus ini, sesuai dengan berbagai masukan, perlu ditampilkan kronologi kasus SP dari A sampai Z. Dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Dengan demikian kita semua tidak seperti orang buta yang kenal gajah. Bagi yang baru memegang kakinya mengatakan gajah seperti pohon kelapa. Bagi yang baru memegang belalainya mengatakan gajah seperti ular. Bagi yang memegang kupingnya lantas mengatakan bahwa gajah itu tipis seperti  daun. Kesemuanya tidak salah, tetapi belum sempurna. Yang sempurna adalah yang integral-komprehensif-menyeluruh. &lt;br /&gt;Untuk menghindari bias, maka edisi khusus ini bukan liputan Borneo Tribune tetapi menerima tulisan luar. Ditampilkan ulasan akademik dari pakar konflik etnik dari Universitas Tanjungpura, Prof Dr Syarif Ibrahim Alqadrie. Beliau juga populer dengan hipotesa 2020-nya. Oleh karena itu pada tempatnyalah porsi halaman edisi khusus ini jatuh kepada Prof Syarif Ibrahim Alqadrie karena sesuai dengan kepakarannya.&lt;br /&gt;Artikel Prof Syarif yang juga dikirimkan ke Harian Equator dan Pontianak Post dimuat pada edisi khusus hari ini. Edisi khusus SP juga memuat tulisan ringan Edi Patebang prihal SMS yang dia terima perihal ajakan masuk di Seruan Pontianak. &lt;br /&gt;Edi yang aktif di Komnas HAM Kalbar cum jurnalis sempat membaca isi draftnya. Pegiat perdamaian ini sempat melakukan koreksi pada nama-nama  etnis dan angka-angka dalam draft, namun karena saran-saran itu ditolak, maka ia pun menolak namanya untuk dicantumkan. &lt;br /&gt;Edisi khusus ini juga memuat kronologi dengan petikan-petikan foto secara lengkap sehingga setiap pembaca bisa mengikuti sejak awal kisah SP sapai akhir secara general. Kronologi ini adalah dokumentasi otentik faktual atas rekam jejak peristiwa yang telah terjadi sepanjang proses, hingga ujung permohonan maaf. &lt;br /&gt;Semoga dengan membaca edisi khusus ini semua kita dapat belajar banyak dari kasus Seruan Pontianak yang kemudian berujung pada Seruan Damai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-6978795741481618063?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/6978795741481618063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=6978795741481618063&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/6978795741481618063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/6978795741481618063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/11/mari-jadikan-kasus-sp-sebagai-proses_08.html' title='Mari Jadikan Kasus SP Sebagai Proses Belajar Bersama'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-7382215858900206622</id><published>2009-09-22T08:32:00.000-07:00</published><updated>2009-09-22T08:35:09.999-07:00</updated><title type='text'>Buka Puasa dan Persiapan Pawai Takbir Akbar</title><content type='html'>Orang mengatakan bahwa kinerja redaksi memang tiada kenal kata henti. Orang berpuasa, redaksi juga berpuasa. Orang berbuka, redaksi terus bekerja dengan menyisihkan waktu untuk terus bisa menikmati berbuka puasa bersama keluarga, rekan sekerja maupun handai taulan.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Seperti yang dapat Anda baca dari Borneo Tribune, bahwa liputan Ramadan terus berlanjut dari berbagai sisi. Mulai dari derap ibadah ritual, spiritual, hingga sosial dan budaya. Kinerja liputan tetap menukik sampai kepada rekam jejak kehidupan dari segala macam aspeknya, 24 jam. &lt;br /&gt;Dua hari yang lalu Redaksi Borneo Tribune turut menyemarakkan buka puasa bersama ala tokoh Kalbar, Oesman Sapta. Hari berikutnya giliran kami yang mengundang keluarga dekat Borneo Tribune, terutama karyawan-karyawati serta keluarga untuk dapat berbuka puasa bersama.&lt;br /&gt;Kegiatan buka puasa bersama di Borneo Tribune mengambil tempat di Gedung Tribune Institute diikuti tak kurang dari 60-an orang. Terdapat di dalamnya sejumlah tokoh seperti Maikhel Yan Sriwidodo, Andreas Acui Simanjaya, Syafaruddin Usman, Sri Nur Aeni, Pay Jarot Sujarwo dan dua orang warga negara asing, masing-masing Christian Kleissle dari Jerman dan Alena dari Bulgaria. &lt;br /&gt;Buka puasa bersama yang lintas etnis dan agama ini sudah menjadi tradisi bagi Borneo Tribune. Tradisi untuk melihat bahwa ajaran memanage hawa nafsu adalah nilai universal yang diajarkan oleh seluruh agama. Maka tak ayal dalam undangan pun dituliskan, ”Buka Puasa Bersama sekaligus Dinner Party.”&lt;br /&gt;Romo William Chang menyampaikan salam bahwa dia respek dengan acara ini namun sedang ada kegiatan di luar. Begitupula Kadispen Polda Kalbar yang sedang mewakili Kapolda berbuka puasa bersama di Hotel Mercure.&lt;br /&gt;Buka puasa bersama sekaligus Dinner Party di Borneo Tribune dikatakan Alena sebagai pengalaman pertama buatnya. Tentu saja sangat berkesan. &lt;br /&gt;Topik dialog menjelang berbuka puasa bersama adalah kamtibmas terakhir di Kota Pontianak dan sekitarnya. Terutama pasca kasus Tanjung Raya dan Punggur yang ibarat Gang 17 Jilid II. Kita berharap semua pihak bisa menahan diri karena di sinilah keberhasilan berpuasa, yakni kemampuan mengendalikan diri benar-benar diuji. Diuji tidak hanya sebulan Bulan Ramadan, tapi nanti 11 bulan berikutnya. Kita berharap semua pihak berhasil dalam training puasa sehingga Kalbar senantiasa kondusif, polisi senantiasa arif dan cepat-tepat dalam bertindak. Adapun masyarakat bisa menjadi polisi bagi diri sendiri. &lt;br /&gt;Pembaca, kesibukan redaksi tidak hanya di lingkungan Tribune Plex, tetapi juga di Karimata 43. Di Sekber ini kami bekerjasama dengan para pihak terutama FLEGT Support Project serta Sekber 43 untuk menggelar seminar Conflict Resolution menghadirkan Farid Gaban serta Muhammad Yunus. Kegiatan ini juga ditutup dengan berbuka puasa bersama. &lt;br /&gt;Sementara itu kegiatan lain yang sedang dipersiapkan adalah Borneo Tribune sebagai Event Organizer Pawai Takbir Akbar keliling Kota Pontianak. Rapat teknis telah dilakukan di tingkat Pemkot Pontianak dan Pemprov Kalbar. Menurut rencana start akan mengambil tempat di Pendopo Gubernur dengan serangkaian acara serta finish di Taman Alun Kapuas. Pemkot mengangkat Idul Fitri sebagai salah satu agenda pariwisata kota. &lt;br /&gt;Pembaca, kami mohon dukungan Anda untuk suksesnya semua langkah langkah yang kami tempuh. Kesemua langkah itu adalah untuk kemajuan kita bersama. Karena: bersama kita bisa. Bersatu kita menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-7382215858900206622?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/7382215858900206622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=7382215858900206622&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7382215858900206622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7382215858900206622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/09/buka-puasa-dan-persiapan-pawai-takbir.html' title='Buka Puasa dan Persiapan Pawai Takbir Akbar'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-7876543406470458982</id><published>2009-09-22T08:20:00.000-07:00</published><updated>2009-09-22T08:32:23.960-07:00</updated><title type='text'>Gang 17 Jilid II Terjadi di Tanjung Raya</title><content type='html'>Sikap tanggap aparat Polri patut diacungi jempol karena kembali berhasil menangani kasus kriminalitas murni yang melibatkan massa, Kamis (3/9) malam. Kasus Gang 17 yang terjadi November 2007 lalu kembali terulang di Tanjungraya dengan skala yang nyaris sama, hanya saja tingkat kerusakan ruko relatif sangat kecil. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ruko yang dirusak massa bernama PD Cinta Damai. Toko ini semula berjualan fashion, namun berubah menjadi jualan air kelapa muda. Di ruko ini dahulu menetap Ibu Rita, tetapi Ibu Rita sudah berpindah ke Gang Peniti sejak tiga tahun yang lalu. Sebaliknya yang menjaga ruko adalah Bie Wong alias Apeng (26) beserta istri dan dua anaknya.&lt;br /&gt;Entah mengapa di malam hari itu Apeng naik pitam. Ia meninju Tri Andika (17) yang dinilainya parkir sembarangan di depan ruko miliknya. “Kalau mau parkir parkir yang rapi jangan parkir seperti di rumah kamu dan saya lalu memindahkan motor dan di saat memindahkan motor saya langsung ditinju, saya sempat menangkis tinjunya pelaku,” jelas Andi di pemeriksaan kepolisian. &lt;br /&gt;Dikatakan olehnya, walau sempat menangkis pukulan pelaku, namun sempat terkena imbas di pipi bagian rahang kiri. Atas kasusnya ini, Andi langsung membuat laporan di Polsekta Pontianak Timur dan saat itu juga korban langsung dibawa ke RS. Yarsi untuk mendapatkan visum. Kebetulan jarak tempat kejadian perkara hanya sekitar 100 meter dari Yarsi.&lt;br /&gt;Perkara yang sebenarnya sepele ini segera menyebar dari mulut ke mulut. Tak pelak lagi massa yang berkumpul menjadi anarkis karena pintu ruko diketuk untuk perwakilan massa menjumpai Apeng tak kunjung dibukakan. Tak ayal, folding gate dirusak massa. Dampaknya polisi segera turun tangan dan sempat melepaskan tembakan hampa ke udara sebagai peringatan.&lt;br /&gt;Seperti yang dilakukan polisi di Gang 17 di mana penghuni rumah dievakuasi, hal ini pula yang terjadi atas diri Apeng, istri dan anak-anaknya. Dan proses evakuasi ini tidak mudah di tengah kerumunan massa sekitar seribuan orang. Terlebih beredar pula isu-isu yang tidak sedap sehingga perlu dijelaskan duduk perkara yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Untuk mengamankan situasi, Kapoltabes Pontianak, Kombes Pol Moch. Asep Syahrudin bersama Kasat Operasi dan Kasat Reskrim serta ratusan anggota dikerahkan untuk mengamankan situasi. Mereka berjaga di TKP hingga larut malam. “Belum ada perintah penarikan, kami masih ronda di sini,” kata anggota bersenjata lengkap.&lt;br /&gt;Sementara itu ibu kandung Apeng, Rita menelepon pekerjanya, Ana untuk mengisi kekosongan warung karena Apeng sekeluarga dievakuasi ke Mapoltabes. Ana yang aksen Melayunya amat sangat kental mengakui bahwa Rita adalah majikannya yang sangat baik. Bertahun-tahun menetap di Tanjungraya tak pernah ada masalah. “Saya juga dulu kerja di ruko ini, tapi sekarang ikut Bu Rita di Gang Peniti untuk bisnis rumah kost,” kata Ana ditemui lewat tengah malam kemarin. &lt;br /&gt;Ana yakin kasus ini akan selesai dengan baik karena masing-masing pihak ingin hidup berdampingan secara damai. Terlebih nama toko yang digunakan Apeng pun PD Cinta Damai. Berdamailah karena damai itu indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-7876543406470458982?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/7876543406470458982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=7876543406470458982&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7876543406470458982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7876543406470458982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/09/gang-17-jilid-ii-terjadi-di-tanjung.html' title='Gang 17 Jilid II Terjadi di Tanjung Raya'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5113557688041950469</id><published>2009-09-13T08:33:00.000-07:00</published><updated>2009-09-13T08:40:08.885-07:00</updated><title type='text'>Draft</title><content type='html'>Saya menghubungi sejumlah tokoh untuk "Seruan Pontianak". Ini baru draft. Tolong kasi masukan dan dukungan dengan memasukkan nama masing-masing. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Seruan Pontianak&lt;br /&gt;Kami prihatin dengan ketegangan belakangan ini, antara beberapa warga Kalimantan Barat, yang dianggap Melayu, dan mereka yang dianggap Tionghoa. Sengketa-sengketa kecil, antar perseorangan, dari soal mobil BMW tergores, parkir motor hingga pengembalian sekaleng cat, bisa berujung perkelahian serius. Ada rumah dirusak. Ada kemarahan. Ada ketakutan. &lt;br /&gt;Kami sadar Kalimantan Barat adalah kawasan rawan kekerasan berdarah. Perubahan sosial besar-besaran, sejak penyerahan kedaulatan dari Kerajaan Belanda kepada Republik Indonesia, lantas tahun pengalaman 1950an serta masa Orde Baru, menciptakan banyak dinamika baru di Borneo. Kesultanan-kesultanan dipinggirkan. Batas-batas berubah. Kekuasaan bergeser dan keadaan populasi berubah. Kini pasca-Soeharto, Kalimantan Barat juga melihat perubahan besar lewat pemilihan umum dan sebagainya. &lt;br /&gt;Jamie Davidson, seorang peneliti dari Universitas Washington, menyebut pembunuhan sekitar 3,000 orang Tionghoa pada 1967 sebagai “akar kekerasan” di Kalimantan Barat. Kekerasan berbuah kekerasan. Pada 1977, sekitar 600 orang Madura dibunuh di Sanggau Ledo. Pada 1999, giliran Sambas membersihkan orang Madura. Sekitar 3,000 orang Madura dibunuh dan 120,000 melarikan diri. Penderitaan mereka tentu jadi ingatan pahit kita semua. &lt;br /&gt;Empatpuluh tahun ternyata tak membuat kekerasan menghilang dari Pontianak. Kelemahan penegakan hukum, ketiadaan policy pemerintahan yang bermutu  serta ketiadaan upaya mencari kebenaran dan keadilan, membuat kekerasan berakar makin dalam di kawasan ini. Akibatnya, banyak warga Kalimantan Barat menekankan simbol-simbol etnik dan budaya secara tidak proporsional: Dayak, Jawa, Madura, Melayu, Tionghoa dan sebagainya. Bila ada persoalan kriminal biasa, sebagian orang lantas menggesernya jadi persoalan kelompok etnik atau agama. Mereka menggerakkan “solidaritas semu” guna mobilisasi massa.  &lt;br /&gt;Namun kami ingat bahwa fitrah manusia adalah berbeda dan beragam. Perbedaan bukan alasan untuk melakukan kekerasan. Keragaman bukan alasan untuk saling bermusuhan. Manusia berkembang sesuai fitrahnya. Kita sekarang tak bisa memutar kembali arah jarum jam. Punya organisasi etnik budaya dan agama, juga bukan kejahatan namun ia perlu dijalani dalam suatu negara hukum. Hukum seharusnya berdiri tegak dalam masyarakat yang beragam. Kita perlu belajar menempuh jalan lurus, belajar dari kekerasan masa lalu demi masa depan yang lebih damai. &lt;br /&gt;Oleh karenanya kami menyerukan warga Pontianak untuk membongkar akar kekerasan dalam masyarakat kita. Kami menyerukan warga Pontianak untuk belajar menyelesaikan perbedaan pendapat, dari soal goresan mobil hingga soal dagang, lewat cara-cara damai. Gunakan jalur hukum. Manfaatkan kantor polisi, kejaksaan dan pengadilan. &lt;br /&gt;Kami juga menyerukan kepada para polisi, jaksa dan hakim di Pontianak untuk bekerja keras, tidak berat sebelah dan sejujur-jujurnya dalam menegakkan hukum. Kami sadar hukum bukan panglima di negara Indonesia. Kami sadar korupsi mengakar bersama dengan kekerasan. Namun kita perlu memanfaatkan ruang-ruang hukum yang ada, sesempit apapun, untuk memperkuat prinsip negara hukum. &lt;br /&gt;Kami juga minta kepada pemerintah  Indonesia, dengan kedudukan Jakarta maupun Pontianak, melakukan penyelidikan terhadap kejahatan-kejahatan hak asasi manusia dalam pembunuhan dan pengusiran orang Tionghoa tahun 1967 maupun pembantaian orang Madura pada 1977 maupun 1999. &lt;br /&gt;Kami minta pemerintah membentuk komisi independen guna mencari para korban dan merekam kesaksian mereka serta menyelidiki mereka yang dianggap bertanggungjawab terhadap kekerasan-kekerasan tersebut serta menyelesaikan dengan tuntas lewat pengadilan. &lt;br /&gt;Kami percaya selama orang belum bisa belajar dari sejarah masa lalu, mereka yang dulu melakukan pembunuhan massal, juga takkan takut untuk senantiasa bikin mobilisasi etnik, budaya atau agama, dan bila perlu, melakukan pembantaian lagi. Selama kebenaran dan keadilan tak ditegakkan, selama itu pula kita tak mengerti pentingnya hidup damai dalam persaudaraan yang tulus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pontianak, 19 September 2009 [TANGGAL SEMENTARA]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5113557688041950469?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5113557688041950469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5113557688041950469&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5113557688041950469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5113557688041950469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/09/draft.html' title='Draft'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-2140957310927199356</id><published>2009-08-23T08:03:00.000-07:00</published><updated>2009-08-23T08:10:29.301-07:00</updated><title type='text'>Memindai Rumah Mimpi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SpFb189SwMI/AAAAAAAADGU/vz5c1rUWCtc/s1600-h/Foto+P02+yang+ok-ok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SpFb189SwMI/AAAAAAAADGU/vz5c1rUWCtc/s200/Foto+P02+yang+ok-ok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373176812884115650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Taman Gitananda di kawasan GOR Pangsuma Pontianak berdiri dengan segala idealismenya di bidang pendidikan serta tumbuh kembang anak. Gitananda ini sempat memindai perhatian warga Kota Pontianak pada khususnya dan Kalbar pada umumnya lewat aktivitas-aktivitas pendidikan maupun tumbuh kembang anak. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tak sedikit mata acara berlangsung di tempat strategis ini, sebut satu di antaranya adalah pentas kreasi seni pelajar di hari pendidikan nasional, lomba mewarnai, latihan menari, hingga Kak Seto pun tandang kemari. Tetapi musibah alam datang menimpa. Yakni kawasan GOR Pangsuma Pontianak menjadi daerah pengungsian. Pengungsian yang memakan waktu lama. Bertahun-tahun. &lt;br /&gt;Tak ayal lagi, Play Group dengan fondasi sekolah alam pun menyusut penggemarnya. Bukan karena manajemen dan out put yang buruk, melainkan situasinya tidak kondusif. Tidak kondusif dalam arti sosial, maupun lingkungan hidup. &lt;br /&gt;Nasib Taman Gitananda sejak saat itu pun semakin terkatung-katung. Terlebih roda zaman terus bergerak sehingga para tokoh pendiri satu per satu non aktif. Maka mesin penggeraknya pun mengendur.&lt;br /&gt;Tetapi segala sesuatu yang baik itu selalu saja ada jodohnya. &lt;br /&gt;Di tempat lain tumbuh idealisme yang sama kuat di kalangan anak muda. Di Borneo Tribune dan Tribune Institute aktif melakukan training dan kampanye jurnalisme kampung, jurnalisme sastrawi serta jurnalisme online. Pada sisi lain ada Pijar Publishing di bawah kepeloporan Pay Jarot Sujarwo yang malang melintang memotivasi pelajar dan mahasiswa untuk menulis, menulis dan menulis. Ia juga keluar masuk sekolah dan kampung maupun kampus untuk genre kepenulisan berbasis sastra atau fiksi. &lt;br /&gt;Masih satu lagi: Canopy Indonesia. Anak-anak muda di sini, di bawah kepemimpinan Deni Sofian ingin mengabadikan dokumen sejarah. Dari dokumentasi (baca: difilmkan) maka pemirsa akan mudah mengurai asah, asih dan asuh. Lewat tiga A tersebut terjalin mimpi-mimpi bersama untuk mewujudkan Kalbar yang maju dan independen berbasis pendidikan. Pendidikan sejak usia dini. Pendidikan yang sinergis dan terintegrasi dengan lingkungan sosialnya. &lt;br /&gt;Benar bahwa segala sesuatu yang baik itu akan bertemu jodohnya. Maka Borneo Tribune-Tribune Institute, Pijar Publishing, Canopy Indonesia dan Taman Gitananda (Yayasan Bina Paramuda Khatulistiwa) saling merapatkan diri. Tujuannya bagaimana mengaktivasi kembali kegemilangan Taman Gitananda era 90-an kepada era kesejagatan kini. Keempat lembaga ini pun aktif menganyam mimpi-mimpi indah kembali. Mimpi-mimpi ini disebut dengan ”Rumah Mimpi”. Mimpi bersama untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;Sedikitnnya sudah tiga kali pertemuan formal membahas kerjasama mengaktivasi Taman Gitanada. Dua kali diselenggarakan di Tribune dan sekali di Taman Gitananda. Hasilnya? Go head. Jalan terus. Apalagi pertemuan non formal pun tak terhitung jumlahnya. Maka kloplah sudah.&lt;br /&gt;Ketua Yayasan, Ny Hj Sri Kadarwati HA Aswin memberikan lampu hijau. Ketua Ops, Drg Ary membantu mengarahkan. Kegiatan demi kegiatan pun mengalir. &lt;br /&gt;Canopy menggelar In Docs serial film dokumenter kelas dunia disusul launching buku, eksebisi foto dan lukisan Pijar Publishing, hingga kunjungan internship programme Bonn University ala Borneo Tribune-Tribune Institute. &lt;br /&gt;Dus program demi program pun terus dirajut-berlanjut. Kebersamaan terus terpatri dan insya Allah akan ada tabulasi aktivitas sepanjang tahun 2010 kelak. &lt;br /&gt;Cita-cita mulia berbasis edukasi pun terus dikejar. Semoga saja fajar terang dapat diraih seperti kata Bung Karno, ”Gantungkan cita-citamu setinggi langit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-2140957310927199356?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/2140957310927199356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=2140957310927199356&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2140957310927199356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2140957310927199356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/memindai-rumah-mimpi.html' title='Memindai Rumah Mimpi'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SpFb189SwMI/AAAAAAAADGU/vz5c1rUWCtc/s72-c/Foto+P02+yang+ok-ok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-6193132260120074545</id><published>2009-08-18T11:37:00.001-07:00</published><updated>2009-08-18T11:40:42.561-07:00</updated><title type='text'>Sambut HUT RI dengan Diklat Kehumasan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sor1olZtIwI/AAAAAAAADGM/2EjkfLbH21E/s1600-h/DSC04841.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sor1olZtIwI/AAAAAAAADGM/2EjkfLbH21E/s200/DSC04841.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371375583176237826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Humas adalah public relation (PR) di lembaga pemerintah ataupun swasta. Humas atau PR adalah kepanjangan tangan dari “atasan” sekaligus penyambung lidah rakyat. Tugasnya melakukan akomodasi pemikiran maupun gagasan sehingga lahir kebijakan-kebijakan yang menguntungkan semua pihak. Tugas yang berat untuk  mampu menjembatani kepentingan atas maupun bawah, kiri maupun kanan, depan maupun belakang. All sides.&lt;br /&gt;Sadar bahwa peran humas dalam kaitannya dengan media massa sangat penting, maka kami dari Borneo Tribune dan Tribune Institute menggelar Diklat Kehumasan. Sebuah pendidikan dan pelatihan yang diramu sedemikian rupa sehingga hasilnya benar-benar “cespleng,” jadi. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kenapa kami berani mengatakan “cespleng—jadi”. Ya, karena kami mempunyai sarana dan prasarana yang memadai. Kami mempunyai perangkat media cetak massal yang lengkap. Kami juga punya skill yang memadai. Ditambah sempurna dengan kerjasama internasional dalam hal ini bersama Bonn University. Kami juga akan melibatkan internsip programe: Christian Kleisle dan Annabelle Schmitt. Keduanya akan turut ambil bagian dalam presentasi dengan topik relasi PR dengan media massa maupun etika dalam praktik jurnalisme. Tetap dalam konteks teknis pragmatis hubungan kelembagaan antara humas dengan media massa. &lt;br /&gt;Waktu yang dipergunakan sejak 12-14 Agustus tidak hanya teori tetapi lebih menekankan praktikum. Sarana dan prasarana praktikum juga amat sangat memadai. Setiap peserta akan mendapatkan satu unit komputer connecting dengan internet sehingga mereka bisa praktik menulis press realease, download dan upload foto, sent email, maupun aneka ragam kepenulisan media massa. &lt;br /&gt;Kelas belajar ini sengaja kami targetkan maksimal 15 orang saja agar intensitas pelatihan bisa sempurna. Jika terlalu ramai maka intensitas berkurang. Kami mau sekali dayung dua tiga pulau terlewati. Pelatihan tidak hanya sekedar datang, duduk, dengar. Tetapi datang, duduk, praktik sampai bisa. Sampai membumi sebagai PR kerjasamanya dengan media massa. Dengan demikian fungsi akomodatif PR menjembatani kepentingan atas-bawah, depan-belakang, kiri-kanan dapat berjalan “cespleng.”&lt;br /&gt;Inilah perjuangan. Inilah yang bisa kami persembahkan menyambut dan mengisi HUT RI ke-64. Kami berjuang untuk mempersembahkan yang terbaik dari menyuguhkan sesuatu yang terbaik yang kami miliki. &lt;br /&gt;Pembaca yang budiman. Jika Anda tertarik untuk mengikuti kegiatan ini, kami akan menyambut dengan tangan terbuka serta service excellent. Kami tunggu pendaftarannya di alamat redaksi, pada waktu dan jam kerja. Ingat kesempatan amat sangat terbatas.&lt;br /&gt;Mari kita bersama berjuang dan terus berjuang. Perjuangan kita sekarang memang sudah tidak seperti para pendahulu di tahun 1945 yang berjuang dengan bambu runcing, tetapi mengisi kemerdekaan dengan profesionalisme. Salah satunya adalah meningkatkan kinerja profesionalitas kehumasan atau public relation. Public relation adalah ujung tombak kesuksesan setiap insan maupun lembaga. Baik negeri maupun swasta. Jika profesional sebuah humas/PR maka akan semakin berjaya seseorang atau suatu lembaga. Begitu sebaliknya. Vise versa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-6193132260120074545?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/6193132260120074545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=6193132260120074545&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/6193132260120074545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/6193132260120074545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/sambut-hut-ri-dengan-diklat-kehumasan.html' title='Sambut HUT RI dengan Diklat Kehumasan'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sor1olZtIwI/AAAAAAAADGM/2EjkfLbH21E/s72-c/DSC04841.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-3659988518959227127</id><published>2009-08-18T11:22:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T11:28:12.233-07:00</updated><title type='text'>Merenda Semangat Sastra WS Rendra</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SorytKgkGgI/AAAAAAAADGE/2UvkYWe2lMA/s1600-h/baca+sajak+by+Budi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SorytKgkGgI/AAAAAAAADGE/2UvkYWe2lMA/s200/baca+sajak+by+Budi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371372363321711106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengutip salah satu kalimat puitis WS Rendra, “Ia merenda kain mungil dan harapan…” kami sejumlah anak muda Kota Pontianak berkumpul di halaman Tribune Institute di bawah sinar bulan purnama. Kebetulan alamat kami di Jalan Purnama sehingga merenda kain mungil dan harapan terasa makin ritmis serta puitis. Puitisnya puitis yang alami. Terlebih Pay Jarot Sujarwo pimpinan Pijar Publishing juga membawa gitar serta melankolis membacakan sajak-sajak WS Rendra. Tepuk riuh pun bergemuruh. Applaus selalu lahir di setiap usai pembacaan sajak. Tak kalah semangatnya dengan film dokumenter karya Sumanjaya yang ditampilkan Pay. Film dokumenter itu adalah pembacaan puisi WS Rendra di Universitas Indonesia dan Institute Teknologi Bandung. Masing-masing berjudul Sajak Buat Mahasiswa dan Sajak Sebatang Lisong.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Acara “Mengenang WS Rendra” diselenggarakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, Jumat (8/8) kemarin. Acara direncanakan hanya enam jam sebelumnya, di mana Pay berjumpa dengan saya untuk urusan penerbitan buku dan punya rasa yang sama untuk menghormati wafatnya penyair “ruar biasa” Wahyu Sulaiman Rendra pada Kamis malam dan dimakamkan pada Jumat siang. Prinsip kami sama: lebih cepat-lebih baik. &lt;br /&gt;Pay bertugas menghubungi sejumlah rekan. Saya dkk menyiapkan tempat dan penganan. Alhasil terkumpul sekitar 20-an orang. “Pak Halim Ramli tak bisa datang karena baru saja keluar dari rumah sakit. Beliau menyampaikan salam saja. Pak Harun Das Putra juga tak bisa hadir karena ada halangan. Tetapi yang hadir di sini ada dari Komstain, mahasiswa aktivis, Madanika, penulis dan jurnalis,” ungkap Pay memandu acara. Acara dimulai sejak pukul 20.00 WIB.&lt;br /&gt;Ada banyak hal penting yang menyeruak sepanjang acara yang berakhir 30 menit lewat tengah malam itu. Pertama bahwa jiwa sastra masih ada di Kota Pontianak walau menurut Kang Leman dari Taman Budaya jalannya “tertatih-tatih” sejak dahulu kala. Jiwa sastra itu mengundang hadir di forum yang sama lantas berbagi seni lewat pembacaan sajak maupun deklamasi. Tampillah Pay dengan puisi disertai musik, Asriyadi Alexander Mering, Budi Rahman, Rizki Wahyuni, Oong, Ali, Leman. Saya sendiri tidak membacakan puisi melainkan sedikit bercerita soal edukasi yang ditularkan WS Rendra secara langsung ke dalam jiwa dan pikiran saya. &lt;br /&gt;Saya sebetulnya tak mengenal WS Rendra lebih dari apa yang saya pelajari di bangku sekolah ketika SD. Beruntung saat SMP saya aktif di Bengkel Teater Mujahidin. Di sini ada Yudhiswara, Odhys dan Mizar Bazarvio yang mendidik bersastra ria. Saya diikutsertakan dalam menyambut dan mengisi acara saat pentas “Selamatan Anak Cucu Sulaiman” di GOR Pangsuma Pontianak sekira tahun 1988. Ketika itu Rendra hadir bersama Adi Kurdi, Syamsul Rizal dan istrinya Ken Zuraida. &lt;br /&gt;Malam sebelum tampil di GOR saya berdecak kagum dengan Rendra melalui kisah sastranya, juga pembacaan puisi-puisi Chairil Anwar yang dilakukannya. Saya masih terngiang-ngiang sampai sekarang cara WS Rendra membaca puisi Chairil berjudul Aku. Kala itu Rendra ada diskusi sastra bersama sastrawan maupun budayawan Kalimantan Barat. &lt;br /&gt;Saya berdecak kagum kepadanya. Lebih berdecak kagum lagi manakala menyaksikan Rendra dkk tampil di GOR memanggungkan Selamatan Anak Cucu Sulaiman. &lt;br /&gt;Decak kagum saya adalah penampilan team Bengkel Teater Rendra sangat hebat di depan melompongnya penonton. Menyedihkan sekaligus membanggakan. Di sini saya bisa memaknai prinsip Rendra bahwa seni untuk seni. Bukan seni untuk uang. &lt;br /&gt;Ketika menyodorkan buku catatan harian saya, WS Rendra memberikan empat kalimat puitis: Kesadaran adalah matahari// Kesabaran adalah bumi// Keberanian menjadi cakrawala// Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. &lt;br /&gt;Saya mengecamkan empat kalimat yang saya terima seperti wangsit di tahun 1988 itu. Saya hapal dan saya berusaha berjuang menjalankan komitmen. Tak terkecuali menyemai dan memelihara semangat sastra Rendra. Sastra pembebasan. Sastra yang merubah peradaban dari gelap menjadi terang. Seperti kalimat terakhir yang disebut-sebut Mas Willy.&lt;br /&gt;Saya bersua dalam tempo lebih lama kepada Rendra sekitar 3 jam bersama saat Beliau diundang panitia Musik Kampus FT Untan tahun 1995. Selain Rendra juga hadir politisi Aberson Marley Sihaloho serta Sri Bintang Pamungkas. Saya wawancara khusus bersama Rendra di Kapuas Palace ditemani Syafaruddin Usman. Kapasitas kami ketika itu adalah reporter kampus Mimbar Untan. &lt;br /&gt;Dalam wawancara 3 jam itu Rendra mengisahkan kilas balik hidupnya. Betapa ia anak militer yang diharapkan menjadi dokter justru tumbuh menjadi penyair. “Mau hidup apa dari penyair?” sinis keluarganya. &lt;br /&gt;Rendra terus bercerita soal perjuangan hidupnya. Sampai kisah siksa di penjara serta nilai hidup yang amat sangat mahalnya. “Alangkah indah teriakan bocah manakala saya siuman dari pingsan di ruang gelap gulita,” ujarnya yang mengiris hati saya seperti sembilu. Saya terus terang tak pernah mengalami derita fisik seperti dirasakan WS Rendra. Tapi cukuplah kisahnya saya rekam sebagai pelecut untuk merealisasikan “Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata….”&lt;br /&gt;Rendra mentraktir kami minum jus jeruk dan pisang goreng. Ia memotivasi kami yang masih belia. &lt;br /&gt;Diujung wawancara, saya kembali meminta kalimat kalimat bertuah dari Mas Willy. Ia pun memberikan sebuah lukisan sederhana. Sebuah bola dan garis. Di bawahnya ia menulis: Hadir dan Mengalir. Dua kata sihir bagi saya. Bahwa hidup ini memang esensinya bergerak laksana tawaf di muka kabah. Hadir dan mengalir. Justru tanpa mengalir kita mati terinjak-injak.&lt;br /&gt;Kembali ke Malam Sastra WS Rendra. Kawan-kawan tampil mengapresiasi sajak-sajak si Burung Merak. Sajak yang bernas sekaligus memberontak. Laksana cambuk yang menyadarkan orang-orang dari tidur panjangnya. Sesuatu yang menjadi nilai seperti selama ini kita cari. &lt;br /&gt;Catatan penting kedua adalah idealisme tercurah dengan momentum wafatnya WS Rendra. Kami saling bertukar pikiran dan perasaan. Kami juga mengagendakan malam-malam sastra seperti ini secara rutin, minimal sebulan sekali. Banyak tempat yang bisa menjadi pilihan. Selain di Borneo Tribune dan Tribune Institute juga Taman Gitananda atau Rumah Mimpi yang kami aktivasi melalui konsorsium bersama pihak Yayasan. &lt;br /&gt;Pada 15-17 Agustus akan dihelat sejumlah acara berujung sastra di sana. Kita mengundang dan mengharapkan kehadiran penikmat dan pemerhati maupun siapa saja yang tertarik pada kesusastraan dalam konteksnya yang seluas-luasnya. &lt;br /&gt;Kami mulai merenda kain mungil dan harapan…kami berharap gayung bersambut—kalimat berjawab. Salam sastra. Salam kebudayaan. Wafatnya WS Rendra bukan untuk ditangisi, tapi untuk dimaknai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-3659988518959227127?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/3659988518959227127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=3659988518959227127&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/3659988518959227127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/3659988518959227127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/merenda-semangat-sastra-ws-rendra.html' title='Merenda Semangat Sastra WS Rendra'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SorytKgkGgI/AAAAAAAADGE/2UvkYWe2lMA/s72-c/baca+sajak+by+Budi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-7804258200374969524</id><published>2009-08-18T11:19:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T11:22:12.678-07:00</updated><title type='text'>Internet Oke, Listriknya Tolong...Kami Pernah Rugi Rp 100 Juta</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SorxTeAMG9I/AAAAAAAADF8/jqMl_QGI9jY/s1600-h/Mou+Borneo+Tribune+dengan+PT+Telkom+by+Mering+(1).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SorxTeAMG9I/AAAAAAAADF8/jqMl_QGI9jY/s200/Mou+Borneo+Tribune+dengan+PT+Telkom+by+Mering+(1).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371370822366403538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Corporate Customer Gathering PT Telkom-PT Borneo Tribune Press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Ulin di lantai 5 Hotel Santika bergemuruh dengan gelak tawa yang riuh rendah kala Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama Universitas Tanjungpura, Ir H Iqbal Jayadi, MT memberikan kata sambutan seusai penandatanganan memorandum of understanding (MoU) bersama pihak Telkom seusai penandatanganan kerjasama di bidang transmisi antara PT Borneo Tribune Press bersama PT Telkom. Ia mengatakan, “Internetnya sudah oke Pak Walikota, tapi tolong listriknya jangan byar pet melulu. Kami pernah rugi di atas Rp 100 juta karena kerusakan alat-alat laboratorium.”&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Wakil Walikota, Paryadi yang duduk bersebelahan dengan Aris Dwi Tjahjanto, General Manager Unit Entreprise Regional Kalimantan turut tergelak karena situasi pelayanan PLN byar-pet di mana-mana. Tak urung dalam dua hari terakhir ini media memberitakan demontrasi masyarakat kepada pihak PLN. &lt;br /&gt;Iqbal meneruskan agar pelayanan PLN bisa ditingkatkan. Terutama kinerja PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel). “Kita berharap PLN bisa cepat pulih, jangan seperti setahun atau dua tahun terakhir ini,” kritiknya secara halus. &lt;br /&gt;Corporate Customer Gathering yang dihelat PT Telkom memang bukan ajang penghujatan bagi PLN yang juga BUMN. Tetapi komentar Purek IV Untan bagai mewakili harapan semua pihak. Terlebih menjelang Ramadhan serta Idul Fitri yang sudah di depan mata. &lt;br /&gt;Sebaliknya, acara yang digelar Telkom adalah menandai dua paket penandantanganan kerjasama antara PT Borneo Tribune Press dalam hal transmisi. MoU ini ditandatangani oleh Dirut PT Borneo Tribune Press, W Suwito, SH, MH yang diwakili saya karena yang bersangkutan sedang berada di Bunaken, Sulawesi Utara. Sedangkan pihak PT Telkom diteken langsung Aris Dwi Tjahjanto, General Manager Unit Entreprise Regional Kalimantan. Adapun paket kedua adalah MoU antara PT Telkom bersama Universitas Tanjungpura di mana Rektor, Prof Dr H Chairil Effendy diwakili Purek IV Ir H Iqbal Jayadi, MT.&lt;br /&gt;Transmisi yang dijalankan PT Borneo Tribune Press ditangkap dari Satelit Palapa yang merupakan bagian dari layanan PT Telkom. Transmisi itu kemudian diteruskan ke pemancar TVRI Kalbar. Melalui transmisi ini TVRI Kalbar bisa ditangkap di seluruh wilayah melalui pemancar parabola, serta dapat pula ditangkap di seluruh Indonesia maupun sejumlah negara bilangan Asia. &lt;br /&gt;Saya pernah menjadi salah satu narasumber di acara interaktif TVRI. Saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri ada peserta interaktif yang naik tayang dari Sungai Pinyuh, Ngabang, bahkan Australia. Hal ini menunjukkan bahwa layanan transmisi sudah bekerja setelah sempat fakum beberapa waktu lamanya.&lt;br /&gt;Menjawab permintaan pembawa acara, Magdalena yang juga presenter TVRI Kalbar, saya mengatakan bahwa kerjasama seperti yang diteken malam hari ini (kemarin malam, red) adalah bagian dari kebersamaan membangun Kalimantan Barat melalui keterbukaan akses terhadap informasi. Hal ini tak lepas dari political will dan sekaligus political action Pemprov Kalbar sehingga rakyat dapat menangkap pemerataan informasi. Informasi amat sangat penting, karena siapa yang menguasai informasi maka akan menguasai dunia.&lt;br /&gt;Hal senada dikemukakan Iqbal Jayadi di dalam kata sambutannya. Ia menyatakan bahwa Untan menikmati layanan Telkom. Dahulu hanya 4 Mega ditingkatkan menjadi 20 Mega dalam kapasitas Bent Width. “Kinerja ini seperti dikatakan pembicara sebelumnya adalah untuk membangun Kalimantan Barat,” sambungnya. &lt;br /&gt;Pihak PLN yang turut hadir di dalam pertemuan Corporate Customer Gathering dengan tuan rumah PT Telkom Indonesia, Tbk turut tersenyum dan bertepuk tangan belaka sepanjang acara. Mereka tak dapat kesempatan membela diri. Lepas dari masalah kelistrikan ini merupakan bagian dari masalah kelistrikan nasional. &lt;br /&gt;Catatan kita adalah, sejauh mana pun kerjasama dalam kerangka ingin membangun daerah selama kelistrikannya terganggu, maka kecepatan kerja juga akan terganggu. Oleh karena itu, semoga PT PLN Persero bisa segera keluar dari kemelut yang melilit tubuhnya. Terlebih dalam kerangka membangun 64 tahun Indonesia merdeka. “Kita masih merah putih,” kata pamungkas Aris Dwi Tjahjanto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-7804258200374969524?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/7804258200374969524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=7804258200374969524&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7804258200374969524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7804258200374969524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/internet-oke-listriknya-tolongkami.html' title='Internet Oke, Listriknya Tolong...Kami Pernah Rugi Rp 100 Juta'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SorxTeAMG9I/AAAAAAAADF8/jqMl_QGI9jY/s72-c/Mou+Borneo+Tribune+dengan+PT+Telkom+by+Mering+(1).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-66444040928448089</id><published>2009-08-18T11:16:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T11:33:32.043-07:00</updated><title type='text'>Welcome Sayyidus Shuhur</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SorwqTx2jMI/AAAAAAAADF0/OwuHb5SNhfI/s1600-h/DSC04887.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SorwqTx2jMI/AAAAAAAADF0/OwuHb5SNhfI/s200/DSC04887.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371370115247279298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu. Rasanya baru saja kita menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh pada Ramadan yang lalu, kini Ramadan 1430 hijriyah sudah di depan mata. Insya Allah pada pekan depan (22/8) kaum muslimin dan muslimat sudah menjalankan ibadah shaum di penghulu segala bulan (Sayidus Shuhur). &lt;br /&gt;Welcome Sayidus Shuhur. Selamat datang penghulu segala bulan. Bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Puasa tidak sekedar berarti menahan lapar dan haus sejak matahari terbit hingga matahari terbenam, tetapi segala prilaku yang dapat membatalkan ibadah puasa. Semua dikendalikan seperti diklat manajemen hawa nafsu selama sebulan lamanya. Lahir maupun batin. Yang tampak maupun yang tersembunyi di dalam relung sanubari.&lt;br /&gt;Puasa adalah rem bagi kendaraan jiwa raga di mana nafsu bercokol di dalamnya. Puasa yang mengendalikan hawa nafsu. &lt;br /&gt;Bukan hanya nafsu makan, tetapi juga nafsu syahwat. Bukan hanya syahwat badaniah, tetapi juga syahwat bendawi, ekonomi, politik. &lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang temperamental, puasa adalah bulan pendidikan untuk belajar “cooling down.” Penyejukan jiwa raga sehingga terasa adem ayem dan adem sari. Adem ayem ini menghindarkan diri kita dari strak, strek, stroke. Maka nikmatilah puasa yang berkhasiat obat bagi kesehatan.&lt;br /&gt;Lantas apa yang akan dilakukan kru redaksi Borneo Tribune sepanjang puasa Ramadan? Program telah ditata sedemikian rupa sehingga rancak bana bagi pembaca. Dimulai dari liputan Ramadan hingga kegiatan-kegiatan off air. Kegiatan off air itu berupa bekerjasama networking dengan Remaja Mujahidin sebagai media partner. Kegiatan off air itu sejak pawai takruf, pesantren kilat, pembagian zakat, infak, sadaqah, iktikaf dan berbuka puasa bersama tentunya. &lt;br /&gt;Di masa reses Ramadan kinerja redaksi tidak turut “berpuasa” sehingga tampak kuyu dan layu. Justru kontemplasi Ramadan membawa pada kualitas isi. Tulisan yang enak dibaca dan perlu. Tulisan yang mencerminkan idealisme, keberagaman dan kebersamaan. Tulisan yang menggugah dan merubah. Change the world with words. Merubah dunia dengan kata-kata.&lt;br /&gt;Merubah dunia dengan kata-kata tentu tidak kering seperti itu. Melainkan yang terintegrasi antara kata dengan perbuatan. Seiya sekata. Dengan adanya contoh keteladanan seperti ini kita bisa menjadi inspirator bagi peradaban Borneo.&lt;br /&gt;Pra Ramadan kemarin kami melewati seabrek agenda. Selain pelatihan jurnalistik kehumasan (baca halaman 20) juga MoU bersama PT Telkom untuk transmisi TVRI dengan fasilitator Pemprov Kalbar. Agenda rutin lainnya seperti German Corner, Internship Programme terus berjalan tanpa kenal lelah—walau berpuasa.&lt;br /&gt;Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang melaksanakannya. Semoga tujuan puasa yakni mencapai level takwa dapat tercapai. Takwa yang secara harfiah takut kepada Tuhan, tetapi secara maknawiah adalah positioning untuk selalu berkiblat pada manfaat, sesuatu yang positif, sesuatu yang memberikan berkat, keselamatan dan kasih sayang. Bukan sebaliknya cenderung kepada yang batil serta negatif. &lt;br /&gt;Pekerjaan rumah kebangsaan kita ke depan masih agat sangat besar. Melalui momentum Ramadan kita dituntut kebersamaan dalam segala situasi dan keadaan. Marhaban yaa Ramadan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan. Welcome Sayidus Shuhur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-66444040928448089?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/66444040928448089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=66444040928448089&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/66444040928448089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/66444040928448089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/welcome-sayyidus-shuhur.html' title='Welcome Sayyidus Shuhur'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SorwqTx2jMI/AAAAAAAADF0/OwuHb5SNhfI/s72-c/DSC04887.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-8956087541967770954</id><published>2009-08-18T11:02:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T11:35:47.495-07:00</updated><title type='text'>Tahu Data Begini, Apa yang Harus Dilakukan?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SortgUDb4sI/AAAAAAAADFs/G4wvy_b7v6E/s1600-h/DSC04847.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SortgUDb4sI/AAAAAAAADFs/G4wvy_b7v6E/s200/DSC04847.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371366644987454146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Olaf adalah pekerja DED yang punya perhatian mendalam soal kabut asap dan debu di Kota Pontianak. Dia punya banyak rekan ekspaktriat yang hengkang dari Kalbar akibat kabut asap dan debu. &lt;br /&gt;Olaf membuka website Pemkot Pontianak. Di situs resmi ini Wakil Walikota Pontianak menegaskan bahwa udara Kota Pontianak sudah berbahaya. Indeks ISPU sudah 300 ppm. Angka standarnya 200 ppm. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Saya mengatakan kepada Olaf bahwa situasi seperti ini oleh warga Kalbar khususnya Kota Pontianak masih dianggap biasa. “Wah kalau saya tak kuat. Saya susah bernapas,” ungkapnya. Saya pun mendorong Olaf tak keluar ruangan jika tak diperlukan. “Sebaiknya tetap berada di dalam agar terhindar dari partikel debu,” kata saya. &lt;br /&gt;Olaf semakin risau karena bosnya dari DED Jerman akan bertandang ke Kalbar. “Saya harus tahu bagaimana kualitas udara di sini,” imbuhnya. &lt;br /&gt;Kami kemudian ke Badan Lingkungan Hidup. Ersa dan pimpinannya menyambut dengan ramah. Kepada kami Ersa memberikan print out pemantauan ISPU. Di dalam print out tersebut tak satu dua hari indeks berada di takaran 400 ppm. Tandanya sudah amat sangat berbahaya. “Tak ada istilah amat sangat berbahaya. Kalau sudah berbahaya ya bahaya saja,” kata Ersa.&lt;br /&gt;Saya melihat grafik ISPU. Tanda bahaya sudah di bilangan garis warna hitam. Warna kematian. Kalau tidak sehat angkanya merah. Tandanya awas!&lt;br /&gt;Olaf tampak mengeryintkan jidatnya. “Apa yang bisa dilakukan setelah tahu angka seperti ini?” &lt;br /&gt;“Kami sudah sarankan kepada Walikota untuk mengeluarkan surat dilarang membakar,” kata Ersa.&lt;br /&gt;“Kami juga membagikan masker secara gratis selain imbauan-imbauan,” lanjutnya.&lt;br /&gt;Olaf melihat hal itu belum fokus. Ia sebagai ekspaktriat belum melihat adanya kebersamaan warga mengatasi masalah besar ini. “Lihat anak-anak yang dibonceng dengan kendaraan. Mereka punya badan mungil, kecil. Hati dan jantungnya masih bersih. Tegakah kepada mereka diberikan udara kotor dengan partikel debu yang halus yang bisa menyebabkan mereka radang pernapasan? Tidak kasihan?” retorikanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-8956087541967770954?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/8956087541967770954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=8956087541967770954&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/8956087541967770954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/8956087541967770954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/tahu-data-begini-apa-yang-harus.html' title='Tahu Data Begini, Apa yang Harus Dilakukan?'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SortgUDb4sI/AAAAAAAADFs/G4wvy_b7v6E/s72-c/DSC04847.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5293591434868523875</id><published>2009-08-18T10:59:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T11:02:50.076-07:00</updated><title type='text'>Perjuangan Kita Saat Ini Adalah Memadamkan Api</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SorswtAwphI/AAAAAAAADFk/co--_awac1w/s1600-h/DSC04803.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SorswtAwphI/AAAAAAAADFk/co--_awac1w/s200/DSC04803.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371365827053397522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Benar bahwa sudah ada turun hujan satu dua hari ini, tetapi kabut asap dan partikel debu masih menerpa kita. Dampaknya pasien infeksi saluran pernapasan akut di Kota Pontianak serta beberapa kota di Kalbar melonjak drastis. &lt;br /&gt;Dalam konteks merenungkan makna kemerdekaan RI kita bertanya, apakah kita sudah merdeka? Merdeka secara politis atas penjajahan iya, tetapi secara ekonomi dan ekologi kita baru setengah merdeka. Secara ekologi bahkan kita dijajah oleh asap dan partikel debu. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Penjajahan asap dan debu—paralel dengan hal ini adalah DBD, diare—termasuk macetnya air bersih PDAM serta byar pet listrik—rutin datang setiap tahun. Agaknya lepas dari penjajahan politis di mana kita menang akibat adanya persatuan dan kesatuan belum mengetrap pada bentuk penjajahan lainnya sebagaimana tersebut di atas.&lt;br /&gt;Seorang rekan sesama redaktur cum akademisi, Dr Yusriadi, MA berbisik ke telinga saya. Katanya, pemerintah bisa mengambil kebijakan ringkas dalam memungkasi kabut asap dan debu. Apa itu? Yakni perintah padamkan api. Di sinilah perjuangan baru itu. &lt;br /&gt;Dalam benak saya berpikir bisakah? Tentu bisa karena tidak sulit membuat keputusan itu. Tetapi caranya? &lt;br /&gt;Caranya tentu saja harus ibarat dua belah tangan. Saling bekerjasama antara kiri dan kanan. Artinya ada interaksi positif antara top dan down. Antara atas dan bawah serta bawah dan atas. &lt;br /&gt;Pihak atas selain memberikan perintah juga diselaraskan dengan contoh teladan, keterbukaan anggaran dan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan publik. Sampah contoh konkretnya. &lt;br /&gt;Kemarau menyebabkan dedaunan mengering dan gugur. Masyarakat menyapu dan kemudian membakarnya. Asap terus menggunung di udara akibat pembakaran spot to spot seperti ini. Ditambah lagi kebiasaan masyarakat kita mengentaskan sampah dengan cara membakar. Memang bersih di halaman tetapi mengotori udara. &lt;br /&gt;Selama pemerintah tidak menyediakan sarana tempat membuang sampah di lokasi strategis serta mencukupi, selama itu pula problem ini tak akan pernah selesai. Belum lagi ditambah tingkat kedisiplinan yang rendah. Baik aparat dinas kebersihan maupun masyarakat dalam membuang sampah dengan cara yang baik dan benar.&lt;br /&gt;Kita tak jarang mendengar anggaran pengadaan truk pembuang sampah dicoret di Dewan. Begitupula pengadan insinerator. Pada sisi lain masyarakat kompleks perumahan banyak yang protes karena di lingkungannya tak ada fasum pembuangan sampah. Jalan akhirnya ya membakar. &lt;br /&gt;Musim buah yang mengembirakan petani menjadi malapetaka di tengah kota. Malapetaka itu adalah keranjang sampah tak tersedia. Alternatif kunci petugas membakar kulit buah di bak-bak sampah pinggir jalan. Bersih untuk sementara, udara tercemari kabut asap dan partikel debu. &lt;br /&gt;Kualitas udara Kota Pontianak di musim kemarau amat buruk. Terlebih ditambah kebakaran lahan gambut yang tak mudah memadamkannya. Di atas 200 ppm udara sudah tidak sehat. Jika tidak sehat alamat sakit menunggu dengan daftar biaya obat menggunung. Belum lagi menimpa remaja dan balita yang masih belia ditusuk tajamnya partikel-partikel debu. &lt;br /&gt;Saya sendiri menghitung puluhan lokasi sepanjang rute perjalanan yang saya lewati sehari-hari. Di mana-mana warga membakar sampah sebagai alternatif berbersih-bersih dari sampah. Mulai dari Paris II yang katanya komplek para elit hingga ke Kampus Untan. Di lingkungan Fakultas Kehutanan saja ada oknum yang membakar berkas dan atau sampah. &lt;br /&gt;Di kawasan kantor saya sendiri Borneo Tribune warga membakar sampah. Mulai dari barang bekas bengkel hingga sampah ruko. Foto yang saya jepret adalah bukti konkretnya. &lt;br /&gt;Jauh kata merubah peradaban, pola prilaku sehari-hari dengan memperlakukan sampah via membakar belum berubah. Ini PR besar. Ini perjuangan kita. &lt;br /&gt;Boro-boro hendak memadamkan api di tengah hutan, yang di depan mata kita saja kita belum bisa berbuat banyak. “Now, I know,” kata Olaf warga Jerman yang bekerja di Kota Pontianak menyikapi kabut asap dan debu demi melihat banyaknya warga membakar sampah. &lt;br /&gt;“Now I know,” adalah isyarat bahwa tradisi membakar ada di mana-mana. Ada di kota-kota, ada di kampung-kampung, ada di ladang-ladang dan ada di hutan-hutan. &lt;br /&gt;Jika dengan momentum Hut RI kali ini kita bisa berjuang melawan api dan debu. Maka Hut RI 2010 kita sudah bisa meghirup udara bersih berseri. Mewariskan langit biru kepada anak cucu. Semoga bisa karena dengan bersama kita pasti bisa. Salam setengah merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5293591434868523875?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5293591434868523875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5293591434868523875&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5293591434868523875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5293591434868523875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/perjuangan-kita-saat-ini-adalah.html' title='Perjuangan Kita Saat Ini Adalah Memadamkan Api'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SorswtAwphI/AAAAAAAADFk/co--_awac1w/s72-c/DSC04803.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5905339271080854737</id><published>2009-08-18T10:58:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T10:59:37.583-07:00</updated><title type='text'>Napak Tilas Gusti Mesir</title><content type='html'>Panembahan Gusti Mesir Raja Kerajaan Simpang ke-6 dua kali ditangkap Jepang. Penangkapan pertama pada tanggal 23 April 1943 bersamaan dengan penangkapan raja-raja seluruh Kalbar dari 12 kerajaan yang semula atas undangan Jepang untuk menghadiri pertemuan di Kota Pontianak. Ternyata kesemuanya dibunuh Jepang, kecuali Panembahan Gusti Mesir. Beliau dibebaskan oleh Penguasa Jepang di Sukadana Bunkenkanrikan.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Setelah Beliau kembali ke Teluk Melano oleh Majelis Kerajaan diadakan musyawarah untuk mencari jalan menyelamatkan Panembahan yang dipimpin oleh Punggawa Uti Hamzah. Namun dalam pertemuan itu semua alternative dengan halus ditolak oleh Panembahan, karena semua alternative itu dinilai tidak rasional. Apalagi untuk mengangkat senjata, berperang melawan Jepang.&lt;br /&gt;Panembahan menyatakan, “Biarlah aku jadi korban—jangan rakyat, karena kita tidak mempunyai kekuatan apapun.”&lt;br /&gt;Pembebasan Panembahan ini sehubungan dengan berita pelarian mata-mata Belanda Kepala Staatwach yang lari ke Telok Melano, karena ada keluarganya di sana. Datang dari Ketapang dan Sukadana kampetai-kampetai Jepang dan memerintahkan rakyat untuk menangkapnya dikoordinatori oleh Kerajaan. Akhirnya pelarian itu tertangkap di Rantau Panjang.&lt;br /&gt;Pada awal Januari 1944 datanglah Motor Cabang dengan dipimpin oleh dua orang kampetai langsung ke Istana menangkap Panembahan Gusti Mesir dan Beliau memang sudah siap kapan saja ditangkap karena sejak penangkapan pertama Beliau tidur pun berpakaian lengkap, menunggu kedatangan Kampetai Jepang. Ditangkaplah seluruh jajaran kerajaan: Panembahan Tua Gusti Rum (Raja ke-5) ayah Gusti Mesir. Gusti Umar mantri polisi (abang Gusti Mesir). Gusti Tawi mantra tani (adik Gusti Mesir). Tengku Ajong (ipar Gusti Mesir). Dolah sopir kerajaan. Raden Asfar (kemenakan Gusti Mesir) serta Bujang Kerepek yang sehari-hari bertugas sebagai pembantu. &lt;br /&gt;Saat penangkapan istri Beliau sedang hamil tua, dan 10 hari kemudian lahirlah anak Beliau yang bungsu yang tidak sempat melihat wajah ayahnya. (disarikan dari surat Drs H Gusti Mulia, putra Gusti Mesir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5905339271080854737?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5905339271080854737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5905339271080854737&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5905339271080854737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5905339271080854737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/napak-tilas-gusti-mesir.html' title='Napak Tilas Gusti Mesir'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-7645942842958197891</id><published>2009-08-18T10:55:00.001-07:00</published><updated>2009-08-18T10:58:19.554-07:00</updated><title type='text'>28 Juni Hari Pahlawannya Orang Kalbar</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sorrr6VDHyI/AAAAAAAADFc/_CHcdWXV6tI/s1600-h/DSC03744.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sorrr6VDHyI/AAAAAAAADFc/_CHcdWXV6tI/s200/DSC03744.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371364645217181474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;28 Juni ditetapkan sebagai Hari Berkabung Daerah (HBD) setelah dilangsungkan seminar nasional pada mata acara Hut Kemerdekaan RI yang dihelat Pemprov Kalbar tahun 2006. 28 Juni ditetapkan sebagai HBD dengan Peraturan Daerah No 5 Tahun 2007 memiliki mata rantai tak terpisahkan dari peringatan proklamasi kemerdekaan.&lt;br /&gt;Bagi kita di Kalbar menyambut dan mengisi kemerdekaan bukanlah ruang kosong yang tak berkesan. Kita juga seperti Surabaya yang terkenal dengan pertempuran 10 Nopember yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kita mempunyai 28 Juni yang mana sesuai Perda No 5 Tahun 2006 diperingati pula dengan pengibaran bendera setengah tiang. Nilai-nilai perjuangan para pahlawan yang telah gugur membela bangsa dan negara dituangkan lebih lanjut di dalam materi muatan lokal pelajar se-Kalbar.&lt;br /&gt;Merujuk jumlah 21.037 jiwa korban Dai Nippon di Kalbar (1942-1945), dan mereka yang disungkup adalah para pejuang, maka tepat sekali dalam konteks merayakan Hut RI ke-64 kita juga melongok kembali masa perjuangan 1942-1945. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Pada Hari Berkabung Daerah (HBD) yang baru saja dilaksanakan di Monumen Daerah Mandor pada 28 Juni dua bulan yang lalu Harian Borneo Tribune menyebar angket pendataan ulang korban fasisme Jepang. Hasilnya di dapur redaksi menumpuk formulir yang dikembalikan. Salah satu di antaranya adalah Gusti Khaidir. &lt;br /&gt;Gusti Khaidir adalah Gunco. Gunco sama dengan Camat untuk jabatan pemerintahan saat ini. &lt;br /&gt;Nama Gusti Khaidir tidak tercatat dalam daftar para korban seperti dimuat Borneo Shinbun, tetapi perjuangan Gusti Khaidir dikenang selalu oleh warga, terutama ahli warisnya Gusti Basuni (alm) dan sang cucu yang kini menetap di Mempawah, Gusti Ibrahim Syaifiudin. &lt;br /&gt;Menurut Gusti Ibrahim, almarhum Gusti M Khaidir adalah anak dari Panembahan Taufik Akamudin. Di dalam kerajaan Gusti Khaidir menduduki jabatan sebagai Panglima Kerajaan. &lt;br /&gt;Pada masa penjajahan Jepang siapa saja yang berani melawan maka akan dibinasakan. Tidak hanya yang bersangkutan, tetapi juga anak dan istrinya. Mereka semua dibinasakan secara kejam, yakni diarak keliling kota untuk diperlihatkan kepada segala lapisan masyarakat. Bahwa siapa yang berani melawan akibatnya adalah ditangkap dan disiksa. &lt;br /&gt;Tentara Jepang dinilai sudah berniat tidak baik. Mereka meminta daftar nama-nama para tokoh masyarakat dengan alasan akan mengadakan pertemuan. Pertemuan itu hanya kedok belaka di mana mereka akan menghabisi para cerdik cendikia tersebut. Gusti Khaidir yang berani melawan Dai Nippon menjadi korban fasisme Jepang.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Nama korban lain yang belum tercatat adalah Syarif Zeyn Almutahar bin Syarif Salim Almutahar. Kakek dari Effendy Asmara Zola ini bersama kerabat atau karib Almarhum Sultan Syarif Muhammad Alqadrie mengadakan perlawanan bawah tanah terhadap agresor tentara Dai Nippon. Keduanya gigih menolak bujuk rayu spion Nippon bernama Ismail. &lt;br /&gt;Sultan sempat bersembunyi di Sungai Ambawang 11 hari pada Februari 1944. Syarif Zeyn bertahan di Pontianak karena jabatannya Mantri Blassting (Kantor Pajak). Pada hari Selasa, 22 Februari 1944 jam 13.00 Syarif Zeyn disungkup Nippon. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Laporan yang masuk ke redaksi Borneo Tribune terus mengalir. Subandi, S.Pd yang sehari-hari bekerja di Diknas Kota Pontianak juga adalah cucu dari korban fasisme Jepang. &lt;br /&gt;Subandi berharap nama Ahmad Sri Alam dapat didaftar sebagai korban fasisme melawan penjajahan Jepang dalam rangka merebut kemerdekaan. Ahmad Sri Alam gugur bersama Abdul Thaha (kakek sepupu—namun terdaftar) serta Panangian Harahap asal Pontianak (terdaftar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-7645942842958197891?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/7645942842958197891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=7645942842958197891&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7645942842958197891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7645942842958197891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/28-juni-hari-pahlawannya-orang-kalbar.html' title='28 Juni Hari Pahlawannya Orang Kalbar'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sorrr6VDHyI/AAAAAAAADFc/_CHcdWXV6tI/s72-c/DSC03744.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-7128982252826953543</id><published>2009-08-18T10:51:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T10:54:55.726-07:00</updated><title type='text'>Kalbar Berjuang</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sorq43Au27I/AAAAAAAADFU/r6dG3h2HxPY/s1600-h/DSC03740.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sorq43Au27I/AAAAAAAADFU/r6dG3h2HxPY/s200/DSC03740.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371363768153332658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memasuki Agustus 2009 Harian Borneo Tribune menyuguhkan simbol baru di headmaster-nya sebuah kalimat sederhana: Di Kalbar Juga Ada Perjuangan. Kalimat sederhana ini disuguhkan di halaman satu pada nama Borneo Tribune sebagai menyikapi pentingnya disosialisasikan berkenaan dengan medio Agustus ini Bangsa Indonesia memperingati hari ulang tahun kemerdekaannya yang ke-64. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Upaya sosialisasi ini dikedepankan karena di Kalbar juga ada perjuangan. Dalam skope perjuangan nasional merebut kemerdekaan tak sedikit terjadi gerakan di sana-sini. &lt;br /&gt;Di Ketapang misalnya. Ada pejuang bernama Rahadi Oesman. Ia pemuda pejuang yang tewas di bawah tirani Belanda.&lt;br /&gt;Di Landak juga ada perjuangan di mana Bardan Nadi menyediakan tubuhnya untuk rubuh disasar timah panas Dai Nippon karena mengibarkan sang saka merah putih sebagai mengabarkan Indonesia telah merdeka. &lt;br /&gt;Sepanjang kurun 1942-1945 bahkan, puluhan ribu rakyat Kalbar menjadi tumbal agresifitas Dai Nippon yang ingin menjepangisasi Kalimantan Barat. Itulah peristiwa yang kita kenal sebagai Tragedi Mandor. &lt;br /&gt;Berdasarkan catatan sejarah sedikitnya terdapat 21.037 jiwa rakyat Kalbar tewas saat itu oleh Dai Nippoon dengan berbagai modus operandi. Ada yang disebabkan gerakan perjuangan nasional merebut kemerdekaan RI, ada pula akibat upaya Jepang menjepangisasi Kalbar sehingga para cerdik-cendikia, atau sesiapa saja yang bisa membaca dan menulis diculik dan disungkup. Pada umumnya mereka dihabisi di ladang pembantaian Mandor. Mandor tepatnya Desa Kopyang jaraknya 80 km dari Kota Pontianak. &lt;br /&gt;Kembali kepada kalimat bahwa: Di Kalbar Juga Ada Perjuangan ingin kami menunjukkan bahwa prilaku kita di dalam 17 Agustus banyak hal harus direduksi kepada sesuatu yang lebih empiris, teknis, pragmatis yang membumi dengan Kalbar untuk konteks kekinian. &lt;br /&gt;Kita biasanya merenungkan perjuangan nasional dengan merujuk pahlawan-pahlawan nasional seperti Panglima Besar Jenderal Soedirman, Diponegoro, Imam Bonjol dan lain-lain, tanpa kita menyebut pejuang-pejuang lokal. Padahal di Kalbar juga ada perjuangan. &lt;br /&gt;Melalui Hut RI ke-64, semestinya kita memberikan perhatian ekstra serius kepada kekuatan yang ada pada diri kita. ”Think globally, act locally.” Kita merayakan Hut RI ke-64 sebagai bagian dari nasionalisme NKRI, tetapi memberikan perhatian penuh pula kepada ritus-ritus perjuangan yang ada di Kalbar sendiri.&lt;br /&gt;Kerap kali dana sangat besar kita kucurkan untuk upacara dan seremonial Hut RI di provinsi, kabupaten maupun kota, tak urung sekolah-sekolah, tetapi jarang kita alokasikan dana secara cukup untuk mengaktualisasi nilai-nilai sejarah yang membumi di daerah sendiri. Buktinya, apakah generasi muda Kalbar kenal betul siapa itu Rahadi Oesman? Bardan Nadi? Gusti Sulung Lelanang? Tak lebih dari mereka mengenal nama-nama itu dari papan nama jalan. &lt;br /&gt;Jika masalahnya seperti itu, kenapa tidak dijadwalkan seminar tentang para pahlawan asal Kalbar itu? Riset tentang hidup, kehidupan dan perjuangan mereka. Kenapa biografi mereka tidak kita cetak massal dan didistribusikan ke perpustakaan dan sekolah-sekolah? Siapa yang harus menginisiasi hal tersebut? Pemerintah? Kampus? Lembaga swadaya masyarakat? &lt;br /&gt;Saya memantau tidak satupun di level pemerintahan atau kampus melakukan upaya tersebut. Kalaupun ada tulisan: Ada Perjuangan di Kalbar di Borneo Tribune, ini adalah sebagai keterpanggilan batin media massa untuk terlibat menyosialisasikan sesuatu yang mungkin esensial jika tak mau dikatakan sangat penting dan urgent. &lt;br /&gt;Hal lain yang patut kita kritisi adalah semaraknya bendera dan umbul-umbul di mana-mana. Terlebih melalui level pemerintahan ada seruan pemasangan bendera yang ditindak-lanjuti oleh setiap RT kepada setiap warganya. Mereka diimbau memasang bendera merah putih. Dan pada umumnya setiap warga patuh untuk memasang sang dwi warna. &lt;br /&gt;Dalam kerangka struktur kampanye massal seperti ini alangkah baiknya jika tersosialisasikan pula bahwa di Kalbar juga ada perjuangan. Mestinya juga ada selebaran yang menyebutkan kisah singkat para pejuang Kalbar. Minimal oleh daerah masing-masing seperti Rahadi Oesman di Ketapang, Bardan Nadi di Landak, dan seterusnya dan sebagainya. Hal ini akan lebih menarik dan menambah arti serta makna peringatan Hut Republik Indonesia. &lt;br /&gt;Saya membayangkan jika setiap warga Kalbar memahami sesiapa pejuang di Kalbar dan menyerap pula nilai-nilai kejuangan yang dilakukannya, akan muncul kesinambungan perjuangan dengan tidak mengabaikan sejarah. Kesinambungan ini menyebabkan perjuangan tidak berhenti apalagi mati sesuai dengan bidangnya masing-masing. Sebutlah di bidang pendidikan, pertanian, kelautan, militer, pemerintahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-7128982252826953543?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/7128982252826953543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=7128982252826953543&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7128982252826953543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7128982252826953543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/kalbar-berjuang.html' title='Kalbar Berjuang'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sorq43Au27I/AAAAAAAADFU/r6dG3h2HxPY/s72-c/DSC03740.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5956386756967977915</id><published>2009-08-18T10:43:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T10:50:49.610-07:00</updated><title type='text'>Berakhir dengan Penerbitan Buku</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sorp8Rd6m_I/AAAAAAAADFM/khbcXeFltB0/s1600-h/DSC04837.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sorp8Rd6m_I/AAAAAAAADFM/khbcXeFltB0/s200/DSC04837.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371362727283039218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Borneo Tribune bersama Tribune Institute pada 12-14 Agustus menggelar Pelatihan Jurnalistik Kehumasan Pemda se-Kalbar. Peserta tidak hanya datang dari Kota Pontianak, tetapi juga sejumlah kabupaten seperti Sanggau, Landak dan Sintang. &lt;br /&gt;Pelatihan selama 3 hari diampu oleh para redaktur, fotografer dan dua pembicara tamu internship programme asal Bonn University, Jerman. Kesemuanya berbicara tentang relasi media dengan public relation serta hal-hal teknis kepenulisan hingga etika jurnalistik maupun delik pers. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Jika pada 12 Agustus pagi pembukaan dilakukan Dirut PT Borneo Tribune Press, W Suwito, SH, MH, maka acara penutupan dilakukan Master of Training Asriyadi Alexander Mering dan Ketua Yayasan Tribune Institute, Dwi Syafriyanti, SH, MH. Sebelum acara ditutup Dr Yusriadi, MA memimpin Evaluasi Training. &lt;br /&gt;Agus salah seorang peserta mengaku pelatihan kali ini sangat berkesan. “Saya jadi tahu dan paham soal relasi PR dengan Media. Diklat ini sangat menunjang tugas saya,” ungkapnya. &lt;br /&gt;Suhartiman a new comer di media cetak mengaku sebelumnya sudah biasa menulis artikel di media cetak, tapi kini setelah training menjadi lebih terbuka wawasannya. “Sangat membanggakan pesertanya dari berbagai kota. PR adalah jubir Pemda setempat,” timpalnya. &lt;br /&gt;Heru peserta dari DPRD Kalbar. “Pada training ini saya paling berkesan karena sangat friendly. Bersahabat.” &lt;br /&gt;Kepala Kantor Informasi KKR, Iskandar menyatakan training ala Tribune Institute sudah cukup bagus. “Refresentatif. Cuma 1 yang kurang, analisis berita. Berita negatif/positif. Negatif jadi positif. Maunya 30-40 peserta agar lebih ramai. Dan sebaiknya dihelat di hotel. Soal Rp 1-2 jt tak masalah,” sarannya. &lt;br /&gt;Si cantik Meri yang sehari-hari bekerja di Kantor Informasi KKR juga mengaku terkesan dengan training yang didapuk HBT dan YTI. “Cara belajarnya serius tapi santai. Materi masuk karena tidak tegang. Saya usul agar diperbanyak praktiknya,” katanya. &lt;br /&gt;Firmus sebelum angkat suara meminta peserta membunyikan applaus. Setelah tepuk riuh rendah mereda ia pun pidato. “Unik. Unik. Berkesan. Cara penyampaiannya masuk. Fokus. Beda dengan pelatihan jurnalistik yang pernah saya ikuti di PWI. Contohnya pada materi Delik Pers, sayang keterbatasan waktu,” tegasnya. &lt;br /&gt;Peserta lainnya Sukardi. “Saya sangat bersyukur dengan belajar di sini menjadi tahu tata cara menulis. Training ini membuka pikiran saya. Berubah. Saya usul Panpel supaya membuat training tahap keduanya. Panpel bersahabat, santai, pasti.” &lt;br /&gt;Ika peserta dari Humas Pemprov mengakui bahwa selama pelatihan metodenya santai tapi serius. “Saya harap ada kelanjutan dari training ini. Sharing langsung ke Pemprov akan lebih berdayaguna. Kan ada biro-biro. Motivasi kami buat email jadi meningkat,” akunya. &lt;br /&gt;Marsel peserta lainnya dari Taruna Merah Putih dari awal merasa masih awam. Hubungannya ke media hanya saat TMP mau memuat berita. “Nah pada 3 hari ini jadi tahu persis kenapa terbit dan tidak rilis dari TMP.”&lt;br /&gt;“Dari awal saya senang. Sedikit teori banyak praktik. Tapi saya usul ada moderator agar terarah. Usul diklat ini berlanjut. Bila perlu dirikan sekolah jurnalistik,” papasnya. &lt;br /&gt;Bambang Hermanto menyatakan, “Saya paling awam. 3 hari sedikit banyak bertambah wawasan. Materi relevan dengan tujuan. Ramah bersahabat. Suasana ini harus selalu dijaga.” &lt;br /&gt;Erviyanto dari Dinas Pertanian mengucapkan banyak terimakasih karena diundang. “Waktunya mesti diperpanjang. Tajam tapi belum runcing. Terkesan sekali. Saya akan usul kepada Distan agar kerjasama dengan Borneo Tribune. Ini merakyat. Menarik.”&lt;br /&gt;Ervi mengaku hasil latihannya yang dimuat di halaman Borneo Tribune dibaca banyak pihak. Dia kebanjiran kritik dan saran. “Kalo 1 minggu lagi pelatihan maka tulisan saya akan lebih bagus. Materi favorit saya fotografi. Panpel sangat ok. Bravo.” &lt;br /&gt;Joko dari Humas Pemkot menyatakan bagus dan menarik. “Waktu belum cukup. Sangat singkat. Yang tidak tahu saja mengerti apa lagi sudah paham. Saya usul materi bagaimana mewawancarai pejabat perlu ditambah.”&lt;br /&gt;Eka peserta dari Borneo Tribune juga mengaku menarik. “Saya jadi lebih tahu jurnalistik dan fotografi,” imbuhnya rada malu-malu. &lt;br /&gt;Yusriadi selaku pemandu evaluasi mengatakan dari pelatihan yang sudah digelar akan dilaksanakan follow up. Ada pelatihan lanjutan. Orangnya sama. Materinya materi-materi khusus seperti Content analysys sehingga menjadi telaah staf yang paripurna. Begitupula kepenulisan dalam hal mencari sumber dan ide, interview, dan kelas fotografi. &lt;br /&gt;Kedua, pelatihan tidak cuma dilaksanakan di Kota Pontianak tapi juga di daerah-daerah. “Silahkan ajukan kerjasama,” tantangnya. &lt;br /&gt;Ketiga, komunikasi intensif agar tidak terputus kebersamaan yang telah terpintal selama 3 hari. “Ada pilihan. Maya atau kopi darat. Darat baik dijadwalkan. Caturwulan.” &lt;br /&gt;Usul paling brilian adalah menerbitkan buku bersama. Buku bersama ini akan dibahas pada pertemuan caturwulan yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5956386756967977915?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5956386756967977915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5956386756967977915&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5956386756967977915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5956386756967977915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/berakhir-dengan-penerbitan-buku.html' title='Berakhir dengan Penerbitan Buku'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sorp8Rd6m_I/AAAAAAAADFM/khbcXeFltB0/s72-c/DSC04837.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-3370556767522065454</id><published>2009-08-18T10:38:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T10:42:51.164-07:00</updated><title type='text'>Geber Diklat Jurnalistik Kehumasan Se-Kalbar</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SoroEJCZcQI/AAAAAAAADFE/sNDTIGOoGaA/s1600-h/BILD1227.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SoroEJCZcQI/AAAAAAAADFE/sNDTIGOoGaA/s200/BILD1227.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371360663435833602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diklat Kehumasan “Meramu Jejaring Public Relation dan Media” siap digelar di Tribune Institute Rabu (12/8) besok. Kegiatan ini akan diikuti 15-20 peserta dari kabupaten-kota Se-Kalbar selama 3 hari. Rapat teknis panitia pelaksana berikut tim tutorial pun telah dilangsungkan, Senin (10/8) kemarin. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Rapat dipimpin Direktur Tribune Institute Dwi Syafriyanti, SH, MH diikuti seluruh pemateri, instruktur atau Tim Tutorial. Mereka adalah Dr Yusriadi, MA (Redaktur dan Dosen Linguistik), Drs Tanto Yakobus (Wapimred Borneo Tribune), Muklis Suhairi, S.Sos (Redpel Borneo Tribune), Hairul Mikrad, SP (Korlap Borneo Tribune), Asriyadi Alexander Mering, SH (Manajer Umum, Redaktur dan Borneo Blogger Community), dua pemateri pendamping dari Bonn University masing-masing Christian Kleissle dan Annabelle Schmitt.  &lt;br /&gt;Metode diklat yang akan diterapkan adalah edutainment (education dan enterteinment/pendidikan dan hiburan). Tujuan edutainment adalah agar setiap peserta tetap rileks, namun maksimal menyerap topik bahasan. &lt;br /&gt;Topik bahasan seluruhnya serius, tetapi teknik penyajiannya santai melalui presentasi power point, srudi kasus, maupun film-film dokumenter. Jumlah peserta juga dibatasi maksimal 20 untuk satu kelas dalam rangka mencapai maksud di atas. &lt;br /&gt;Materi diramu sedemikian rupa sehingga sinambung sejak relasi antara humas dengan media, suplay data yang dibutuhkan media, teknis praktis ekspose untuk media, jejaring internet, maupun fotografi. Khusus untuk teks dan foto akan lebih digali dalam sesi praktikum.&lt;br /&gt;Keistimewaan diklat yang digelar oleh Tribune Institute menurut Dwi Syafriyanti adalah praktikumnya. Praktikum ini menggunakan sarana maupun prasarana yang dimiliki Koran Harian Borneo Tribune. Dengan demikian setiap peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik. Praktik sampai bisa. Skill pun akan cepat terasah. &lt;br /&gt;Dalam Diklat Kehumasan ini pesertanya datang dari level yang beragam. Dengan demikian tingkat pemahaman mereka juga beragam sehingga perlu ditera terlebih dahulu melalui pra kondisi. Pra kondisi ini diukur dengan parameter pos kondisi. Melalui parameter ini dapat diketahui seberapa jauh keberhasilan Diklat yang digelar oleh Tribune Institute telah tercapai hari demi hari. &lt;br /&gt;Tribune Institute adalah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang kepenulisan. Eksistensinya dalam hal diklat sudah tidak diragukan karena aktif berkecimpung dalam dua tahun terakhir secara kelembagaan maupun personal.  Tribune Institute ingin mencapai visi: melakukan perubahan peradaban Borneo dari budaya lisan kepada budaya tulisan. Diklat Kehumasan hanya salah satu program yang diselenggarakannya. Program lain: lingkungan hidup, pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan micro finance.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-3370556767522065454?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/3370556767522065454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=3370556767522065454&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/3370556767522065454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/3370556767522065454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/geber-diklat-jurnalistik-kehumasan-se.html' title='Geber Diklat Jurnalistik Kehumasan Se-Kalbar'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SoroEJCZcQI/AAAAAAAADFE/sNDTIGOoGaA/s72-c/BILD1227.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-180651368260080763</id><published>2009-08-01T09:04:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T09:09:25.201-07:00</updated><title type='text'>Dibuka German Corner di Borneo Tribune</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SnRorNzO7tI/AAAAAAAADE8/sIR9LHBzgYo/s1600-h/DSC04129.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SnRorNzO7tI/AAAAAAAADE8/sIR9LHBzgYo/s200/DSC04129.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365028147753316050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 4 Juli yang lalu merupakan hari bersejarah bagi kami di Harian Borneo Tribune dan Tribune Institute. Kolaborasi selama ini bersama Universitas Tanjungpura dan Bonn University telah melahirkan German Corner. &lt;br /&gt;German Corner bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan German. Terutama bahasa. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sejak 1 Oktober tahun lalu, Bonn University telah mengirim mahasiswa-mahasiswinya ke Kalbar. Mereka belajar bahasa Indonesia, kebudayaan serta jurnalistik di Borneo Tribune dan Tribune Institute. Sebaliknya eksistensi mereka juga memberikan cross-culture sehingga dibuka German Corner.&lt;br /&gt;German Corner mempunyai banyak program. Tetapi program awal yang diselenggarakan adalah kursus Bahasa German. &lt;br /&gt;Kursus Bahasa German diampu oleh Stephanie Jung dibantu pendatang baru untuk riset Sungai Kapuas, Fabian. Pelajaran pertama dimulai Sabtu 4 Juli lalu sejak pukul 13.00 hingga 15.00. &lt;br /&gt;Peserta kursus Bahasa German tidak hanya karyawan-karyawati PT Borneo Tribune Press dan wartawan-wartawati Borneo Tribune, tetapi juga menerima kolega yang mau belajar Bahasa German. &lt;br /&gt;Uniknya, siapa saja yang belajar Bahasa German di Kantor Redaksi Borneo Tribune tiga bahasa sekaligus ter-up-grade peningkatannya. Selain Bahasa German, praktis Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Di sinilah misterinya bahasa. &lt;br /&gt;Bagi Stephani dan Fabian yang mengajar Bahasa German, ia tak jarang menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia untuk memberikan penjelasan serta uraian-uraian. Bahasa Indonesia keduanya akan semakin baik. Interaksi dari para peserta meningkatkan pemahaman berbahasa Indonesia Stephani serta Fabian. Kata-kata tabu dan saru cepat sekali mereka input. &lt;br /&gt;Adapun penggunaan Bahasa Inggris yang menjadi medium perantara meningkatkan pemahaman para peserta yang selama ini takut-takut mempraktikkannya. Ini ibarat sekali dayung, dua tiga pulau lewat; sekali menyelam minum air. Sekali belajar Bahasa German, sekalian Bahasa Inggris dan Indonesia. &lt;br /&gt;Peserta pelatihan di German Corner ini ternyata di luar dugaan. Peserta hadir antusias. Mereka aktif bertanya-jawab serta mempraktikkannya. Tak pelak lagi, suasana kantor menjadi suasana belajar. Tak muluk jika kemudian kita berharap suatu saat kelak Bahasa Indonesia, Inggris dan German akan menjadi komunitas three in one. Center of excellent-nya di Poernama 02. &lt;br /&gt;Bagi pembaca yang ingin ikutan, silahkan mendaftar di Sekretaris Redaksi. Kontak saja kami setiap waktu dan jam kerja. “Lebih cepat, lebih baik.” Program bisa kita “lanjutkan”. Semua itu “pro rakyat”. Pro pendidikan. Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-180651368260080763?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/180651368260080763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=180651368260080763&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/180651368260080763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/180651368260080763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/dibuka-german-corner-di-borneo-tribune.html' title='Dibuka German Corner di Borneo Tribune'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SnRorNzO7tI/AAAAAAAADE8/sIR9LHBzgYo/s72-c/DSC04129.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-9075063869003494176</id><published>2009-08-01T08:59:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T09:04:48.858-07:00</updated><title type='text'>Gardening Party ala Pak Eka</title><content type='html'>Persahabatan internasional sangat membekas bagi diri Eka Priyadi, salah seorang dosen Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura yang menyelesaikan pendidikan masternya di TU Freiberg, Jerman. Ia mengingat bagaimana “party” digelar dengan cara amat sederhana, tetapi sangat berbobot. Sederhana dalam penempatan, tetapi berbobot dalam pergaulan sehari-hari. Apalagi dalam iklim akademis.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Eka Priyadi jauh-jauh hari sudah menelepon untuk waktu pelaksanaan party-nya di halaman Magister Teknik, Jumat (24/7) pukul 15.00 sd selesai. Tak cukup via telepon, sebaris pemberitahuan melalui SMS pun dia lakukan. Dia sangat ingin menjamu “anak-anak Jerman” yang kebetulan Stephanie Jung dari Bonn University akan segera mengakhiri masa magangnya di Kalbar seteah 3 bulan belajar bahasa, serta menyambut kehadiran peneliti muda untuk tesis MA-nya tentang DAS Kapuas dari aspek sosial Till Fabian Plitschka.  &lt;br /&gt;Party yang digelar Jumat kemarin memang bukan yang pertama. Eka sudah pernah mempersembahkannya bagi angkatan pertama magang yakni Mathias Waldmayer, Dorina Loise Schulte dan Christian Stegmann. Acara dilaksanakan dengan sederhana di halaman Magister Teknik tanpa pidato panjang kali lebar, namun melibatkan para aktivis S1 maupun S2 Fakultas Teknik Untan, serta sangat familiar. “Agar mereka ikut terlibat dalam pergaulan internasional. Kita motivasi mereka untuk aktif,” kata Eka.&lt;br /&gt;Acara dimulai dengan kata sambutan Direktur International Office, Elvira. Pria yang seangkatan dengan Eka, namun menamatkan studi S2-nya di Australia ini tampil kocak. Pak Eka katanya sangat menghargai hubungan internasional, bahkan sampai „telior-lior“ untuk segera bisa praktik berbahasa Jerman, ujarnya mengutip langgam bahasa lokal. &lt;br /&gt;Elvira juga mengingatkan bahwa acara seperti yang dilaksanakan ini adalah bagian dari ajang silaturahmi untuk saling mengenal satu sama lainnya. Di satu sisi saling tukar menukar informasi, pada sisi lain merajut kebersamaan dalam kelindan persahabatan.&lt;br /&gt;Turut hadir dalam acara yang serius tapi santai ini Dr Seno yang menamatkan pendidikan S3-nya di Uni Frankfurt, Christian dari GTZ, Dwi Syafriyanti, SH, MH dari Tribune Institute dan para aktivis S1 dan S2 FT Untan. Hadir tak kurang dari 25 orang di acara yang penganannya tekwan, sate, buah rambutan, es kopyor dan aneka penganan ringan lainnya. „Wir haben diese Party veranstaltet, um die freundschaftliche Beziehung zwischen der Uni Bonn und der Uni Tanjungpura zu staerken. (Kami mengatur pesta ini untuk persahabatan yang lebih erat antara Bonn University dengan Universitas Tanjungpura...“ ungkap Eka dalam sambutannya. &lt;br /&gt;Semua berbicara. Stephanie merasa sangat tersanjung sekali. Dia mengatakan bahwa Kota Pontianak tak akan terlupakan dan dia menegaskan akan kembali lagi ke kota kecil yang berbatasan dengan Sarawak ini. Begitupula Fabian. Ia yang berbaju batik menyatakan sangat senang dengan akan diterapkannya visiting student maupun supervisor dari Untan untuk mahasiswa Bonn yang magang di Borneo Tribune serta Tribune Institute dalam konteks MoU bersama Untan maupun Bonn University. „Saya suka Indonesia. Semua makanannya enak, cuma satu yang saya belum bisa. Apa itu? Durian,” ujarnya meledakkan tawa hadirin. &lt;br /&gt;Begitulah suasana keakraban dijalin untuk merajut masa depan yang jauh lebih baik dengan standar internasional untuk partnership media dengan kampus. Di kita memang banyak harus dibenahi dan hal itu tidaklah mudah. Butuh kesabaran, kerja keras dan kebersamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-9075063869003494176?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/9075063869003494176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=9075063869003494176&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/9075063869003494176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/9075063869003494176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/gardening-party-ala-pak-eka.html' title='Gardening Party ala Pak Eka'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-1959679510004929714</id><published>2009-08-01T08:53:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T08:59:37.704-07:00</updated><title type='text'>Bagi Bagi Hadiah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SnRmDLXY7tI/AAAAAAAADE0/RyCqgvfha-M/s1600-h/Pimred+Borneo+Tribune+menyerahkan+hadiah+kepada+para+juara+lomba+menulis.+FOTO+Budi+Rahman,+Borneo+Tribune.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SnRmDLXY7tI/AAAAAAAADE0/RyCqgvfha-M/s200/Pimred+Borneo+Tribune+menyerahkan+hadiah+kepada+para+juara+lomba+menulis.+FOTO+Budi+Rahman,+Borneo+Tribune.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365025260881637074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun usia Borneo Tribune dan Tribune Institute pada 19 Mei lalu digelar dua cabang lomba bagi pelajar, mahasiswa dan umum. Cabang lomba itu adalah penulisan opini/artikel dan foto jurnalistik pendidikan.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Satu per satu naskah maupun hasil hunting foto masuk ke meja panitia. Satu per satu pula tim juri mengamati serta memberikan penilaian. &lt;br /&gt;Ketua Panitia, Muklis Suhairi mengatakan bahwa mutu karya yang masuk “lumayan berbobot.” Hal ini menggembirakan karena ternyata menulis dan fotografi tidak sekedar hobby, tetapi sudah memasuki ranah profesional.&lt;br /&gt;Naskah maupun foto yang masuk juga tidak monoton dari ibukota. Ia masuk dari berbagai daerah. Ia tidak saja datang dari Kota Pontianak, tetapi juga kabupaten seperti Sanggau, Singkawang hingga Kayong dan Putussibau. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengumuman lomba yang dilakukan koran Borneo Tribune menetes luas hingga ke pelosok-pelosok wilayah Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;Selayaknya sebuah kompetisi pastilah ada menang dan kalah. Di sinilah masa puncak buat dewan juri melakukan penimbangan, dan mau tidak mau hasilnya diumumkan secara luas.&lt;br /&gt;Nah pengumuman juara itulah yang dilakukan Borneo Tribune, di mana tepat pada hari Sabtu, 1 Agustus kemarin para jawara itu hadir ke dapur redaksi. Dan kesemua pemenang hadir on time. Tak ada pasal karet dan tradisi jam karet. Suatu perkembangan yang baik bagi kita semua di mana kedisiplinan menjadi indikator kemajuan.&lt;br /&gt;Muklis Suhairi yang juga Redaktur Pelaksana di Borneo Tribune mempersilahkan para tamu masuk dan menempati ruangan yang telah disiapkan. Para juara masuk diiringi sejumlah “suporter.” Suporter itu mulai dari kakak, adik, ibunda hingga oma. Semua memenuhi ruangan utama redaksi digenapi karyawan-karyawati serta pelajar magang di Borneo Tribune, Tribune Institute. Sedikitnya ada 30 orang menenuhi ruangan.&lt;br /&gt;Acara yang dipandu Manajer Umum Asriyadi Alexander Mering berjalan mulus diiringi gelak tawa. Terutama pada saat pembacaan nilai para pemenang yang dimulai dari urutan ketiga. Suasana yang semula tegang pun perlahan-lahan mencair bahkan diiringi tepuk tangan meriah hadirin.&lt;br /&gt;Istimewanya para pemenang memperoleh tiga hadiah. Pertama dana pembinaan bagi pemenang 1, 2 dan 3. Kedua plakat yang didesain indah, serta ketiga sertifikat yang terkemas sangat rapi nan nyeni. &lt;br /&gt;Sekretaris Redaksi, Caturiani Fahmi bersama designer Atika Ramadhani cukup lama menyiapkan aneka rupa hadiah ini bagi para pemenang. Keduanya menyiapkan tas cantik ala Borneo Tribune. Maka sejak H-3 Catur dan Tika sudah mendandani sendiri karya seni tersebut. Tak cukup dilakukan di kantor dilanjutkan pula di rumah seperti PR. Hasilnya sangat mengagumkan. &lt;br /&gt;Tas unik berwajahkan Koran Pendidikan dengan foto utama Bryan Jevoncia sedang bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bryan adalah juara design perangko yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa Bangsa dan telah mengharumkan nama Bangsa Indonesia. Bryan menjadi ikon bagi pendidikan Kalbar. Dan ini pula pesan yang hendak dititipkan oleh si perancang tas Borneo Tribune kepada para pemenang. &lt;br /&gt;Para pemenang pun berbangga hati. Mereka memegang hadiah yang telah dibagikan oleh panitia serta foto bersama. Mereka menebar senyum dengan menyambung semangat bagi partisipasi aktif dalam lomba tahun depan. &lt;br /&gt;“Tahun depan lomba ini akan kita selenggarakan lagi sebagai agenda tahunan,” kata Pemimpin Redaksi, Nur Iskandar dalam pembagian hadiah tersebut. “Kami akan siapkan diri lebih matang. Sekolah Santo Ignasius Singkawang akan terus berpartisipasi,” ujar pemenang pertama lomba fotografi, Stella Bianka K. Hal senada dikemukakan rekan-rekannya sesama pemenang. &lt;br /&gt;Okelah, kalau begitu kita bersama menyiapkan diri di even tahun depan. Tetapi para pembaca yang budiman, even yang diselenggarakan Borneo Tribune dan Tribune Institute tidak hanya kedua cabang tersebut di atas, masih seabrek-abrek agenda lainnya. Simak dan ikuti saja di koran kesayangan Anda ini. Salam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-1959679510004929714?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/1959679510004929714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=1959679510004929714&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1959679510004929714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1959679510004929714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/08/bagi-bagi-hadiah.html' title='Bagi Bagi Hadiah'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SnRmDLXY7tI/AAAAAAAADE0/RyCqgvfha-M/s72-c/Pimred+Borneo+Tribune+menyerahkan+hadiah+kepada+para+juara+lomba+menulis.+FOTO+Budi+Rahman,+Borneo+Tribune.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5605419639942116902</id><published>2009-07-10T06:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T06:35:18.513-07:00</updated><title type='text'>Pemukulan Wartawan Menciderai Demokrasi</title><content type='html'>Pers diakui sebagai pilar demokrasi keempat setelah pilar eksekutif, legislatif dan yudikatif. Eksistensi pers ditopang oleh undang-undang. Mulai dari Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur kebebasan berpendapat, maupun UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pers adalah mata dan telinga rakyat. Dengan kebebasan pers masyarakat menjadi tahu apa-apa yang mereka tidak tahu. Di ujung pena pers terjadi akselerasi pemikiran, gagasan, edukasi dan kontrol sosial. Melalui akselerasi tersebut akses rakyat tersambungkan. Yang tidak tahu menjadi tahu, yang abu-abu menjadi terang-putih, yang miskin mendapat informasi akses permodalan sehingga bisa meningkatkan taraf hidupnya, bahkan yang korup bisa dihukum sehingga dana rakyat bisa kembali kepada rakyat. Kepentingan pemerintah kepada rakyat juga terjembatani.&lt;br /&gt;Pesta demokrasi seperti yang sebentar lagi akan kita jalani 8 Juli kini tercederai oleh aksi oknum yang tidak bertanggungjawab. Tepatnya saat Kampanye Cawapres Boediono di Kalbar.&lt;br /&gt;Jurnalis di dalam menjalankan tugasnya dihalang-halangi oknum aparat. Jurnalis foto Kantor Berita Antara Jessica Wuysang ditarik dan Rizki Wahyuni reporter Borneo Tribune di wajahnya mendarat bogem mentah. Tak pelak, Kiki—sapaan akrab Rizki—berteriak mengaduh serta melaporkan kasusnya ke Mapoltabes. Kiki juga divisum dengan bukti pipi kirinya lebam.&lt;br /&gt;Proses pemukulan kemudian berlanjut ke wilayah pidana. Landasan hukumnya penganiayaan dan kriminalisasi pers. Dan untuk mengusut kasus ini menjadi wilayah kerja profesional kepolisian maupun Dewan Pers. Adapun insan pers lokal maupun nasional mengutuk keras kriminalisasi pers tersebut. Media cetak lokal dan sejumlah televisi nasional mengupas lugas kriminalisasi pers tersebut. Tak urung Aliansi Jurnalis Independen (AJI) juga menyatakan sikap agar menolak kekerasan, aparat tidak arogan, mengecam pemukulan dan menjalankan UU Pers No 40 tahun 1999. Komponen mahasiswa dan tokoh masyarakat pun angkat bicara. Mereka ingin pilar demokrasi tegak berdiri secara elegan.&lt;br /&gt;TV1 mengupas tuntas kasus yang terjadi di Kalbar yang terjadi manakala Cawapres Boediono usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Raya Mujahidin, Jumat (4/7). Di program acara tersebut Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman dengan tegas menyatakan agar mengutuk keras kriminalisasi pers. Ia juga meminta tim pengawal/ajudan SBY-Boediono diseleksi ketat. Tujuannya agar tidak terjadi kekerasan kepada para jurnalis. Apalagi sudah terjadi preseden buruk berupa pemukulan wartawan Sinar Harapan di Papua oleh oknum Satgas Partai Demokrat.&lt;br /&gt;Ekspose yang dilakukan media sejauh ini untuk kasus di Kalbar proporsional dan profesional. Mereka tidak menyudutkan salah satu pihak. Mereka menyatakan apa adanya. &lt;br /&gt;Persoalan permohonan maaf Cawapres Boediono dan Timkamda yang cepat direspek, tetapi tidak mengenyampingkan aspek hukum—aspek hukum terus berlanjut. Terutama respek kepada kerja jurnalistik di lapangan. Bahwa jurnalis perlu dihargai karena menjalankan tugas negara dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini amanah pembukaan UUD 1945. Tidaklah boleh ada lagi kriminalisasi pers, karena hal itu menciderai pesta demokrasi yang tujuannya adalah memilih top eksekutif. Jika lingkar dalam calon top eksekutif seperti ini alamat demokrasi akan kuyub. &lt;br /&gt;Sekali lagi, semoga tidak terulang kembali kriminalisasi pers. Kriminalisasi pers sama dengan membunuh demokrasi itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5605419639942116902?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5605419639942116902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5605419639942116902&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5605419639942116902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5605419639942116902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/07/pemukulan-wartawan-menciderai-demokrasi.html' title='Pemukulan Wartawan Menciderai Demokrasi'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-1565902845764208845</id><published>2009-07-10T06:33:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T06:34:21.464-07:00</updated><title type='text'>Sukses Gawai Blogger, Sukses Pelatihan Quick Count</title><content type='html'>Sukses adalah rangkaian. Tidak ada satu kesuksesan pun yang bisa dicapai tanpa langkah-langkah kecil yang sukses sejak awal. Langkah sukses pertama itu bernama perencanaan. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan adalah sesuatu yang vital. Saking vital dan pentingnya maka banyak orang sukses yang mengatakan bahwa dengan membuat perencanaan berarti separuh kesuksesan sudah dalam genggaman, tetapi jika tidak ada perencanaan, sama dengan merencanakan kegagalan. Sekali lagi: tanpa membuat perencanaan, sama dengan merencanakan kegagalan.&lt;br /&gt;Dalam perspektif ilmu, sukses sama dengan visi yang hendak dicapai. Visi saja tidak cukup, masih dibutuhkan misi atau tata cara dalam mencapai visi. Tata cara itu adalah program-program teknis di mana program-program teknis sama dengan trik atau kiat yang aplikatif untuk diterapkan. Penerapan tata cara kerja mempunyai alur dan prosedur, dan alur serta prosedur itu selalu harus dievaluasi sejauh mana efektivitasnya. Evaluasi inilah esensi dari kontrol sehingga mana yang kurang segera bisa ditanggulangi.&lt;br /&gt;Begitulah Gawai Blogger Borneo telah lama direncanakan. Dan Alhamdulillah, puji Tuhan, berhasil “kopi darat” tak kurang dari 150 orang di Gedung Auditorium Universitas Tanjungpura. Hadir pula marketer ulung internet, Nukman Luthfie.&lt;br /&gt;150 orang Blogger berhasil kumpul bareng bersama Nukman adalah torehan sejarah karena dua tahun sebelumnya Borneo Blogger Community baru beranggota 11 orang. Angka yang berkali lipat besarnya. Jauh lebih membanggakan daripada itu juga berhasil dihelat lomba desain blog di tingkat pelajar dan mahasiswa. &lt;br /&gt;Kepala Dinas Pariwisata Kalbar, Drs Kamaruzzaman, MM menyatakan kebanggaannya. Katanya, melalui blog dan internet banyak informasi bisa dicurahkan. Salah satunya adalah menopang industri pariwisata Kalbar. Kamaruzzaman pun berharap agar para blogger bisa mempromosikan segala potensi yang ada di Kalbar. Mantan Plt Bupati KKR itu juga menegaskan untuk bekerjasama erat dengan entitas Borneo Blogger Community (BBC), Borneo Tribune dan Tribune Institute.&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman. Aktivitas kami tidak berhenti sejak usainya Gawai Blogger Borneo pada Sabtu, 20-21 Juni lalu, kegiatan Pilpres juga disambut dengan Pelatihan Quick Count Nasional Pilpres 2009 di Kalbar. Kegiatan ini diikuti 37 peserta dengan instruktur Direktur Eksekutif Cirus Surveyor Group yang juga Ketua Umum Persepi serta Dosen Pasca Sarjana Fisip Universitas Indonesia, Andrinof A Chaniago. Kegiatan yang dihelat di Newsroom Redaksi Harian Borneo Tribune itu berjalan sukses dan lancar. Para peserta cepat mengetahui alur dan jalur pelaksanaan riset perhitungan cepat tersebut. &lt;br /&gt;Setelah sukses pelatihan diharapkan para peserta juga sukses di lapangan. Kesuksesan itu bukan hal baru karena sebelumnya di Pemilu Legislatif peserta pelatihan juga sudah pernah mencapainya. Sementara instruktur gaek Andrinof A Chaniago masih harus sibuk untuk dibawa berdiskusi soal berbagai topik terutama politik dan komunitas masyarakat Indonesia yang madani. &lt;br /&gt;Pembaca, kerja-kerja kebersamaan seperti ini sudah menjadi habbit bagi kami. Semoga nilai edukatif tersebut juga menjadi habbit atau kebiasaan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas serta kerja tuntas bagi kita semua. Salam sukses selalu bagi seluruh warga Kalimantan Barat. Seluruh warga pembaca di mana saja berada. Tak terkecuali di dunia maya. Sekali lagi sukses selalu dimulai dari hal-hal kecil: salam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-1565902845764208845?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/1565902845764208845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=1565902845764208845&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1565902845764208845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1565902845764208845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/07/sukses-gawai-blogger-sukses-pelatihan.html' title='Sukses Gawai Blogger, Sukses Pelatihan Quick Count'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-2865172787043665676</id><published>2009-07-10T06:29:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T06:32:53.225-07:00</updated><title type='text'>Melangkah ke QC Pilpres</title><content type='html'>27 Maret lalu intruktur Cirus Surveyor Group (CSG), Fadhli bertandang ke Markas Besar Tribune Institute dan Borneo Tribune di Purnama Dalam No 2. Pemuda yang sehari-hari memegang tampuk information technology di CSG ini memberikan pembekalan terhadap 37 surveyor untuk perhitungan cepat pemilu legislatif (pileg) nasional. Hasilnya sangat memuaskan. Kemenangan diketahui sejak dini—jauh sebelum KPU mengumumkan hasil perhitungan suara dari TPS-TPS.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;37 orang surveyor direkrut secara terbuka, dan kali ini mereka kembali akan menjalankan tugasnya. Tugas kali ini akan lebih berat, karena even “maha” besar ini adalah untuk top eksekutif negara (Pilpres). Angka pemilih pun melonjak dengan diperbaikinya daftar pemilih tetap (DPT) sehingga akurasi harus bisa dipertahankan tetap tinggi dan prima.&lt;br /&gt;CSG yang bekerjasama dengan Borneo Tribune serta Tribune Institute bekerja super serius. Pengalaman yang pernah didapatkan dievaluasi dan disempurnakan. Untuk itu pelatihan dan pembekalan tetap diperlukan. &lt;br /&gt;Pelatihan Quick Count untuk Pilpres babak puncak ini akan dihelat pada 27 Juni pekan depan. Kali ini instrukturnya tak kepalang tanggung, orang nomor satu di CSG—Andrinof A Chaniago. &lt;br /&gt;Dosen S1 dan S2 di FISIP UI ini merupakan tokoh terpenting di balik semaraknya polling-polling, jajak pendapat-jajak pendapat di Tanah Air. Dia adalah tokoh yang berkecimpung di dalam persiapan survei perdana Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dibiayai oleh Japan International Corporation Agency (JICA). &lt;br /&gt;“Beruntung Kalbar mendapatkan CSG 1,” kata Fadhli dalam komunikasi langsungnya via telepon. “Ya, beruntung karena Beliau hanya ke Kalbar dari seluruh provinsi di Indonesia,” sambung Fadhli.&lt;br /&gt;Ketertarikan Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi) ini tak lain dan tak bukan karena kinerja surveyor Kalbar sangat meyakinkan, terlebih mendapat unsur plus, yakni kekuatan kepenulisan. Dan memang, surveyor tidak hanya mencatat data dan angka, tetapi sekembalinya ke Kota Pontianak, mereka juga menuliskan pengalaman mereka ketika bertugas di lapangan. Laporan surveyor tersebut di Pileg dituangkan pada edisi khusus pasca pemilu legislatif. &lt;br /&gt;Pelatihan bersama Andrinof Chaniago akan dilaksanakan di Lantai 2 Gedung Borneo Tribune. Pesertanya adalah surveyor terpilih dari pelaksanaan pemilu legislatif dan relawan-relawan baru yang mendaftar dengan seleksi ketat. &lt;br /&gt;Usai pelatihan pada 27 Juni mendatang, surveyor akan menjalankan tugas di lapangan dengan sebaran ke seluruh Kalbar. Mereka akan memberikan hasil perhitungan cepatnya ke induk server di CSG Jakarta. Lantas hasil akhirnya bisa diikuti di siaran langsung stasiun televisi. &lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan yang diperoleh dari survei dan QC Pileg dan Pilpres tentu saja akan sangat berguna. Terutama bagi Pilkada-Pilkada di Kalbar. Baik kandidat maupun parpol akan mengetahui potensi riil mereka, potensi kemenangan dan strategi pemenangan. &lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan ini penting dan strategis karena bisa menekan dana dibanding terhambur-hambur percuma bersama tim sukses yang biasanya tak lepas dari “tim pengambul”. Pendekatan data dan fakta secara statistika lebih mendekati realita. &lt;br /&gt;Ada 5 kabupaten yang segera akan Pilkada, yakni Sintang, Melawi, Bengkayang, Sekadau dan Ketapang. Tentunya kedatangan Andrinof Chaniago tak lepas dari persiapan pilkada-pilkada ini. Kita tunggu saja interaksi antara CSG, Borneo Tribune, Tribune Institute maupun rentak gendang instrumen sosial-politik di Kalbar sebagai bagian dari kancah sosial-ekonomi-politik nasional. Salam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-2865172787043665676?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/2865172787043665676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=2865172787043665676&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2865172787043665676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2865172787043665676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/07/melangkah-ke-qc-pilpres.html' title='Melangkah ke QC Pilpres'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5497266754274073956</id><published>2009-05-31T08:14:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T08:28:00.627-07:00</updated><title type='text'>Jelang Masuk SD</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKhiIhQO6I/AAAAAAAADEs/6E348RcQeq0/s1600-h/DSC07301.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKhiIhQO6I/AAAAAAAADEs/6E348RcQeq0/s200/DSC07301.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342009715789413282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKhh06tGoI/AAAAAAAADEk/o08OsgpHVL0/s1600-h/DSC07281.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKhh06tGoI/AAAAAAAADEk/o08OsgpHVL0/s200/DSC07281.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342009710527453826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ocha sudah siap-siap meninggalkan sekolah Taman Kanak-Kanaknya. Ia segera menginjakkan kaki di bangku sekolah dasar. Ia sudah saya daftarkan di SD Mujahidin dengan harapan tidak terlalu jauh dengan kantor Borneo Tribune, dekat dengan lingkungan keluarga besar Mujahidin, serta tak perlu banyak penyesuaian ulang lantaran selama ini dia di Playgroup Mujahidin serta TK Mujahidin. Entar kalau SMP dia sudah bisa memilih sendiri mau sekolah di mana serta mengejar cita-citanya hendak jadi apa. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Saya juga pilihkan Ocha di SD Mujahidin karena SD ini tergolong baik mutunya. Ia setaraf dengan SD Muhammadiyah yang punya reputasi nasional. Bahkan SD Mujahidin selangkah lebih maju karena punya mesjid terbesar di Kalbar. Setidaknya saya ingin Ocha habbit dengan salat lima waktu berikut nilai-nilai disiplin, berdemokrasi maupun nilai-nilai universal lain yang terkandung di dalamnya. &lt;br /&gt;Di bulan bulan terakhir belajar di TK, Ocha sudah bisa baca dan tulis serta dikte. Ia juga ikutan les private dengan Bimbel Fazli yang diasuh adik kandung saya sendiri, Lina Wardah. Ocha kelihatan sekali asyik mengikuti pelajaran-pelajarannya, baik di TK maupun di Bimbel. &lt;br /&gt;Ocha juga mengajukan usul kepada saya untuk les bahasa Inggris dan mengaji. Sebuah motivasi belajar yang tinggi. Insya Allah dalam waktu dekat saya survei di lembaga mana yang tepat untuknya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;untuk&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5497266754274073956?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5497266754274073956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5497266754274073956&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5497266754274073956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5497266754274073956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/05/jelang-masuk-sd.html' title='Jelang Masuk SD'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKhiIhQO6I/AAAAAAAADEs/6E348RcQeq0/s72-c/DSC07301.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-2106803990282794626</id><published>2009-05-31T07:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T08:08:03.661-07:00</updated><title type='text'>Kata-kata Baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKco0DIvuI/AAAAAAAADEc/3kDh3AtGDow/s1600-h/DSC03078.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKco0DIvuI/AAAAAAAADEc/3kDh3AtGDow/s200/DSC03078.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342004332995329762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKcoaOuduI/AAAAAAAADEU/nsV9lq8QBLk/s1600-h/DSC03075.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKcoaOuduI/AAAAAAAADEU/nsV9lq8QBLk/s200/DSC03075.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342004326064617186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nada semakin menggemaskan. Kini dia berusia 19 bulan. Sudah lincah berjalan, bahkan berlari serta melompat-lompat untuk naik ke pundak ayahnya. Tak urung saat pulang kantor dan membuka pintu dia sudah tahu serta reflek berteriak, "Papa. Papaaa..."&lt;br /&gt;Biasanya Nada segera menuju ke arah pintu. Ia teruskan memanggil-manggil papa, papa. Kerap kali saking gembiranya ia berteriak-teriak girang, "Papa! Papaa!"&lt;br /&gt;Cape seharian bekerja segera luluh melihat si mungil nan lucu ini. Mata bundarnya semakin menggemaskan. Pipi tembemnya memantik tangan untuk menjawilnya. Reflek saya sambut lari-lari kecilnya dan segera menggendong, mencium dan mengajaknya bincang-bincang. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Memang anak usia Nada belum banyak berkata-kata. Tapi pengalaman saya membesarkan kakaknya, Ocha, anak-anak sejak dini diajak berkomunikasi akan mampu menangkap pesan. Minimal mengangguk, menggeleng, senyum, atau istimewanya menjawab kata-kata yang diajukan. Sebut misalnya Nada mengulang kata SMS saat saya mengajaknya bicara soal, "Jangan ganggu papa dulu nak, sekarang papa lagi membalas SMS. Balasan SMS ini penting karena papa bekerja di pers." Nada menjawab, "Es em es," dengan intonasi yang mengeduk-eduk hatiku. "Nak, papa bangga padamu. Kamu cerdas. Cepat menangkap kata-kata baru. Kelak papa akan ajari bahwa SMS itu artinya short message service. Bahasa Orang Puteh yang artinya pesan layanan singkat."&lt;br /&gt;Nada juga sudah berani berkomunikasi dengan Stefani Jung, peserta internship programe asal Bonn University, Jerman yang selama magang stay di Meranti Indah D18. "Stefi, Stefi..." katanya mengajak dialog. Stefi pun tak jarang mengajaknya berkomunikasi. Mengajaknya dolanan. Menggendong si kecil Nada. Stefi belajar Bahasa Indonesia, Nada belajar bahasa Inggris dan Jerman. Ha ha ha. &lt;br /&gt;Ya, semoga Nada dan Ocha sejak kecil sudah biasa gaul dengan bule-bule. Mampu menguasai bahasa asing. Masuk komunitas internasional sejak dini. Wawasan dan pergaulan luas tidak akan ada ruginya. Apalagi jika dibekali dengan iman yang kuat. Insya Allah, sukses dunia-akhirat. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-2106803990282794626?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/2106803990282794626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=2106803990282794626&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2106803990282794626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2106803990282794626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/05/kata-kata-baru.html' title='Kata-kata Baru'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKco0DIvuI/AAAAAAAADEc/3kDh3AtGDow/s72-c/DSC03078.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-7781337098633533905</id><published>2009-05-31T07:45:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T07:48:35.712-07:00</updated><title type='text'>Selamat Ulang Tahun, Rajut Kerjasama Tribune Institute, Untan dan Bonn University</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKYurzwEOI/AAAAAAAADEM/22RTRh2Xx34/s1600-h/Ketua+Yayasan+Tribune+Institute,+Dwi+Syafriyanti+membubuhkan+tandatangan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKYurzwEOI/AAAAAAAADEM/22RTRh2Xx34/s200/Ketua+Yayasan+Tribune+Institute,+Dwi+Syafriyanti+membubuhkan+tandatangan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342000035816018146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari tulisan bergerak menjadi kenyataan. Itulah rangkaian indah kerjasama antara lembaga nirlaba Tribune Institute di bidang kepenulisan dengan Universitas Tanjungpura serta Bonn University, Jerman.&lt;br /&gt;Dosen Bahasa Indonesia di Program Studi Asia, Yanti Mirdayanti, MA bersama Dr Oliver Pye mengirimkan mahasiswa-mahasiswi untuk internship programe di Harian Borneo Tribune dan Tribune Institute. Pada 1 Oktoebr telah dikirim Dorina Luise Schulte disusul kemudian dengan Sina Gil Waldelich, Mathias Waldmayer, Christian Stegmann dan Stephani Jung. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kehadiran peserta magang di tingkatan strata 1 dan 2 ini memberikan kontribusi yang besar dalam lintas bahasa, kebudayaan, dan pendidikan. Universitas Tanjungpura membuka diri untuk kerjasama di bidang pendidikan dan kebudayaan serta disambut positif oleh Program Studi Asia, Bonn University, Jerman. &lt;br /&gt;Pertemuan demi pertemuan digagas. Tidak hanya di Untan, tetapi juga di Bappeda, Borneo Tribune dan Tribune Institute. Hubungan kerjasama juga digagas bersama sejumlah stakeholder maupun NGO’s yang kredibel. &lt;br /&gt;Pada saat penandatanganan MoU Tripartit sekaligus digelar Seminar Internasional menyoal Bio Energi. Tampil antara lain Ketua Pusat Studi Asia Bonn University, Dr Oliver Pye didampingi Yanti Mirdayanti, MA, Kepala Bappeda Kalbar Ir H Fathan A Rasyid, Dekan Fakultas MIPA Dr Thamrin Usman, DEA, Ketua Pusat Studi Energi Dr Ir Ismail Yusuf, dan Pemred Harian Borneo Tribune, H Nur Iskandar, SP. &lt;br /&gt;Hubungan kerjasama ini telah dilembagakan dengan penandatanganan piagam kerjasama yang difasilitasi International Office. Intinya adalah kerjasama di bidang pendidikan, kebudayaan dan riset-riset ilmiah. Penandatanganan MoU diwakili untuk Bonn University, Dr Oliver Pye, Purek IV Bidang Kerjasama Ir H Iqbal Djayadi, MT, dan Ketua Tribune Institute, Dwi Syafriyanti, SH, MH.&lt;br /&gt;Hubungan pendidikan dan kebudayaan ini terus berjalan dan akan ditingkatkan ke Jerman. “Kita berharap tidak hanya mahasiswa dan mahasiswi Jerman yang datang ke Kalbar, tetapi juga kita dari Kalbar mengirim ke Jerman,” ungkap Kepala Bappeda Kalbar Ir H Fathan A Rasyid. Pendapat serupa disampaikan Rektor Prof Dr H Chairil Effendy saat menerima Oliver Pye di ruang kerjanya. &lt;br /&gt;Hubungan kerjasama internasional terus dijalankan lembaga tripartit di atas. Bahkan di dalam Hut Emas Untan juga ditingkatkan kerjasama antara ketiga lembaga tersebut. &lt;br /&gt;Stephani Jung dari Bonn University dan Borneo Tribune juga tampil di dalam Konvensi Internasional. Pada kesempatan itu juga dilibatkan para pihak dari Kanada, Belanda dan Amerika Serikat. “Kami tentu saja bangga dengan adanya kerjasama seperti ini. Kita harus menjalin kemitraan sebagai sesama warga bangsa,” kata Ketua Panitia Konvensi Internasional, Prof Redatin Parwadi. &lt;br /&gt;Setakat ini seluruh kegiatan berjalan sukses. “Kami akan segera mengirim peneliti untuk proyek reklamasi Sungai Kapuas,” ungkap Oliver Pye menyusul kepulangannya ke Bonn, Jerman.&lt;br /&gt;Kerjasama semakin erat di Bulan Mei karena merupakan hari jadi ketiga lembaga. Tepatnya Borneo Tribune dan Tribune Institute yang berulangtahun kedua (19 Mei) dan Untan dengan Hut Emasnya (20 Mei 1959-19 Mei 2009). Dan atas kerjasama yang berlangsung selama ini semoga dapat terus ditingkatkan. Dan tentu saja: selamat ulang tahun... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narasi dan Foto: Nur Iskandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-7781337098633533905?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/7781337098633533905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=7781337098633533905&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7781337098633533905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7781337098633533905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/05/selamat-ulang-tahun-rajut-kerjasama.html' title='Selamat Ulang Tahun, Rajut Kerjasama Tribune Institute, Untan dan Bonn University'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKYurzwEOI/AAAAAAAADEM/22RTRh2Xx34/s72-c/Ketua+Yayasan+Tribune+Institute,+Dwi+Syafriyanti+membubuhkan+tandatangan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-488549608539339375</id><published>2009-05-31T07:41:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T07:45:33.063-07:00</updated><title type='text'>Gubernur Sambut Terbitnya Buku 50 Tahun Untan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKX9pccDqI/AAAAAAAADEE/61h0apBRBpY/s1600-h/DSC03350.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKX9pccDqI/AAAAAAAADEE/61h0apBRBpY/s200/DSC03350.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341999193367776930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belum pernah tercatat dalam sejarah kepemimpinan pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat di mana alokasi dana bantuan pendidikannya tertinggi seperti dicatatkan Gubernur Cornelis. Dana bantuan bagi Untan sebesar Rp 12 Miliar dipuji Rektor Chairil Effendy di dalam banyak kesempatan. Oleh karena itu kenyataan ini menunjukkan hubungan paling mesra antara Untan dengan Pemprov Kalbar.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Terkait dengan terbitnya buku berjudul Dies Emas Universitas Tanjungpura, Gubernur Cornelis menyambut dengan hangat. Di dalam pengantarnya, Cornelis menyebutkan bahwa Untan adalah lembaga pendidikan tinggi tertua dan terbesar di Kalbar. Melalui Untan, Cornelis berharap peran serta secara maksimal untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan andal. &lt;br /&gt;Terkait upaya Untan terjun ke kancah internasional menurut Cornelis hal itu sebagai bentuk komitmen pembangunan. “Kerjasama dengan pemerintah juga semakin terlihat di bidang kesehatan di mana telah berdiri Fakultas Kedokteran sejak 2005. Alumninya diharapkan dapat bekerja meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kalbar.”&lt;br /&gt;Cornelis sebagai alumnus Untan. Khususnya Magister Hukum benar-benar menunjukkan kecintaannya kepada almamater. Gubernur Cornelis mengingatkan agar Untan semakin dewasa di usia ke-50. “Maklum, ibarat pohon semakin besar semakin kuat pula angin yang menerpanya.”&lt;br /&gt;Melalui Dies Emas, Cornelis mengingatkan untuk intrsopeksi diri kembali. Dengan introspeksi itu akan mudah melakukan fokus secara tajam ke depan. Cita-cita akan semakin mudah diraih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPM Terendah&lt;br /&gt;Di balik hiruk pikuk Dies Emas Untan, Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya, SE, MM mengingatkan kondisi faktual bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar adalah peringkat kelima dari buntut 33 provinsi se-Indonesia. “Kalbar bahkan terendah se-Kalimantan. Kondisi ini ironis,” ujar Wagub Christiandy saat memberikan kata sambutan dalam dinner party atas jamuan makan malam Konvensi Internasional yang dihelat Universitas Tanjungpura. &lt;br /&gt;Christiandy mengaku bersyukur di acara dinner party bertemu orang-orang pintar lokal, nasional dan internasional. Masalah krisis global dikupas habis-habisan dengan pendekatan multidisipliner ilmu pengetahuan. “Kalbar kaya dengan potensi sumber daya alam tetapi nyatanya masih miskin. Kami mohon solusi,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-488549608539339375?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/488549608539339375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=488549608539339375&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/488549608539339375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/488549608539339375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/05/gubernur-sambut-terbitnya-buku-50-tahun.html' title='Gubernur Sambut Terbitnya Buku 50 Tahun Untan'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKX9pccDqI/AAAAAAAADEE/61h0apBRBpY/s72-c/DSC03350.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-6111904106272699645</id><published>2009-05-31T07:39:00.001-07:00</published><updated>2009-05-31T07:41:39.033-07:00</updated><title type='text'>Network Kesempatan Meningkatkan Kualitas</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKXF8Xim8I/AAAAAAAADD8/ysZ7fQ4VZSQ/s1600-h/Rektor+UI.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKXF8Xim8I/AAAAAAAADD8/ysZ7fQ4VZSQ/s200/Rektor+UI.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341998236374834114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dia guru besar yang menjadi Rektor UI termuda. Umurnya baru 44 tahun. “Saya sahabat dekat Prof Chairil,” ungkap Prof Dr der Soz Gumilar Somantri saat tampil memberikan kata sambutan di acara dinner party bersama pejabat Pemprov maupun peserta Konvensi Internasional di Pendopo Gubernur, Selasa (19/5). &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dengan gaya bahasanya yang lemah lembut namun keras pada data, fakta maupun analisa, tokoh keynote speaker dalam acara konvensi tampil memikat audien. Tema yang dikupasnya di acara pembukaan konvensi berjudul Challenging the Global Crisis: University as the Main Actor for Sustainable Civilization and Humanity (Tantangan Krisis Global: Universitas sebagai aktor utama untuk peradaban yang berkelanjutan dan kemanusiaan) kembali dia ulas. &lt;br /&gt;“Saya senang hadir di sini sebagai Rektor UI maupun pimpinan ASHAIL Indonesia. Saya gembira Untan dalam Hut Emasnya bisa membangun kerjasama atau networking. Kerjasama adalah kesempatan kita untuk meningkatkan kualitas,” ujarnya jadi pemberi kata sambutan setelah Rektor Untan Prof Dr H Chairil Effendy. &lt;br /&gt;ASHAIL kata Gumilar bersifat terbuka. Keanggotaannya kini sudah lebih dari 100 orang dengan komposisi negara Indonesia, Malaysia dan Thailand. “Networking sangat penting untuk menjaga pengetahuan asli atau indiginous knowledge,” katanya. &lt;br /&gt;“ASHAIL yang saya pimpin juga bersifat terbuka. Hanya dengan keterbukaan kita bisa mencapai kemajuan. Sulit rasanya di zaman sekarang kita menutup diri.”&lt;br /&gt;Gumilar yakin lembaganya di UI, termasuk UGM, ITB, IPB mengajak dan memberikan uluran tangan bagi kampus-kampus lain. Tak terkecuali Untan. Untan telah menjalin hubungan kerjasama dengan UI. Kerjasama yang paling erat adalah Fakultas Kedokteran. Fakultas Kedokteran Untan tahun 2010 ini sudah akan menelorkan sarjana-sarjananya. &lt;br /&gt;“Kita harus sama-sama berkembang membangun bangsa. UI juga terus berupaya meningkatkan ranking internasional. Tetapi ranking bukanlah tujuan. Kita bekerja keras sehingga UI telah melompati 300 universitas dunia,” paparnya. &lt;br /&gt;Gumilar membentangkan contoh UI yang dipimpinnya untuk menjadi pelajaran bagi Untan yang juga hendak terjun ke kancah internasional. &lt;br /&gt;UI menguatkan riset dengan spesifik. Di Asia UI telah memasuki ranking 50 besar. “Enam PTN di Indonesia masuk 200 besar internasional. Denyut UI berhasil nyata.”&lt;br /&gt;Gumilar melanjutkan bahwa dosen-dosen UI ada pembagian kerjanya. Ada dosen yang spesifik ke bidang riset atau penelitian, sebaliknya ada dosen yang dispesifikkan untuk mengajar secara paripurna. &lt;br /&gt;UI untuk menggapai ambisinya hendak membangun perpustakaan terbesar di dunia dengan menampung 3 juta judul buku. “Kita juga membangun Rumah Sakit UI dengan dana Rp 1,4 triliun. Kita terus melangkah dengan melihat model Boston University, Washington, California, Jerman, Inggris. Kita integrasikan menjadi pusat keunggulan ilmu pengetahuan.”&lt;br /&gt;UI kata Gumilar berusaha untuk meningkatkan citra dan derajat Bangsa. “UI mengubah jati diri bangsa. Kita juga siap bekerjasama dengan Untan maupun Kalbar,” ujar Gumilar yang selama berada di Kota Pontianak menyempatkan diri meneliti ikan-ikan sungai, sempat menikmati pengkang di Wajok, maupun cah pakis. “Cah pakis ala Pontianak enak sekali,” pujinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-6111904106272699645?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/6111904106272699645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=6111904106272699645&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/6111904106272699645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/6111904106272699645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/05/network-kesempatan-meningkatkan.html' title='Network Kesempatan Meningkatkan Kualitas'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKXF8Xim8I/AAAAAAAADD8/ysZ7fQ4VZSQ/s72-c/Rektor+UI.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-8089377966466829180</id><published>2009-05-31T07:36:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T07:39:20.841-07:00</updated><title type='text'>Terjun ke Kancah Internasional</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKWje5YEdI/AAAAAAAADD0/W1engzbZOYA/s1600-h/Rencana+Pengembangan+Untan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKWje5YEdI/AAAAAAAADD0/W1engzbZOYA/s200/Rencana+Pengembangan+Untan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341997644348133842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rektor Untan Prof Dr H Chairil Effendy dalam kata sambutan di hadapan pejabat Pemprov serta tamu Konvensi Internasional di Pendopo Gubernur, Selasa (19/5) mengutip pendapat Bung Karno, “Biasanya para tokoh daerah datang menghadap saya (Bung Karno, red) meminta dibangunkan gedung-gedung megah, tetapi Kalbar sangat luar biasa. Yang diminta adalah sebuah universitas.”&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Chairil mengutip pendapat Bung Karno kala founding fathers Untan menghadap RI 1 untuk mohon restu pendirian Universitas Tanjungpura. Chairil menguak sejarah di awal 1959 di depan tetamu internasional dengan harapan mengingatkan kembali bahwa sejak dahulu kesadaran warga Kalbar akan pentingnya bidang pendidikan sudah sangat tinggi. Maka wajar di Hut Emas (Golden Anniversary) Untan digeber konvensi bertaraf internasional.&lt;br /&gt;Konvensi Internasional Untan dihadiri sejumlah universitas dalam dan luar negeri. Tampil keynote speaker Rektor Universitas Indonesia, Prof Dr der Soz Gumilar R Somantri yang juga Ketua ASHAIL Indonesia dan Rektor Universitas Malaya. Hadir juga 40-an civitas akademika Unimas, Sarawak maupun panelis asing, sebut di antaranya Hui-Siang JEE Brenda, Evan Lau, Chin-Hong Puah, Shazali Abu Mansor, Ernest Cyril de-Run, Tsuyoshi Yoshomura, Siusana Kweldju, dan Stephani Jung. &lt;br /&gt;Kesadaran warga Kalbar akan pendidikan sejak 50 tahun yang lalu sangat penting diaktualisasikan karena iklim kompetitif dunia saat ini semakin tinggi serta tanpa batas. Kompetisi di segala lini itu sangat ditentukan oleh bibit maupun bobot sumber daya manusia. Inti dari bobot SDM adalah pendidikan. Unit pendidikan tinggi terbesar di Kalbar adalah Untan. Oleh karena itu kepada Untan besar sekali harapan Kalbar untuk memperoleh kemajuan dan kebanggaan. &lt;br /&gt;Untuk itu tema yang diangkat Untan adalah “Membangun Networking untuk Mengatasi Krisis Global.” Krisis global itu meliputi krisis ekonomi, krisis lingkungan, krisis pangan, krisis energi dan krisis sosial budaya. Untan ingin berpartisipasi secara aktif memberikan solusi atas krisis global yang dihadapi dunia era mutakhir ini. Untan di hut emasnya ingin pula mewariskan solusi-solusi ilmiah dengan tinta emas. &lt;br /&gt;Untan mempunyai visi yang besar terhadap tatanan internasional. Untan Ingin tampil dengan daya saing internasional maupun terjun ke kancah internasional dengan memecahkan masalah-masalah mondial. Hal ini tampak dalam visi Universitas Tanjungpura (Untan) sebagaimana tertuang di dalam statuta pendidikannya yakni untuk menjadi institusi preservasi dan pusat informasi ilmiah Kalimantan Barat serta menghasilkan luaran yang bermoral Pancasila dan mampu berkompetisi baik di tingkat daerah, nasional, regional dan internasional.&lt;br /&gt;Universitas Tanjungpura yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1959 sebagai perguruan tinggi swasta dengan nama Universitas Daya Nasional oleh Yayasan Perguruan Tinggi Daya Nasional saat ini terus berjuang mensejajarkan diri dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi papan atas terutama di tingkat nasional. Untuk itu menurut Rektor Chairil Effendy secara bertahap Untan hendak mengejar jumlah tenaga pengajar bertaraf doktor (Strata 3/S3) sebanyak 300 orang. Upaya-upaya mencapai ke arah itu telah dilakukan dengan mempermudah pengiriman-pengiriman dosen untuk tugas belajar. “Pemprov di bawah kepemimpinan Bapak Cornelis sangat besar sekali kontribusinya mencapai visi tersebut. Tepatnya dengan mengalokasikan anggaran kepada Untan sekitar kurang lebih Rp 12 miliar.” &lt;br /&gt;Tenaga pengajar Untan saat ini terdiri dari 24 guru besar (profesor) dan 118 doktor (S3). Jumlah itu terus ditingkatkan dengan keinginan mencapai 300 jumlah doktor atau pakar di bidangnya. “Kita ingin mewujudkan Untan sebagai pusat ilmiah Kalimantan Barat,” tegas Chairil.  &lt;br /&gt;Tenaga pengajar pada waktu Untan pertama kali berdiri adalah para sarjana dan sarjana muda yang ada di daerah Kalimantan Barat. Dalam perkembangan 50 tahun seperti diakui Chairil di dalam pengantar buku Dies Emas Untan telah banyak kemajuan dan perkembangan, tetapi selalu ada kekurangan-kekurangan yang mesti secara bertahap disempurnakan. “Tanggung jawab yang dipikul Untan semakin bertambah seiring dengan semakin beratnya tantangan yang dihadapi sebagai konvergensi dari berbagai dampak globalisasi dewasa ini. Terkait dengan hal tersebut Untan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. &lt;br /&gt;Di tahun 2009, Untan menyadari pentingnya keterlibatan secara aktif di tingkat internasional. Untuk itu Untan membangun lembaga khusus bernama International Office. Lembaga ini dipimpin Ir Elvira, MT, PhD. &lt;br /&gt;“Kita di International Office berupaya menjalin sebanyak mungkin hubungan kerjasama internasional. Hubungan kerjasama yang saat ini berjalan adalah dengan sejumlah universitas di Malaysia dan Jerman,” ungkapnya. &lt;br /&gt;International Office juga menjalin hubungan kerjasama dengan Kedutaan Besar Amerika di Jakarta maupun Kedubes Australia. “Sejauh ini kami merintis manajemen hubungan internasional dengan rapi dan terukur. Kita tidak mau kerjasama hanya sampai di atas kertas saja melainkan betul-betul dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” ungkap staf pengajar di Fakultas Teknik ini. &lt;br /&gt;Elvira yang berkantor di Magister Teknik mengaku gembira hubungan kerjasama dengan Bonn University yang digagas sejak Maret 2009 lalu telah mulai membuahkan hasil riset bersama perihal reklamasi Sungai Kapuas. Riset bersama itu akan dimulai pada September 2009. “Dari hubungan kerjasama internasional kita harus belajar banyak sehingga tenaga-tenaga menengah dan atas kita juga memenuhi standar internasional,” ujar alumni PhD asal Negeri Kangguru ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-8089377966466829180?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/8089377966466829180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=8089377966466829180&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/8089377966466829180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/8089377966466829180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/05/terjun-ke-kancah-internasional.html' title='Terjun ke Kancah Internasional'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKWje5YEdI/AAAAAAAADD0/W1engzbZOYA/s72-c/Rencana+Pengembangan+Untan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-4272998313622463593</id><published>2009-05-31T07:32:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T07:35:39.935-07:00</updated><title type='text'>Live, Pertanggungjawaban Publik</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKVo060xhI/AAAAAAAADDs/2YKdkEo-Ubc/s1600-h/DSC03269.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKVo060xhI/AAAAAAAADDs/2YKdkEo-Ubc/s200/DSC03269.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341996636647507474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama peringatan ulang tahun emas Untan dan dua tahun Borneo Tribune ditayangkan dalam talkshow di TVRI Pontianak dengan durasi 60 menit. Hadir Rektor Untan Prof Dr H Chairil Effendy, dosen tamu di Unimas, Dr Fariastuti, dosen Fakultas Ekonomi Unimas Hasnan Otto dan Pemred Borneo Tribune sekaligus Wakil Ketua Tribune Institute, Nur Iskandar.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Talkshow dengan tajuk pendidikan ini merupakan pertanggungjawaban publik atas ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa selama 50 tahun lembaga pendidikan tinggi yang berada di pundak Universitas Tanjungpura, dan dua tahun koran pendidikan Borneo Tribune berikut lembaga nirlaba Tribune Institute.&lt;br /&gt;Rektor Untan, Prof Dr H Chairil Effendy, MS di dalam talkshow menekankan bahwa Untan selama 50 tahun berdiri sudah banyak melakukan inovasi-inovasi terkait upaya menjawab masalah-masalah sosial, politik dan kemasyarakatan di Kalbar bahkan nasional-internasional. Tetapi tentu saja menurutnya masih banyak yang belum tersentuh, untuk itu Untan meredisign kembali untuk menjawab tantangan ke depan yang jauh lebih berat. Untan dirancang jauh lebih maju serta menginternasional.&lt;br /&gt;Pakar ekonomi asal FE Untan yang kini menjadi dosen tamu di Unimas, Dr Fariastuti menitik-tekankan standar internasional di mana kata kuncinya adalah kerja keras dan disiplin. “Di Malaysia pendidikannya sangat maju karena kedua hal tersebut. Faktor pendukung utama di Malaysia tentu saja penguasaan Bahasa Inggris,” katanya seraya mengajak civitas akademika Untan maupun publik menguasai Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. &lt;br /&gt;Hasnan Otto mengakui bahwa usia Unimas jauh lebih muda dari Untan. “Kami belajar dari Untan. Kekuatannya kita ikuti, kelemahannya kita tidak ikuti,” ungkapnya seraya senyum. Hasnan menyarankan kerjasama regional seperti yang setakat ini sudah dilaksanakan untuk terus ditingkatkan. “Kami sering terima muhibah dari Kalimantan Barat, sedangkan kami yang jarang bermuhibah ke Pontianak,” akunya. &lt;br /&gt;Hasnan Otto berikut Fariastuti memboyong sekitar 40-an peserta didiknya bertandang ke Borneo Tribune. Di kantor redaksi mereka bicara blak-blakan soal aktivitas kampus maupun hubungan timbal balik Sarawak-Kalbar. “Kita negeri Kalimantan harus maju,” picu mahasiswa dan mahasiswi yang selalu tampak enerjik.&lt;br /&gt;Mahasiswa dan mahasiswi Unimas juga mengunjungi TVRI. Mereka menyimak siaran di televisi lembaga penyiaran publik tersebut.&lt;br /&gt;TVRI dalam talkshownya membuka kesempatan hotline. Masuk sejumlah penelepon dengan nada kritis tapi konstruktif. Misalnya ada warga yang meminta Untan tidak hanya menelorkan sarjana yang ribuan setiap tahun, tapi juga menjamin lapangan pekerjaan bagi mereka. Cara yang diusulkan adalah kerjasama dengan Pemkab/Pemkot untuk prioritas bagi alumni Untan. &lt;br /&gt;Usul ini tentu saja tidak bisa diaminkan karena tujuan pendidikan tinggi adalah berpikir akademis, sedangkan untuk rekrutmen PNS sudah ada tata aturannya yang terbuka tidak hanya bagi alumni Untan, tapi secara nasional. &lt;br /&gt;Acara yang ditayangkan pada pukul 15.00 dan berakhir 16.00 itu tanpa terasa mengalirnya. Satu persatu telepon masuk dari warga untuk mencermati bidang pendidikan dan korelasinya dengan media. &lt;br /&gt;Saling asah, asih dan asuh membuncah sepanjang acara talkshow. Mereka juga mengucapkan selamat ulang tahun bagi Universitas Tanjungpura yang merayakan hut emas, 50 tahun. Tak urung kepada Borneo Tribune dan Tribune Institute yang masih usia kanak-kanak, 2 tahun. Umur boleh kanak-kanak, tetapi kinerja media harus cepat dewasa. Bravo bagi kita semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-4272998313622463593?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/4272998313622463593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=4272998313622463593&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4272998313622463593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4272998313622463593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/05/live-pertanggungjawaban-publik.html' title='Live, Pertanggungjawaban Publik'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SiKVo060xhI/AAAAAAAADDs/2YKdkEo-Ubc/s72-c/DSC03269.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-2333597199242876093</id><published>2009-05-12T09:48:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T09:52:13.182-07:00</updated><title type='text'>Pemerintah Australia Tawarkan Beasiswa</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SgmpAmx2uoI/AAAAAAAADDk/k3at5HbU03E/s1600-h/DSC03117.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SgmpAmx2uoI/AAAAAAAADDk/k3at5HbU03E/s200/DSC03117.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334981061471812226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Redaksi Borneo Tribune, mendapatkan tamu istimewa dari Departemen Pendidikan Kedutaan Besar Australia, Siska Wiliyhana, untuk menawarkan program beasiswa S2 dan S3, Selasa (12/5).&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Siska ditemui langsung Pemimpin Redaksi Borneo Tribune, Nur Iskandar. Dalam kunjungannya tersebut, ia mengatakan Pemerintah Australia membuka kembali kesempatan beasiswa untuk tahun ajaran 2010/2011.&lt;br /&gt;Ia menjelaskan dalam kunjungan kerja ini, Departemen Pendidikan Kedutaan Besar Australia, akan melakukan berbagai kegiatan. Diantaranya, kunjungan ke beberapa instansi pemerintahan. Seperti, kantor gubernur dan walikota, kantor-kantor dinas, serta beberapa universitas di Pontianak. &lt;br /&gt;“Hal ini dimaksudkan, agar seluruh masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat, dan khususnya Kota Pontianak, dapat memanfaatkan kesempatan yang baik ini, dan bersama-sama meningkatkan pembangunan di Kalbar, melalui bidang pendidikan,” katanya.&lt;br /&gt;Seminar umum pendidikan dan beasiswa Australia akan diselenggarakan, Kamis (14/5) pukul 16.00 hingga selesai di Auditorium Untan, Jalan Ahmad Yani Pontianak.&lt;br /&gt;Ia memaparkan seminar ini tidak dipungut biaya, dan terbuka untuk masyarakat umum di seluruh Pontianak dan Kalbar. Seminar akan membahas pendidikan di Australia, serta kesempatan beasiswa melalui Australian Scholarships.&lt;br /&gt;Australian Scholarship merupakan sebuah inisiatif dari Pemerintah Australia, yang mencerminkan komitmen jangka panjang terhadap pembangunan pendidikan dan profesionalisme di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;Bentuk beasiswa dari Pemerintah Australia, terbagi dalam Australian Development Scholarships (ADS), Australian Leadership Awards (ALA) dan Endeavour Awards.&lt;br /&gt;Siska mengatakan, salah satu beasiswa yang akan dikupas secara lengkap adalah Australian Development Scholarship (ADS) yang memiliki tujuan utama, meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, melalui pemberian beasiswa studi pasca sarjana (S2 dan S3) di universitas-universitas di Australia. Sebanyak 300 beasiswa ditawarkan untuk periode 2010/2011.&lt;br /&gt;“Beasiswa ADS terbuka bagi seluruh warga Negara Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikan minimal S1,” katanya.&lt;br /&gt;Persyaratannya adalah, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,9 (skala maksimal 4) dan institusinal TOEFL minimal 500, atau IELTS 5,0 atau Internasional TOEFL 170. Pendaftaran akan dibuka 15 Juni 2009, dan ditutup 4 September 2009. &lt;br /&gt;Beasiswa ADS mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, biaya perjalanan, asuransi kesehatan, pelatihan Bahasa Inggris, serta biaya-biaya lainnya, yang dibutuhkan selama menempuh studi di Australia. &lt;br /&gt;“Selain beasiswa ADS, dalam sesi informasi ini juga, akan dibahas mengenai kedua beasiswa lainnya, yaitu Australian Development Scholarship dan Endeavour Awards.&lt;br /&gt;Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Siska Wiliyhana, MBA di nomor (021) 5229675 atau website www.adsindonesia.or.id dan www.austalianscholarships.gov.au. (Aulia Marti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-2333597199242876093?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/2333597199242876093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=2333597199242876093&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2333597199242876093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2333597199242876093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/05/pemerintah-australia-tawarkan-beasiswa.html' title='Pemerintah Australia Tawarkan Beasiswa'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SgmpAmx2uoI/AAAAAAAADDk/k3at5HbU03E/s72-c/DSC03117.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-7603355585227352066</id><published>2009-05-12T09:46:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T09:48:13.787-07:00</updated><title type='text'>LKTI Mahasiswa Berhadiah 9 Laptop</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SgmoRhGG0rI/AAAAAAAADDc/rdGC4RnX69Q/s1600-h/edi+suratman-fr+internet.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SgmoRhGG0rI/AAAAAAAADDc/rdGC4RnX69Q/s200/edi+suratman-fr+internet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334980252492288690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dies Natalis Untan yang ke-50 ditandai pula dengan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang spektakuler karena berhadiah 9 buah unit laptop. LKTI tingkat mahasiswa di lingkungan kampus biru ini meliputi bidang Pengetahuan Alam, Pengetahuan Sosial dan Pendidikan. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;”Kita memberikan hadiah sembilan unit laptop karena berorientasi pendidikan,” kata Ketua Panitia Dies Natalis Emas Untan, Edi Suratman. Doktor bidang ekonomi yang pakar di bidang perbatasan ini dalam sebuah wawancara mengakui bahwa LKTI merupakan inti kekuatan mahasiswa. &lt;br /&gt;”Sekali lagi kita menekankan pendidikan. Lomba yang paling berkarakter pendidikan, khususnya penulisan ilmiah adalah LKTI,” kata Edi yang juga Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan. &lt;br /&gt;Tidak keliru Untan menggelar LKTI dengan hadiah begitu besar bagi kalangan mahasiswa. Hal tersebut dikarenakan Untan secara nasional cukup menonjol sebagai pelanggan juara LKTI. Baik bidang IPA, IPS maupun Pendidikan. &lt;br /&gt;LKTI diselenggarakan sepanjang Mei 2009. Saat ini sudah menginjakkan kepada fase final. ”Ada 25 finalis yang tentu saja bersaing sangat ketat,” ungkap Edi. &lt;br /&gt;Edi menuturkan bahwa agenda Hut Emas Untan kali ini tidak hanya LKTI, tetapi juga upacara Hardiknas, seminar sex sehat dan harmonis bersama Dr Boyke, bazar dan pameran, jalan santai serta seminar internasional. Khusus untuk seminar internasional digelar pada 18-19 Mei di Untan dengan menampilkan pembicara kunci Rektor UI dan Rektor UM, Malaysia. Pada seminar internasional itu digunakan dua bahasa. Indonesia dan Inggris. Pesertanya juga dari manca negara, baik Asia maupun Eropa serta Amerika.&lt;br /&gt;”Pada 20 Mei, tepat di hari Dies, kita menghadirkan Mendagri untuk orasi ilmiah bertajuk Membangun Rumah Besar Indonesia, Kembali pada Idiologi dan Jati Diri Bangsa.”&lt;br /&gt;Kesibukan Dies Natalis selain pada sektor akademik, juga konsolidasi alumni. Oleh karena itu digelar temu alumni akbar. ”Nama kegiatannya adalah Home Coming Day. Kita undang rektor, mantan rektor hingga seluruh alumna dan alumni,” tandas Edi yang pada 18 Mei mendatang harus presentasi di Bappenas terkait tugas-tugas akademiknya di Rektorat Untan. &lt;br /&gt;Masih menurut Edi, di ajang Hut Emas Untan, para dosen juga meluncurkan buah karya mereka. Tepatnya buku-buku dosen serta buku 50 tahun Untan. ”Pada Juli 2009 kita juga menggelar Konvensi Kampus Forum Rektor Indonesia. Hal ini tak terlepas dari peran aktif Bapak Rektor, Chairil Effendy yang menjadi Ketua Forum Rektor Indonesia,” ungkapnya. &lt;br /&gt;Rektor Untan, Chairil Effendy juga meluncurkan buku saat pidato pengukuhannya sebagai guru besar sastra lisan. Ia melaunching buku berjudul Anak Hantu. Anak Hantu diadaptasi dari cerita-cerita sastra lisan yang hidup di tengah masyarakat Kalbar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-7603355585227352066?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/7603355585227352066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=7603355585227352066&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7603355585227352066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7603355585227352066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/05/lkti-mahasiswa-berhadiah-9-laptop.html' title='LKTI Mahasiswa Berhadiah 9 Laptop'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SgmoRhGG0rI/AAAAAAAADDc/rdGC4RnX69Q/s72-c/edi+suratman-fr+internet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-9214418332844222818</id><published>2009-05-12T09:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T09:46:34.337-07:00</updated><title type='text'>Untan Helat Seminar Internasional Bahas Krisis Global</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sgmn4rDegaI/AAAAAAAADDU/dJiTKxRR7iU/s1600-h/PRof+Redatin+dan+Oliver+Pye+by+Nur+Iskandar.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sgmn4rDegaI/AAAAAAAADDU/dJiTKxRR7iU/s200/PRof+Redatin+dan+Oliver+Pye+by+Nur+Iskandar.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334979825668882850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Universitas Tanjungpura dalam dies natalisnya yang ke-50 tak tanggung-tanggung berbuat bagi rakyat, bangsa dan negara. Topik besar krisis global hendak dikupas, dicarikan solusi alternatifnya sehingga bisa tercapai kesejahteraan lahir maupun batin. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;“Kami siap menggelar seminar internasional dengan topik bahasan krisis ekonomi, krisis lingkungan, krisis pangan, krisis energi dan krisis sosial budaya,” ungkap Ketua Panitia Seminar Internasional, Prof Redatin Parwadi, MA. &lt;br /&gt;Maksud dan tujuan penyelenggaraan seminar internasional itu menurut Redatin yang juga guru besar di program pasca sarjana sosiologi Fisip Untan adalah meningkatkan partisipasi dalam membangun kawasan melalui komunikasi dan kerjasama. Selain itu menata ulang kerjasama antar universitas. “Seminar internasional ini kerjasama Untan dengan ASHAIL dan Konferensi Antar Universiti Borneo-Kalimantan,” sambung Redatin. &lt;br /&gt;Tujuan berikutnya lanjut Redatin adalah mendiskusikan dan berbagi pengetahuan tentang kerjasama dan pembangunan regional, menumbuhkan kesadaran dan kepekaan akan arti penting adanya stabilitas suatu kawasan sebagai prasyarat bagi pembangunan yang berkelanjutan. Memberikan kontribusi positif dan konstruktif dalam menyikapi dampak krisis global. &lt;br /&gt;Waktu penyelenggaraan seminar internasional ini pada Senin, 18-19 Mei bertempat di Universitas Tanjungpura. Akan tampil sebagai pembicara kunci Rektor Universitas Indonesia dan Rektor Universitas Malaya. Selain itu juga akan tampil pemakalah sekitar 20 ilmuan maupun praktisi.&lt;br /&gt;Redatin mengatakan, keynote speaker dari UI dan UM akan mengupas lebih dalam tema sentral yakni Membangun Networking untuk Mengatasi Krisis Global. Adapun peserta dari seminar internasional ini terlebih dahulu harus mendaftar kepada panitia pelaksana. &lt;br /&gt;Di tempat terpisah, alumni program master di Fisip Untan yang kini menyelesaikan program doktoralnya di UKM, Malaysia menyatakan tertarik untuk mengikuti kegiatan seminar. Dia mengirimkan abstraksi makalah dengan topik sosial budaya. Sementara itu Stephanie Jung dari Bonn University juga akan tampil membawakan makalah berjudul Student Movement in Germany. &lt;br /&gt;Sejumlah tamu manca negara juga akan hadir dari seminar internasional ini. Mereka antara lain dari Kanada dan Belanda. &lt;br /&gt;Seminar internasional ini akan membukukan butir-butir pemikiran para ilmuan dan praktisi. “Kita akan buat buku prosidingnya. Buku ini kelak akan kita sebarluaskan sebagai bentuk sumbangsih pemikiran Untan dalam Hut Emasnya kepada publik yang sedang diterpa krisis global,” urai Prof Redatin.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-9214418332844222818?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/9214418332844222818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=9214418332844222818&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/9214418332844222818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/9214418332844222818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/05/untan-helat-seminar-internasional-bahas.html' title='Untan Helat Seminar Internasional Bahas Krisis Global'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sgmn4rDegaI/AAAAAAAADDU/dJiTKxRR7iU/s72-c/PRof+Redatin+dan+Oliver+Pye+by+Nur+Iskandar.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-1576943500441375456</id><published>2009-05-10T14:45:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T14:52:02.198-07:00</updated><title type='text'>Rektor Untan Bagikan Anak Hantu</title><content type='html'>Sepanjang sejarah berdirinya Universitas Tanjungpura belum pernah terjadi dalam acara pengukuhan guru besar ada sebuah kejutan. Kejutan itu terjadi di tengah nuansa ulang tahun emas universitas negeri terbesar di Kalimantan Barat. Apa itu? Pembagian Anak Hantu.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Anak Hantu itu ada tiga. Tepatnya tiga beradik. Hantu sulung, tengah dan bungsu. Hantu tua suka menyanyi-nyanyi, menari-nari, rambutnya panjang, bagian belakang dibelah, diikat. Hantu tengah kalau berjalan berlenggak-lenggok, memandang ke atas, membusungkan dada, bersiul-siul. Bila berjumpa dengan barang-barang orang misalnya tanaman dipatahkan, anak kambing ditendang. Hantu bungsu pengakal sukatan. Sekilo dikatakan delapan ons, delapan ons dikatakan sekilo.  &lt;br /&gt;Mengerikan? Tidak, bahkan menggelikan. Anak Hantu yang dimaksudkan adalah buku buah karya pakar folklore yang bakal dikukuhkan sebagai profesor, H. Chairil Effendy. Ia mencetak buku khusus karya teranyarnya di samping buku pidato pengukuhan guru besar tetap dalam bidang ilmu sastra berjudul Sastra Lisan, Kearifan Lokal dan Pembangunan Berkelanjutan. &lt;br /&gt;Buku berjudul Anak Hantu itu merupakan Seri Dongeng Melayu, seperti Anak Hantu adalah sastra lisan buah penuturan Marjani di Kampung Sejangkung, Kecamatan Sejangkung dan direkam ulang pada 25 Juli 1990. Direkam, ditranskripsikan, diterjemahkan, dan ditulis ulang dengan perubahan sekadarnya.&lt;br /&gt;Anak Hantu adalah satu dari lima cerita rakyat yang dihimpun menjadi satu buku. Cerita rakyat lainnya adalah Si Bondang, Si Arif dan Si Bahlul, serta Si Jalal dan Si Jalil, serta Si Rancah Matahari dan Si Rancah Bulan.&lt;br /&gt;Tiga Anak Hantu menceritakan tentang putri semata wayang seorang raja yang jatuh sakit. Semua orang pandai tak berhasil menyembuhkannya terkecuali seorang pria pinggir kota yang sangat miskin. &lt;br /&gt;Si Miskin tak dinyana mampu membuat air penawar. Si Miskin memberikan amanah kepada raja untuk memberi hadiah kepada tiga anak hantu. Dari kisah pengembaraan menemukan tiga anak hantu ini dapat dipetik banyak pelajaran hidup kemanusiaan. Antara lain sifat welas asih, ramah tamah, sopan santun dan keikhlasan. &lt;br /&gt;“Sepanjang saya menjadi jurnalis dan mengikuti proses pengukuhan guru besar di Untan, rasanya baru kali ini ada pengukuhan yang membagi-bagikan buku selain buku pidato pengukuhan,” kata saya dalam wawancara bersama Chairil di rumah pribadinya, Minggu (10/5) kemarin. “Seingat saya juga begitu,” kata Chairil yang semasa jadi aktivis mahasiswa juga menggeluti pers kampus. Tepatnya Mimbar Untan. &lt;br /&gt;“Kalau begitu ini tradisi baru?” kata saya. Chairil hanya tersenyum. Ia mengatakan bahwa ia merintis tradisi akademis. “Saya ingin menunjukkan kepada civitas akademika bahwa sesibuk-sibuknya menjadi rektor masih sempat menulis.”&lt;br /&gt;Chairil yang kemarin mengenakan kaos biru berkerah dipadu celana jeans biru gelap dengan santai menyeruput teh. Di depannya ada Dekan Fakultas Hukum, Garuda Wiko dan Dekan Fakultas MIPA, Thamrin Usman. &lt;br /&gt;Ia menambahkan bahwa di dalam buku pidato pengukuhannya juga menggunakan referensi-referensi terbaru. “Saya ingin memberikan contoh bahwa sesibuk apapun sebagai rektor, masih sempat membaca dan menulis,” ujarnya.&lt;br /&gt;Chairil Effendy menjadi pakar folklore dimulai dengan ketertarikannya kepada Nek Keti, nenek dari sisi ayahnya. Nek Keti punya keahlian mendongeng, yang dalam bahasa akademis diistilahkan dengan sastra lisan. “Kami sejak kecil diiringi dongeng sebelum tidur. Dongeng dongeng itu sangat berkesan di hati saya sampai sekarang,” lanjut Chairil. &lt;br /&gt;Menjadi pakar di bidang sastra dengan warisan sang nenek, Chairil tidak melupakan Ne Keti. Di bagian pendahuluan nyaris selembar ia lambungkan puji-pujian. &lt;br /&gt;Pria kelahiran Singkawang, 9 Mei 1957 ini di dalam buku pidato pengukuhan guru besarnya mengucapkan terimakasih khusus kepada neneknda tercinta. Dan dari warisan dongeng itu, hari ini Chairil dikukuhkan dengan predikat baru, profesor. Adapun buku Anak Hantu yang dibagikannya adalah buah karya yang ke-18 dari buku-buku yang sudah diterbitkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-1576943500441375456?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/1576943500441375456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=1576943500441375456&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1576943500441375456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1576943500441375456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/05/rektor-untan-bagikan-anak-hantu.html' title='Rektor Untan Bagikan Anak Hantu'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-2497969055071784968</id><published>2009-05-09T14:10:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T14:14:39.064-07:00</updated><title type='text'>Stop Merokok, Chairil Figur Teladan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SgXyNs4ImJI/AAAAAAAADDE/Q4tlBlMJNDg/s1600-h/P1140900.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SgXyNs4ImJI/AAAAAAAADDE/Q4tlBlMJNDg/s200/P1140900.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333935650889046162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Chairil Effendy. Nama ini siapa yang tidak kenal? Dia adalah Rektor Universitas Tanjungpura yang terpilih dengan suara mayoritas setelah relatif sukses menjadi Dekan FKIP Untan. &lt;br /&gt;Saat menjadi Dekan, Chairil menggebrak belantika akademik secara serius. Dia melaunching 12 judul buku yang ditulisnya berdasarkan hasil riset. Gebrakan ini belum pernah terjadi sebelumnya di Untan.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pujian pun datang. Salah satu di antaranya adalah Dosen Bahasa Indonesia di Bonn University, Yanti Mirdayanti, MA. ”Langka seorang ilmuan bisa melakukan gebrakan seperti Pak Chairil,” ungkap Yanti saat duduk satu forum bersama Chairil menyoal jurnalisme lingkungan hidup di Ruang Sidang Rektorat Untan.&lt;br /&gt;Yanti Mirdayanti mendapatkan hadiah buku buah karya Chairil. Buku-buku itu dia bawa ke kampusnya di Jerman. &lt;br /&gt;Nama Chairil sebelumnya juga sudah terkenal dan dikenal masyarakat luas sebagai ilmuan humaniora. Dia memecahkan rekor disertasi terberat dengan mengangkat tema Teks Raja Alam, Sambas. Tebal disertasinya nyaris sejengkal. Beratnya lebih 1 kg. Nilainya juga tak kepalang tanggung, cum laude.&lt;br /&gt;Chairil yang kelahiran Singkawang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Melayu Untan, Sekretaris Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar, Ketua Korp Alumni HMI (KAHMI) dan kini tercatat sebagai satu-satunya akademisi Kalimantan yang menjadi Ketua Forum Rektor Indonesia. Jabatan yang sekaligus kepercayaan memimpin Forum Rektor Indonesia melambungkan nama Untan. Pada Dies Natalis Untan ke-50 (Hut Emas, red) ditempatkan sebuah kegiatan bertajuk Konvensi Kampus, Juli 2009. &lt;br /&gt;Di tingkat nasional nama Chairil juga sudah tidak asing. Dia pernah berkiprah di MPR RI sebagai Utusan Daerah. Di MPR RI, banyak pikiran-pikiran Chairil terkait otonomi daerah dan demokrasi yang terserap.&lt;br /&gt;Dengan reputasi besar seperti itu, Chairil layaknya ditempatkan pada status pemimpin nasional. Terlebih sepak terjangnya hingga kini sangat mengagumkan. &lt;br /&gt;Jika dilihat secara fisik, Untan terus berdandan. Di bawah kepemimpinannya berdiri artefak-artefak baru di halaman Gedung Auditorium. Ada bungalow anggrek, pusat pameran, dan halaman depan Rektorat pun ditata menjadi lebih indah. Di gapura yang dibangun masa Prof Mahmud Akil disempurnakan dengan profil tugu gemar membaca. Simbolisasi dari buku yang terbuka. ”Pembangunannya sedang berlangsung,” kata Chairil. &lt;br /&gt;Untan di usia yang ke-50 menurut Chairil perlu didesain ulang. Untan 50 tahun ke depan harus bisa menjawab tantangan zaman. Fisik maupun non fisik.&lt;br /&gt;Secara fisik, Untan harus ditata ulang. Kekokohan bangunannya mesti dihitung. Sedangkan secara akademis, sebanyak mungkin dosen harus selesai doktor maupun guru besar (profesor). Chairil sendiri akan dikukuhkan sebagai guru besar, besok, Senin (11/5). Sebuah penghargaan atas dedikasinya dalam dunia akademis, sekaligus hadiah Hut Emas Untan. &lt;br /&gt;Pada September 2007, Chairil diundang Swiss German University (SGU) di Eropa. Di dalam tampilan foto ada gaya khas Chairil, merokok. Nah, hal inilah yang diperanginya sebagai ilmuan, sebagai sosok pemimpin yang mesti bisa jadi panutan dan teladan. &lt;br /&gt;Pendapat tiada merokok sulit konsentrasi berhasil ditepisnya. Apalagi tanpa rokok, tiada kawan, semua berhasil digulung Chairil dengan semangat menjadi guru. Laik digugu dan ditiru.&lt;br /&gt;”Saya berkomitmen stop merokok pada 26 Desember akhir tahun lalu,” ungkap Chairil. Tak pelak tubuhnya segar dan bugar walaupun sedikit melar. Berat badannya kini bertambah beberapa kilo pertanda sehat. Sehat karena berhenti merokok. Logikanya sehat pula kantongnya karena lebih hemat. (Kalimat terakhir sekedar guyon). &lt;br /&gt;Chairil dikenal sebagai biangnya rokok. Dia sudah akrab dengan sigar itu 30 tahun yang lalu. ”Bagi perokok berat, dalam masa 30 tahun, bisa stop, itu spektakuler,” nilai Ketua Jurusan Studi Asia, Oliver Pye saat bersua dengannya di ajang seminar internasional Bio Energi hasil kerjasama dengan Borneo Tribune, Tribune Institute dan Internastional Office Untan. &lt;br /&gt;Chairil menarik napas panjang. Napas panjang atas pujian itu jauh lebih bercandu ketimbang candu rokok. ”Alhamdulillah saya bisa terus commited untuk tidak merokok lagi, walaupun ketemu sesama teman yang perokok berat,” katanya.&lt;br /&gt;Pada 9 Mei kemarin, Chairil berulang tahun. Banyak ucapan selamat dan doa kesuksesan menuju ke arahnya, baik langsung maupun via SMS. ”Semoga panjang umur Pak Chairil,” sapaan SMS yang masuk.&lt;br /&gt;Stop merokok sama dengan memperpanjang umur dan menambah deret sukses dalam hidup seseorang, tak terkecuali Chairil. Sebab sebatang rokok, katanya, sama dengan mengurangi jatah hidup satu menit. Nah, Chairil menjadi suri tauladan seorang pemimpin yang bisa stop merokok. ”Saya tak ingin seperti Mendikbud, Prof Fuad Hassan, ”katanya seraya senyum. Fuad Hassan, pintar. Tapi dia tak bisa stop merokok sampai akhir hayatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-2497969055071784968?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/2497969055071784968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=2497969055071784968&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2497969055071784968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2497969055071784968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/05/stop-merokok-chairil-figur-teladan.html' title='Stop Merokok, Chairil Figur Teladan'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SgXyNs4ImJI/AAAAAAAADDE/Q4tlBlMJNDg/s72-c/P1140900.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5367646637167900850</id><published>2009-05-09T04:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T04:40:18.643-07:00</updated><title type='text'>Koran Provinsi – Purnama 02</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SgVrL1Gz5AI/AAAAAAAADC8/X46WhnVdDc0/s1600-h/DSC03065.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SgVrL1Gz5AI/AAAAAAAADC8/X46WhnVdDc0/s200/DSC03065.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333787184668599298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda melewati ruas jalan protokol Ahmad Yani, khususnya depan Gedung Auditorium Universitas Tanjungpura, ada sesuatu yang baru. Terdapat umbul-umbul bertuliskan Borneo Tribune dan di bagian bawahnya tertera dua kalimat: Koran Provinsi – Purnama 02. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Titel Koran Provinsi adalah status yang diterima Borneo Tribune sejak 17 Oktober 2008 di mana biro-bironya tersebar di seluruh kabupaten-kota se-Kalbar dan berhak mengumumkan pariwara pengadaan barang dan jasa pemerintah. Adapun Purnama 02 adalah penanda langsung alamat Borneo Tribune yakni di kawasan Jalan Purnama nomor 02. &lt;br /&gt;Posisi Koran Provinsi dan Purnama 02 sangat perlu kami tekankan karena memperkenalkan diri itu perlu. Bukan hanya perlu, tetapi memiliki arti penting dan strategis. &lt;br /&gt;Di dalam ilmu agama dikatakan bahwa silaturahmi itu memperpanjang umur dan memurahkan rizki. Di dalam ilmu ekonomi, ini namanya trik marketing. &lt;br /&gt;Umbul-umbul yang terpasang indah di pagar Untan itu sebagai menyemarakkan Golden Anniversary Untan di mana Borneo Tribune terlibat di dalamnya sebagi media partner. Seluruh kegiatan Golden Anniversary Untan diberikan dukungan penuh berupa liputan pemberitaan. Penuangannya melalui Borneo Tribune yang memang sebagai koran pendidikan yang secara kebetulan juga lahir di Bulan Mei. Artinya, Borneo Tribune berikut lembaga nirlabanya Tribune Institute juga berulang tahun di bulan yang sama. Oleh karena itu wajar jika antara lembaga Borneo Tribune maupun Untan saling menyokong serta saling mendukung. Menjalankan apa yang sering disebut-sebut pejabat maupun ilmuan sebagai kemitraan, sehingga tercapai apa yang dimaksud dengan efektivitas dan efisiensi. Baik secara material dan non material. Baik secara individual maupun kolegial.&lt;br /&gt;Pemasangan umbul-umbul itu tidak hanya di Auditorium Untan di mana pada Senin, 11 Mei Rektor Chairil Effendi dikukuhkan sebagai guru besar, tetapi juga di kawasan Fakultas Ekonomi yang pada Dies Natalis Untan genap berusia yang ke-50. &lt;br /&gt;Di Fakultas Ekonomi kerjasama Borneo Tribune dan Tribune Institute jauh lebih dalam lagi. Jika di Dies Natalis Untan keterlibatannya paling dalam adalah di lomba mewarnai, fashion show dan seminar internasional, di Fakultas Ekonomi meliputi bazar, seminar, hingga pelatihan-pelatihan. &lt;br /&gt;Pembantu Dekan III, Bidang Kemahasiswaan, M Irfani Hendri yang membidangi sejumlah kegiatan di tingkat fakultas maupun universitas saat rapat bersama di Redaksi Borneo Tribune mengungkapkan bahwa kerjasama saat ini hanyalah tapakan awal menuju langkah yang lebih jauh ke depan. Langkah yang lebih jauh ke depan itu seperti poin Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. &lt;br /&gt;Ketiga poin itu pada dasarnya sama dengan motto atau semboyan Borneo Tribune-Tribune Institute yakni idealisme, keberagaman dan kebersamaan, serta keinginan melakukan perubahan peradaban di Pulau Borneo dari peradaban lisan kepada peradaban tulisan. &lt;br /&gt;Penghayatan dan pengamalan kerjasama yang tentu tidak hanya di umbul-umbul karena umbul-umbul itu hanyalah simbol adalah kerja-kerja nyata secara bersama-sama. Kerjasama riset, kerjasama implementasi ilmu pengetahuan dan pengabdian pada masyarakat. &lt;br /&gt;Untuk itu kami tidak sekedar ngecap, pada 27 Maret yang lalu telah ditandatangani kerjasama internasional bersama Bonn University. Riset sudah mulai berjalan. Bahkan civitas Bonn juga tampil sebagai pemateri pada seminar internasional di Untan dalam rangka Dies Natalis ke-50 maupun Hut Borneo Tribune, Tribune Institute ke-2. MoU yang tidak sekedar teken, melainkan mewujud sampai karya nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5367646637167900850?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5367646637167900850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5367646637167900850&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5367646637167900850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5367646637167900850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/05/koran-provinsi-purnama-02.html' title='Koran Provinsi – Purnama 02'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SgVrL1Gz5AI/AAAAAAAADC8/X46WhnVdDc0/s72-c/DSC03065.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-4830491524645119172</id><published>2009-04-28T12:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T12:10:57.667-07:00</updated><title type='text'>Maklumi Rumitnya Menanam Raksasa High Density</title><content type='html'>Di pertigaan SPBU Ahmad Dahlan jalanan macet. Kepala pengendara sepeda motor yang belum tahu ada galian berebut mencari jawaban ada apa gerangan. Apakah ada kecelakaan serius sehingga jalan protokol nan padat ini macet.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Jalanan mulus yang lebar itu sedang dibelah untuk galian pipa lentur high density ”raksasa” berdiameter 500-800 mm. Proyek pipanisasi PDAM yang dikelola PT Promits ini menjangkau wilayah Kota Pontianak sekira 14 km.&lt;br /&gt;Dalam sebuah ekspose setahun yang lalu (16/4), pejabat Walikota Buchary sudah wanti-wanti akan adanya gangguan di jalan raya. Jalan yang dibelah itu Imam Bonjol, Budi Karya, Veteran, Ahmad Yani, Ahmad Dahlan, Wahid Hasyim, Koyoso, dan Ali Anyang. ”Diperkirakan kegiatan pekerjaan ini akan berpengaruh pada kelancaran dan kenyamanan berlalulintas,” kata Buchary yang didampingi Direktur PDAM saat itu Masriatno dan Werry Syahrial dari PT Promits. &lt;br /&gt;Dalam ekspose tersebut dihadirkan seluruh unit kerja di lingkungan Pemkot Pontianak, hingga lurah dan camat, juga Kasat Lantas Poltabes. ”Sosialisasi sejak awal diharapkan agar masyarakat memahami kondisi kegiatan ini, dan kelancaran pemasangan perpipaan juga dijamin tepat waktu,” kata Buchary. &lt;br /&gt;Kenyataannya menanam si hitam kelam itu tidaklah gampang. Membelah aspal berbatu butuh tenaga ekstra yang tak cukup siang dan malam. Target waktu belum terpenuhi.&lt;br /&gt;Hingga kini tujuan melayani konsumen PDAM agar lebih berkualitas belum tuntas-tuntas. PT Promits sudah bekerja keras, tetapi kemacetan tak terhindari sehingga butuh toleransi.&lt;br /&gt;Ketua Komisi B DPRD Kota Pontianak, Ardiansyah meninjau penggalian pipa PDAM di Jalan Alianyang, Rabu (11/3). Ia mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum (PU), PDAM dan pelaksana proyek segera menutup galian dan memperbaiki jalan yang rusak akibat galian.&lt;br /&gt;"Kami mendengar keluhan masyarakat. Jalan ini sudah banyak makan korban. Bahkan saya saksikan langsung, tiga jam saya berdiri di sini beberapa kali terjadi kecelakaan. Kalau tidak segera ditutup maka akan banyak lagi korban," kata Ardiansyah. &lt;br /&gt;Walikota yang kini menjabat, Sutarmidji juga menjadi sasaran kemarahan masyarakat. Risau dengan kekesalan yang diarahkan kepadanya, Ia meminta kontraktor segera menutup jalan-jalan yang telah dibongkar dan dipasang pipa raksasa.&lt;br /&gt;Dengan aksen Melayu kental Sutarmidji mengatakan, "Daripade saye dileterkan masyarakat, ditelepon teros. Jalan jadi macet, masyarakat tak bise gunekan. Lebih baek saye suroh kontraktor nutopnye." &lt;br /&gt;Sutarmidji mendesak tanggung jawab pelaksana. "Itu urosan PDAM. Yang jelas jalan haros segere diselesaikan," tegas Sutarmidji.&lt;br /&gt;Kepala Dinas PU Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono yang mendampingi Walikota mengatakan seharusnya kontrak pengerjaan galian tersebut telah berakhir 12 Maret 2009. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda selesai. "Nanti kita akan bicarakan dengan PDAM," kata Edi.&lt;br /&gt;Mengenai perbaikan jalan yang rusak akibat dari pelaksanaan galian, Edi mengatakan merupakan tanggung jawab pelaksana proyek. "Sudah ada perjanjian sebelumnya ditandatangai di atas materai. Kecuali trotoar, itu tanggung jawab kita (Dinas PU, red)," jelasnya.&lt;br /&gt;Informasi lain menyebutkan Walikota mentoleransi dua bulan sejak 12 Maret. Artinya jatuh tempo masih ada 14 hari. Hari-hari yang rumit bagi PT Promits. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-4830491524645119172?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/4830491524645119172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=4830491524645119172&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4830491524645119172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4830491524645119172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/04/maklumi-rumitnya-menanam-raksasa-high.html' title='Maklumi Rumitnya Menanam Raksasa High Density'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-9211089024947900624</id><published>2009-04-26T07:41:00.001-07:00</published><updated>2009-04-26T07:47:21.247-07:00</updated><title type='text'>Magang Jurnalistik Lintas Negara</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SfRzmpotJBI/AAAAAAAADCs/J72WKvqAxEE/s1600-h/DSC02683.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SfRzmpotJBI/AAAAAAAADCs/J72WKvqAxEE/s200/DSC02683.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329011366934946834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SfRzmnrVELI/AAAAAAAADC0/o1Skn2PxIDU/s1600-h/DSC02667.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SfRzmnrVELI/AAAAAAAADC0/o1Skn2PxIDU/s200/DSC02667.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329011366409081010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak Borneo Tribune terbit 19 Mei 2007, animo sejumlah lembaga untuk mengirimkan peserta didiknya untuk praktek berdatangan dari dalam maupun luar negeri. Daftar peserta magang itu ibarat pendaftaran jamaah haji, waiting list. &lt;br /&gt;Sebagai contoh saat ini sedang magang 3 mahasiswi jurusan dakwah, komunikasi penyiaran Islam, kampus STAIN Pontianak. Mereka adalah Hanisa Agustin, Dian Kartika Sari dan Hardianti. Magang pula seorang mahasiswi jurusan Studi Asia asal Bonn University, Jerman, Stephani Jung.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Kalau mahasiswi STAIN magang pemberitaan/jurnalistik sejak 11 Maret-10 Mei, Stephani yang kerap disapa Stefi memulainya sejak dua Minggu yang lalu hingga Juni mendatang. &lt;br /&gt;Sebelumnya empat mahasiswa-mahasiswi Bonn University menyelesaikan magang jurnalistiknya selama 3-6 bulan. Mereka adalah Sena Waldelich, Dorina L Schulte, Mathias Waldmeyer dan Christian Stegmann. Untuk mahasiswa-mahasiswi di Kalbar tak terhitung banyaknya. Sementara itu jadwal magang hingga beberapa bulan ke depan juga sudah penuh untuk yang strata satu maupun diploma.&lt;br /&gt;Pembaca, kami tidak heran jika besar sekali animo belajar jurnalistik di Borneo Tribune. Alasannya karena media ini berpijak pada idealisme, keberagaman dan kebersamaan. Titik tekan pemberitaannya adalah pendidikan. &lt;br /&gt;Kedua, Borneo Tribune juga mempunyai lembaga pendidikan nirlaba bernama Yayasan Tribune Institute (YTI). Bahkan lewat lembaga ini telah diteken MoU antara Untan, Unibonn dan Tribune Institute. Kami berkolaborasi menggunakan ilmu komunikasi dan jurnalistika dalam memindai pembangunan yang demokratis.&lt;br /&gt;Hanisa sebagai salah satu peserta magang mengakui sejak pertama mengikuti program magang mempunyai pengalaman berbeda daripada belajar di kampus. ”Belajar di institusi pers berkenaan langsung dengan masyarakat. Kita belajar dengan masyarakat yang heterogen,” imbuhnya.&lt;br /&gt;Hanisa juga mengikuti pelatihan Quick Count yang diselenggarakan antara Borneo Tribune dan Tribune Institute serta CIRUS Jakarta. Ia mengatakan pengalaman belajar di HBT dan YTI sangat besar dan menyenangkan. &lt;br /&gt;Komentar serupa juga datang dari Dian Kartika Sari dan Hardianti. ”Kami suka belajar secara langsung. Apalagi reporter dan redakturnya tidak pelit berbagi ilmu,” kata keduanya. &lt;br /&gt;Akan halnya Stefi. Bule yang ayah bundanya diplomat di Bosnia ini mengakui punya pengalaman berbeda di Kota Pontianak. Dia pada Jumat-Sabtu kemarin mengikuti sebuah pelatihan di desa. ”Saya suka pengalaman unik di desa. Desa di sini jauh lebih hebat keindahannya ketimbang pengalaman saya di India,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Stefi memang hobi traveling. Dia selain pernah 6 bulan di negeri Gandhi, juga di Laos. ”Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin di Borneo Tribune dan Tribune Institute,” katanya seraya bangga di kedua lembaga ini dia banyak dapat ilmu serta wawasan baru. Stefi juga akan tampil sebagai pembicara dalam seminar internasional dalam hajatan Golden Anniversary Untan, medio Mei mendatang. Semua kesempatan kami buka bagi para peserta magang sesuai jejaring HBT-YTI.&lt;br /&gt;Pembaca, semua kesempatan yang kami buka itu adalah dalam rangka persahabatan. Apa sih arti hidup dan kehidupan ini tanpa persahabatan? Oleh karena itu yok, mari kita bersahabat dan pererat tali persahabatan. Tak terkecuali persahabatan lintas negara via jurnalistika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-9211089024947900624?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/9211089024947900624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=9211089024947900624&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/9211089024947900624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/9211089024947900624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/04/magang-jurnalistik-lintas-negara.html' title='Magang Jurnalistik Lintas Negara'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SfRzmpotJBI/AAAAAAAADCs/J72WKvqAxEE/s72-c/DSC02683.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5052637256180517168</id><published>2009-04-26T07:36:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T07:40:28.998-07:00</updated><title type='text'>Clara, Profesional di Fashion karena Pressure Mama</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SfRyVsxbPFI/AAAAAAAADCk/3gXmdHJ2gAo/s1600-h/DSC02889.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SfRyVsxbPFI/AAAAAAAADCk/3gXmdHJ2gAo/s200/DSC02889.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329009976207424594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemilik umur 31 nan cantik ini berbinar-binar bola matanya ketika ditanya awal mula kisah suksesnya di blantika fashion show. Pasalnya, jelita alumni Tri Sakti ini mengaku alumni Fakultas Teknik jurusan Teknik Sipil. &lt;br /&gt;”Aku kayaknya kagak cocok deh ke fashion, jurusannya saja teknik, sipil lagi,” ungkap Clara Niken pemilik butik fashion di Cempaka Putih, Jakarta, Jumat malam lalu. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Clara yang malam itu mengenakan stelan baju hitam mengakui bahwa hobby mendasarnya adalah piano. Ia bahkan mengajar piano di sejumlah kursus. ”Dari hobby ini Aku sudah dapet uang. Sesekali juga tampil di lounge hotel seperti di Ritz Charlton. Posisinya ngegantiin guru private musikku kalau mereka berhalangan,” akunya.&lt;br /&gt;Clara yang punya jiwa seni ini memang bertubuh mungil. Katanya, sewaktu praktikum teknik sipil, kalau ngaduk semen, para pekerja tidak percaya ada mahasiswi mungil di jurusan teknik. ”Lho, Pak Habibie juga mungil,” kata saya. &lt;br /&gt;”Saya jadi ngak PD (percaya diri, red) kalau jadi pekerja profesional teknik sipil. Ntar pegawai atau pekerja saya kagak patuh lagi, maklum tubuh mereka gede-gede. Kalau Pak Habibie kan cowok,” ujar Clara yang beraksen Betawi Jakarta.&lt;br /&gt;Clara adalah anak sulung dari empat bersaudara. Dia memilih teknik sipil karena ayahnya merupakan praktisi teknis. Adik-adiknya sendiri memilih ilmu sosial seperti psikologi. &lt;br /&gt;Tetapi ilmu tak ada yang tidak berguna. Terbukti ilmu rancang bangunan juga berguna bagi rancangan pakaian. Clara Niken telaten menyulam sendiri aneka gaun pengantin, bahkan gaun pesta anak-anak. &lt;br /&gt;”Semula Saya tidak yakin nyemplung di dunia fashion, terlebih karena jurusan kuliah Saya di teknik sipil. Tetapi mama mendorong Saya ambil kursus menjahit di masa akhir kuliah. Akhirnya ilmu itu bermanfaat dan dapat Saya kolaborasikan,” timpalnya seraya menikmati aneka sajian makan malam ala RedBean, Mega Mall.&lt;br /&gt;Pemilik tubuh kuning langsat dan rambut set ini telah menggeluti fashion show sebagai desainer sejak 11 tahun yang lalu. Pahit getir wilayah kerja pro yang satu ini telah banyak Dia rasakan. Antara lain sempat tiga kali akan gulung tikar. Apa sebab musababnya? &lt;br /&gt;Menurut Clara, asal muasalnya adalah SDM. ”Saya mempekerjakan lima karyawan. Mereka sempat ada yang keluar, Saya pun jadi lemah. Tetapi karyawan itu tak lama kembali lagi sehingga kami dapat teruskan pekerjaan. Memang mungkin begitu jodohnya.”&lt;br /&gt;Kini butik Clara cukup besar. Dia melayani sendiri order dibantu staf-stafya. Nilai paket yang ditawarkan berkisar Rp 4 juta up. Tergantung jumlah busana, kelengkapan busana dan fotografinya. &lt;br /&gt;Kehadiran Clara di Pontianak dalam rangka melihat potensi fashion di daerah ini. Dia yang berhati mulia ini juga hendak menggalang malam amal bagi sejumlah lembaga-lembaga sosial. ”Saya ingin setiap daerah tiada konflik anarkis, melainkan seni budaya bisa bersatu padu dalam karya fashion show,” imbuhnya.&lt;br /&gt;Clara menunjukkan sejumlah album foto karya-karya busananya. Selain untuk pesta perkawinan, juga untuk aneka pesta formal, informal, maupun non formal. &lt;br /&gt;Lantas apa komentar mama melihat putrinya kini ”jadi orang” di dunia fashion Indonesia? ”Kata Mama,” ungkap Clara menjawab, ”Akhirnya Kamu dapatkan juga kehidupanmu.” Dan kami semua tersenyum. Mama begitu berarti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5052637256180517168?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5052637256180517168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5052637256180517168&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5052637256180517168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5052637256180517168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/04/clara-profesional-di-fashion-karena.html' title='Clara, Profesional di Fashion karena Pressure Mama'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SfRyVsxbPFI/AAAAAAAADCk/3gXmdHJ2gAo/s72-c/DSC02889.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-953752894415469695</id><published>2009-04-20T09:17:00.001-07:00</published><updated>2009-04-20T09:22:35.604-07:00</updated><title type='text'>Hermawan Bangga Kalbar Provinsi New Wave Marketing</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Seyg0l43mAI/AAAAAAAADCc/oQCBSn7yND8/s1600-h/P4202182.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Seyg0l43mAI/AAAAAAAADCc/oQCBSn7yND8/s200/P4202182.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326809284656732162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan mengembang manakala President MarkPlus Hermawan Kartajaya menyebutkan bahwa Kalbar adalah contoh konkret “New Wave Marketing,” konsep baru dalam seminar di Restoran Gajahmada, Senin (20/4) kemarin. “Kalbar berhasil melaksanakan pesta demokrasi dengan aman dan damai, meskipun yang terpilih adalah pasangan yang punya diferensiasi tinggi,” ungkapnya.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Yang dimaksud “Ayatollah Perbankan Syariah Indonesia” ini adalah terpilihnya Cornelis, berpasangan dengan Christiandy Sanjaya, pada Pemilu Gubernur November 2007 lalu. “Seperti Face Book, ia berkembang tanpa membeda-bedakan agama, etnis, golongan, bahkan laki-laki maupun perempuan. Jika seseorang ingin sukses dalam politik, maka dia harus bisa tampil excellent (memuaskan, red) dalam segala komunitas,” timpal Hermawan yang tadi malam tampil dengan jas lengkap warna gelap dipadu kemeja bergaris-garis hitam. &lt;br /&gt;Pria yang masuk 50 guru marketing terbaik dunia ini juga mencontohkan Obama yang terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Amerika. Katanya, Obama mempunyai pola komunikasi horizontal yang sangat baik. “Dia adalah contoh new wave marketing. Bahkan saat berdialog dengan Yugo Chavez pun Chavez tidak bisa apa-apa. Kenapa? Ya, yang Obama berikan adalah cinta,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Hermawan menegaskan bahwa setiap orang adalah marketer. ”Partai Demokrat itu sangat pintar. Sedikit keluar uang tapi menang besar. Begitupula PDIP di Kalbar.”&lt;br /&gt;Sebagaimana di Kalbar yang pernah dilanda konflik etnis, new wave sudah terjadi di Indonesia pasca jatuhnya Presiden Soeharto. “Hanya saja keberuntungan Indonesia yang tidak terimbas krisis keuangan global adalah karena rahmat Tuhan, bukan by design (dirancang/direncanakan, red),” ujarnya disambut gelak tawa hadirin. “Indonesia adalah bangsa yang beruntung,” timpalnya.&lt;br /&gt;“Indonesia sudah lama menjadi negara dengan konsep new wave, buktinya di Kalbar bisa terpilih gubernur dan wakil gubernur kendati minoritas. Kalbar mesti bangga. Demokratis tapi damai,” tutur Hermawan yang merupakan konsultan internasional dengan membuka kantor MarkPlus di Kuala Lumpur dan Singapura, selain sejumlah kota besar di Indonesia.&lt;br /&gt;Hermawan mengakui bahwa semangat itulah yang dibawanya untuk membawa Indonesia maju dan tidak hanya mampu mengekspor TKI/TKW. “Indonesia aman dan tidak mengenal bom boman. Ilmu ngebom itu kan lebih banyak diperkenalkan para tetangga kita. Terutama Kalbar sangat dekat dengan tetangga itu,” imbuhnya yang lagi-lagi mengurai tawa sekitar 150 hadirin. &lt;br /&gt;Pria yang saat ulang tahunnya yang ke-60 diterbitkan buku khusus tentang dirinya ini membawa buku karyanya yang terbaru berjudul New Wave Marketing. Isinya 303 halaman dengan uraian 12 Cs, masing-masing communication, confirming, clarifying, coding, co-creation, currency, communal activation, conversation, commersialization, character, caring dan collaboration. &lt;br /&gt;Seminar yang dimulai pada pukul 16.45 itu dibuka oleh Gubernur Kalbar diwakili Asisten II Setda, Maryadi. “Seminar ini sangat tepat karena dunia saat ini dilanda gempa ekonomi,” ujarnya. &lt;br /&gt;Hadir dalam seminar sejumlah tokoh Kalbar seperti Ketua MABT, Harso Utomo Suwito, Paulus Florus, Pastor Robini Maryanto, karyawan-karyawati perbankan, insan pers, dan marketer-marketer sejumlah perusahaan. &lt;br /&gt;Seminar yang dimoderatori Putut dibagi menjadi dua sesi, pertama pembukaan hingga jam makan malam, dan kedua lanjutan materi pada pukul 19.30 hingga 21.00 WIB. &lt;br /&gt;Seminar digelar juga dalam rangka menggalang dana sosial untuk kegiatan jambore interfaith dimana tujuannya adalah pemahaman bersama atas fungsi sosial terhadap nilai-nilai universal. Hermawan menyambut positif gagasan tersebut, dan untuk itu dia bersemangat untuk hadir ke Kalbar.&lt;br /&gt;“Saya bangga dengan Kalbar karena menjadi contoh konkret new wave marketing. Saya mendukung upaya kebersamaan horizontal yang lintas etnis dan agama seperti digalang CROSS, CRID, Borneo Tribune dan Tribune Institute,” imbuh Hermawan.&lt;br /&gt;Hermawan mencontohkan Bupati Lamongan, H Mas’ud mampu meraih juara MarkPlus karena melahirkan Perda Wajib Menguasai Bahasa Mandarin. ”Kabupaten yang hampir seluruh wilayahnya santri mampu berbahasa Mandarin. Pernah para santriwati berjilbab tampil menyanyikan lagu dalam Bahasa Mandarin. Kok bisa? Karena ada hadits Nabi Muhammad SAW yang mengatakan belajarlah walaupun sampai ke negeri China,” ungkap Hermawan yang menangguk gelak tawa hadirin. ”Begitulah new wave marketing. Dia tidak legacy, tidak vertikal, tapi horizontal. The world is still round, the market is already flat,” tegasnya. &lt;br /&gt;Acara berlangsung meriah dengan garis tegas antara yang sama jangan dibedakan, yang berbeda jangan disamakan. Itulah konsep new wave marketing. Bersaripati pada nilai-nilai universal seperti kejujuran dan keadilan tanpa mengenal asal-usul etnis, agama, parpol, bahkan laki-laki maupun perempuan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-953752894415469695?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/953752894415469695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=953752894415469695&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/953752894415469695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/953752894415469695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/04/hermawan-bangga-kalbar-provinsi-new.html' title='Hermawan Bangga Kalbar Provinsi New Wave Marketing'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Seyg0l43mAI/AAAAAAAADCc/oQCBSn7yND8/s72-c/P4202182.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-4784069013459295642</id><published>2009-04-18T16:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T16:54:26.115-07:00</updated><title type='text'>Meja Peristiwa 2006-2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SepkHs87LeI/AAAAAAAADCU/BVC_Aq-Ort4/s1600-h/DSC09751.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SepkHs87LeI/AAAAAAAADCU/BVC_Aq-Ort4/s200/DSC09751.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326179592807591394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa pertemuan malam ini kembali di sini. Dahulu di tahun 2006, terjadi pertemuan penting di Meja Galaherang ini. Rentang waktu yang cukup panjang. Tiga tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Ia Maha Mengetahui. Rekonstruksi peristiwa ini seperti merangkai kembali berita-berita. Rekonstruksi. Dan rekonstruksi itu di meja 2006 ini.&lt;br /&gt;Album 2006 terbuka. Aku bertemu seorang leader. Ia memberikan pandangan-pandangan dengan penuh kebijaksanaan. "Fakta sangat penting. Fakta bisa bercerita. Seperti foto, tanpa kata-kata ia sudah mewakili seribu kata."&lt;br /&gt;Aku seorang jurnalis. Aku tahu fakta itu suci. Fact is sacret. &lt;br /&gt;Aku seorang jurnalis. Aku terampil merangkai kata dan fakta. Aku terampil membaca foto news. Ini habbitku sejak terlibat aktif di dunia jurnalistik. Sejak SD hingga perguruan tinggi. Hingga aku mengambil program sosiologi sekarang ini.&lt;br /&gt;Jangankan fakta-fakta kecil, kasus-kasus besar saja bisa aku bongkar dengan teknik investigatif. Apalagi saat ini di mana aku menyelami bahwa masyarakat adalah laboratoriumku. Masyarakat terdiri atas keluarga-keluarga. Keluarga terdiri atas ayah-ibu-anak. Keluarga terdiri atas individu-individu. &lt;br /&gt;Tahun 2006 lewat di benak bagaikan putaran film hingga hari ini, Sabtu 18 April 2009. Aku bertemu seorang leader di meja yang sama. Kami order makan malam for dinner. &lt;br /&gt;Ia bicara soal keputusan yang harus dia ambil sebagai seorang leader yang menemukan fakta-fakta atas ketimpangan atau keganjilan salah seorang stafnya. &lt;br /&gt;Bertanya kepadaku? Wah ini proyek edukatif. Aku diwawancari dan diceritai. Aku jadi pendengar setia. Sesekali saja memberikan respon.&lt;br /&gt;Aku beruluk solusi. Silahkan tempuh jalan yang bil hikmah wal mauizatin hasanah wajadilhum billati hiya ahsan. Tempuh tata cara yang penuh hikmat-kebijaksanaan. Laksana menarik benang dalam tepung, tak ada keguncangan dan keretakan. &lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah, bisakah kita menyelesaikan konflik tanpa gesekan? Win-win solution begitu? Tentu saja bisa jika ada saling pengertian, sama-sama berkomitmen untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan baik serta bijak. Tidak saling ngotot dan betot. Tidak main tuding benar-salah. Sebab jika begitu, maka tak akan ada rasa keadilan--apalagi keadilan di dunia ini adalah relatif--hanya keadilan abadi di akhirat nanti yang bisa kita dapatkan melalui pengadilan padang mahsyar dengan hakim MK (Maha Kuasa) Allah Rabbun Jalil--maka yang terjadi di pengadilan relatif dunia dimana saling ngotot adalah putusan win-loose atau menang-kalah. Yang menang bersuka hati, sedangkan yang kalah menggerutu dan mendendam. Akan lahir konflik baru yang lebih besar. &lt;br /&gt;Membuka lembar-lembar album kenangan dari rekonstruksi ruang dan waktu sepanjang 2006-2009 Aku belajar hidup dan kehidupan. Bahwa hidup ini ibarat alam, kadang fajar menyingsing, kadang siang bedengkang, dan kadang malam gelap gulita. Kadang cerah, kadang mendung dan kadang hujan dipenuhi guntur-halilintar seperti tadi subuh. Kita harus siap dalam segala keadaan sebagai khalifatullahi fil ardhi. &lt;br /&gt;Tugas utama khalifah adalah untuk memimpin dan memakmurkan bumi serta mengabdi kepada Tuhan Seru Sekalian Alam. Maka rasa bahagia paling utama adalah ketika kaki sudah di atas sajadah, sudah bersih dengan air wudhu dan menyerah pasrah kepada Allah. Allahu Akbar. Hanya Allah Yang Maha Besar. Urusan dunia? Keciiiiiil. Hidup hanyalah perjalanan. Kita dalam penilaian, siapa yang berjalan lurus, dan siapa yang sesat. &lt;br /&gt;Untuk selamat perjalanan di dunia perlu ilmu. Untuk tidak sesat di perjalanan akhirat perlu ilmu. Untuk selamat di kedua-duanya perlu ilmu. Ilmu itu sendiri nama lain dari Allah yakni Al Ilm. &lt;br /&gt;Kita belajar, kita berdiskusi dengan para leader, para alim bijaksana sama dengan mengejar ilmu atau sama dengan mengejar Allah. Kalau kita sudah bersatu dalam Allah, maka kita sudah masuk medium dunia-akhirat. Karena mati toh adalah pulang menghadap Allah. Kita lahir dari tiupan Ruh oleh Allah, saat mati pun kembali kepada Allah. Artinya, kita ini datang dan pergi hanya untuk kepada Allah. &lt;br /&gt;Kalau begitu ya sudah, tawakkal alallah atas segala masalah. Selagi masih ada tenaga dan kemampuan berpikir berikhtiarlah. Berusahalah. Kata filosof--cinta ilmu pengetahuan--selama masih bisa dipikirkan pasti akan bisa dicapai. &lt;br /&gt;Aku sendiri kemudian melamunkan canda Allah. Di meja ini terjadi rekonstruksi sejarah. Entah mengapa malam ini kembali di sini dengan sekuel kisah yang sama. Melihat tahun 2006 dan 2009 ya sama saja. Enam dan sembilan konstruksinya sama saja. 6-9. Betul kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-4784069013459295642?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/4784069013459295642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=4784069013459295642&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4784069013459295642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4784069013459295642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/04/meja-galaherang-2007.html' title='Meja Peristiwa 2006-2009'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SepkHs87LeI/AAAAAAAADCU/BVC_Aq-Ort4/s72-c/DSC09751.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-7712228113134673243</id><published>2009-04-18T15:52:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T16:07:23.482-07:00</updated><title type='text'>Bulan Puncak Aktivitas</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SepcnYT_yxI/AAAAAAAADCM/ACVaO3LohIw/s1600-h/DSC09728.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SepcnYT_yxI/AAAAAAAADCM/ACVaO3LohIw/s200/DSC09728.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326171340930009874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;April adalah bulan-bulan puncak aktivitas di Tribune-Plex. Demikian dikarenakan penataan konsep kegiatan menyongsong hari jadi Borneo Tribune dan Tribune Institute sudah di depan mata. Hari jadi Borneo Tribune dan Tribune Institute pada 19 Mei. &lt;br /&gt;Panitia telah dibentuk dengan sejumlah ragam aktivitas. Sejumlah lomba dan pelatihan memang telah digelar seperti lomba mengarang di tingkat sekolah dasar, maupun pelatihan Quick Count Pemilu 9 April 2009. Tetapi seabrek-abrek kegiatan sudah diramu sedemikian rupa untuk diselenggarakan sepanjang April-Mei. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Konsep memang harus dibentangkan dengan terang sehingga tidak multi tafsir lagi. Kejelasan menyebabkan fokus tercapai serta target keberhasilan bisa diraih. &lt;br /&gt;Pada hari Senin esok, tepatnya 20 April 2009 kami juga menggelar seminar akbar The New Wave Marketing bersama “suhu” marketing Indonesia, Hermawan Kertajaya. Beliau akan memberikan “petuah-petuah” ekonomi dan marketingnya di Restoran Gadjahmada sejak pukul 16.00-21.00 WIB. Akan bertindak sebagai pembuka acara, Gubernur Kalimantan Barat serta dimoderatori oleh Kepala BKPMD, Drs M Zeet Hamdy Assovie, MTM. &lt;br /&gt;Peserta seminar yang sudah terdaftar sebanyak 150 orang dengan donasi dana lebih lanjut untuk kegiatan yang lebih “peace” yakni Jambore Interfaith. Panitia sudah bekerja keras dengan senantiasa melakukan evaluasi. Kegiatan yang satu ini bisa terlaksana berkat kerjasama yang apik antara CROSS, CRID, Tribune Institute dan Borneo Tribune. &lt;br /&gt;Di tengah persiapan segenap kegiatan kegiatan besar, warga Tribune Plex juga melaksanakan pisah sambut dengan praktikan dari Bonn University, German. Christian Stegmann telah tiga bulan belajar Bahasa Indonesia dan kebudayaan di base-camp HBT dan YTI dan dia kembali ke Jogja untuk sekolah bahasa selama 2 minggu untuk selanjutnya kembali ke Bonn. Sedangkan “new comer” adalah si dara jelita, Stephani Jung. Mahasiswa Program Studi Asia ini juga akan “magang” di HBT-YTI selama 3 bulan. &lt;br /&gt;Awal tiba di Tribune Plex, Stefi—sapaannya—sudah merasa akrab dan dekat dengan para reporter, layouter dan staf administrasi. Dia mengaku senang karena semua ramah dan selalu menolong. &lt;br /&gt;Stefi juga akan mengikuti seminar New Wave Marketing bersama Hermawan Kertajaya serta akan terus terlibat aktif dalam upaya pencerdasan dan peningkatan kerjasama akademik, kultural, maupun hubungan sosial atas sesama anak bangsa. &lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, begitulah aktivitas kami yang memuncak selalu dipersembahkan bagi kejayaan daerah Kalbar. Karena hanya dengan kreativitas kita bisa mengharumkan nama daerah di kancah pembangunan nasional maupun internasional. Semoga kita semua dapat saling bekerjasama untuk tujuan mulia kemanusiaan yakni memanusiawikan manusia. Salam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-7712228113134673243?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/7712228113134673243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=7712228113134673243&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7712228113134673243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7712228113134673243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/04/bulan-puncak-aktivitas.html' title='Bulan Puncak Aktivitas'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SepcnYT_yxI/AAAAAAAADCM/ACVaO3LohIw/s72-c/DSC09728.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-6659496747160069465</id><published>2009-04-17T07:41:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T07:56:53.612-07:00</updated><title type='text'>Saat Indah Bersama Nada</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SeiXpJsHloI/AAAAAAAADCE/s8jnEJDcR58/s1600-h/DSC01335.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SeiXpJsHloI/AAAAAAAADCE/s8jnEJDcR58/s200/DSC01335.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325673292597008002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kini usia Nada sudah 1 tahun 8 bulan. Satu dua kata sudah bisa dia lafalkan, misalnya kata Papa, Mamam, dan kalau ikut-ikutan shalat sudah bisa takbir, "Allahu Akbar." &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Saya senang sekali bermain bersama Nada. Apalagi usia Nada sekarang sedang usia lucu-lucunya. Maka setiap ada kesempatan saya selalu mengajaknya bicara, bercerita, dan tentu saja jalan-jalan. &lt;br /&gt;Rasanya senang melihat tumbuh kembang Nada. Nada bagiku adalah karunia. Dan dengan mengamati, menyelami, serta merasakan kedekatan dengannya ada rasa bahagia tersendiri. Saya bisa menyelami dan sekaligus bercermin bagaimana masa kecil saya  dulu. &lt;br /&gt;Saya benar-benar menggunakan waktu secara maksimal untuk bermain sekaligus belajar bersama Nada. Berlari-lari sambil cilub ba, gendong, dan bahkan mengajarinya nyetir mobil atau naik sepeda. &lt;br /&gt;Saya harus memanfaatkan waktu secara maksimal karena tanpa terasa anak akan cepat besar. Contohnya, kakaknya, Ocha. Ocha sekarang sudah hampir 6 tahun. Dia sudah saya daftarkan masuk SD. &lt;br /&gt;Kemarin tanggal 14 April, Ocha test masuk SD. Dia bangga karena sebentar lagi sudah mengenakan baju merah putih. Baju seragam SD. Wah, tak terasa juga saya sudah semakin tua. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-6659496747160069465?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/6659496747160069465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=6659496747160069465&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/6659496747160069465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/6659496747160069465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/04/saat-indah-bersama-nada.html' title='Saat Indah Bersama Nada'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SeiXpJsHloI/AAAAAAAADCE/s8jnEJDcR58/s72-c/DSC01335.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-3229415483477979221</id><published>2009-04-15T08:47:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T15:55:09.530-07:00</updated><title type='text'>Quick Count Menjawab Pemilu 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SeYCEpn9tuI/AAAAAAAADB8/vp3AojrJXXQ/s1600-h/DSC02470.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SeYCEpn9tuI/AAAAAAAADB8/vp3AojrJXXQ/s200/DSC02470.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324945888328398562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan hadir untuk mempermudah manusia. Begitupula terhadap hajad pesta demokrasi 2009 ini. &lt;br /&gt;Quick Count yang merupakan turunan dari ilmu matematika statistik memberikan jawaban lebih cepat daripada kenyataan sesungguhnya. Kenapa dapat dihitung demikian cepat dan akurat? Logika yang seringkali disampaikan adalah analogi membuat kopi satu tempayan dengan satu gelas akan tetap sama rasanya jika konsentrasi gula, kopi dan airnya sama.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;“Terpenting bukan ukurannya, tetapi konsentrasi serta metodenya,” kata instruktur Quick Count, Fadli M Riad dari lembaga survey CIRUS saat memberikan pelatihan di Kantor Tribune Institute, Pontianak 27 Maret lalu.&lt;br /&gt;Fadli melatih 37 surveyor bekerjasama dengan Borneo Tribune dan Tribune Institute. Peserta direkrut secara terbuka yang pada umumnya adalah mahasiswa dan jurnalis. &lt;br /&gt;“Tidak boleh ada penyimpangan dari representasi dan metode di lapangan,” imbuh Fadli. Dan seluruh peserta memahami hal tersebut setelah empat jam pelatihan serta tanya jawab.&lt;br /&gt;37 peserta yang sudah terlatih kemudian turun ke lapangan, yakni di seluruh kabupaten-kota se-Kalbar. Mereka selain sudah dilatih juga dibekali dengan pedoman lapangan, TPS sasaran yang telah diacak atau random oleh tim Pusat-Jakarta, serta pedoman wawancara. Surveyor juga melaporkan angka perhitungan resmi di TPS setelah perhitungan usai. &lt;br /&gt;Koordinasi antara surveyor di lapangan dengan koordinator lapangan serta koordinator pusat tetap berjalan dengan sarana telekomunikasi yang relatif canggih. “Jika signal handphone tidak ada, cari lokasi agar dapat ditelepon balik,” ujar Fadli menekankan saat latihan. &lt;br /&gt;Relawan bekerja di lapangan dibekali identitas yang jelas yang terdaftar di Departemen Dalam Negeri. “Artinya ini resmi, bukan main-main. Hasilnya dapat dipertanggungjawabkan,” kata Fadli.&lt;br /&gt;Setiap relawan yang turun ke lapangan tidak hanya mendapatkan identitas yang jelas, tetapi juga kaos seragam, formulir isian, dan akomodasi yang memadai. “Bagi kami ini adalah pengalaman berharga,” kata Supriadi anggota relawan CIRUS yang kerap disapa Ucup. “Saya sebelumya tak pernah menginjakkan kaki di Ketapang. Sekarang inilah kesempatan emas itu,” imbuhnya berkoordinasi via SMS kepada Korlap CIRUS Kalbar. &lt;br /&gt;Nisa surveyor lainnya adalah mahasiswi STAIN Pontianak. Dia baru menginjakkan kaki ke Pontianak setelah hijrah dari Palembang. “Saya belum pernah ke Bengkayang. Ini kali pertama. Saya akan ke Bengkayang sehari sebelum Pemilu,” kata dara berjilbab ini.&lt;br /&gt;Nisa bertugas di TPS Sebalo. Dia tak mendapatkan banyak aral melintang saat menjalankan tugas. “Bang saya berangkat subuh dengan bis. Doakan sukses ya,” bunyi SMS saat Nisa melangkah ke Sebalo. Dan selanjutnya dia melaporkan via SMS data Quick Count yang diperlukan. Akses data via telepon terbukti masih najir ditambah fasilitas SMS. &lt;br /&gt;Rata-rata pada pukul 13.00 di hari Pemilu 9 April kemarin 37 surveyor CIRUS sudah melakukan koordinasi. Mereka telah mewawancarai pengguna suara pertama. Mereka telah mengetahui bagaimana kecenderungan suara pemilih atau warga dalam menggunakan hak pilihnya. “Ini pengalaman pertama bagi saya,” aku Nisa. &lt;br /&gt;Tetapi tidak semua TPS target memulai pemilihan tepat pada pukul 07.00. Ada sejumlah TPS yang baru mulai pada pukul 08.30 karena faktor-faktor teknis maupun non teknis. Pada gilirannya perhitungan suara akhir juga molor. &lt;br /&gt;CIRUS salah satu lembaga survey Quick Account yang menyebar 2000-an relawannya ke seluruh Indonesia, termasuk 37 titik di Kalbar mendapatkan angka Partai Demokrat secara nasional memperoleh 20,1 persen suara. Angka ini sama dengan rata-rata perhitungan resmi di KPU. &lt;br /&gt;“Angka ini tak akan berubah. Selain CIRUS ada 6 lembaga survey di Indonesia yang angkanya berkisar pada angka tersebut,” kata Koordinator Nasional Quick Count CIRUS, Hasan Nasbi sebagaimana diwawancarai SCTV di hari Pemilu, Kamis 9 April. &lt;br /&gt;Pemilu 2009 memang fenomenal. Banyak analisis ilmuan yang jungkir balik. Walaupun beberapa hal dapat dibuktikan kebenarannya. &lt;br /&gt;Yang jungkir balik adalah analisis terhadap perolehan suara Partai Demokrat. Partai asuhan Presiden SBY ini dinilai mulai ditinggalkan publik lantaran kinerja SBY yang “lamban”. Tetapi yang terjadi sebaliknya. Partai Demokrat mendulang suara di atas 20 persen. Hal ini fenomenal dari raihan suara pada Pemilu 2004 lalu yang hanya 8 persen. &lt;br /&gt;Analisis yang tetap terbukti kebenarannya adalah angka Golput. Prediksi bahwa pemilik suara tidak menggunakan hak pilihnya terbukti. Jumlahnya makin membengkak. Bahkan secara kasar dapat kita katakan bahwa pemenang Pemilu 2009 adalah Golput yang 34 persen dibandiung Demokrat 20 persen.&lt;br /&gt;Lepas dari itu semua metode Quick Count telah membuktikan kenyataan bahwa three golden party unggul di Indonesia, yakni Demokrat, Golkar dan PDIP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-3229415483477979221?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/3229415483477979221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=3229415483477979221&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/3229415483477979221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/3229415483477979221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/04/quick-count-menjawab-pemilu-2009.html' title='Quick Count Menjawab Pemilu 2009'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SeYCEpn9tuI/AAAAAAAADB8/vp3AojrJXXQ/s72-c/DSC02470.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5612444225812084283</id><published>2009-04-14T07:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T07:46:56.720-07:00</updated><title type='text'>Sukses Hari H Pencontrengan Pemilu Legislatif</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SeSh10CwiRI/AAAAAAAADBs/Vt9Vdm9Bi4I/s1600-h/DSC02477.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SeSh10CwiRI/AAAAAAAADBs/Vt9Vdm9Bi4I/s200/DSC02477.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324558605334120722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita semua bersyukur bahwa hari H Pemilu legislatif pada 9 April kemarin berlangsung aman, sukses dan lancar. Tidak ada satu pun kericuhan anarkis terjadi di Kalimantan Barat. Hal ini pertanda baik, bahwa masyarakat Kalbar sudah benar-benar dewasa dalam menjalankan pesta demokrasinya. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Berkenaan dengan hal tersebut wajar jika kita memberikan rasa hormat yang tak terkira kepada seluruh rakyat Kalbar, petugas KPUD, Panwas, saksi parpol, pemantau, polisi, jurnalis dan semua pengguna hak suara. Atas semangat kebersamaan kita telah berhasil melewati fase krisis. Terbukti di Papua, aksi anarkisnya malah merenggut korban jiwa. &lt;br /&gt;Partisipasi aktif Harian Borneo Tribune dan Tribune Institute tidak hanya lewat tulisan Pemilu di agenda besar Bangsa Indonesia 2009, tapi juga masuk dalam jejaring Cirus Surveyor Group (CSG) melakukan tugas pengawalan pesta demokrasi secara lebih berjejaring nasional. Di Kalbar disebar 37 orang relawan yang sebelumnya sudah direkrut secara terbuka dan diberikan pelatihan. &lt;br /&gt;Banyak catatan yang bisa diambil hikmahnya seperti tertuang di dalam laporan khusus edisi Minggu, 12 April ini (halaman 17-20). Mulai dari cepatnya jawaban masuk terhadap siapa partai pemenang dalam pemilu kali ini, sikap Golput, antusiasme masyarakat, hingga lika-liku masalah di Tempat Pemungutan Suara. &lt;br /&gt;Nasionalisme kebangsaan berupa penentuan alih generasi kelembagaan di DPRD, DPR RI maupun DPD memang ditentukan melalui Pemilu. Warga memahami hal ini dengan menentukan pilihan kepada sosok yang tepat. Sosok yang sudah menjabat, tetapi tidak dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat dihukum dengan cara tidak dipilih kembali. &lt;br /&gt;Edukasi politik kepada masyarakat terlihat dengan jelas jika dipantau dengan cermat di lapangan. Hasil goresan tangan wartawan Borneo Tribune dan relawan seperti dimuat edisi Minggu kali ini mencerminkan suasana riil di kancah pesta demokrasi. Ada hal serius, sampai humor. Ada prihal nasionalisme, dan ada hal semangat rela berkorban. &lt;br /&gt;Kita berharap semakin hari kualitas pesta demokrasi di Kalbar pada khususnya dan Indonesia pada umumnya semakin baik. Adapun para wakil rakyat yang terpilih untuk dapat menjalankan tugasnya dengan paripurna. Jangan kecewakan rakyat. Jangan korupsi. Jangan membuat malu Republik. &lt;br /&gt;Sebaiknya kepada mereka yang menjadi caleg, tetapi belum terpilih harap tidak stress. Jangan sampai putus jantung putus napas seperti terjadi dengan salah seorang caleg di Bali. Ia terpaksa dikirim ke alam baka akibat tak siap menerima kekalahannya. &lt;br /&gt;Kita mesti menyadari bahwa pesta demokrasi adalah pesta kalah-menang. Yang menang tidak bisa semuanya. Pasti ada yang kalah. Dan yang kalah bukan berarti pupus harapan. Masih ada waktu untuk mempersiapkan diri 5 tahun yang akan datang. Tetapi jika sudah kurang ideal lagi waktunya, mari kita berbakti kepada negeri ini melalui medan tugas di mana saja kita berada. Pengabdian kepada negara ini tidak mutlak harus di DPRD atau DPR RI. Karena wakil rakyat sesungguhnya adalah berada di tengah-tengah rakyat. Bergulat dengan rakyat untuk pemberdayaan kekuatan rakyat. Dari, oleh dan untuk rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5612444225812084283?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5612444225812084283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5612444225812084283&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5612444225812084283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5612444225812084283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/04/sukses-hari-h-pencontrengan-pemilu.html' title='Sukses Hari H Pencontrengan Pemilu Legislatif'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SeSh10CwiRI/AAAAAAAADBs/Vt9Vdm9Bi4I/s72-c/DSC02477.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-717814504180877807</id><published>2009-04-04T07:53:00.000-07:00</published><updated>2009-04-04T08:05:53.617-07:00</updated><title type='text'>KPPU-Borneo Tribune Jalin Kerjasama</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sdd3O1Cm97I/AAAAAAAADBk/vFOFVYRcQ-A/s1600-h/DSC02603.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sdd3O1Cm97I/AAAAAAAADBk/vFOFVYRcQ-A/s200/DSC02603.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320852581401425842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kagum. Itu citra pertama yang ditangkap Heli Nurcahyo, Pimpinan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Regional Kalimantan saat berkunjung ke redaksi Harian Borneo Tribune 27 Maret kemarin. ”Tak gampang untuk bekerjasama dengan media,” kata Heli pria yang berlatar belakang pengacara saat memulai pembicaraannya. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Rencana kedatangan KPPU ini sudah diketahui awak redaksi sejak adanya surat permohonan audiensi masuk via faximil. Pemimpin redaksi, Nur Iskandar segera menginstruksikan kepada Catur, Sekretaris Redaksi untuk segera membalas surat tersebut. Bahwa redaksi menerima dengan pintu terbuka bagi kedatangan KPPU. Landasan berpikirnya sederhana saja, bahwa kerjasama dan networking adalah penting. Saking pentingnya, dalam banyak pelajaran disebutkan bahwa kerjasama adalah kunci dari segala keberhasilan. Selain itu, bagi kita orang Timur, memuliakan tamu adalah sikap yang terpuji. Bahkan menurut agama, sebagian dari iman. &lt;br /&gt;”Kami yang mohon maaf, setelah diberikan jawaban diterima oleh Borneo Tribune, malah kami yang ada penundaan karena faktor non teknis,” tambah Heli. Dia menambahkan, bahwa media lainnya kurang merespon keinginan KPPU untuk bekerjasama. ”Aneh,” timpal pria yang gemar mengenakan jas berwarna gelap ini. &lt;br /&gt;Bagi kami kata aneh yang diutarakan Heli tidaklah aneh. Demikian karena keteraturan semesta di era mutakhir ini sudah banyak yang jungkir balik. Tak perlu diuraikan satu persatu karena terlalu panjang jika hendak diuraikan satu per satu. &lt;br /&gt;”Saya mengenal Borneo Tribune buat pertama kalinya adalah lewat Blog,” kata Heli. ”Lewat Blog saya mengetahui bahwa koran ini lahir dengan idealisme, mengedepankan keberagaman dan kebersamaan,” ungkapnya. &lt;br /&gt;Manager Umum yang juga pengembang Blogger di Kalbar, Asriyadi Alexander Mering tampak senyam-senyum. Begitupula Penasihat Hukum Borneo Tribune, Dwi Syafriyanti. ”Di Borneo Tribune semua wartawan punya Blog, bahkan kami rutin melakukan pelatihan melalui Tribune Institute,” kata Mering. &lt;br /&gt;Heli menyampaikan bahwa maksud kedatangannya selain bersilaturahmi, juga bersosialisasi. ”Ke depan, kita mau menggelar seminar tentang KPPU dan Media Massa. Kita sadar bahwa power media massa sangat besar,” ungkapnya. Borneo Tribune menjadi media pilihan untuk bekerjasama.&lt;br /&gt;KPPU sendiri merupakan lembaga negara seperti KPK yang bertugas menegakkan iklim dunia usaha secara fair dan demokratis. Oleh karena itu sejumlah kasus dibuka dan didiskusikan untuk kemudian diambil hikmahnya bagi penataan dunia usaha yang adil. Jika keadilan dapat ditegakkan, maka generasi muda ke depan akan lebih mapan menatap masa gilang gemilang. &lt;br /&gt;Heli merasa senang berada di redaksi Borneo Tribune, berdiskusi, saling tukar menukar pengalaman, hingga kunjungan ke sekeliling dapur redaksi, percetakan, Tribune Institute dan Suwito Associates. ”Wah kompleks yang besar sekali. Saya kagum dan bangga,” katanya. ”Apalagi Borneo Tribune mampu lepas dari kapitalisme pemodal besar dari luar Kalimantan,” imbuhnya. ”Ini modal besar untuk maju lebih jauh ke depan,” imbuhnya. &lt;br /&gt;Kemampuan untuk berdikari kata Heli sudah senapas dengan semangat otonomi daerah. Otonomi daerah benar-benar berbuah jika media massanya mengenal betul karakteristik pembacanya, termasuk memberitakan dunia usaha secara fair. Fairness dalam ilmu jurnalistik berlandaskan check and balancing. Akurat, berimbang, dan klir. ”Kelar pasti kelir,” kata Nur Iskandar. Semua pun mengulum senyum. Puas untuk bisa bekerjasama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-717814504180877807?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/717814504180877807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=717814504180877807&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/717814504180877807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/717814504180877807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/04/kppu-borneo-tribune-jalin-kerjasama.html' title='KPPU-Borneo Tribune Jalin Kerjasama'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sdd3O1Cm97I/AAAAAAAADBk/vFOFVYRcQ-A/s72-c/DSC02603.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-7640739339083555645</id><published>2009-03-18T14:55:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T15:01:25.853-07:00</updated><title type='text'>Oliver Pye-Yanti Mirdayanti Jalin Silaturahmi Antarlembaga</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/ScFuxN2Z7zI/AAAAAAAADBc/fu4p3wq1uXs/s1600-h/DSC02089.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/ScFuxN2Z7zI/AAAAAAAADBc/fu4p3wq1uXs/s200/DSC02089.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314650827084394290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/ScFuwgKSCdI/AAAAAAAADBU/pcBrRsUvq6M/s1600-h/DSC02083.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/ScFuwgKSCdI/AAAAAAAADBU/pcBrRsUvq6M/s200/DSC02083.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314650814819731922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peneliti bioenergi dari Bonn University, Dr Oliver Pye didampingi dosen Bahasa Indonesia di Bonn University, Yanti Mirdayanti, MA melakukan silaturahmi antarlembaga sebelum digelarnya seminar internasional bioenergi di Amphi Teatre, Fakultas Kedokteran Untan, Sabtu (21/3) yang akan datang. Kedua delegasi Bonn University ini mengunjungi Internasional Office Untan, Walhi, Aman, Gemawan, Borneo Tribune dan Tribune Institute, FLEGT serta sejumlah tokoh penting di Kalbar.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Oliver Pye sebelum ke Kalbar terlebih dahulu tampil dalam workshop atau lokakarya perihal bioenergi lintas negara (transnasional) dipandang dari aspek ekonomi, sosial dan politik serta lingkungan hidup di Singapura dan berlanjut di Universitas Padjajaran (Bandung) serta Universitas Gadjahmada (Yogjakarta). Kesemua kegiatan itu berlangsung secara akademik dan sukses. &lt;br /&gt;Oliver dan Yanti Mirdayanti tiba di Pontianak pada Minggu (15/3) dan langsung mengunjungi Komunitas Cinte Aek Kapuas yang mempunyai jadwal launching komunitas peduli lingkungan sungai terpanjang di Indonesia yakni Sungai Kapuas. Di forum ini Oliver dan Yanti Mirdayanti bicara betapa pentingnya menjaga urat nadi Kalbar pada khususnya melalui Sungai Kapuas. ”Jika Kapuas bisa dijaga kebersihan lingkungannya, lingkungannya ditata sedemikian rupa, ia akan menjadi aset pariwisata dan sumber inspirasi bagi penduduknya,” kata Yanti Mirdayanti seraya menjelaskan betapa indahnya sungai-sungai di Eropa dan Amerika karena terjaga dari pencemaran sampah maupun limbah. Jalan di kiri dan kanan sungai juga jadi pemikat aktivitas berhadapan dengan sungai nan luas. ”Potensi Kalbar untuk maju pariwisatanya sangat besar. Kita berkepentingan menjaga dan memeliharanya,” kata Oliver yang semasa kanak-kanaknya juga berada di kawasan sungai kota kecil di Jerman. ”Saya suka Sungai Kapuas. Jauh lebih panjang dan luas ketimbang sungai di Bonn,” pujinya.&lt;br /&gt;Kedatangan Oliver dan Yanti Mirdayanti disambut hangat Komunitas Cinte Aek Kapuas yang notabene para fotografer, sineas, jurnalis dan tokoh-tokoh pariwisata kota. Mereka antara lain Wakil Walikota Paryadi, S.Hut, Kepala Dinas Pariwisata Kota, Dirut Gadjahmada Hotel, PHRI, Canopy Indonesia dll. &lt;br /&gt;Di Internasional Office Untan silaturahmi Oliver Pye dan Yanti Mirdayanti disambut Kepala Internasional Office, Dr Elvira dan rekan. Di kantor Internasional Office yang sementara ini menumpang di Magister Teknik mengupas rencana kerjasama riset perihal bioenergi. Kerjasama itu melibatkan Untan, Borneo Tribune/Tribune Institute dan Bonn University. &lt;br /&gt;Selain membahas MoU Oliver dan Yanti ditemani Purek IV Bidang Kerjasama Ir HM Iqbal serta Dr Elvira mengunjungi Fakultas Kedokteran dan dilanjutkan keesokan harinya berdialog dengan Rektor Untan, Dr H Chairil Effendy, MS. Rektor yang low profile ini menyambut hangat dengan merangkai program-program pengembangan kerjasama mutual hingga ke depan secara internasional. Katanya, Untan ingin tampil terdepan dalam meneliti dan memanfaatkan keanekaragaman hayati milik Kalbar. &lt;br /&gt;Sebelum menemui Chairil Effendy yang juga Ketua Forum Rektor Indonesia, Oliver dan Yanti Mirdayanti berdialog silaturahmi bersama Ketua Walhi Saban Setiawan. Di sekretariat Walhi Saban mengatakan tidak benci akan sawit karena tanaman ini ada gunanya bagi ekonomi masyarakat maupun bioenergi, tetapi tata cara pembukaan lahan sawit yang tidak memenuhi aturan main sesungguhnya telah merusak alam. Hal ini menjadi bahan kampanye mereka untuk diperangi. ”Peraturan dibuat pemerintah untuk dilanggar sendiri. Berapa banyak uang dibuang sia-sia untuk itu. Lihat saja Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL bisa keluar dalam waktu satu minggu. Mana mungkin hal itu bisa terjadi,” ulasnya. &lt;br /&gt;Di Aliansi Masyarakat Adat Nasional (Aman) Oliver Pye dan Yanti Mirdayanti disambut ketuanya Sujarni Aloy. Penulis buku dan peneliti tersebut mengatakan mereka kampanye anti sawit karena lahan hutan yang dibuka menyebabkan kerusakan lingkungan. Hal lain yang terjadi adalah rakyat tetap miskin di sekitar perkebunan. Dalam kasus yang lain masyarakat dipukuli fisik dan hak-hak tanah maupun kebudayaan mereka. &lt;br /&gt;Oliver Pye dan Yanti Mirdayanti di FLEGT disambut ketuanya Thadeus Yus. Thadeus dengan sistematis menjelaskan kaitan lembaganya yang mendorong manajemen hutan secara lestari dengan efek domino kerusakan lingkungan akibat illegal logging. Sedangkan di Gemawan, Oliver dan Yanti disambut ketuanya, Lely yang pernah bertandang ke Belanda untuk menjelaskan sawit di parlemen Negeri Kincir Angin tersebut. Lely mengatakan lembaganya mengadvokasi kaum tertindas dari pembukaan perkebunan. Sejumlah kasus berhasil diavokasi, tetapi banyak kasus yang lain mereka berhadapan dengan power nan mengancam keselamatan sehingga butuh dukungan internasional. &lt;br /&gt;Oliver dan yanti juga berdiskusi di dapur redaksi Borneo Tribune dan Tribune Institute untuk mengeksplorasi agenda riset bersama secara lebih mendasar. &lt;br /&gt;Seminar internasional bioenergi dihelat dalam kerangka berpikir akademis serta mengupayakan riset agar bermanfaat bagi penyelamatan bumi. Sekecil apapun suatu daerah dan bangsa, di era kesejagatan ini semua saling terkait, interkoneksi, transnasional dan global. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-7640739339083555645?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/7640739339083555645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=7640739339083555645&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7640739339083555645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7640739339083555645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/03/oliver-pye-yanti-mirdayanti-jalin.html' title='Oliver Pye-Yanti Mirdayanti Jalin Silaturahmi Antarlembaga'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/ScFuxN2Z7zI/AAAAAAAADBc/fu4p3wq1uXs/s72-c/DSC02089.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-1055939883756649598</id><published>2009-03-18T14:09:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T14:18:46.275-07:00</updated><title type='text'>Lembaga Tripartit Gelar Seminar Internasional Bioenergi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/ScFk4NJps2I/AAAAAAAADBM/9AJ9J3AW9xo/s1600-h/DSC02148.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/ScFk4NJps2I/AAAAAAAADBM/9AJ9J3AW9xo/s200/DSC02148.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314639952039490402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/ScFk38WH1tI/AAAAAAAADBE/Rtz5vYFgzgk/s1600-h/DSC02158.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/ScFk38WH1tI/AAAAAAAADBE/Rtz5vYFgzgk/s200/DSC02158.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314639947528394450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah besar yang dihadapi masyarakat internasional adalah krisis pangan dan energi. Istilah bekennya ”food and fuel problem”.&lt;br /&gt;Masalah besar tersebut tidak terkecuali terjadi di Kalimantan Barat yang merupakan salah satu provinsi  di Indonesia, bahkan luasnya 1,5 kali luas Pulau Jawa. Di mana di Kalimantan Barat penduduk terus bertambah, terjadi konversi lahan hutan menjadi perkebunan dan pemukiman, serta tak terlepas pula dari dampak perubahan iklim global (climate change).&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Menyadari permasalahan tersebut, tiga lembaga masing-masing Universitas Tanjungpura (Untan), Bonn University dan Tribune Institute menggagas seminar internasional tentang bioenergi peluang dan ancamannya bagi Kalimantan Barat. Seminar tersebut akan digelar pada hari Sabtu, 21 Maret 2009 bertempat di Amphi Teatre Fakultas Kedokteran dengan kapasitas peserta sekitar 150 orang. &lt;br /&gt;Seminar internasional ini akan dibuka oleh Rektor Untan, Dr Chairil Effendy, MS dan dilanjutkan dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dalam hal studi dan riset bersama antarlembaga, serta kemudian dilanjutkan dengan sesi seminar.&lt;br /&gt;Kepala Kantor Internasional (International Office) Untan, Dr Elvira menyatakan segala sesuatunya sudah siap untuk dihelat. ”Kita sudah beberapa kali rapat untuk menyusun kerangka isi MoU maupun seminar. Bahkan bersama Pembantu Rektor IV pada hari Selasa yang lalu kita sudah cek lapangan.” &lt;br /&gt;Menurut staf pengajar di program magister teknik ini akan tampil sebagai pembicara dari pihak-pihak kompeten. Mereka adalah Dr Oliver Pye dari Bonn University yang baru saja menyajikan workshop di Singapura, seminar di Unpad maupun UGM perihal transnasional bioenergi, Kepala Bappeda Kalbar Ir Fathan A Rasyid, M.Agr perihal rencana pengembangan Kalimantan sebagai lumbung energi nasional, maupun peneliti Untan dari F-MIPA Dr Thamrin Usman, DEA serta Kepala Pusat Studi Energi Untan, Dr Ismail Yusuf. Adapun dari Borneo Tribune dan Tribune Institute menampilkan analisa isi pemberitaan (content analysis) perihal bioenergi di media. &lt;br /&gt;Seminar mengundang stakeholder di Kalbar meliputi civitas akademika, ilmuan, aktivis lingkungan, pemerintahan, bahkan perusahaan-perusahaan kehutanan maupun perkebunan. Tujuan melibatkan semua pihak ini agar forum seminar bisa menjadi ajang urun-rembug maupun penyamaan visi-misi dalam menyelamatkan lingkungan bumi yang hanya ada satu ini.&lt;br /&gt;Seminar dimulai pukul 08.30 dan berakhir pada pukul 12.00 WIB. ”Bagi pihak yang belum mendapatkan undangan dapat mengontak langsung kami di International Office Untan, atau Harian Borneo Tribune yang satu kompleks dengan Tribune Institute di Purnama,” tambah Elvira. &lt;br /&gt;Di tempat terpisah Rektor Untan, Dr Chairil Effendy menyatakan bahwa Untan ingin tampil terdepan dalam riset biodiversity termasuk peluangnya terhadap sumber daya energi. ”Kita di Kalbar mempunyai banyak potensi, sayang jika tidak tergali. Adapun cara menggalinya tentu saja melalui riset, dan riset itu mesti melibatkan banyak pihak, tenaga, bahkan biaya. Oleh karena itu tepat jika kita bisa bekerjasama, terlebih dengan Bonn University  dari Jerman,” imbuhnya.&lt;br /&gt;Untan, kata Chairil telah membuka International Office dengan tujuan merawat hubungan internasional, menumbuh-kembangkan kerjasama Utara-Selatan, Barat dan Timur. ”Kita harus bergerak cepat karena besarnya keinginan untuk maju dan mencapai kesejahteraan bagi masyarakat luas. Kita tak mau Kalbar dikenal kaya potensi, tapi rakyatnya tetap miskin,” imbuh rektor yang juga Ketua Forum Rektor Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-1055939883756649598?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/1055939883756649598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=1055939883756649598&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1055939883756649598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1055939883756649598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/03/lembaga-tripartit-gelar-seminar.html' title='Lembaga Tripartit Gelar Seminar Internasional Bioenergi'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/ScFk4NJps2I/AAAAAAAADBM/9AJ9J3AW9xo/s72-c/DSC02148.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-4354322183272824271</id><published>2009-03-09T07:57:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T08:00:11.376-07:00</updated><title type='text'>JK Martir Politik Golkar</title><content type='html'>Pernyataan Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok bahwa Partai Golkar hanya akan mendapatkan 2,5 persen suara pada pemilu 2009 benar-benar menjadi martir di tubuh Golkar. Golkar selama ini seperti raksasa yang sedang tidur.&lt;br /&gt;Golkar adalah partai besar. Infrastruktur parpolnya paling lengkap. Asetnya paling kaya. Sumber daya manusianya paling hebat. Bahkan jika mau jujur, parpol-parpol lainnya, sebagian besar adalah kader Golkar yang lompat pagar. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dengan alu yang dikemplangkan ke kepala Partai Golkar, kondisi psikologis bangsa Indonesia memasuki babak baru. Bangsa Indonesia adalah bangsa pengasih dan simpati pada pihak yang ditekan. Di sisi yang lain ada kerinduan rakyat pada harmoni masa lalu.&lt;br /&gt;Mega naik panggung karena ditekan Soeharto. SBY naik pentas RI-1 karena ditekan Megawati. Kini JK ditekan SBY, apa yang terjadi? Di dalam hal ini Partai Demokrat dinilai kader beringin ”lancang” menuding Golkar hanya akan mendapat 2,5 persen suara Pemilu 2009. &lt;br /&gt;Kader-kader Golkar merah kupingnya. Menjamur aspirasi ”cerai” dari Partai Demokrat. ”Jika bersama kita bisa, berpisah kita juga bisa,” begitu aspirasi yang menyala-nyala.&lt;br /&gt;Sengatan Mubarok membangunkan tidur panjang Golkar pasca Pemilu 2004. JK bicara lugas dan lantang. Bahkan sesuai dengan karakternya yang ceplas-ceplos, apa adanya. Dia tampil terdepan dengan membantah keras pernyataan Mubarok—walau sedang berada di luar negeri. &lt;br /&gt;JK keras menyatakan bahwa tidak mungkin Golkar hanya akan mendapatkan 2,5 persen suara. Golkar akan mendapatkan angka di atas 25 persen. Hal senada dikemukakan seniornya Siswono Yudhohusodo—mantan rivalnya di Pilpres pasangan Amien Rais. Bahwa Golkar akan mendapatkan angka di atas 25 persen suara. &lt;br /&gt;Partai Demokrat sendiri, kendati SBY punya rating polling teratas, tetapi jika perolehan suara Partai Demokrat seperti pemilu yang lalu di bawah 10 persen, maka alamat hilangnya kesempatan emas. Terlebih koalisi yang dahulu mendukung SBY perlahan-lahan mundur dari gelanggang. PKS, PBB, PBR, dan bisa terjadi terhadap Golkar.&lt;br /&gt;JK di hadapan ratusan caleg dan kader Golkar se-Kalbar, kembali menegaskan kesiapannya untuk menjadi calon presiden. Kondisi aktual bangsa dan dinamika politik yang terjadi di tingkat nasional menjadi sebab kesediaan JK untuk maju sebagai calon presiden RI ke-7.&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan JK saat ini dalam banyak segi tetap saja menguntungkan Partai Beringin. Posisi tawar JK terhadap SBY meningkat. Posisi popularitas Golkar juga ”naik daun” lantaran publisitas media atas terbentuknya Blok J selain blok S, M dan Blok Perubahan. &lt;br /&gt;Dukungan yang tampak dalam kunjungan JK jelas terlihat. Tak terkecuali di Kalbar. Dampak langsung ini memicu semangat kerja kader-kader partai. Mereka melihat peluang dibuka oleh Mubarok. JK tampil terdepan menarik gerbong Golkar nasional.&lt;br /&gt;JK bertindak tepat. Ia kini menjadi martir partai. Ketepatan ini bagian dari reaksi kepemimpinan cepat-tepat yang bisa dilihat masyarakat luas. Rating JK juga meningkat dari sejumlah poll-poll terbaru. Dia nomor dua setelah SBY.&lt;br /&gt;Saking cepatnya reaksi Ketua Umum Partai Golkar itu, SBY pun segera meralat Mubarok dengan jumpa pers di Cikeas. Namun mesin Partai Golkar sudah kadung menyala-nyala sehingga parpol-parpol lain mesti berhati-hati. Tak terkecuali dalam memberikan komentar-komentar seperti Mubarok. Komentar melecehkan bisa jadi blunder yang menikam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-4354322183272824271?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/4354322183272824271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=4354322183272824271&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4354322183272824271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4354322183272824271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/03/jk-martir-politik-golkar.html' title='JK Martir Politik Golkar'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-1709168583586812036</id><published>2009-03-09T07:53:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T07:56:55.452-07:00</updated><title type='text'>Merintis Jalan Riset Bersama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SbUuJ975N0I/AAAAAAAADA8/jfNPLeTUbqA/s1600-h/DSC01827.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SbUuJ975N0I/AAAAAAAADA8/jfNPLeTUbqA/s200/DSC01827.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311202084332844866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibarat komplek perumahan, merintis jalan adalah upaya pertama yang paling berat. Jika jalannya sudah terbentuk, material bisa diangkut. Mimpi rumah seindah apapun bisa dibangun. &lt;br /&gt;Jika jalan yang dirintis bagus, lebar, besar, berkualitas, maka arus keluar-masuk dan interaksi parapihak menjadi lancar. Interaksi yang tinggi akan memicu kemajuan entitas masyarakat luas. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Interaksi yang terbuka akibat dirintisnya jalan menuju rumah impian akan memberikan peluang masuknya informasi lebih banyak, peluang lebih besar, dan kesempatan emas semakin multi-choice. Oleh karena itu kita bisa melihat individu, kelompok, lembaga, bahkan negara yang terbuka jauh lebih pesat kemajuannya daripada individu, kelompok, lembaga, atau negara yang mengasingkan diri atau mengisolasi diri. &lt;br /&gt;Sadar akan filosofi tersebut di atas, kami dari Borneo Tribune dengan lembaga nirlabanya di bidang pendidikan, Tribune Institute berupaya sekuat tenaga merintis jalan sukses tersebut untuk kepentingan bersama. Jalan sukses itu terletak pada perencanaan yang matang, action-plan yang dilaksanakan—yang tidak hanya NATO—non action talk only—tetapi benar-benar digarap detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari, hingga bulan demi bulan. &lt;br /&gt;Sejak 2006 Borneo Tribune dan Tribune Institute telah melaksanakan riset-riset kecil. Hasil riset itu mulai dilaunching pada 19 Mei 2007. Bentuknya adalah investigative reporting maupun precise journalism sekaligus rekam jejak dinamis dua bayi baru bernama Borneo Tribune dan Tribune Institute. &lt;br /&gt;Seabrek-abrek kegiatan telah dilakukan dua lembaga ini hingga kini. Outputnya sudah dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kalbar dan nasional-internasional. Terutama di bidang publikasi, dokumentasi, pendidikan dan pelatihan serta networking bersama berbagai pihak. Kerjasama baik di dalam, maupun di luar negeri.&lt;br /&gt;Borneo Tribune dan Tribune Institute dalam kapasitasnya sebagai fasilitator masyarakat serta ruang belajar sosial yang luas bagi masyarakat Kalbar menggandeng Universitas Tanjungpura dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk menggalang riset bersama secara lebih serius lagi. Riset atau aktivitas penelitian besar adalah ruh dari kemajuan. Adalah jalan sukses yang diidam-idamkan bersama.&lt;br /&gt;Bukankah jika kita mau mendapatkan planing atau perencanaan di bidang apa pun yang terbaik adalah melalui proses riset yang benar benar benar? Aktivitas riset yang benar metodologinya, benar tata caranya, dan benar perangkat maupun parameternya? &lt;br /&gt;Aktivitas jurnalistik kami sadari pada hakikatnya sama dengan aktivitas riset akademik di kampus-kampus. Oleh karena itu Borneo Tribune dan Tribune Institute pada tahap awal ini merintis kerjasama joint-research dengan Untan ditambah Bonn University, Jerman. Di institusi lain, Pemprov Cq Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) turut serta. &lt;br /&gt;Pembahasan materi riset bersama telah dilakukan sejak awal Oktober 2008 dan hingga saat ini terus bergulir. Pertemuan demi pertemuan dilaksanakan. Dimulai dari dapur redaksi hingga ke kediaman Rektor Untan, Dr H Chairil Effendi. Dan pembahasan terus mengalir bagaikan bola salju ke Rektorat Untan, International Office, Bonn University di Jerman, maupun di Borneo Tribune-Tribune Institute. &lt;br /&gt;Jika tidak ada aral melintang, MoU antara berbagai lembaga itu akan diimplementasikan mulai 22 Maret depan. Kita berharap riset bersama ini akan melahirkan jalan luas berkualitas dengan hasil-hasil nyata bagi masyarakat Kalbar pada khususnya dan RI tercinta pada umumnya. Doa restu pembaca sangat kami harapkan. Tentu saja. Salam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-1709168583586812036?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/1709168583586812036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=1709168583586812036&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1709168583586812036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1709168583586812036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/03/merintis-jalan-riset-bersama.html' title='Merintis Jalan Riset Bersama'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SbUuJ975N0I/AAAAAAAADA8/jfNPLeTUbqA/s72-c/DSC01827.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-8860447778609058862</id><published>2009-03-04T01:48:00.001-08:00</published><updated>2009-03-04T01:53:35.601-08:00</updated><title type='text'>Berantas Korupsi, Pilih Caleg Bersih</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sa5PkguP4-I/AAAAAAAADA0/DwG4Wd0xCms/s1600-h/DSC01314.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sa5PkguP4-I/AAAAAAAADA0/DwG4Wd0xCms/s200/DSC01314.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309268499394192354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, M Jasin saat hadir di Kota Pontianak dalam rangka mendorong fungsi kontrol masyarakat untuk pemberantasan korupsi mengakui bahwa cukup berat bagi KPK bekerja sendiri. Kasus-kasus korupsi bukannya menurun pasca reformasi, tetapi semakin menggila. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Penangkapan terhadap anggota DPR RI dari Fraksi PAN Abdul Hadi Djamal, Senin (2/3) malam merupakan pelajaran berharga di depan mata kita menjelang pemilu 9 April 2009. Pelajaran itu sangat banyak. &lt;br /&gt;Pertama menjadi wakil rakyat tidaklah gampang. Selain berat untuk menjalankan amanah urusan-urusan kerakyatan, juga rawan akan godaan berbagai kepentingan melalui tangan-tangan wakil rakyat. Jika tidak ekstra hati-hati, maka akan terjadi suap-menyuap seperti yang dirasakan Abdul Hadi Djamal. &lt;br /&gt;Suap menyuap, apalagi indikasi kuat tindakan korupsi yang dilakukan politisi segera terekspose dengan luas. Hal ini merugikan kepentingan karir politik yang bersangkutan. Di sini diperoleh pelajaran kedua, bahwa setiap politisi perlu berpikir jangka panjang ketimbang dari jangka pendek yang senangnya sesaat. &lt;br /&gt;Kita tidak habis pikir, betapa beraninya Abdul Hadi Djamal melakukan tindak pidana korupsi. Uang korupsi itu untuk apa? Apakah ada kaitannya dengan dana Pemilu 2009? Atau hanya sekedar untuk memperkaya diri sendiri? &lt;br /&gt;Jika alasannya untuk memperkaya diri sendiri, apakah gaji yang didapatkan sebagai anggota DPR RI tidak cukup? Jika tidak cukup mengapa ribuan orang ingin duduk di lembaga legislatif? Mengapa banyak orang ingin duduk di ”kursi pesakitan”?&lt;br /&gt;Tindakan Abdul Hadi Djamal tentulah tindakan white cillar crime. Kejahatan berkerah putih. Kejahatan yang merusak citra diri dan partai.&lt;br /&gt;Anggota DPR RI asal PAN melakukan konfrontir. Dia adalah wakil DPR RI asal Kalbar, Ir HM Fanshurullah Asa, MT. Dia berani berkata keras dan membela partainya karena sepanjang duduk di DPR RI dia sanggup memotong gajinya sebesar 50 persen untuk beasiswa. Hal itu seperti langit dengan bumi atas tindakan Abdul Hadi Djamal yang separtai dengannya. &lt;br /&gt;Fanshurullah Asa menilai KPK membanggakan karena mengungkap kasus korupsi yang melibatkan anggota DPR RI. Ifan—sapaannya—berterimakasih PAN dibersihkan dari korupsi. Petinggi-petinggi lain jika terbukti korupsi mesti dibersihkan tanpa pandang bulu. &lt;br /&gt;Enak bagi Ifan berkata keras karena dirinya bisa diteladani. Keteladanan seperti ini patut dijunjung tinggi. Justru kepada wakil-wakil rakyat seperti inilah suara kita laik dipersembahkan. &lt;br /&gt;Kandidat yang terpampang di kertas suara Pemilu Legislatif 9 April mendatang tentulah tidak sedikit yang seperti Abdul Hadi Djamal, tetapi tidak sedikit pula yang potensial atau cenderung ke kepentingan diri sendiri. Tetapi kita tidak boleh apriori dengan politik yang selalu dikelindan oleh kepentingan ekonomi. Kita juga punya caleg-caleg seperti Fanshurullah Asa. Atau setidaknya caleg-caleg yang potensial baik dalam mengemban amanah. Masalahnya bagi kita adalah sejauh mana kita mengenal para wakil kita di DPRD atau DPR RI. &lt;br /&gt;Untuk merubah nasib bangsa ini menjadi lebih baik, peranan kita sangat penting. Pilihlah caleg yang bersih, yang bukan koruptor, yang mampu mengemban amanah, sehingga pembangunan merata bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan kantong atau kocek pribadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-8860447778609058862?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/8860447778609058862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=8860447778609058862&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/8860447778609058862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/8860447778609058862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/03/berantas-korupsi-pilih-caleg-bersih.html' title='Berantas Korupsi, Pilih Caleg Bersih'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sa5PkguP4-I/AAAAAAAADA0/DwG4Wd0xCms/s72-c/DSC01314.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5195830710377588280</id><published>2009-03-04T01:44:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T01:48:04.933-08:00</updated><title type='text'>Ramai-Ramai Jadi Calon Presiden RI 2009-2014</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sa5OSZEis9I/AAAAAAAADAs/a8Kgm4z_Ws0/s1600-h/nuris%232.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sa5OSZEis9I/AAAAAAAADAs/a8Kgm4z_Ws0/s200/nuris%232.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309267088590943186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mana Putra Daerah Kalbar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa Orde Baru sebelum pemilu dilakukan sudah ketahuan siapa presidennya. Masa reformasi, kondisi sudah jauh berubah. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa Orde Baru berkuasa, amat sangat sedikit putra-putri terbaik bangsa yang berani maju dengan alasan ewuh pakewuh. Kondisi itu kini sudah berubah. Setiap orang sesuai amanat UUD berhak memilih dan dipilih selama tidak mempunyai cacat hukum permanen. Sistem pemilihan juga berubah dari sistem legislasi menjadi sistem langsung. Kepala negara dipilih secara langsung oleh rakyat. &lt;br /&gt;Calon-calon Presiden 2009-2014 sudah bermunculan. Selain incumbent SBY, juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, serta yang terakhir muncul baru-baru ini Jenderal Naga Bonar—Deddy Mizwar—si bintang film. &lt;br /&gt;Selasa, 24 Februari kemarin Dewan Integritas Bangsa (DIB) juga melaksanakan Konvensi Nasional Capres RI 2009-2014 di Gedung Taman Budaya Kota Pontianak. Hadir empat peserta konvensi masing-masing putra Bung Tomo--Bambang Sulistomo, politisi ICMI Dr Marwah Daud Ibrahim, mantan Menko Perekonomian Dr Rizal Ramli dan anggota DPR RI Komisi Pertahanan Dr Yudhy Crisnandi. Konvensi dihadiri 250 undangan, empat orang tim pakar, masing-masing Drs Gusti Suryansyah, M.Si (pengamat politik), Drs HM Ali Nasrun, M.Ec (pengamat ekonomi), Prof Dr Redatin Parwadi, MA (pengamat korupsi) dan Dr William Chang (ruhaniawan sekaligus pengamat sosial). Acara selama 4 jam ini diliput media cetak maupun elektronik, lokal maupun nasional. &lt;br /&gt;Peserta yang hadir memberikan catatan maupun pertanyaan kritis cukup menukik. Hanya saja yang patut dicatat adalah tiadanya kader putra-putri Kalbar yang berani maju menjadi Capres Alternatif. Kenapa? Padahal di pentas politik nasional Kalbar cukup dikenal. &lt;br /&gt;Hamzah Haz putra Ketapang pernah menjadi Wapres. Oesman Sapta yang kini Ketua DPD pernah menjadi Wakil Ketua MPR RI. Bahkan ke belakangnya lagi Sultan Hamid Alkadrie pernah menjadi menteri di Kabinet Bung Karno.&lt;br /&gt;Bermunculannya capres-capres alternatif menyenangkan kita semua, sebab semakin banyak alternatif-semakin banyak pilihan. Di sini mestinya warga Kalbar jeli mendorong putra-putrinya masuk jajaran elit RI 1, tidak hanya “rebutan” jadi caleg DPRD Kota/Kabupaten, Provinsi dan DPR RI. Mestinya ini saat terbaik menunjukkan “inilah Kalbar”. Kalbar pintar!&lt;br /&gt;Sesungguhnya, semakin capres terbuka sejak dini, kita pun tidak seperti memilih kucing dalam karung. Sekarang kucingnya sudah keluar. Kita bisa pilih mana di antara kucing itu yang paling pintar menangkap tikus. Tikus itu adalah kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan Indonesia dari bangsa-bangsa lain. &lt;br /&gt;Kita rindu putra-putri terbaik Kalbar muncul sebagai pemimpin di jajaran elit Republik. Kita ingin Kalbar menyumbang kepemimpinan nasional, memimpin dengan pintar nan santun, serta membawa bangsa dan negara menjadi pemimpin peradaban dunia. Semoga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5195830710377588280?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5195830710377588280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5195830710377588280&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5195830710377588280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5195830710377588280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/03/ramai-ramai-jadi-calon-presiden-ri-2009.html' title='Ramai-Ramai Jadi Calon Presiden RI 2009-2014'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sa5OSZEis9I/AAAAAAAADAs/a8Kgm4z_Ws0/s72-c/nuris%232.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-37301274495451538</id><published>2009-02-28T03:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T03:55:29.350-08:00</updated><title type='text'>Butuh Revolusi Bangun Perbatasan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sakl_--xDCI/AAAAAAAADAc/5XrKTqRCXBM/s1600-h/DSC01004.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sakl_--xDCI/AAAAAAAADAc/5XrKTqRCXBM/s200/DSC01004.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307815417001085986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sakl_riur9I/AAAAAAAADAU/byRb7LtdCcg/s1600-h/DSC00944.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sakl_riur9I/AAAAAAAADAU/byRb7LtdCcg/s200/DSC00944.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307815411783217106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Entikong, Rabu, 4 Februari 2008 pukul 04.30 WIB. Sedih dan bangga bercampur baur ketika berada di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Bangga karena sedikit banyak ada juga perubahan di PPLB Entikong. Sedih karena Indonesia seperti raksasa yang sedang tidur sehingga dengan tidur panjangnya itu harta bendanya dikuras para pihak yang tidak bertanggungjawab. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kaburnya garis perbatasan wilayah negara akibat rusaknya patok-patok di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur menyebabkan sekitar 200 hektar hutan wilayah Republik Indonesia berpindah masuk menjadi wilayah Malaysia. Ancaman hilangnya sebagian wilayah RI di perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia Timur akibat rusaknya patok batas negara setidaknya kini menjadi 21 patok yang terdapat di Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, memerlukan perhatian. Selain di Kabupaten Bengkayang, kerusakan patok-patok batas juga terjadi di wilayah Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu, masing-masing butuh perhatian serius jika tidak ingin kasus Sipadan-Ligitan terulang.&lt;br /&gt;Pengelolaan sumber daya alam belum terkoordinasi antarpelaku sehingga memungkinkan eksploitasi sumber daya alam yang kurang baik untuk pengembangan daerah dan masyarakat. Misalnya, kasus illegal logging yang juga terkait dengan kerusakan patok-patok batas yang dilakukan untuk meraih keuntungan dalam penjualan kayu. Departemen Kehutanan pernah menaksir setiap bulannya sekitar 80.000-100.000 m3 kayu ilegal dari Kalimantan Timur dan sekitar 150.000 m3 kayu ilegal dari Kalimantan barat masuk ke Malaysia.&lt;br /&gt;Jalan-jalan tikus sepanjang perbatasan memang banyak sekali. Peluang ekspor-impor gelap juga sangat memungkinkan. &lt;br /&gt;Dibutuhkan kekompakan dari semua lapisan masyarakat Indonesia untuk mengentaskan masalah-masalah tersebut di atas. Tidak boleh ada ego sektoral dalam mengubah halaman belakang menjadi garda terdepan bangsa. &lt;br /&gt;Ego sektoral dan lemahnya tata cara kerjasama menyebabkan perbedaan antara Malaysia dan Indonesia sangat kentara. "Lama sekali perjalanan antara Kuching ke Pontianak," ujar Andre seorang warga Jerman yang baru pertama kali menginjakkan kakinya ke Kota Pontianak. &lt;br /&gt;Andre terbang dari Jerman ke Sarawak. Rekannya Dorina Luise Schulte yang magang di Borneo Tribune - Tribune Institute menemuinya di Kuching. Mereka menikmati pariwisata di Jiran. "Nuris, senang sekali di Sarawak," tulis SMS Dorina kepada saya. "Di sini banyak sekali objek wisata," sambungnya. &lt;br /&gt;Saya tahu turisme di Jiran digarap apik. Mulai dari tata kelola alamnya, tata kotanya, hingga oleh-olehnya. Semua disatu-padukan menjadi sajian yang unik. Mereka berhasil menjual kemolekan Borneo. &lt;br /&gt;Pariwisata Sarawak memang kategori maju. Mereka mendisain kota dan desanya dengan perencanaan yang matang. Tidak tambal sulam, tapi konsisten. Mereka bahkan menyewa konsultan khusus untuk itu. Dan hasilnya seperti dapat kita lihat dengan mata kepala sendiri. Infrastrukturnya berkualitas tinggi. Jalan-jalan rayanya membentang sejak kota hingga desa-desa. &lt;br /&gt;"Untuk ke perbatasan Aruk dari Kota Kuching dapat ditempuh 1,5 jam saja," kata Andi yang menjadi sopir rombongan kami. "Terdapat banyak jalur ke Aruk. Saya tahu ada tiga," kata Andi lagi. &lt;br /&gt;Ruas jalan ke perbatasan dari arah Jiran sudah bercabang-cabang. Semua mulus dan berkualitas. Wajar jika jalan itu menjadi magnet bagi ekonomi berupa arus orang dan barang. Orang itu seperti TKI-TKW, baik legal maupun ilegal. Begitupula sayur-mayur, sembako, hingga kayu. Baik legal maupun ilegal. &lt;br /&gt;Alhasil, jalan, listrik, air dan telekomunikasi di Jiran sudah oke punya. Sangat jauh meninggalkan saudara tuanya yang masih terseok-seok menata "rumah-tangganya" yang tak jarang untuk urusan membangun patung naga di Singkawang pun "ributnya" tak ketulungan. &lt;br /&gt;Sarawak yang multietnis dan agama sudah menikmati banjirnya turis hingga 4-5 juta per tahun. Kita? Semua orang bisa menjawabnya. &lt;br /&gt;Andre tiba di Pontianak tengah malam. Matanya merah. "Ratusan kilometer pastinya dari Kuching ke Pontianak," komentarnya saat saya jemput di depan Hotel Orchardz. &lt;br /&gt;Menurut Andre, perbedaan utama antara Kuching dan Kalbar adalah jalannya. Di Sarawak jalannya lebar-lebar dan besar, sedangkan di Kalbar jalannya sempit dan setiap lima menit ada lubang. "Persis tak bisa tidur nyenyak di sepanjang jalan," ujarnya tertawa. &lt;br /&gt;Andre ketiban sial pula. Saat perdana ke Kalbar terjadi banjir di Sekayam. Ia terpaksa ganti mobil angkutan umum. Tubuhnya yang jangkung hampir 2 meter melengkung di kursi yang tidak empuk. Kursi yang tak bisa ditekuk buat tidur. Maklum bis besar terpaksa parkir di pinggir jalan dan ia naik bis ekonomi. Ia merasa tersiksa sekali. &lt;br /&gt;Dalam hal transportasi di negara kita ini juga belum kompak. Pengusaha masih bertahan dengan mobil-mobil tua. Bank-bank sungkan mengucurkan kredit lunak buat pengusaha agar mudah berusaha. Hasilnya? Itulah kata Andre. &lt;br /&gt;Jika citra jalan dan kendaraan yang tersedia di Kalbar seperti ini, bagaimana cara kita berkompetisi dalam hal pariwisata? Bagaimana kita hendak memenuhi harapan jika PPLB Aruk dan Badau dibuka? Bahwa kita hendak meningkatkan ekonomi rakyat kita seperti juga seringkali diungkapkan Bupati Sambas Ir H Burhanuddin A Rasyid dan Bupati Kapuas Hulu Drs H Abang Tambul Husin? &lt;br /&gt;Saat Dirjen Ciptakarya, Joko Yuwono, bertandang ke PPLB Aruk, Bupati Burhanuddin begitu berharap infra struktur dibantu sehingga dengan dibukanya PPLB Aruk kelak, rakyat Sambas akan meningkat pendapatan per kapitanya. Begitupula harapan Bupati Tambul Husin saat menyambut enam Dirjen meninjau PPLB Badau. "Jika rakyat tidak berinisiatif memanfaatkan peluang, bisa-bisa Jiran yang mendulang keuntungan besar karena modal besar mereka," kata Tambul. &lt;br /&gt;Jika tata cara evolusi yang terjadi di Indonesia terus berlangsung lambat, maka kita akan terus digilas roda sejarah sebagai bangsa terbelakang. Terkecuali ada konsolidasi yang kuat sehingga terjadi partisipasi aktif di segala lini dan sanggup mengubah evolusi lambat menjadi evolusi cepat. Menjadi revolusi. Revolusi yang dibahasakan gerakan tahun 1998 bernama reformasi. &lt;br /&gt;Gubernur Kalbar, Cornelis, menyatakan revolusi itu perlu. Revolusi itu dimulai dari revolusi cara berpikir dan bertindak. Revolusi cara berpikir dan bertindak akan menyebabkan terjadinya revolusi sosial ke arah yang positif di mana setiap rakyat bukan menjadi beban, tetapi bisa mengambil keputusan-keputusan yang cerdas di dalam kehidupannya. &lt;br /&gt;Misalnya rakyat merasa tertantang untuk memelihara hasil-hasil pembangunan. Rakyat tidak menggunakan jalan di luar tonasenya. Rakyat cepat lapor jika ada kontraktor yang nakal. Aparat cepat menindak jika terjadi kemungkaran serta tidak sengaja membiarkannya sebagai objek sapi perahan. Dengan demikian seluruh komponen bergerak bersama ke arah kemajuan. Tak terkecuali dalam hal membangun perbatasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-37301274495451538?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/37301274495451538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=37301274495451538&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/37301274495451538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/37301274495451538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/02/butuh-revolusi-bangun-perbatasan.html' title='Butuh Revolusi Bangun Perbatasan'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Sakl_--xDCI/AAAAAAAADAc/5XrKTqRCXBM/s72-c/DSC01004.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-7998977954935204410</id><published>2009-02-28T03:29:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T03:36:06.927-08:00</updated><title type='text'>Gus Sholah Kunjungi Borneo Tribune</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SakhP4gO11I/AAAAAAAAC_8/Tca6AOBsH2U/s1600-h/DSC01721.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SakhP4gO11I/AAAAAAAAC_8/Tca6AOBsH2U/s200/DSC01721.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307810192582170450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SakhPwMVFEI/AAAAAAAAC_0/fjJVgAWhth4/s1600-h/DSC01732.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SakhPwMVFEI/AAAAAAAAC_0/fjJVgAWhth4/s200/DSC01732.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307810190351209538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adik kandung mantan Presiden RI, KH Sholahuddin Wahid bertandang ke dapur redaksi Harian Borneo Tribune seusai pelaksanaan Konvensi Nasional Capres RI 2009-2014 yang dihelat di Gedung Taman Budaya Kota Pontianak, Selasa (24/2) kemarin. Pria berkacamata, cucu pendiri Nahdlatul Ulama—KH Hasyim Asy’ari—yang kerap disapa Gus Sholah itu hadir dalam kapasitasnya selaku Ketua Dewan Integritas Bangsa (DIB). Beliau didampingi sekretarisnya di DIB, Natan Setiabudi dan Pimpinan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) Lius Sungkharisma. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kehadiran tiga tokoh pengusung Capres Alternatif lewat jalur konvensi nasional ini disambut langsung Pemimpin Redaksi Harian Borneo Tribune, Nur Iskandar, Wapemred Tanto Yakobus dan Redaktur Pelaksana, Muklis Suhairi serta Manajer Percetakan, Ukan Dinata. &lt;br /&gt;Kehadiran tiga tokoh penting dalam menawarkan solusi bangsa khususnya melalui jalur Capres Alternatif ini setelah menimbang jumud dan bekunya jalur parpol. Parpol dinilai benar-benar rumit, penuh intrik sehingga sampai saat ini yang terbentuk barulah Blok S (SBY), Blok J (JK) dan Blok M (Megawati). Adapun alternatif yang muncul dalam konvensi bertambah sedikitnya empat pilihan baru. Mereka adalah Rizal Ramli, Yudhi Crisnandi, Marwah Daud Ibrahim dan Bambang Sulistomo. DIB menekankan pada “Selection” tidak sekedar “Election”.&lt;br /&gt;Sebaliknya kunjungan Gus Sholah dkk ke Borneo Tribune adalah suatu penghargaan yang besar bagi kami. Pada gilirannya, kunjungan ke dapur redaksi juga menandakan betapa rendah hati para pemimpin DIB yang jauh lebih senior dalam pengalaman maupun wawasan. Mereka ingin dekat dan lekat kepada media yang punya idealisme, sementara kami pun menyambut ibarat pepatah, “kecil telapak tangan, nyiru kami tadahkan,&lt;br /&gt;menyambut hangat untuk belajar serta mendengarkan petuah-petuah orang-orang tua. &lt;br /&gt;Ketiga tokoh yang sudah tampil konvensi bersama mantan Menko Perekonomian Dr Rizal Ramli, anggota DPR RI Komisi Pertahanan Dr Yudhi Crisnandi, politisi dan aktivis ICMI Dr Marwah Daud Ibrahim, serta putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo juga sudah duduk semeja bersama tokoh Ciganjur Sri Sultan Hamingkubono X, Wiranto, hingga Fadel Muhammad. Mereka melalui DIB mendapatkan apresiasi yang tinggi dalam konteks mencari solusi siapa calon pemimpin terbaik Bangsa Indonesia 2009-2014. Mereka sudah tampil di enak kota, sedangkan Pontianak adalah kota konvensi ke-7 dari 12 provinsi target. &lt;br /&gt;“Setidaknya kita membuka mata rakyat dengan pendidikan politik yang benar. Mestinya Parpol juga melakukan konvensi,” kata Gus Sholah saat bincang-bincang serius tapi santai di meja rapat redaksi. Gus Sholah menyebut kematangan konvensi di AS seperti antara Hillary Clinton Vs Obama di Partai Demokrat dengan kemenangan Pilpres pada Obama sebagai sebuah edukasi politik yang patut diteladani di Indonesia.&lt;br /&gt;Gus Sholah datang dengan pakaian sederhana, dan kopiah hitam lengket di kepalanya. Kiyai moderat putra Wahid Hasyim yang satu ini—yang dinilai lebih mudah diajak berdiskusi ketimbang kakak kandungnya—Gus Dur yang hoby zig-zag—menikmati teh panas dan penataan wajah halaman di komputer sebelum materi surat kabar naik cetak. &lt;br /&gt;Gus Sholah sempat melihat dari dekat mesin cetak yang dimiliki Borneo Tribune, bertanya tentang tiras, distribusi, dan pendapatan bisnis media berumur 21 bulan ini. Semua pertanyaan itu dijawab dengan lugas oleh Nur Iskandar yang mengaku sejak kecil memang mengidolakan Gus Sholah karena pemikirannya yang moderat serta santun kepada orang tua. Maklum polemik di Pondok Pesantren Jombang warisan leluhurnya jadi pusat perhatian media massa era 80-an waktu itu.&lt;br /&gt;Dua tokoh yang mendampingi Gus Sholah, Natan Setiabudi dan Lius Sungkharisma juga asyik nimbrung menyoal politik kebangsaan, kaderisasi kepemimpinan nasional, masalah-masalah ke depan hingga peran serta media massa untuk mendidik publik. “Kami kagum dengan Borneo Tribune yang bisa berdikari lepas dari pemodal besar di Jakarta atau Jawa. Kami mendoakan agar Borneo Tribune bisa tetap eksis dan unggul dengan idealismenya untuk mewarnai Kalimantan,” ungkap ketiganya dalam aroma pembicaraan kekeluargaan.&lt;br /&gt;Kedatangan rombongan pada pukul 17.30 itu tanpa terasa larut hingga 18.30. Gus Sholah menyempatkan diri melihat-lihat kondisi dapur redaksi bahkan mengetik sebuah konsep di meja Redpel. Adapun Natan Setiabudi sempat-sempatnya memeriksa tampilan wajah halaman satu yang akan segera diterbitkan dan kebetulan di edisi saat itu headlinenya soal DIB Mencari Capres Alternatif. &lt;br /&gt;Keakraban dan penghormatan akan perjuangan intelektual serta sosial dari para tokoh-tokoh bangsa memang menjadi perhatian utama Borneo Tribune. Sikap “polite” para tokoh yang datang ini gayung bersambut dengan “polite-nya” anak-anak muda. Masing-masing pihak mengedepankan asah, asih, asuh. “Hanya dengan keteladanan kita semua bisa mencapai asah, asih dan kasih dalam satu genggaman. Satu genggaman visi-misi strategis membangun Bangsa Indonesia berkelanjutan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-7998977954935204410?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/7998977954935204410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=7998977954935204410&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7998977954935204410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/7998977954935204410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/02/gus-sholah-kunjungi-borneo-tribune.html' title='Gus Sholah Kunjungi Borneo Tribune'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SakhP4gO11I/AAAAAAAAC_8/Tca6AOBsH2U/s72-c/DSC01721.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5887795292580381782</id><published>2009-02-25T01:18:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T03:44:00.776-08:00</updated><title type='text'>Cari Capres Baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SakjSyTR-UI/AAAAAAAADAM/yFbXMhqhdu4/s1600-h/nuris%231.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SakjSyTR-UI/AAAAAAAADAM/yFbXMhqhdu4/s200/nuris%231.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307812441480100162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SaURihKlO7I/AAAAAAAAC_s/wpy7Dltuges/s1600-h/Debat+Capres2+foto+by+Nunung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SaURihKlO7I/AAAAAAAAC_s/wpy7Dltuges/s200/Debat+Capres2+foto+by+Nunung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306667020641975218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 24 Februari kemarin Dewan Integritas Bangsa (DIB) yang diketuai Gus Sholah--adik kandung Gus Dur--melaksanakan Konvensi Nasional Capres RI 2009-2014 di Gedung Taman Budaya Kota Pontianak. Hadir empat peserta konvensi masing-masing putra Bung Tomo--Bambang Sulistomo, Dr Marwah Daud Ibrahim, Dr Rizal Ramli dan Dr Yudhy Crisnandi. Konvensi dihadiri 250 undangan, empat orang tim pakar, masing-masing Drs Gusti Suryansyah, M.Si (pengamat politik), Drs HM Ali Nasrun, M.Ec (pengamat ekonomi), Prof Dr Redatin Parwadi, MA (pengamat korupsi) dan Dr William Chang (ruhaniawan sekaligus pengamat sosial). Acara selama 4 jam ini diliput media cetak maupun elektronik, lokal maupun nasional. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Saya selaku moderator acara itu merasa puas pada misi acara ini. Catatan saya, bahwa di tengah centang perenangnya masalah-masalah bangsa dan kebangsaan kita masih ada sekelompok kecil orang yang mau berpikir. Khususnya berpikir alternatif dengan memunculkan Capres-Cawapres alternatif. &lt;br /&gt;Gus Sholah saat saya temui di malam hari sebelum acara dimulai menjelaskan tentang visi DIB menggelar konvensi. Bahwa mereka memang secara murni ingin memberikan alternatif pilihan yang lebih banyak dari sekedar Blok S, Blok M dan Blok J yang muncul baru-baru ini. &lt;br /&gt;Pekerjaan Gus Sholah dkk tentu tidakmudah. Mereka tidak berada di ranah parpol dan menyatakan tidak mau menjadi broker di kalangan parpol. &lt;br /&gt;Buktinya, dari penyelenggaraan kemarin, apresiasi masyarakat luas sangat besar. Ini membanggakan hati saya. Bahwa kepedulian rakyat atas bangsa dan negaranya masih sangat besar selama pintunya dibukakan. Nah, DIB membuka pintu itu. Selain DIB siapa elan vital bangsa kita yang membukanya? Tidak ada! Padahal Capres dan Cawapres adalah isu sentral yang penting dan strategis dan sangat menentukan perjalanan bangsa hingga 5 tahun ke depan. &lt;br /&gt;Penampilan Rizal Ramli, Marwah Daud Ibrahim, Yudhy dan Bambang tidak mengecewakan. Mereka bicara soal isi perut bangsa sampai ke tulang sum sumnya. Wawasan peserta terbentang luas hingga perbandingan antara negara-negara. Ditambah lagi catatan-catatan kritis Tim Dewan Pakar. Sungguh politic education yang tinggi telah dilakukan DIB ke sejumlah provinsi. Sekedar catatan, bahwa Kalbar adalah daerah konvensi ke-7 setelah kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Jogja, Makassar hingga Medan. &lt;br /&gt;Pertanyaan dan masukan undangan semakin membuat konsepsi menata masa depan bangsa makin sumringah. Saya yakin, empat di antara Capres peserta konvensi memang layak jadi RI 1 atau RI 2. At least sebagai anggota kabinet mendatang. &lt;br /&gt;Rasanya, tidak rugi mengikuti konvensi. Besar sekali manfaatnya secara teknis prakmatis maupun idealisme-idiologis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5887795292580381782?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5887795292580381782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5887795292580381782&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5887795292580381782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5887795292580381782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/02/cari-capres-baru.html' title='Cari Capres Baru'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SakjSyTR-UI/AAAAAAAADAM/yFbXMhqhdu4/s72-c/nuris%231.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-4830398823902643643</id><published>2009-02-23T09:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T03:41:50.438-08:00</updated><title type='text'>My Lovely Nada n Ocha</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Saki5Yja5jI/AAAAAAAADAE/oUtMP0-y-_E/s1600-h/DSC01774.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Saki5Yja5jI/AAAAAAAADAE/oUtMP0-y-_E/s200/DSC01774.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307812005071742514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SaLiDPegBcI/AAAAAAAAC_k/xmrx5Ayh1FU/s1600-h/DSC01697.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SaLiDPegBcI/AAAAAAAAC_k/xmrx5Ayh1FU/s200/DSC01697.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306051856317810114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari Ketapang Ocha (6 tahun) dan Nada (1,5 tahun) menyambut di pintu masuk rumah. Papa...papa, kata mereka. &lt;br /&gt;Kerinduan anak-beranak tak terperi. Satu persatu kupeluk, kucium dan kulambung-lambung seperti kebiasaanku memperlakukan mereka sebagai wujud rasa sayang dan cintaku pada anak-anak. Akting ini tentu saja dengan ekstra hati-hati, kawan. Ya kuatir dong kalau jatuh...&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Mereka berteriak, tertawa, kadang juga meringis. Mereka berani-berani takut atau takut-takut berani karena kulambung tinggi-tinggi dan kemudian kusambut kembali setelah dekat ke lantai. Wow, permainan nan berani.&lt;br /&gt;Mereka senang dan asyik. Itulah hadiahku. Memberikan hadiah permainan lambung menjadi hobiku tersendiri meladeni mereka sembari ciluba-ciluba. &lt;br /&gt;Kulepas rindu setelah semalam dua hari berada di Tanah Kayong, Tanah Kahyangan. Aku berada di sana untuk sebuah tugas yang besar: mendidik kepenulisan. Merubah peradaban lisan ke tulisan. Menulis bukankah untuk keabadian? Scripta manen, verba volent. Ucapan itu menguap, tulisanlah yang permanen. &lt;br /&gt;Ocha dan Nada menggelar karpet dan kasur. Kami pun terus bermain hingga pukul delapan malam. Ini non stop dari sejak aku pulang menjelang magrib sekira pukul 17.30WIB. &lt;br /&gt;Senang berada bersama Ocha dan Nada. Tak pelak aku cancel pertemuan dengan sejumlah mitra bisnis yang sudah kerang-kering sejak aku di airport Rahadi Osman, Ketapang. Kupikir semua bisa diurus kembali besok pagi. Ini waktu special for my love: Ocha dan Nada. Masa kecil mereka tak akan pernah kembali serta tak terbeli dengan apapun. Papa sayang kamu Nak :)&lt;br /&gt;(Foto menunjukkan Nada dan Ocha sedang menikmati Es Teler 77 di depan Hypermart, A Yani Mega Mall, Minggu 22 Februari 2009 ditemani "nanny" mereka: Dewi dan Ira)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-4830398823902643643?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/4830398823902643643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=4830398823902643643&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4830398823902643643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4830398823902643643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/02/my-lovely-nada-n-ocha.html' title='My Lovely Nada n Ocha'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/Saki5Yja5jI/AAAAAAAADAE/oUtMP0-y-_E/s72-c/DSC01774.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-325779155847137336</id><published>2009-02-23T09:27:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T09:34:17.519-08:00</updated><title type='text'>Beatiful Sun Set in Tanjung Belandang, Ketapang Regency</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SaLeEThDzrI/AAAAAAAAC_c/WbH9NrLqp60/s1600-h/DSC01622.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SaLeEThDzrI/AAAAAAAAC_c/WbH9NrLqp60/s200/DSC01622.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306047476535643826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Potensi pariwisata Kabupaten Ketapang tersebar luas sejak Taman Nasional Gunung Palong hingga Pantai Tanjung Belandang. Tanjung Belandang adalah salah satu daerah tujuan wisata pantai yang paling populer. Lokasi ini dapat ditempuh dengan jalan darat selama lebih kurang 30 menit. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Di Tanjung Belandang pantai terhampar luas dengan panorama sunset sangat indah. Sembari menikmati keindahan alam yang natural, pengunjung juga dapat menikmati kelapa muda, jagung bakar dan barbaque. &lt;br /&gt;Kadisbudparpora Drs Yudo Sudarto, M.Si sudah merencanakan pengembangan fasilitas umum di daerah ini sehingga lebih refresentatif untuk pengembangan industri pariwisata yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Ketapang. Namun sayang, usulan tersebut masih harus tercoret di pena Dewan. Padahal negara-negara maju semua mengandalkan industri pariwisata, bahkan juga tetangga Indonesia seperti Malaysia, Thailand dan si kecil Singapura. Seyogyanya program tersebut patut mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik eksekutif, legislatif maupun masyarakat. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-325779155847137336?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/325779155847137336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=325779155847137336&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/325779155847137336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/325779155847137336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/02/beatiful-sun-set-in-tanjung-belandang.html' title='Beatiful Sun Set in Tanjung Belandang, Ketapang Regency'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SaLeEThDzrI/AAAAAAAAC_c/WbH9NrLqp60/s72-c/DSC01622.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-2742315519926347667</id><published>2009-02-23T09:05:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T09:12:42.342-08:00</updated><title type='text'>"Road Show Environtment Journalism" di Ketapang</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SaLYm930s-I/AAAAAAAAC_U/Qeblm4Lx-HY/s1600-h/DSC01673.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SaLYm930s-I/AAAAAAAAC_U/Qeblm4Lx-HY/s200/DSC01673.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306041474951197666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejurus waktu yang lalu Harian Borneo Tribune melakukan Road Show (kunjungan terbuka) dengan tema Jurnalisme Lingkungan ke kabupaten-kota wilayah Pantai Utara. Narasumbernya freelancer Borneo Tribune di Bonn University, Jerman, Yanti Mirdayanti, MA. &lt;br /&gt;Bermula dari Sambas dengan penyambutan Bupati Ir H Burhanuddin dan Wakil Bupati dr Hj Djuliarti Djuhardi, tim turun ke Kota Singkawang. Sambutan hangat sekaligus jamuan makan malam disuguhkan Walikota Hasan Karman, SH, MM yang notabene alumnus program master manajemen lingkungan. Kata bersambut, kalimat pun berjawab. Gayung bersambut.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Di Mempawah sambutan tak kalah hangat dilakukan dinas-instansi terkait. Kali ini tidak menggunakan ruang pertemuan pihak eksekutif melainkan legislatif. Jurnalisme Lingkungan Hidup digeber di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pontianak. H Rahmad Satria, SH, MH dan anggota Dewan. Sejumlah kepala dinas juga hadir di dalam pertemuan yang notabene menjelang KTT Global Warming di Bali, ketika itu.&lt;br /&gt;Gerakan Jurnalisme Lingkungan Hidup atau Environment Journalism itu kami nilai penting karena siapa sih yang tidak ada kait mengait atau sangkut pautnya dengan lingkungan hidup? Padahal lingkungan hidup kita sekarang berubah dahsyat. Terbukti banjir dituai di mana-mana tanpa mengenal musim lagi. Begitupula badai, kekeringan, bahkan gempa. &lt;br /&gt;Kita selaku khalifah atau pemimpin yang bertugas menjaga dan merawat bumi agar makmur dan sejahtera mesti berpikir keras. Kita mesti berbuat sesuatu. Dan bagi entitas Borneo Tribune sebagai media pendidikan serta Tribune Institute sebagai lembaga nirlaba bidang pendidikan kepenulisaan hal tersebut menjadi fokus pendidikan serta pelatihan. &lt;br /&gt;Kami secara sadar dan terencana melakukan sosialisasi serta diklat ke diklat, hingga 21-22 Februari melakukannya kembali di hadapan 50-an peserta pemuda bekerjasama dengan Disbudparpora Pemkab Ketapang.&lt;br /&gt;Ketapang kita ketahui sebagai buffer Kalbar. Di sini terdapat Taman Nasional Gunung Palong sebuah khazanah alam yang tiada banding keistimewaannya. Di Tanah Kayong ini juga terdapat pemandangan-pemandangan alam yang indah. Sebut salah dua contohnya Sungai Pawan dan Pantai Tanjung Belandang. &lt;br /&gt;Jika pendekatan jurnalisme lingkungan hidup bisa dimanfaatkan dengan maksimal, maka kami telah membantu berbuat menyelamatkan lingkungan hidup yang amat sangat kaya energi potensialnya itu. Potensial membuat kita hidup aman, asri, damai serta sejahtera. Kenapa? Karena semua ciptaan Tuhan itu semua memiliki nilai ekonomi, ekologi, dan sosial-budaya.&lt;br /&gt;Borneo Tribune dan Tribune Institute selain memberikan sumbangsih skill yang dimiliki, juga sekaligus merajut silaturahmi kepada stakeholder. Kami juga memperkenalkan kepala-kepala biro kami kepada para pihak di berbagai elemen lembaga. Jika dahulu kami perkenalkan Budi Rahman (Kabir Sambas--kini Redaktur), Mujidi (Kabir Singkawang), Johan Wahyudi (Kabir Mempawah), maka kini kami perkenalkan Andry (Kabir Ketapang) sedangkan Gusti Iswadi yang selama ini menjadi Kabir akibat kesibukannya meningkat di Pemilu 2009, maka dia menjadi freelancer biasa di HBT.&lt;br /&gt;Silaturahmi demi silaturahmi kami jalani. Semua terasa indah dalam bingkai kebersamaan. Terlebih jika ilmu yang kita timba semuanya mampu kita amalkan, maka ia ibarat pohon subur yang berbuah lebat. Buah lebat itu melahirkan bibit-bibit unggul pula. Bibit dan pohon subur yang menyelamatkan lingkungan. Visi-misi dari Road Show Environtment Journalism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-2742315519926347667?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/2742315519926347667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=2742315519926347667&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2742315519926347667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2742315519926347667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/02/road-show-environtment-journalism-di.html' title='&quot;Road Show Environtment Journalism&quot; di Ketapang'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SaLYm930s-I/AAAAAAAAC_U/Qeblm4Lx-HY/s72-c/DSC01673.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-4121919099175660756</id><published>2009-02-17T02:46:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T03:10:23.123-08:00</updated><title type='text'>Interaktif Live Show Memberantas Ilog</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SZqbFgGn22I/AAAAAAAAC_E/v5F_pesgn0s/s1600-h/Nur+Iskandar-Amherst.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SZqbFgGn22I/AAAAAAAAC_E/v5F_pesgn0s/s200/Nur+Iskandar-Amherst.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303722030001544034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anton produser acara talkshow di Ruai TV mengontak apakah saya bersedia menjadi narasumber dari unsur media untuk mengkritisi penanganan illegal logging di Kalimantan Barat. Waktu pelaksanaannya, Senin (16/2) dari pukul 20.00-21.00 WIB. "Oke, saya ada waktu," kata saya. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tertera di dalam term of reference bahwa tampil di televisi mesti satu jam datang lebih awal daripada waktu acara. Artinya pukul 19.00 saya sudah harus berada di Ruai TV. &lt;br /&gt;Pekerjaan sehari-hari saya yang sudah bertumpuk-tumpuk, ditambah lagi mesti melayani mitra ke sana dan ke mari menyebabkan waktu 24 jam terasa kurang. Inilah yang dikatakan orang-orang bijak bahwa waktu kita yang atur. Jika bukan kita yang atur, maka waktu yang akan mengatur kita. Maksud saya adalah pekerjaan akan terus mengalir tiada kata henti. Jika kita tidak menyempat-nyempatkan, maka tak akan sempat. &lt;br /&gt;Kenyataan pada pukul 18.30 saya masih berada di kantor. Di kantor masih ramai rekan-rekan bekerja sesuai dengan bagiannya, terutama pracetak dan mesin. Kantor masih ramai. Saya sendiri masih tertantang menyelesaikan satu proposal pilot project emas. Saya menyebut pilot project ini ibarat telur, pada saatnya nanti akan segera menetas. Lihat saja nanti kelahiran dan pertumbuhannya. Saya prediksikan fantastik. &lt;br /&gt;Pukul 19.00 saya tancap motor Prima ke Siantan. Motor laju membelah jalan raya yang tak jarang macet. Saya tak sempat ganti baju seharian. Baju saya warna hijau tua, warna yang menurut TOR kurang cocok untuk pencahayaan di televisi. &lt;br /&gt;Anton menyambut di muka pintu. Saya dihantarkan ke ruang dandan. Alamak, saya tipikal orang yang tak pernah berdandan. Kalaupun pernah didandani untuk talkshow di TVRI rasanya tak selengkap di Ruai TV. &lt;br /&gt;Ipur yang menjadi host acara sudah pinter berdandan sendiri. Aku didandani petugas khusus. Tangan lentiknya menyapu wajahku. "Berbakat untuk buka salon kecantikan," pujiku. "Sering penuh order jika hari-hari besar," jawab cewek muda berkulit putih dengan baju seragam Ruai TV tersebut. &lt;br /&gt;Giliran dandan berikutnya Ir Winarno yang mewakili Kadishut Cornelius Kimha. Berikutnya lagi Sulaiman Sembiring, aktivis lingkungan hidup dan advokasi dari Jakarta. &lt;br /&gt;Interaktif di televisi ternyata membakar rasa ingin curhat warga. Ada tiga penelepon yang masuk. Mereka bicara kritis soal ilog. Mereka menyoal ketidak kompakan tim 18 sesuai Inpres No 5 Tahun 2005 prihal pemberantasan ilog. Mereka mengkritisi gaji pegawai yang rendah berbanding terbalik dengan service cukong-cukong kayu. Mereka bicara soal nasionalisme kebangsaan karena kayu terselundup ke Jiran. &lt;br /&gt;Saya sendiri yakin bahwa kejahatan ilog adalah kejahatan yang terstruktur. Oleh karena itu jalan keluarnya adalah melalui struktur itu. Ibarat kata pepatah di mana kepala pergi maka di situ ekor akan ikut. &lt;br /&gt;Upaya kultur juga penting sebagai sub sistem. Di sini masyarakat harus ada alternatif pekerjaan dibandingkan menebang, misalnya pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan dll. &lt;br /&gt;Akses informasi kepada mereka harus dibuka. Mereka harus didampingi. Jurnalis berperan besar di sini untuk tak sekedar memberikan informasi, tetapi juga edukasi. Peran kontrol sosial berjalan menyatu dengan hatinurani.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-4121919099175660756?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/4121919099175660756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=4121919099175660756&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4121919099175660756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/4121919099175660756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/02/interaktif-live-show-memberantas-ilog.html' title='Interaktif Live Show Memberantas Ilog'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SZqbFgGn22I/AAAAAAAAC_E/v5F_pesgn0s/s72-c/Nur+Iskandar-Amherst.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5196752398633501303</id><published>2009-02-14T02:12:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T03:15:42.056-08:00</updated><title type='text'>Ketika Saya Diulangtahunkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SZakIQLeskI/AAAAAAAAC-8/ymtVIIxz6bs/s1600-h/DSC09861.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SZakIQLeskI/AAAAAAAAC-8/ymtVIIxz6bs/s200/DSC09861.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302606072964362818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bangun tidur di subuh hari, Jumat 13 Februari kemarin ada yang berbeda. Sebuah kue dengan lilin di atasnya. Tertera angka 35. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Aku salat subuh dua rakaat. Aku bersyukur bahwa Aku masih bisa menikmati subuh hari dalam kondisi tubuh sehat wal afiat. Doa bangun tidur: Alhamdulillahi ladzi ahyana ba'dama amatana wailaihin nusur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan saya dari mati yang sementara)benar-benar Aku camkan dalam pikir dan zikir. &lt;br /&gt;Anakku Ocha yang menyusul bangun tidur segera meributkan kue ulang tahun ini. "Papa ulang tahun..." godanya, "ayo hidupkan lilinnya," pintanya. &lt;br /&gt;"Tunggu Nada dan Bunda bangun dulu. Kita kumpul bareng untuk meniup lilinnya." Ocha terus merayu-rayu. "Ayolah Papa..."&lt;br /&gt;Bi Sumi, Ira dan Dewi tiga orang "nanny" di rumah sedang sibuk dengan pekerjaannya. Nada dan Bunda menyusul bangun, dan lilin dinyalakan serta Aku kemudian meniup lilinnya. Ocha yang sudah tak sabaran memotong kuenya. Miring lagi. Aku tersenyum melihat keinginan kuatnya menyervis Papanya. Dalam hatiku bahagia, betapa anak usia 5tahun ingin berbakti. "Nak, semoga Engkau tumbuh jadi anak yang shalehah..." doaku di dalam hati. Maklum di dalam hati kecilku ada rasa getir berkecamuk. Antiklimaks dengan kue ulang tahun yang ditiup apinya. &lt;br /&gt;Sebagai bentuk kebersamaan, semua menikmati kue ini. Aku, Ocha, Nada, Bunda serta the three nanny. Alhamdulillah. Semoga manis hidup ini terus terasa sampai akhir hayat. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Ocha kuantar berangkat ke TK Mujahidin. Aku terus ke kantor. Di kantor Aku melaksanakan tugas rutin sebagaimana biasanya. &lt;br /&gt;Email Aku buka. AlarmBell mengucapkan selamat ulang tahun buatku. Aku tersenyum. Betapa internet yang menguasai datakupun tak lupa mengucapkan selamat ulang tahun. Sungguh service excellent yang patut dipelajari dan diamalkan dalam rangka human relation yang terpuji. &lt;br /&gt;15 menit sebelum jam 12 siang Aku berangkat ke Mesjid Raya Mujahidin. Aku ingin menikmati khutbah Jumat di hari ulang tahunku di mesjid terbesar milik Kalbar ini. Ketika memasuki mesjid dengan doa: Allahummaftahli abwaka rahmatik (Wahai Tuhan bukakan pintu kemenangan dan rahmat-Mu) tangan kananku meraba dompet. Maksud hati hendak mengisi celengan mesjid, tapi di sinilah Aku sadar bahwa walletku tertinggal di rumah. &lt;br /&gt;Khutbah jumat seperti mewejangiku soal kehidupan. Soal hidup setelah mati. Ini kumaknai sebagai esensi dari ulang tahun. Ulang tahun sesungguhnya bukan panjang umur, tetapi jatah umur yang diberikan Tuhan terus berkurang. Aku sekarang sudah 35. Jika merujuk hadits Nabi bahwa "Ummatku rata-rata 60-70 tahun" maka Aku sudah separoh perjalanan. Hidupku tinggal separoh. Jika merujuk angka rerata seperti hadits Nabi. Pastinya, entahlah. Terpenting Aku harus siap "pergi" at any time. Semoga khusnul khatimah dan terus melakukan reportase alam barzakh (serius?)&lt;br /&gt;Usai salat dan zikir ditambah salat sunnah dua rakaat, Aku tancap motor pulang ke rumah. Tangan dan lambung sudah bergetar karena lapar. Sementara Ocha yang sudah berada di rumah sejak pulang sekolah merengek minta makan. Aku memasakkan mie instan sebagai menu tambahan. Dan tatkala mie sedang diseduh telepon genggamku pun berdering.&lt;br /&gt;"Bang...Abang cepatlah ke kantor. Ada orang komplein iklan. Abang neh ngape jak tak bisa dihubungi," kata Hesti, staf marketing dengan suara gugup bukan alang kepalang. &lt;br /&gt;Aku tersentak. Indomie terasa los di tenggorokanku. "Papa kenapa?" tanya Ocha. Di sebelahnya ada Nada yang sedang lucu-lucunya. Usianya satu tahun setengah. Cerigasan karena baru pandai jalan, berlari dan berbicara.&lt;br /&gt;"Papa harus ke kantor," kataku. &lt;br /&gt;Dua pasang mata nan lucu itu mengiringi langkahku menjauh. Duhai Ocha dan Nada, Papa cinta kamu Nak!&lt;br /&gt;Helm kupasang. Motor ku-start. Di benakku berkecamuk aneka setting-background. "Komplain iklan apa ya? Apa di Borneo Tribune sudah banjir iklan?" pikirku.&lt;br /&gt;"Kemana kawan-kawan yang lain? Masak tetek bengek begini masih harus Aku?"&lt;br /&gt;"Apa mungkin Hesty yang belum kenyang makan asam garam dunia marketing media sehingga gugup begitu rupa?"&lt;br /&gt;Aku terus tancap gas. Dalam batok kepalaku hanya ada satu kata: tanggung jawab! Apapun harus Aku hadapi secara gentlement!&lt;br /&gt;Dan Aku pun mendisain bahasa tubuh untuk menghadapi sesiapapun yang datang komplain. Apakah dia orang baik-baik hingga preman sekalipun. "Walam yakhsya ilallah!" prinsipku. Tidak ada yang perlu ditakuti kecuali Allah!&lt;br /&gt;Dan sampailah ban motorku ke halaman parkir. Kulihat sepi-sepi saja. Hanya ada satu mobil Innova hitam dan sejumlah kendaraan roda dua. &lt;br /&gt;Aku melirik ke Kantin Borneo Tribune. Seorang melambaikan tangan kepadaku. "Biasa saja," pikirku. Kaki terus berlomba melompati tangga naik menuju ruang redaksi di lantai dua. &lt;br /&gt;Ruang tamu ketatap seraya melangkah. Sepi juga. Masuklah Aku ke ruang redaksi. Kulihat Wapimred Tanto Yakobus bekerja dengan serius. Headphone menutupi telinganya. "Dasar Tanto, orang komplain kok tidak dilayaninya," gerutuku dalam hati. Kutatap pula awak redaksi yang sedang bekerja. Manager Umum, Asriyadi Alexander Mering, sahabatku sedang menekuni laptopnya. "Siapa yang komplain," pikirku dalam hati. Hanoto duduk di meja kerjanya dengan serius. Begitupula Rizki Wahyuni, Rosalinda hingga Andika Lay.&lt;br /&gt;Pintu ruang administrasi dengan sikap gagah perkasa kubuka. Sepi hanya ada Lina, Hesty dan Dwi Syafriyanti. Dan belum sempat Aku bertanya, serentak mereka bangkit berdiri dan menyanyikan lagu Happy Birthday To You....dst dst. &lt;br /&gt;Allahu rabbi, jeritku dalam hati. Aku dikerjain anak-anak. Tapi Aku terima ini sebagai sesuatu yang unik. Lebih unik ketimbang dahulu di tahun millenium anak-anak SD kelas 5 dan 6 menghadiahiku kue tart ultah karena Aku mengajari mereka Bahasa Inggris. Berkesan. Luar biasa berkesan. &lt;br /&gt;Tumpeng dinyalakan lilinnya. Lilin dan angka 35 itu di atas nasi kuning tiga tingkat. "Nasi tumpeng gaya baru," ledekku dalam hati. Aku sudah mengubah mindsetku dari siap siaga menghadapi orang komplein kepada acara bahagia ultahku yang terspesial. tak terduga. Luar biasa. &lt;br /&gt;Awak redaksi dan staf kumpul semua. Dirut W Suwito ikut hadir memberikan ucapan selamat. Aku masih gamang. Kaget. Tapi senang juga. Ini bentuk perhatian teman, kawan, sahabat kepadaku. &lt;br /&gt;Lewat tulisan ini kepada teman, sahabat, keluarga dan anak-anakku serta siapa saja yang membaca, Aku merasa sebagai manusia dimanusiawikan sebagai manusia. Puji serta syukur kepada Allah tak terkirakan atas kenikmatan hidup ini. Semoga dengan syukur ini Allah akan tambahkan nikmatnya kepada kita semua. Semuanya. Love for all. &lt;br /&gt;Aku sadar bahwa Aku ini bukanlah siapa-siapa. Aku tak ada artinya tanpa orang lain. Aku perlu bimbingan, tegur sapa dari kalian semuanya. &lt;br /&gt;Ingatkan jika Aku lalai. Tegur jika Aku lupa. Tawashau bil haq watawa shau bilshabr. Saling ingat mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Hanya dengan pola komunikasi dua arah secara objektif dan imani kita terhindar dari kelompok orang-orang yang merugi. &lt;br /&gt;Bagi yang berulang tahun di Bulan Februari dan bulan apa saja, saya pun mengucapkan met ultah yah...Dan bagi teman, sahabat, keluarga yang sedang sakit atau terluka, saya juga berdoa semoga lekas sembuh. Luka dan sakit semua ada obatnya. Insya Allah. Semua datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5196752398633501303?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5196752398633501303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5196752398633501303&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5196752398633501303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5196752398633501303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/02/ketika-saya-diulangtahunkan.html' title='Ketika Saya Diulangtahunkan'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SZakIQLeskI/AAAAAAAAC-8/ymtVIIxz6bs/s72-c/DSC09861.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-2553463389452942467</id><published>2009-02-14T02:01:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T02:06:17.223-08:00</updated><title type='text'>Paripurna Komunikasi ala Semut</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SZaXjZnh8BI/AAAAAAAAC-0/JdZm8vprFoE/s1600-h/DSC09654.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SZaXjZnh8BI/AAAAAAAAC-0/JdZm8vprFoE/s200/DSC09654.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302592245703241746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sina Mande Waldelich salah seorang praktikan dari Bonn University pada hari Kamis (12/2) telah menyelesaikan masa praktikumnya di Harian Borneo Tribune dan lembaga nirlaba kepenulisan Yayasan Tribune Institute. Sina yang sudah lancar berbahasa Indonesia itu menyatakan akan melakukan perpisahan dengan suatu acara yang berkesan. Tapi modelnya seperti apa gerangan? &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dipikir-pikir ringan, tetapi ditelusur-telusuri sampai ke tingkat teknis ya berat juga bagi seorang Sina. Ringannya problema ini karena acara seperti apapun ukurannya bisa dirancang sedemikian rupa, termasuk rupa-rupa yang diperlukan. Namun ada juga sisi beratnya, yakni tak mudah bagi seorang kandidat master itu untuk mengerjakannya sendiri. Terlebih kondisi fisik Sina tidak sedang fit. Ia sakit dan mesti pulang berobat ke Jerman. &lt;br /&gt;Timbang punya timbang, jalan keluar terbaik adalah gotong royong. Ibarat semut. Semut-semut jika bersua selalu menyapa. Di kalangan pelatihan ESQ bahkan dikembangkan “salam semut”.&lt;br /&gt;Semut selalu berkomunikasi. Ini menandakan uluk salam untuk tukar-menukar informasi. Informasi dan komunikasi yang baik menjadi kunci kesuksesan hidup ala semut. Contoh alam ini laik jadi pelajaran yang amat sangat berharga. &lt;br /&gt;Di komunitas semut beban sebesar apapun berhasil diangkut dengan sistem komunikasi yang baik serta bergotong royong.  &lt;br /&gt;Teman Sina yang masih praktikum di HBT-YTI seperti Dorina, Mathias dan Christian menerapkan komunikasi serta kegotong royongan dengan baik. Ketiga orang ini berkomunikasi dengan kru HBT dan YTI. Kesemua pihak pun saling bantu sekuat tenaga. &lt;br /&gt;Acaranya seperti apa akhirnya diputuskan berupa “jagung bakar party” sekaligus disertai penyampaian kenang-kenangan, maupun pesan serta kesan. Lokasi acaranya ditetapkan di Tribune Plex Garden. Sebuah taman di halaman belakang W Suwito Associates, tempat yang pernah digunakan untuk lomba mewarnai di tingkat anak-anak saat first anniversary Borneo Tribune. &lt;br /&gt;Saatnya acara tiba di malam hari, bulan pun bersinar terang. Mungkin bulan ingin mengabarkan kabar terbaiknya. Cuaca yang sebelumnya berkabut asap, juga relatif bersih. Udaranya segar, dan peserta party menyempatkan diri bermain bola, bersenda-gurau, evaluasi pesan dan kesan, merajut rencana-rencana ke depan seraya menikmati kudapan jagung bakar dan kue berlapis-lapis. &lt;br /&gt;Sina dkk terkesan dengan acara ini. Semua pihak merasa bersyukur karena lepas dari satu beban. Tetapi setelah satu beban terlepas akan datang beban lainnya. Sama dengan satu persoalan mampu diselesaikan akan segera datang masalah-masalah lainnya. &lt;br /&gt;Kita tidak perlu mengeluh karena setelah kesulitan pasti akan datang kemudahan. Yakinlah, bahwa setelah kesulitan pasti akan datang kemudahan. Tuhan pun menyatakannya demikian. &lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan membenarkannya. Praktik keseharian manusia meng-iya-kannya. &lt;br /&gt;Sina kemudian dihantarkan ke Bandara Supadio. Ia kemudian terbang ke Jakarta, selanjutnya transit di Kuwait untuk kemudian kembali ke kampung-halamannya. &lt;br /&gt;Tugas praktikan yang lainnya di HBT-YTI sendiri masih besar. Mereka akan melawat ke Ketapang untuk elaborasi program jurnalistik dan pariwisata. Materi, topik, pembagian tugas dilakukan dengan komunikasi ala semut. Melalui meeting atau rapat. Bahkan meeting-meeting itu diramu dengan kujutan acara ulang tahun sejumlah karyawan, seperti Alexander Mering pada 5 Februari, Nur Iskandar 13 Februari dan Tanto Yakobus 14 Februari. Bakal menyusul kemudian Ketua YTI, Dwi Syafriyanti, SH, MH pada 16 Februari. &lt;br /&gt;Irama lagu happy birthday to you melantun iring-beriring di ruangan kantor. Irama doa dan harapan yang mengembangkan kebahagiaan. Kebersamaan diharapkan membuncah seiring masalah-masalah internal bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Semoga semua sehat, panjang umur dan murah rizki. Amiin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-2553463389452942467?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/2553463389452942467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=2553463389452942467&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2553463389452942467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2553463389452942467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/02/paripurna-komunikasi-ala-semut.html' title='Paripurna Komunikasi ala Semut'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SZaXjZnh8BI/AAAAAAAAC-0/JdZm8vprFoE/s72-c/DSC09654.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-1982610587324478166</id><published>2009-02-13T04:07:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T04:10:34.339-08:00</updated><title type='text'>SBY Agendakan Tinjau PPLB Aruk</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SZVjMuNNX7I/AAAAAAAAC-s/qSMT74Nuy5Q/s1600-h/DSC00968.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SZVjMuNNX7I/AAAAAAAAC-s/qSMT74Nuy5Q/s200/DSC00968.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302253206511640498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Dalam kondisi sekarang kami tiba di Aruk hanya dua jam,” kata Bupati Sambas, H Burhanuddin A Rasyid. Katanya, dahulu sebelum jalan ke Aruk dirintis, lamanya bisa 19jam. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Burhan datang bersama rombongan ke Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Aruk, Rabu (4/2) sekitar pukul 10.00 WIB dengan kendaraan roda empat. Tampak bersamanya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalbar, Ir Jakius Sinyor, Kepala PDAM, Kacab PLN, serta sejumlah kepala dinas Pemkab Sambas. Para petinggi ini sengaja kumpul untuk menyambut kehadiran Dirjen Cipta Karya, Joko Yuwono.&lt;br /&gt;Cuaca di pagi hari ini terlihat mendung. Awan bergelayut tebal sehingga bukit di sekitar kawasan Aruk dan Biawak di sempadan Malaysia hanya terlihat separoh. Di wilayah Kuching bahkan masih dilanda musim hujan yang “teruk”. Beberapa lokasi seperti Kampung Melayu di wilayah water front city dikeluhkan banjir. Keluhan banjir serupa terjadi di wilayah Sekayam Kabupaten Sanggau. &lt;br /&gt;“Ini kondisi hujan dan jalan sebagian belum beraspal. Jika jalan kita sudah beraspal mulus seperti Malaysia, serta jembatan-jembatannya lebar tidak sesempit sekarang, pasti akan lebih cepat lagi,” ungkap Joko yang pernah menjadi staf PU Kalbar di masa kepemimpinan H Said Djafar. &lt;br /&gt;“Saya bukan orang baru di Kalbar. Dahulu saya bekerja di Dinas PU Kalbar dalam rangka persiapan MTQ Nasional ke-14 di Kota Pontianak. Saya juga di tahun 1980-an itu sempat mengunjungi pembangunan PPLB Entikong,” ungkap Joko saat didaulat tampil memberikan kata sambutan di salah satu ruangan PPLB Aruk. &lt;br /&gt;Joko sengaja hadir di PPLB Aruk untuk melihat kondisi terakhir pembangunan salah satu gate perbatasan Indonesia-Malaysia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang punya perhatian serius terhadap pembangunan perbatasan sangat berkeinginan hadir meresmikan secara langsung. &lt;br /&gt;“Saya lihat persiapan PPLB Aruk progress sekali. Ini paling maju di antara delapan provinsi lain yang punya perbatasan dengan manca negara,” pujinya. &lt;br /&gt;Saya yang turut hadir meliput bersama Agus dari SCTV dan Arthurio dari Tribun Pontianak turut melihat betapa besarnya bangunan PPLB Aruk. Jika dilihat dari wilayah NKRI, pagar masuk ditandai dengan besi stainless putih. Bangunannya dibuat artistik dengan menggabungkan unsur Melayu, Dayak dan China. “Sambas itu artinya tiga bahasa. Sam, tiga. Bas, bahasa. Jadi kami simbolkan dengan tiga gapura,” ungkap Bupati Burhanuddin di dalam kata sambutannya. &lt;br /&gt;Bupati yang terpilih dua periode dengan Pilkada langsung secara mayoritas di atas 70 persen ini mengatakan, dia pernah mengunjungi Aruk dengan berjalan kaki. Lamanya melebihi 19 jam. Kondisi sekarang hanya tinggal 23 km yang belum diaspal, katanya. &lt;br /&gt;Burhan yang punya disiplin ilmu pertanian ketika menjadi Kepala Dinas Pertanian berpikir, jika saja isolasi daerah dibuka, maka hasil-hasil pertanian akan mendapat pasar yang jauh lebih baik. Terlebih nilai tukar Ringgit lebih tinggi daripada Rupiah. &lt;br /&gt;Benar saja, sejak terpilih sebagai Bupati Sambas dan Aruk mulai dibuka sesuai programnya, telah terjadi peningkatan ekonomi per kapita penduduk dari 700 USD/tahun menjadi 1000 USD/tahun. “Jika proyek pembangunan PPLB Aruk ini selesai dilakukan saya yakin pendapatan per kapita penduduk kawasan ini bisa meningkat menjadi 1500 USD,” ujarnya. &lt;br /&gt;Burhan mempresentasikan tata ruang PPLB Aruk. Dikatakannya semua telah siap, baik Imigrasi, Karantina Hewan dan Tanaman, perumahan karyawan, sekolah unggul, pasar dan fasilitas-fasilitas publik. Burhan bahkan secara cerdas mengusulkan bantuan anggaran kepada Dirjen Cipta Karya seputar pengadaan jalan lingkungan, jembatan, air bersih di pemukiman dan fasilitas persampahan. &lt;br /&gt;Burhan sesekali juga meminta kepala dinas atau lembaganya berdiri seperti Kepala Desa, Kepala PDAM, dan Kacab PLN. “Untuk listrik di PPLB Aruk sudah tidak ada masalah, sudah nyala sekarang. Cuma timbul masalah, sebelum PPLB diresmikan Pak SBY, siapa yang akan membayar?” ujar Burhanuddin seraya tertawa. Audien yang mendengar presentasinya dengan serius juga tertawa, karena setelah memecahkan satu masalah maka muncul masalah yang lainnya lagi.&lt;br /&gt;“Saya katakan tidak mengapa. Biar saja tagihannya masuk ke Bupati Sambas. Terpenting PPLB Aruk segera dapat diresmikan,” lobi Bupati Sambas. &lt;br /&gt;Joko seraya senyum memuji kepiawaian Bupati Burhanuddin melakukan inovasi dan pengembangan wilayah perbatasan. Katanya, PPLB masuk Kawasan Strategis Nasional (KSN). Oleh karena itu anggaran pusat selalu akan mengucur tergantung sejauh mana kesiapan daerah. Untuk itu Joko menyanggupi segala usulan Bupati Sambas seperti jalan lingkungan, air bersih, tata kelola persampahan dan fasilitas-fasilitas umum lainnya. &lt;br /&gt;“Kita bekerja sesuai program. Persoalan Pak SBY mau meresmikan atau sekedar melakukan kunjungan kita siap-siap saja. PPLB sudah masuk KSN,” kata Joko. &lt;br /&gt;Joko menilai kedatangan SBY nanti lebih tepat meninjau karena di PPLB Jiran sendiri pembangunan gedungnya baru dimulai. “Saya tidak tahu apakah semua bisa terkejar dalam 3 bulan lantaran sudah Pemilu di Indonesia. Lebih tepatnya mungkin kunjungan sekaligus meresmikan jalan, jembatan, bahkan seperti usulan Bupati Sambas, ya meresmikan Kantor Bupati,” imbuhnya. &lt;br /&gt;Seusai melakukan peninjauan PPLB Aruk, Joko beserta rombongan menuju PPLB Jagoi Babang, Bengkayang via Serikin. Sehari kemudian Joko meninjau PPLB Entikong dan melakukan penancapan tiang pertama rumah susun sewa di Jeruju, Kota Pontianak. &lt;br /&gt;Akses jalan di Jiran (Sarawak) memang jauh lebih baik ketimbang di Indonesia (Kalbar). Arus transportasi terutama turis yang mencapai 5 juta jiwa di Sarawak akan mendapat akses alternatif jika PPLB Aruk dibuka. Mereka hanya 1,5 jam berkendaraan normal dari Bandaraya Kuching dan dua jam berikutnya sudah akan bisa menikmati Kota Sambas, dua jam berikutnya Kota Singkawang, 1,5 jam berikutnya Kota Mempawah dan dua jam berikutnya Kota Pontianak. &lt;br /&gt;Sekilas tergambar, jika PPLB Aruk dibuka, maka arus orang dan barang antara kedua negara akan semakin meningkat. Diharapkan Bupati Sambas, terjadi perlipatan ekonomi di segala lini sehingga masyarakat sejahtera. Tentu harus dibarengi pula dengan persiapan menekan ekses-ekses negatif dari lancarnya arus transportasi orang dan barang tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-1982610587324478166?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/1982610587324478166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=1982610587324478166&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1982610587324478166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1982610587324478166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/02/sby-agendakan-tinjau-pplb-aruk.html' title='SBY Agendakan Tinjau PPLB Aruk'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SZVjMuNNX7I/AAAAAAAAC-s/qSMT74Nuy5Q/s72-c/DSC00968.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-1108306433930223204</id><published>2009-02-08T03:57:00.001-08:00</published><updated>2009-02-08T04:04:17.675-08:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Pejuang, Selamat Jalan Opa</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SY7KLMhmOBI/AAAAAAAAC-k/chxQKaLGz6A/s1600-h/DSC01328.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SY7KLMhmOBI/AAAAAAAAC-k/chxQKaLGz6A/s200/DSC01328.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300396105151166482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gugur bungaku di taman bakti...&lt;br /&gt;Ke haribaan ibu pertiwi...&lt;br /&gt;Betapa hatiku tak akan pilu...&lt;br /&gt;Telah gugur...pahlawanku....&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Satu per satu tokoh pejuang di Kalbar anggota legiun veteran angkatan 1945 dipanggil keharibaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Mulai dari H Achmad Noor, H Ibrahim Saleh hingga Jumat (6/2) kemarin Kapten Inf Purn H Buskam Noor. &lt;br /&gt;Pria kelahiran Kampung Manggis, Kabupaten Sambas pada 17 Agustus 1925 itu memulai karirnya dengan merantau. Ia sebatang kara di perantauan dengan menyelesaikan pendidikan di kemiliteran. Kala itu Republik Indonesia masih dalam suasana penjajahan Belanda dan sangat langka “biak-biak” Sambas terjun ke bidang militer. &lt;br /&gt;Buskam Noor semasa mudanya kerap kali bercerita bahwa Kalbar di masa penjajahan Belanda hidup sangat sulit, pendidikan sangat terbatas, serta fasilitas-fasilitas publik tak semewah masa kemerdekaan. Hidup di masa sulit menyebabkan tantangan demikian tinggi. Hal itulah yang digunakan Opa sebagai cambuk kesuksesan dirinya sehingga tekun dalam belajar, bekerja dengan keras, hingga benar-benar menikmati era kemerdekaan.&lt;br /&gt;Jalan-jalan raya di era kemerdekaan disaksikan Opa terus bertambah panjang dan menyentuh pedesaan-pedesaan. “Sewaktu Opa di militer, dari Pontianak ke Bengkayang, jalan berbatu dan berdebu. Berkendaraan sakit sekali, tidak semulus sekarang,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Kendati sulit merebut dan mempertahankan kemerdekaan—apalagi alat militer Indonesia kalah canggih dibandingkan Belanda atau menyusul kemudian Jepang, kehidupan di Kalbar kala itu lebih sulit lagi. Untuk itu Basrin—nama kecilnya—rela merantau dan memilih jadi anggota tentara, rela naik-terjun truk-truk militer dalam rangka latihan, ataupun menjalankan tugas kemiliteran. “Opa terampil naik dan lompat truk, membawa ransel dengan beban-beban berat, tetapi kemudian Opa juga pernah menjadi komandan upacara saat Jenderal Abdul Haris Nasution melakukan inspeksi di Kalbar,” tutur Opa. &lt;br /&gt;Di usianya yang ke-20 Republik Indonesia diproklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta di Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Buskam Noor telah turut berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan rotasi tugas tidak hanya di Bengkayang, tetapi juga ke Kalimantan Selatan, maupun Jawa Tengah. &lt;br /&gt;Kisah heroik semasa PKI bergerilya juga sempat menghampiri keluarga besar Buskam Noor yang berdomisili di Jl KH Akhmad Dahlan No 40 Kota Pontianak. Kala itu tentara RI yang berhasil menumpas G30S/PKI mendapatkan hak dan kewajiban “mendidik dan memelihara” anggota eks PKI. Buskam Noor “memelihara” seorang pemuda bernama Bujang. &lt;br /&gt;Bujang bekerja dengan baik di dalam rumah, terutama membantu memasak, mencuci, membersihkan lantai, termasuk menjaga rumah. Putra-putri Buskam Noor sendiri sudah relatif dewasa, dan hanya si bungsu Sri Andi Novita Oktavianti yang masih dalam gendongan. Si bungsu yang akrab disapa Nita ini hanya berbeda satu tahun dari usia cucu pertama Buskam Noor bernama Rommy Irawan. &lt;br /&gt;Di suatu pagi, Bujang mengasah golok. Prilaku ini tak disadari oleh anggota keluarga Buskam Noor. Ternyata golok yang diasah berjam-jam itu bukannya akan digunakan menebas rumput di halaman, tetapi akan menghabisi semua anggota keluarga. &lt;br /&gt;Tragedi Bujang menyerang Opa dengan golok yang sudah diasahnya itu terkuak lantaran jam dinding maju 30 menit dari waktu sesungguhnya. Bujang ternyata masih belum “bersih” dari jejaring PKI. Sesama anggota telah mempunyai satu misi menghabisi anggota militer di masa anggota PKI “dirawat”. &lt;br /&gt;Opa mengalami luka serius di perutnya. Usus yang bocor itu mesti dirawat di Rumah Sakit St Antonius. Menantunya yang bekerja di Kehakiman juga mengalami luka-luka serius, termasuk istri Opa, Oma yang nama lengkapnya Emi Rukiah. &lt;br /&gt;Saat itu Nita dan Rommy Irawan yang masih dalam gendongan terlempar, tetapi selamat dari kibasan golok Bujang. Suwandi, menantu Opa sempat melepaskan tembakan ke udara untuk menjinakkan Bujang, tetapi Bujang tak surut meronta seperti orang gila. Heboh, tetangga berhamburan dan pasukan dari Korem, dahulu Kodam berdatangan ke tempat kejadian perkara. Mereka sigap mengamankan keadaan.&lt;br /&gt;Bujang diamankan dan diinterogasi. Hasilnya mengejutkan. Ada rencana menghabisi para anggota militer melalui mereka yang diinapkan di rumah-rumah anggota militer. &lt;br /&gt;Gubernur Sumadi turun tangan. Kemudian belajar dari sejarah seperti G30S/PKI di mana jenderal-jenderal dihabisi, dan dampak dari kejadian di kediaman Buskam Noor merubah kebijakan militer terhadap anggota PKI. Anggota yang dirumahkan kembali disel di penjara. &lt;br /&gt;“Kami bersyukur jam di dinding dimajukan setengah jam,” ungkap putra sulung Buskam Noor, Ir H Ridwanto. “Jika jam dinding tak dimajukan waktu itu, habis kami semua,” ungkap mantan Kadis Pertanian di Kabupaten Sintang dua periode ini. &lt;br /&gt;Buskam Noor-Emi Rukiah memiliki delapan orang putra-putri masing-masing Sri Andarmi (Mba Lie—alm), Ridwanto (Mas Iwan), Sri Adriyati Ningsih (Mba Mies), Sri Andriyati Lestari (Mba Lolo), Edi Rusdi Kamtono (Mas Tono), Benny Restiadi (Mas Benny—alm), Sri Andika Dewi (Mba Oncel) dan Sri Andi Novita Oktavianti (Chiepluk). Di saat pensiunnya dari militer, Buskam Noor dikaryakan di Dinas Pekerjaan Umum. Ir Said Dja’far mantan Kepala Dinas PU setelah Ir HDZ Arifin Hadi mendengar berita wafatnya H Buskam Noor sebagai berita kemalangan besar. “Satu per satu pejuang kita dipanggil ke haribaan Allah Swt. Beliau orang baik. Beliau pekerja yang lurus dan jujur,” ungkapnya seusai mendampingi Dirjen Ciptakarya, Ir Joko Yuwono meletakkan batu pertama rumah susun sewa di kawasan Jalan Komodor Yos Sudarso. &lt;br /&gt;Buskam Noor yang berdisiplin militer hingga masa senjanya tetap bugar. Dia tak pernah sakit serius. Tak pernah pula dia mengeluh. Sekali-kalinya dia dirawat adalah akibat staminanya menurun sejak Minggu (1/2) dalam usia 84 tahun. Dia sudah tidak bisa makan dan minum sehingga dilarikan ke RS Soedarso. &lt;br /&gt;Putra putri Buskam Noor pun berdatangan dari Jakarta, Malang dan Sintang. Opa mendapatkan perhatian penuh dari putra-putrinya. &lt;br /&gt;Genap enam orang putra-putri mendampinginya, termasuk saya yang juga menantunya—yang baru pulang dari reportase di Aruk-Kuching maupun Oma, sang istri—Opa menghembuskan napasnya yang terakhir dengan tenang dalam iringan kalimah tayyibah. Tepat di hari sayyidul ayyam, penghulu dari segala hari, Jumat (6/2) pukul 11.00 WIB. &lt;br /&gt;Opa seperti orang tersenyum di antara keluarga tersayangnya. Ia telah menyelesaikan perjalanan hidup dengan segala pahit getir maupun suka-duka kehidupan. &lt;br /&gt;Berita wafatnya Opa segera menyebar ke keluarga dan kolega. Mantan Walikota dr H Buchary A Rachman seusai salat Jumat di Mujahidin segera ke rumah duka di kediaman Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak, Ir H Edi Rusdi Kamtono, MM, MT. Tampak pula Walikota H Sutarmidji, SH, M.Hum, anggota legiun veteran, Drs H Daud Mountain, H Gusti Hersan Aslirosa berikut jajaran DPRD Kota Pontianak, dan ratusan pelayat lainnya. &lt;br /&gt;Opa difardhu kifayahkan di rumah duka hingga dishalatkan buat pertama kalinya. Shalat kifayah kedua dilakukan di Masjid Ramadhan Jalan Parit Haji Husin II seusai shalat Ashar. Opa kemudian dimakamkan di samping pusara dua orang putra-putri yang terlebih dahulu mendahuluinya, Mba Lie dan Mas Benny. Juga berada di antara mertuanya Kek Senat Wijaya yang namanya diabadikan menjadi Gang Wijayasari, dan Nek Sapinah di pemakaman umum muslim Sungai Bangkong, Jalan Ali Anyang. &lt;br /&gt;Isak tangis dan air mata keluarga yang mencintai Opa bercucuran seiring tabur bunga di atas pusara. Doa doa dimunajatkan untuk arwah di alam baka dan keselamatan keluarga yang masih harus berjuang di dunia nan fana. &lt;br /&gt;Selamat jalan Opa. Selamat jalan pejuang. Sungguh, segala nilai kejuanganmu di masa hidup akan menjadi inspirasi bagi anak cucu dan generasi muda mendatang untuk terus berjuang, berjihad, mewujudkan Indonesia Merdeka yang sesungguhnya. Merdeka atas segala penjajahan, mewujudkan Indonesia yang cerdas dan bertakwa serta selamat bahagia dalam tatanan hidup dunia hingga akhirat. Amiin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-1108306433930223204?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/1108306433930223204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=1108306433930223204&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1108306433930223204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1108306433930223204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/02/selamat-jalan-pejuang-selamat-jalan-opa.html' title='Selamat Jalan Pejuang, Selamat Jalan Opa'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SY7KLMhmOBI/AAAAAAAAC-k/chxQKaLGz6A/s72-c/DSC01328.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-287220202395938876</id><published>2009-02-08T03:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T03:57:14.291-08:00</updated><title type='text'>Progress Report ke Bonn University Jerman</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SY7ITFRLuzI/AAAAAAAAC-c/Htg5V6qJyR0/s1600-h/DSC00335.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SY7ITFRLuzI/AAAAAAAAC-c/Htg5V6qJyR0/s200/DSC00335.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300394041618971442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Formalnya laporan perkembangan atau progress report ke Universitas Bonn (Bonn University) di Jerman, tetapi secara langsungnya di rubrik ini, pada hari ini, kami laporkan kepada publik. Intinya adalah apa saja yang telah dan akan dilakukan antara Borneo Tribune dengan lembaga nirlabanya Tribune Institute serta Bonn University. &lt;br /&gt;Pertama, mahasiswa S1 dan S2 Bonn University belajar bahasa dan kebudayaan dengan magang alias internship programe di Borneo Tribune dan Tribune Institute. Tenggat waktunya 3-6 bulan. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sejak 1 Oktober 2008 program ini dilaksanakan, praktikan satu per satu—hingga sekarang empat orang—di tahun 2009 akan bertambah 3 lagi—mencapai kemajuan dalam berbahasa dengan luar biasa. Parameternya adalah pergaulan sehari-hari di mana mereka berkomunikasi selama 6 hari berbahasa Indonesia dan sehari sesuai program English Day on Tribune berbahasa Inggris (setiap hari Sabtu). &lt;br /&gt;Praktikan mengalami kemajuan dalam menerapkan mata kuliah Bahasa Indonesia yang ditimba bersama Yanti Mirdayanti, MA (dosen Bahasa Indonesia sekaligus freelancer Borneo Tribune) serta aktivitas keredaksian. Praktikan juga menulis bilingual, yakni Bahasa Indonesia serta Bahasa Inggris. Karya-karya ini menunjukkan betapa praktikan sudah bisa berbicara dan sekaligus menulis. Masing-masing dua saluran keterampilan ilmu komunikasi dan ilmu bahasa. &lt;br /&gt;Cultural exchange juga dirasakan awak redaksi dan komunitas sosial melalui program ini. Ada pertukaran pengetahuan, pengalaman, hingga kebudayaan. Antara praktikan dan kru redaksi maupun pembaca ada saling belajar, saling mengisi, memberi dan menerima. Take and give. &lt;br /&gt;Kemampuan berbahasa Inggris awak redaksi juga meningkat. Peningkatan berbahasa internasional ini membuka peluang kepada peningkatan pengetahuan, keterampilan dan setrusnya sehingga berdampak bagi pengambilan keputusan-keputusan secara cerdas. Publik juga memanfaatkan informasi publik di Borneo Tribune yang terus meningkat ini. Praktikan difasilitasi HBT dan YTI memenuhi undangan sekolah-sekolah, kampus-kampus, sampai komunitas-komunitas berbahasa Inggris. &lt;br /&gt;Inilah esensi dari koran Borneo Tribune sebagai koran pendidikan. Pendidikan itu dimulai dari diri sendiri, di lingkungan kantor dan kemudian meluas ke luar. Tangan atau lembaga kami untuk menjangkau kegiatan luar yang lebih luas tidak hanya Borneo Tribune melalui korannya, tetapi juga Tribune Institute dengan aktivitas-aktivitas sosialnya. &lt;br /&gt;Mendapat laporan perkembangan seperti karya-karya tulis praktikan, Bonn University selalu membahasnya. Karya-karya seperti artikel maupun opini selalu dicetak dan diperbanyak, lalu ditempel di pusat-pusat informasi Kampus Bonn. &lt;br /&gt;Nama praktikan seperti Dorina, Mathias, Sina, dan Christian harum di Jerman, nama Borneo Tribune dan Tribune Institute juga naik daun di salah satu negeri Eropa itu. Pastinya, nama Kalbar dan Indonesia juga berjaya di negara kiblat teknologi dunia tersebut. Jerman!&lt;br /&gt;Pembaca, begitulah laporan kami kepada publik. Begitupula laporan kami kepada Dirut PT Borneo Tribune Press, W Suwito, SH, MH. Para pihak saling lontar ide, harapan dan kerja maupun karya. Respon balik yang diperoleh memang jauh lebih bersemangat sehingga melecut adrenalin untuk berbuat dan berbuat jauh lebih taktis maupun strategis lagi. Bukan lagi talk less do more, tetapi talk more do more. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-287220202395938876?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/287220202395938876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=287220202395938876&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/287220202395938876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/287220202395938876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/02/progress-report-ke-bonn-university.html' title='Progress Report ke Bonn University Jerman'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SY7ITFRLuzI/AAAAAAAAC-c/Htg5V6qJyR0/s72-c/DSC00335.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-8229988416605623928</id><published>2009-02-08T03:39:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T03:48:19.113-08:00</updated><title type='text'>Tok Ambok</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SY7GQOCNRXI/AAAAAAAAC-U/JITnaDp4WEI/s1600-h/DSC01111.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SY7GQOCNRXI/AAAAAAAAC-U/JITnaDp4WEI/s200/DSC01111.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300391793409213810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Datok juga Ambok juga. Dalam pengertian Bugis, datok sama dengan kakek, ambok sama dengan bapak. Jadi, dua level menjadi satu. Inilah dwi fungsi kultural. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Nama Tok Ambok saya dapatkan dari keluarga saya sendiri. Tepatnya dari Suhairi, putra dari H Abdul Razak, cucu dari H Abdurrachman yang akrab kami sapa Tok Haji Kamang. Tok Haji Kamang adalah kakak kandung nenek saya, Hj Tahirah HM Husein.&lt;br /&gt;H Abdul Razak—Wak Cak—mendidik Heri untuk menyapa Tok Haji Kamang dengan sapaan datok. Ia sendiri memanggil ayahnya dengan panggilan ambok. Tetapi karena Heri kecil sama dengan anak-anak kecil lainnya yang kebiasaannya meniru orang tua, maka lahirlah kreativitas kata Tok Ambok itu. &lt;br /&gt;Sapaan Tok Ambok terdengar lucu, dan memang dalam pengertian sehari-harinya lucu lantaran penggabungan dua level sekaligus. Tapi kata Tok Ambok juga terndegar nyentrik sehingga menarik. Dalam ilmu marketing, kata ini ada ruhnya sehingga marketable. &lt;br /&gt;Pada suatu hari saya mengatakan di antara teman-teman, bahwa beruntunglah kalian hidup di era kesejagatan di mana internet sudah merambah ke mana-mana. “Kalian bisa bekerja di satu komputer ke satu komputer lain, dari satu kota ke kota lain sehingga jarak dan waktu menjadi nisbi dan relatif. Di masa Tok Ambok dulu tak ada fasilitas secanggih begini,” kata saya. &lt;br /&gt;“Zaman Tok Ambok dulu....,” kata saya “hidup prihatin. Gambar belum dikenal luas. Tetapi sekarang, foto bisa dikopi dan dodownload tanpa harus dicuci cetak. Bisa dikirim dari Pontianak ke Amerika dalam 5 menit dan sama persis. Bisa dibesarkan, bisa dikecilkan. Sangat canggih.”&lt;br /&gt;Sejak saya bercerita begitu, teman-teman malah menyapa saya dengan sapaan Tok Ambok. Lucu. Hyperbolik. Tapi saya nikmati saja. Tak apalah menjadi Tok Ambo di kalangan generasi muda sesama anak muda. &lt;br /&gt;Bagi saya kelucuan dan hyperbolik kisah Tok Ambok ini lucu yang memang diharapkan dalam kehidupan sehari-hari di mana kompleksitas masalah kita makin runyam laksana benang kusut. &lt;br /&gt;Cerita dan berita sama crowdednya. Padat, penat, terlebih masalah sosial kenegaraan kita laksana layangan putus. Melayang-layang tak tentu ke mana arah rimbanya. &lt;br /&gt;Lihatlah, dari presiden ke presiden bicara perbatasan sebagai gerbang utama republik yang oleh karena itu mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya. Tetapi sejak Bung Karno, Soeharto, hingga Megawati dan SBY sekalipun, perbatasan kita tak kunjung dapat perhatian sebagaimana mestinya. Bahkan terakhir ada warga kita yang ditembaki oknum polisi PDRM dan tubuhnya dicabik-cabik. Duhai, betapa marwah kita direndahkan.&lt;br /&gt;Yang lainnya lagi, belum tuntas daerah pemekaran wilayah diproses sesuai mekanisme undang-undang, Presiden sudah mengultimatum stop pemekaran daerah. Padahal jika kita telusuri dengan baik-baik, pemekaran wilayah adalah buah dari reformasi lantaran jauhnya rentang pelayanan pemerintah pusat kepada rakyat di kampung-kampung. Perihal tewasnya Ketua DPRD Sumut di tangan massa mesti diproses hukum sebagaimana mestinya, tetapi euforia pemekaran daerah juga mesti diproses hukum. Tidak boleh satu kasus menggeneralisasi kasus-kasus lainnya. &lt;br /&gt;Negeri kita memang negeri yang aneh. Reformasi menjadi repotnasi. Hukum belum menjadi panglima. Demokrasi belum kukuh berdiri. &lt;br /&gt;Oleh karena itu kreativitas kata Tok Ambok patut jadi sesuatu yang lucu dan menghibur lara intelektual kita. Apalagi jika kita maknai dwi fungsi kultural itu sebagai penggabungan dua sifat induk yang unggul. Inilah pengertian hybrid.&lt;br /&gt;Dunia teknologi yang canggih kini berkompetisi melahirkan mesin-mesin hybrid. Mesin hybrid itu adalah mesin yang ramah lingkungan. Tiada polusi udara dan suara. &lt;br /&gt;Kita mesti pula seperti Suhairi yang kreatif dengan cara melahirkan ide-ide hybrid sampai industri-industri hybrid. Dimulai dari kata-kata hybrid, bibit-bibit hybrid, hingga mesin-mesin hybrid. Ayo kita mulai dari diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-8229988416605623928?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/8229988416605623928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=8229988416605623928&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/8229988416605623928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/8229988416605623928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/02/tok-ambok.html' title='Tok Ambok'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SY7GQOCNRXI/AAAAAAAAC-U/JITnaDp4WEI/s72-c/DSC01111.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-1184028347677854468</id><published>2009-01-31T05:12:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T05:15:10.746-08:00</updated><title type='text'>Semangat Bersilaturahmi dan Ekspose di Televisi Nasional</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SYRO0-s13pI/AAAAAAAAC-M/DnYv4j-wzjc/s1600-h/DSC00371.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SYRO0-s13pI/AAAAAAAAC-M/DnYv4j-wzjc/s200/DSC00371.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297445733785788050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peresmian Media Center di KPU Kota Pontianak diliput secara luas. Bagi awak Borneo Tribune kontribusi serupa juga dilimpahkan karena panggilan tugas sekaligus persahabatan. Tak hanya sekedar panggilan tugas, persahabatan, tetapi juga silaturahmi serta penghargaan yang tinggi kepada komposisi baru KPU Kota di bawah kepemimpinan Viriyan Azis, SE, MM. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Awak Borneo Tribune tampil didampingi praktikan dari Bonn University. Mereka yang hadir bertiga: Mathias Waldmayer, Dorina Loise Schulte dan Christian Stegmann. &lt;br /&gt;Kehadiran bule-bule ini tentu saja menarik perhatian. Tak urung oleh TVRI Pontianak. &lt;br /&gt;“Boleh saya wawancarai salah seorang dari mereka?” tanya reporter TVRI, Agus. “Sebaiknya siapa yang saya wawancarai? Materinya apa ya?” sambungnya.&lt;br /&gt;Nur Iskandar yang membawa rombongan mengatakan siapa saja di antara mereka boleh diwawancarai karena mereka sudah bisa berbahasa Indonesia. Mereka menjadi praktikan di Borneo Tribune dan Tribune Institute selain belajar Bahasa Indonesia, juga kepenulisan. “Mereka sudah piawai berkomunikasi dengan kita-kita.”&lt;br /&gt;Agus mendekati Mathias. Mathias agak ragu diwawancarai, tetapi dia tampak berkemas-kemas. Kemeja motif kotak-kotak yang digunakannya dirapikan. Kerahnya dia angkat ke atas. Cakep.&lt;br /&gt;Kamera menyorot ke wajahnya. Mikrofon dengan tulisan TVRI berada di depan muka, agak sedikit di bawah dagunya. Dan pertanyaan pun mengalir dari Agus soal perbandingan sistem pemilu di Indonesia dengan Jerman. &lt;br /&gt;Mathias menjawab dengan jelas. Bahasa Indonesianya sangat lancar. Penguasaannya terhadap pesta demokrasi di dua negara juga mantap. Alhasil pemirsa dibuat paham bahwa di Jerman tidak pesta baligo laksana album raksasa di mana-mana seperti yang sedang terjadi di jalan-jalan Kota Pontianak. &lt;br /&gt;Indonesia dan Jerman memang berbeda. Perbedaan itu yang bisa dimaknai dengan jangan terlalu berhura-hura. Apalagi buang-buang dana. Karena esensi dari demokrasi adalah bagaimana hak-hak rakyat tersalurkan dengan baik. Sebab jangan sampai seusai pesta demokrasi banyak yang jatuh miskin akibat biaya yang dikeluarkan sangat besar dan bahkan menambah angka kemiskinan di Indonesia. Kemiskinan adalah musuh dari demokrasi. &lt;br /&gt;Seusai wawancara, sore harinya liputan naik tayang. Banyak pemirsa yang menelepon ke kantor Borneo Tribune bahwa praktikannya tampil di layar televisi. Mereka memuji proses pembelajaran yang diterapkan di Borneo Tribune dan Tribune Institute. &lt;br /&gt;Sebagai uluk salam dan terimakasih Tim Borneo Tribune dan Tribune Institute bertandang ke TVRI. Proses rekaman itu kembali disaksikan sekaligus dicopy sebagai kenangan praktikan kembali ke Jerman. &lt;br /&gt;“Berita ini juga diminta TVRI Pusat lho,” lapor Agus. “Disaksikan secara nasional,” katanya. &lt;br /&gt;Memang kadang kita tak menyangka bahwa hal-hal kecil berdampak besar. Seperti kata filosuf, dalam setiap keindahan pasti ada yang memandangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-1184028347677854468?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/1184028347677854468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=1184028347677854468&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1184028347677854468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/1184028347677854468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/01/semangat-bersilaturahmi-dan-ekspose-di.html' title='Semangat Bersilaturahmi dan Ekspose di Televisi Nasional'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SYRO0-s13pI/AAAAAAAAC-M/DnYv4j-wzjc/s72-c/DSC00371.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-8153787540234131385</id><published>2009-01-19T00:03:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T00:10:20.790-08:00</updated><title type='text'>Fellowship Eka Tjipta Foundation</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SXQ1Xw02vWI/AAAAAAAAC90/XL4nRNtKcEE/s1600-h/DSC00155.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SXQ1Xw02vWI/AAAAAAAAC90/XL4nRNtKcEE/s200/DSC00155.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292914144427031906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore di lantai 33 BII Plaza Jalan MH Thamrin Jakarta duduk mengitari meja bundar bos Corporate Social Responsibility, Eka Wijayanti, Executive Director Eka Tjipta Foundation, Timotheus Lesmana, Penasihat Sinar Mas Group, Om San, Direktur Pantau Foundation, Andreas Harsono, dan saya. Kami bicara informal soal Widjaya Fellowship. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Widjaya Fellowship adalah ide besar! Upaya meningkatkan mutu jurnalisme di Indonesia di mana peserta fellowship yang sudah berumahtangga dibiayai Rp9 juta per bulan, sedangkan yang belum berumahtangga Rp5 juta per bulan. Standar tersebut diambil dari titik tengah gaji rerata wartawan di Indonesia serta hitungan profesional ala Aliansi Jurnalis Independen.&lt;br /&gt;Ide besarnya tentu saja bukan jutaan uang tersebut. Tetapi corporate sebesar Sinar Mas Group mau berkecimpung di dunia media tanpa mereka mengembangkan bisnis media seperti grup-grup yang lain. Inilah sesuatu yang besar tersebut. Inilah sumbangsih yang baru pertama kali terjadi di Indonesia. &lt;br /&gt;Saat saya masuk ke Eka Tjipta Foundation (ETF), segera disambut dengan logo khas berwarna merah dengan bola-bola emas yang tersusun laksana planet, atau kelopak sari bunga. Di balik pintu terdapat resepsionis yang duduk manis melayani para tamu.&lt;br /&gt;“Di sini kami berdiskusi,” kata Andreas Harsono sambil memperkenalkan para pucuk pimpinan ETF. “Di sebelah ini akan digunakan untuk perpustakaan sementara,” kata Om San menimpali. &lt;br /&gt;Kami berkenalan dan bicara soal pendidikan. Bicara soal pemanfaatan peran media dalam demokrasi, serta peran media dalam kemajuan bangsa dan negara. Terutama soal Indonesia yang begitu tertinggal dibanding bangsa-bangsa lain. Hatta, Vietnam sekalipun.&lt;br /&gt;Ide besar itu laksana bola salju yang terus menggelinding. “Saya mau fellowship ini sudah berjalan Juni tahun ini,” kata Om San. Om San tipikal tokoh pendobrak yang pantang menyerah dengan aral melintang. Katanya, jika menunggu segalanya paripurna, tak akan pernah ada. Sebaliknya kesempurnaan bisa dicapai dengan sambil berjalan. &lt;br /&gt;Timotheus sosok muda energik dan kritis tipikal perfeksionis. Dia ingin semuanya paripurna. Ia yakin proyek ini bisa berjalan mulus di awal tahun 2010. &lt;br /&gt;Saya sependapat dengan Om San. Alasannya, dana yang dianggarkan tahap pertama ini Rp3,6 miliar untuk ukuran Simas yang raksasa itu tak ada artinya. Bandingkan dengan James Riady, bosnya Lippo Bank yang meluncurkan koran berbahasa Inggris dengan nama Jakarta Globe menyiapkan dana Rp500 miliar!&lt;br /&gt;Ide besar fellowship ini terkoneksi dengan lima perguruan tinggi, masing-masing Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri, Universitas Driyarkara, Bina Nusantara dan Institut Kesenian Jakarta. Peserta fellowship yang digadang-gadang hanya 20 orang itu akan bebas mengambil mata kuliah sesuai keinginannya di lima perguruan tinggi bonafide tersebut. UI sudah terkenal sebagai kampus papan atas di Indonesia. Begitupula UIN dengan kajian keislamannya. Sedangkan Driyarkara adilihung di cabang ilmu filsafatnya, IKJ dengan seni budayanya, sedangkan Binus dengan teknologinya. ”Media massa sekarang sangat berkepentingan dengan kemajuan sain dan teknologi,” ulas Andreas yang semasa menjadi jurnalis di The Jakarta Post mendapatkan Nieman Fellowship serta oleh ETF diminta sebagai Direktur Eksekutif ETF Fellowship.&lt;br /&gt;Berapa besar alokasi untuk jurnalis di Borneo? Hanya 1 orang! Di Jawa saja hanya dapat jatah 4 orang! Yakin kompetisinya akan sangat ketat! Ini sejarah besar dalam sejarah pendidikan jurnalisme di Indonesia. &lt;br /&gt;Syaratnya? Pertama, harus lancar bicara dan menulis dalam bahasa Inggris. Kedua, membuat proposal tentang motivasi dan kegunaan mendapatkan fellowship tersebut. Ketiga, melampirkan tiga karya terbaik dalam 3 tahun terakhir. Keempat, tetek bengek administrasi yang lain yang bersifat normatif. Nah, adakah jurnalis Kalbar yang bakal mendapatkan serta mewakili 1 dari Kepulauan Borneo? Semoga. Dan sejak dini siapkan diri dengan matang, mumpung belum ketuk palu kegiatan launching Juni 2009 atau Januari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-8153787540234131385?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/8153787540234131385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=8153787540234131385&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/8153787540234131385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/8153787540234131385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/01/fellowship-eka-tjipta-foundation.html' title='Fellowship Eka Tjipta Foundation'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SXQ1Xw02vWI/AAAAAAAAC90/XL4nRNtKcEE/s72-c/DSC00155.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-2476360418626203667</id><published>2009-01-17T02:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T02:38:25.148-08:00</updated><title type='text'>Mencari Andrea Hirata Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SXGzN1LPwaI/AAAAAAAAC9s/SjTtX_Ki_p8/s1600-h/DSC00379.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SXGzN1LPwaI/AAAAAAAAC9s/SjTtX_Ki_p8/s200/DSC00379.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292208087330963874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tetralogi Laskar Pelangi begitu menyihir mata baca di Indonesia, bahkan ke mancanegara. Nama Andrea Hirata melambung setinggi dan seindah pelangi. Novelnya tak hanya indah dibaca, tapi juga disaksikan di layar perak: Film Laskar Pelangi.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Anak pesisir Pulau Belitong itu berhasil mencampur-sarikan engine dan meaning dalam empat buku novelnya, masing-masing Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan Maryama Karpov. Sebuah alunan harmoni yang indah antara anti klimak dengan klimak, antara miskin dan kaya, antara sengsara dan nikmat—yang akhirnya juga seperti film Sengsara Membawa Nikmat. &lt;br /&gt;Membaca tetralogi Laskar Pelangi mengingatkan kita kepada masa kanak-kanak yang penuh suka cita. Bermain dengan penuh tawa dan canda, termasuk suasana belajar di sekolah atau sesama teman sebaya. &lt;br /&gt;Mengikuti alur cerita Laskar Pelangi, kita merasa sebagai manusia yang dalam mengarungi hidup dan kehidupan penuh ancaman, tantangan, cobaan. Tetapi dengan dasar etos cinta yang tinggi, semua duka menjadi pelipur lara sehingga menjadi catatan suka cita. Suka dan duka berpilin terus menerus menjadi sebuah rangkaian kehidupan yang terus berputar. Terus menginspirasi selama tantangan diubah menjadi peluang serta masalah dijadikan vitamin untuk memperkokoh kebugaran.&lt;br /&gt;Andrea Hirata berhasil melesatkan diri keluar dari keterjepitan ekonomi dan sosial yang paling bawah di Pulau Belitong, di mana sekolah SD-nya nyaris tutup karena tidak punya pelajar baru dan bangunan sekolahnya sudah reot, nyaris tumbang. Tetapi Andrea Hirata (di dalam novel bernama Ikal) berhasil menjadi doktor di Sorbone, Prancis. Ia melipatgandakan keberhasilan melahirkan teori baru di dalam disertasi doktoralnya di bidang informatika. Ia menebus keterkungkungan rekan-rekannya yang tidak seberuntung dia, kendati cerdas seperti Lintang. &lt;br /&gt;Kisah novel Andrea adalah kisah sebuah catatan yang sangat berharga di bidang kepenulisan. Sukses story Andrea Hirata ini laik disuntikkan kepada siapa saja. Tak terkecuali kepada 60 pelajar SMP Aloysius Gonzaga yang bertandang di kantor redaksi Harian Borneo Tribune, Sabtu (17/1) kemarin. Mereka datang untuk belajar tentang koran, dan kepenulisan. Mereka punya kisah dan asa yang tak kalah menharu-birunya jika mampu menuliskannya—tentunya.&lt;br /&gt;Terbukti. Pelajar aktif bertanya jawab di ruang redaksi yang penuh sesak. Mereka berkenalan dengan jurnalis-jurnalis andal. Di Borneo Tribune/Tribune Institute ada doktor linguistik, Dr Yusriadi. Ada jurnalis investigative yang berhasil mengawinkan dua award nasional (Mochtar Loebis Award dan Adiwarta Award) Muklis Suhairi, dan memiliki sastrawan, Asriyadi Alexander Mering. &lt;br /&gt;Tak hanya 60 pelajar, guru Bahasa Indonesia, Ibu Natalis yang turut mendampingi bersama Kepala Sekolah serta dewan guru lainnya juga menyatakan ketertarikannya mengembangkan ilmu kepenulisan. “Kami tertarik untuk mengadakan training di bidang kepenulisan. Kami akan mengundang Borneo Tribune yang punya lembaga Tribune Institute,” ungkap Natalis.&lt;br /&gt;Dewan Redaksi dan fungsionaris Tribune Institute menyanggupi untuk menjalin kerjasama. Diharapkan dari kerjasama itu dapat lahir Andrea Hirata-Andrea Hirata baru di Kalimantan. &lt;br /&gt;Borneo Tribune dan Tribune Institute sejauh ini terus aktif mengembangkan ilmu komunikasi media lewat kerja-kerja praksis. Aktivitas menerbitkan buku dan menulis indah menjadi habbit atau kebiasaan selain kerja pokok menulis berita. Kerja-kerja ini adalah idealisme. Ibaratkan langit dan bumi, siang dan malam, laksana tangan kiri dan tangan kanan. Ya, ibaratkan Yin dan Yang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-2476360418626203667?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/2476360418626203667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=2476360418626203667&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2476360418626203667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/2476360418626203667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/01/mencari-andrea-hirata-baru.html' title='Mencari Andrea Hirata Baru'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SXGzN1LPwaI/AAAAAAAAC9s/SjTtX_Ki_p8/s72-c/DSC00379.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-5348521229026763318</id><published>2009-01-14T21:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T21:47:11.959-08:00</updated><title type='text'>Budaya, Kearifan Lokal dan Diskoneksi Generasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SW7NvTQlsbI/AAAAAAAAC9k/KwN6nT-c6UU/s1600-h/DSC00233.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SW7NvTQlsbI/AAAAAAAAC9k/KwN6nT-c6UU/s200/DSC00233.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291392824714310066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pay Jarot Sujarwo dari Pijar Publishing membacakan puisi soal nasib Istana Kadariah dan Warung Kopi Wenny. Isinya prihal problematika sosial dalam sudut pandang sastra. &lt;br /&gt;Dr Leo Sutrisno, Fisikawan gaek dari Untan yang kerap menulis artikel di berbagai media mengemukakan teori-teori alam semesta yang berimplikasi bagi budaya dan kebudayaan umat manusia. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Diskusi menyoal Seni Budaya dan Kearifan Lokal yang berlangsung di Balai Kajian Sejarah, Sabtu (10/12) kemarin diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai kalangan. Tampak pula Budayawan Kalbar, HA Halim Ramli, tokoh sastra Long Mizar, Edi Kumal, sineas Deny Sofian, peneliti liguistik STAIN, kandidat doktor Dedi Ari Asfar, jurnalis, aktivis dan mahasiswa. &lt;br /&gt;Kearifan lokal, sebagaimana arti harfiahnya adalah kebijaksanaan atau keluesan yang bersifat mondial. Nilai-nilai yang berlaku, baik secara simbolik, linguistik, tradisi maupun norma yang berlaku universal. Nilai universal itu seperti kejujuran, tolong menolong, menjaga harkat dan martabat kemanusiaan, yang meliputi berbagai bidang. Baik itu politik, ekonomi, sosial, hingga religi. &lt;br /&gt;Puisi yang dibacakan Pay dengan penuh ekspresi memang mendapat kritik pedas dari sejumlah tokoh, tetapi kritik pedas itu laksana jamu. Rasanya pahit, tapi menjadi obat penambah imunitas/kekebalan generasi muda untuk berkarya jauh lebih sempurna. &lt;br /&gt;Pay menggunakan kata Keraton Kadariah. Oleh HA Halim Ramli dikoreksi menjadi Istana Kadriah. Pay membacakan buah maja yang terasa pahit, tetapi oleh Dr Leo Sutrisno disarankan dengan buah khas lokal Kalbar seperti cermai, atau boleh jadi mengkudu. “Ini dalam konteks muatan lokal.”&lt;br /&gt;Pay mengelak dengan mengatakan ia tak jeli melihat nama Istana Kadariah. HA Halim Ramli mengatakan, kesalahan kecil besar artinya. Tidak boleh sastrawan menyesatkan. &lt;br /&gt;Fenomena itu ditangkap Pimpinan Albarkah Center, Drs H Iswan sebagai diskoneksi sejarah. Tidak nyambung. Tidak mengait masa lalu dengan masa sekarang. Generasi tua dengan generasi muda terdiskoneksi. Sementara forum diskusi budaya seperti yang diselenggarakan Pijar bekerjasama dengan Canopy Indonesia dinilai sebagai forum yang tepat untuk saling asah, asih dan asuh. &lt;br /&gt;Pay tak bodoh untuk mengelak. Dia mengatakan, “Keraton Kadariah itu yang biasa saya baca di koran.”&lt;br /&gt;Jurnalis pun tersenyum. Media terkena pula getahnya. Hal ini menjadi catatan menarik, bahwa informasi yang menyesatkan bisa berdampak luas kepada sastra yang menyesatkan. &lt;br /&gt;Bagi jurnalis Borneo Tribune, informasi harus dimasak sedemikian rupa sehingga matang dan siap saji. Dapur redaksi yang memasaknya menggunakan resep akurasi, balanching dan clearity. Rumus ABC. Sesuatu yang sederhana, tetapi berat untuk menjadi kenyataan sehari-hari. &lt;br /&gt;Bagi Borneo Tribune, jika ada kesalahan, mesti segera diralat karena kerja budaya adalah kerja manusia. Manusia tidak luput akan kesalahan. Tetapi kesalahan yang berlarut-larut bukan kerja kebudayaan, tapi kecerobohan.&lt;br /&gt;Berkenaan dengan kerja kebudayaan Harian Borneo Tribune menampilkan rubrikasi khusus. Telah dirilis rubrik Suara Enggang. Rubrik ini terbit setiap hari di halaman pertama dengan gaya penulisan kolom. Selebihnya kearifan lokal secara khusus terbit setiap edisi Minggu dengan nama Pandora. &lt;br /&gt;Borneo Tribune berusaha selalu tampil terdepan untuk memuaskan selera pembacanya. Kritik dan saran sangat kami butuhkan untuk mencapai kesempurnaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4035621698655686076-5348521229026763318?l=noeriskandar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noeriskandar.blogspot.com/feeds/5348521229026763318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4035621698655686076&amp;postID=5348521229026763318&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5348521229026763318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4035621698655686076/posts/default/5348521229026763318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noeriskandar.blogspot.com/2009/01/budaya-kearifan-lokal-dan-diskoneksi.html' title='Budaya, Kearifan Lokal dan Diskoneksi Generasi'/><author><name>Noeris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05965147804911353313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp0.blogger.com/_t_WFLYGgCGA/R-R6uzcb41I/AAAAAAAAB9g/8yNwJCQOMw4/S220/Nuris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SW7NvTQlsbI/AAAAAAAAC9k/KwN6nT-c6UU/s72-c/DSC00233.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4035621698655686076.post-4372973798798473394</id><published>2009-01-14T21:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T21:43:30.764-08:00</updated><title type='text'>Selamat Datang Tradisi Baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SW7MthW3gDI/AAAAAAAAC9c/AVHtBM3YihI/s1600-h/Fanshurullah+Asa+by+Lukas.jpg.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t_WFLYGgCGA/SW7MthW3gDI/AAAAAAAAC9c/AVHtBM3YihI/s200/Fanshurullah+Asa+by+Lukas.jpg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291391694627373106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Usai acara Borne
